IDENTITAS:
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Mata pelajaran : Pkn, Seni Rupa, B.Indonesia, Matematika
Hari/tanggal : Senin, 13 April 2026
Kelas : 5 A
Materi Pokok : 1.PKN (praktik gotong royong di lingkungan sekitar)
2. Bahasa Indonesia (imbuhan pe-an)
3. Seni Rupa (teknik membuat ragam hias)
4. Matematika (piktogram)
Alat Peraga : 1.PKN (games dan LKPD)
2. Bahasa indonesia (LKPD)
3. Seni Rupa ( video pembelajaran)
4. Matematika (video pembelajaran)
Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila ( PBL)
2. Bahasa Indonesia (PBL)
3. Seni Rupa (PBL)
4. Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari sabtu minggu ya nak.
MATERI PELAJARAN : PKN
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat mempraktikkan praktik gotong royong di kelas
Tahukah teman-teman apa saja contoh gotong royong yang terjadi di lingkungan masyarakat?
Gotong royong di lingkungan masyarakat adalah lazim terjadi di Indonesia.
Salah satu karateristik budaya Indonesia adalah budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.
Gotong royong adalah salah satu tindakan yang sesuai dengan nilai Pancasila, khususnya sila ketiga tentang "Persatuan Indonesia".
Pengertian gotong royong adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan memiliki sifat sukarela.
Supaya kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar, ringan, dan juga mudah.
Berikut ini contoh kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat.
15 Contoh Gotong Royong di Lingkungan Masyarakat
1. Kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
2. Membantu membangun rumah warga yang terkena musibah.
3. Gotong royong dalam membangun fasilitas umum di lingkungan sekitar, seperti jalan atau jembatan.
4. Saling membantu warga masyarakat yang terkena musibah.
5. Gotong royong dalam membersihkan tempat yang terkena musibah, seperti banjir atau tanah longsor.
6. Membantu orang rumah untuk membersihkan rumah.
7. Ikut bergotong royong dalam mencari bantuan korban bencana alam.
8. Bergotong royong dalam menyiapkan kegiatan hari besar keagamaan.
9. Gotong royong dalam membersihkan sampah dengan memilah-milah sampah organik dan anorganik.
10. Gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan kelompok.
11. Gotong royong membantu warga yang mengadakan hajatan.
12. Mengadakan pentas seni masyarakat yang disiapkan dengan gotong royong.
13. Melakukan jaga malam secara bersamaan dan bergiliran untuk keamanan masyarakat.
14. Gotong royong untuk menyiapkan dapur umum pada waktu-waktu tertentu, misalnya bulan Ramadan.
15. Gotong royong membantu saat ada kecelakaan yang terjadi di dekat lingkungan masyarakat.
Jenis-Jenis Gotong Royong
1. Kerja bakti
Kerja bakti adalah salah satu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama di lingkungan masyarakat sekitar.
2. Tanggap bencana
Kegiatan tanggap bencana ini adalah sebuah proses respon dari masyarakat untuk bekerjasama saat musibah.
3. Musyawarah
Musyawarah juga termasuk jenis gotong royong yang merupakan salah satu cara untuk mencapai mufakat.
4. Panen raya
Ketika musim panen, biasanya masyarakat akan gotong royong untuk membantu proses panen. Nantinya pemilik lahan akan membagikan sebagian hasil panen kepada orang-orang yang membantu.
5. Belajar bersama
Belajar bersama juga salah satu jenis gotong royong, di mana dalam kegiatan ini para pelajar saling bahu membahu untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan bersama.
- TUGAS :
Setelah kalian membaca blogger di atas, silahkan ananda melakukan games sesuai petunjuk daari miss ya,
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATERI PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami penggunaan kalimat dengan penggunaan imbuhan pe-an
- Menyatakan Tempat/Lokasi: Menunjukkan tempat berkaitan dengan kata dasar.
- Contoh: Pe- + labuh + -an = pelabuhan (tempat berlabuh).
- Contoh: Pe- + inap + -an = penginapan (tempat menginap).
- Menyatakan Proses/Perbuatan: Menunjukkan cara atau hasil perbuatan.
- Contoh: Pe- + didik + -an = pendidikan (proses mendidik).
- Contoh: Pe- + kelola + -an = pengelolaan (proses mengelola).
Menyatakan Kumpulan: Menunjukkan banyak atau sekumpulan benda.
- pe-an: pe+desa+an = pedesaan.
- pem-an: pe+buat+an = pembuatan (kata dasar b, f, p, v).
- pen-an: pe+duduk+an = pendudukan (kata dasar c, d, j, t, z).
- peng-an: pe+hasil+an = penghasilan (kata dasar a, e, g, h, i, k, o, u).
- peny-an: pe+sesuai+an = penyesuaian (kata dasar s).
- per-an: per+janjian = perjanjian.
- Tuliskan makna imbuhan pe-an pada kata: perkantoran, penyumbatan, pepohonan.
- Buatlah kalimat dari kata: pengiriman, pemanasan, pendidikan.
Video Pembelajaran :
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
Tujuan Pembelejaran : Murid dapat mengenal berbagai jenis ragam hias dan pengertiannya
Pengertian Ragam Hias
Ragam hias atau yang sering disebut juga sebagai ornamen adalah pola atau gambar dekoratif yang diulang-ulang dan memiliki struktur tertentu dan kemudian diisi untuk menghiasi berbagai media seperti kain, guci, furniture, kulit, serta masih banyak lagi.
Meskipun ragam hias awalnya digunakan untuk menghias karya seni yang memiliki bidang permukaan kosong seperti kain, furnitur, atau guci, kini pola dekoratif, ragam hias telah berkembang menjadi gaya seni yang berdiri sendiri.
Motif-motif tersebut dapat ditemukan dalam karya seni dua dimensi seperti lukisan atau desain grafis, di mana pola dekoratif ini menjadi inti dari karya tersebut.
Salah satu contoh yang paling dikenal di Indonesia adalah motif batik yang memanfaatkan ragam hias dalam setiap desainnya.
Di Indonesia, penggunaan ragam hias telah ada sejak zaman prasejarah dan terus berkembang hingga saat ini.
Ragam hias tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh kekayaan alam Indonesia, baik itu flora, fauna, maupun lanskap yang ada di setiap daerah.
Jenis Motif Ragam Hias
Ada beberapa motif ragam hias, yakni sebagai berikut:
1. Floral
Motif flora atau vegetal adalah pola dekoratif yang menggambarkan elemen-elemen alami seperti dedaunan, rerumputan, dan bunga. Motif ini sangat populer dan mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Ragam hias floral sering dijumpai pada berbagai barang seni dan kerajinan, termasuk ukiran furniture, kain batik, sulaman, tenun, border, dan banyak lagi.
Keindahan motif ini mencerminkan kedekatan masyarakat Indonesia dengan alam dan tumbuhan serta menjadi bagian penting dari estetika dalam berbagai bentuk seni tradisional maupun modern.
2. Fauna
Motif fauna adalah pola hias yang terinspirasi dari bentuk-bentuk binatang, seperti cicak, ikan, ayam, harimau, hingga gajah.
Dalam seni tradisional Indonesia, motif fauna sering dipadukan dengan motif flora dan geometris. Motif ini banyak ditemukan pada batik, ukiran, anyaman, sulaman, dan kerajinan lainnya.
Setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan motif fauna yang mencerminkan ciri khas lokal, seperti burung cendrawasih dari Papua, komodo dari NTT, dan gajah sebagai simbol Lampung. Motif fauna dapat ditemukan di berbagai wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
3. Geometris
Motif geometris merupakan pola hias yang terbentuk dari elemen-elemen geometris, seperti garis, segitiga, lingkaran, dan bentuk sederhana lainnya. Motif ini banyak ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra.
Dengan pengaturan pola yang teratur dan pengulangan yang dinamis, motif geometris menciptakan ragam hias yang estetis dan menarik.
4. Figuratif
Motif figuratif adalah pola hias yang menggambarkan bentuk atau sosok manusia dengan gaya tertentu yang bisa disederhanakan atau bahkan diubah menjadi lebih abstrak
Ragam hias ini sering kali hadir dalam bentuk representasi manusia yang tidak terlalu realistis, namun tetap menggambarkan karakteristik atau sifat tertentu.
Motif figuratif banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti kain batik, serta pada seni ukir kayu.Motif figuratif banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti kain batik, serta pada seni ukir kayu.
Teknik Menggambar Ragam Hias
Adapun 3 teknik menggambar ragam hias sebagai berikut.
1. Teknik Stilasi
Teknik stilasi adalah metode dalam menggambar atau mendesain yang bertujuan untuk menyederhanakan atau mengubah bentuk objek asli menjadi lebih sederhana, namun tetap mempertahankan ciri khas atau esensi dari objek tersebut.
Contoh penerapan teknik stilasi dapat ditemukan pada ragam hias flora dan fauna, seperti dalam desain batik atau ukiran, di mana bunga atau hewan digambarkan dalam bentuk yang lebih sederhana, namun masih mudah dikenali.
2. Teknik Deformasi
Deformasi adalah teknik menggambar yang melibatkan perubahan bentuk objek secara signifikan, dengan mengubah proporsi atau struktur aslinya. Teknik ini sering kali digunakan untuk menghasilkan bentuk yang lebih ekspresif atau terkesan unik, yang mungkin tidak terlihat pada objek asli.
Contohnya, menggambar seekor binatang dengan bentuk tubuh yang lebih ramping untuk menciptakan efek visual tertentu.
3. Teknik Distorsi
Distorsi adalah teknik menggambar yang juga mengubah bentuk objek, namun dengan cara yang lebih ekstrim atau dramatis.
Berbeda dengan deformasi yang menghasilkan perubahan bentuk yang lebih sederhana, teknik distorsi justru melebih-lebihkan struktur dan perubahan bentuk objek.
Teknik distorsi banyak digunakan dalam seni lukis, ilustrasi, dan desain grafis untuk menambah kekuatan ekspresi dan menggambarkan imajinasi atau ide yang lebih kuat. Misalnya, dalam seni kontemporer, distorsi bisa digunakan untuk menggambarkan figur manusia dengan proporsi yang sangat berbeda dari kenyataan.
video pembelajaran :
MATERI PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat memahami cara pengumpulan data dengan berbagai teknik
ateri Pengumpulan Data kelas 5
Data merupakan keterangan yang nyata dapat diakui kebenarannya. Data sendiri sebenarnya bukanlah hasil final. Data juga membutuhkan pengolahan. Sehingga nantinya menjadi informasi yang valid. Bagi pemangku kebijakan, data merupakan alat untuk menentukan langkah berikutnya.
Contoh, seorang guru menggunakan data nilai, data kehadiran siswa, data sikap siswa untuk menentukan metode dan program pembelajaran. Begitu juga pemerintah yang membutuhkan data rakyatnya dalam menentukan kebijakan berikutnya.
Pengumpulan data adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yangdibutuhkan. Ada beberapa cara dalam proses pengumpulan data, seperti tes, pengamatan, angket, bertanya langsung, dan sebagainya.
Setelah melakukan pengumpulan data, peserta didik juga diharapkan memahami dan mengetahui data yang dikumpulkan. Seperti mengumpukan data ukuran sepatu siswa kelas 5. Setelah itu, siswa juga harus tahu, berapa saja ukuran sepatu siswa kelas 5.
Gambar di atas adalah contoh hasil pengumpulan data berupa nilai Bahasa Daerah kelas 5 yang
diambil di buku matematika kelas 5 revisi 2018 halaman 205. Dari data di atas dapat diketahui,
jumlah siswa yang dapat 70, 75, 80, dan sebagainya. Tidak hanya itu, dari data tersebut juga
diketahui, nilai tertinggi dan terendah.
Materi Penyajian Data kelas 5
Menyajikan data merupakan proses selanjutnya setelah mengumpulkan data. Ada beberapa macam metode penyajian data. Berikut macam-macam penyajian data beserta contohnya:
1. Penyajian Data Dalam bentuk Daftar
Dalam menyajikan data dalam bentuk daftar, langkah yang pertama dilakukan adalah mengurutkan data kemudian mengumpukan data sesuai dengan kelompoknya. Langkah selanutnya membentuk daftar sesuai dengan data yang dibutuhkan.
Contoh:
Berikut data pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5: petani, pedagang, petani, guru, pedagang,
petani, petani, polisi, pedagang, pedagang. Sajikanlah data tersebut dalam bentuk daftar!
Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5
Petani = 4 orang
Pedagang = 4 orang
Guru = 1 orang
Polisi = 1 orang
Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih
mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
2. Penyajian Data Dalam bentuk Tabel
Penyajian data dalam bentuk table merupakan kelanjutan data dalam bentuk daftar. Setelah data di
daftar maka bisa diberi garis untuk menampilkan data dalam bentuk table. Untuk lebih mudahnya
memahami bisa langung di simak contoh soal di bawah ini:
Hasil ulangan Materi Penyajian Data Kelas V SDN nusantara 1 diperoleh nilai sebagai berikut:
95, 85, 65, 75, 75, 85, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 80, 75, 70, 75, 75, 90, 95, 80, 90, 65, 70, 75, 90, 85, 70, 85, 70.
Buatlah tabel frekuensi data tersebut!
Jawab
Ubahlah data tersebut dalam bentuk Diagram Gambar!
4. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Batang
Diaram batang merupakan bentuk penyajian data yang paling sering dijumpai. Biasanya sekolah,
perkantoran, dan beberapa instansi menggunakan diagram batang sebagai slaah satu bentuk
penyajian data.
Dalam menentukan diagram batang, yang harus dilakukan dalah mengelompokkan data atau
mengurutkan, atau membuat data dalam bentuk daftar. Kemudian buatlah diagram sumbu X dan Y.
Untuk X berisi data yang disajikan, sedangkan sumbu Y berisi banyak dari data yang disajikan.
Contoh Soal dan penyelesaian:
Siti mencatat profesi semua orang tua siswa kelas V SD Nusantara 01. Siti menanya satu per satu
profesi orang tua siswa kelas V dan diperoleh data sebagai berikut: Pegawai Negeri Sipil (PNS)
sebanyak 8 orang, Petani sebanyak 12 orang, Wiraswasta sebanyak 2 orang, TNI sebanyak 5
orang, Guru sebanyak 3 orang. Ubahlah data tersebut dalam diagram batang!
5. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Garis
Pada dasarnya diagram garis tidak jauh beda dengan diagram batang. Karena sama sama menggunakan diagram cartesius atau diagram sumbu x dan y.
Namun yang membedakan antara diagram garis dan batang adalah frekuensi datanya. Jika diagramm batang berupa batang, sedangkan diagram garus berupa titik titik setiap data yang kemudian ditarik menjadi sebuah garis. Untuk lebih mudahnya bisa langsung disimak contoh soal di bawah ini.
Tinggi badan Meli juga dicatat secara berkala Pengukuran berat badan juga untuk memantau perkembangan anak. Meli memiliki catatan tinggi badannya selama 5 tahun, yaitu mulai umur 7
tahun hingga umur 11 tahun.
Berdasarkan hasil catatan yang dilakukan secara berkala, diperileh:
VIDEO PEMBELAJARAN :
REFLEKSI : pada pembelajaran PKN dengan mempraktikkan contoh gotong royong dengan cara memngerjakan soal dengan team dapat diaksanakan dengan baik. pada pembelajaran SBDP dengan mengidentifikasi teknik -teknik ragam hias dengan baik. pada pelajaran bahasa indonesia murid dapat menggunakan imbuhan pe-an pada kalimat dengan tepaat. dan pelajaran matematika murid dapat menghitung data
PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassaslamualiakum wr wb

.png)

0 komentar:
Posting Komentar