RUANG BELAJAR KELAS 5 A
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
(IPAS & BAHASA INDONESIA)
IDENTITAS:
Hari/tanggal : Kamis, 05 Februari 2026
Kelas / Fase : 5 A /C
Mata pelajaran : Ipas & BAhasa indonesia
Alokasi waktu : 2×35 menit
pertemuan ke : 2
Model pembelajaran : IPAS (ceramah ) ;bahasa indonesia (PBL);
Media pembelajaran : IPAS (video pembelajaran & LKPD); bahasa indonesia (teks eksplanasi)
🌠 Capaian Pembelajaran :
1. Identifikasi Fenomena
Di bagian ini, sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena/peristiwa alam yang akan dibahas. Poinnya bisa mengangkat tentang proses bagaimana fenomena alam tersebut bisa terjadi.
2. Rangkaian Kejadian
Setelah mengetahui secara umum fenomena yang akan dibahas, pada bagian ini dijelaskan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Kamu bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya. Bagian ini disebut juga dengan deretan penjelas.
3. Interpretasi
Interpretasi dalam teks eksplanasi dapat dikatakan sebagai ulasan atau penarikan kesimpulan. Kamu bisa memberikan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Ada pun dalam menyusun teks eksplanasi perlu memperhatikan kaidah kebahasaan berikut ini:
1. Menggunakan Kalimat Pasif dan Kalimat Tidak Langsung
Di artikel sebelumnya, kita sudah belajar mengenai kalimat pasif dan kalimat tidak langsung, ya. Nah, apa sih itu? Jadi, kalimat aktif adalah jenis kalimat dimana objek melakukan sebuah tindakan kepada subjek.
Sementara itu, kalimat tidak langsung adalah kalimat dimana pembicaraan atau sebuah informasi dari seseorang, disampaikan secara tidak langsung kepada orang lain. Nah, ciri kebahasaan teks eksplanasi akan menggunakan dua jenis kalimat ini.
Contoh kalimat pasif dalam teks eksplanasi: Regenerasi sel kulit didukung oleh asam pantotenat, yang ditemukan dalam vitamin B5.
Contoh kalimat tidak langsung dalam teks eksplanasi: Dokter menyatakan bahwa makanan sehat dan olahraga adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan.
2. Menggunakan Konjungsi Kasual dan Waktu
Karena teks eksplanasi bertujuan untuk menjelaskan secara jelas kejadian suatu fenomena, jadi teks ini akan sering menggunakan dua jenis konjungsi, yaitu kasual dan waktu (temporal).
Konjungsi kasual adalah kata penghubung yang mengaitkan dua peristiwa atau ide, dengan menunjukkan hubungan sebab-akibat. Konjungsi kasual ditandai dengan penggunaan kata karena, sebab, oleh karena itu, dsb
Sementara itu, sesuai namanya, konjungsi waktu/temporal adalah kata hubung yang berkenaan dengan waktu. Biasanya, ditandai dengan penggunaan kata kemudian, lalu, sejak, ketika, saat, dsb.
3. Terdapat Istilah Ilmiah
Teks eksplanasi juga menggunakan istilah ilmiah untuk menjelaskan suatu fenomena. Contohnya saja pada teks eksplanasi tentang penyebab banjir. Mungkin kamu akan menemukan beberapa istilah yang cukup asing, seperti erosi, sedimentasi, drainase, deforestase, dan lain sebagainya.
4. Menggunakan Kata Kerja Material dan Rasional
Maksudnya apa sih? Nah, kata kerja material merujuk pada tindakan yang dapat dilihat atau dirasakan secara fisik. Contohnya membangun, memakan, membaca, dsb. Sementara itu, kata kerja rasional berkaitan dengan aktivitas emosional. Contohnya berpikir, mengerti, berharap, dsb.
Dengan menggunakan kedua jenis kata kerja ini, teks eksplanasi dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dan jelas mengenai suatu topik, baik itu dalam konteks fisik atau dalam aspek-aspek emosional. Sehingga, akan memudahkan pembaca untuk memahami penjelasan yang diberikan.
5. Bersifat Informatif
Penjelasan dalam teks eksplanasi sering digunakan sebagai bahan pembelajaran. Oleh karena itu, bahasa yang disampaikan harus jelas dan terperinci, supaya pembaca pun dapat memahami konsep atau proses yang dijelaskan.
Penjelasan yang informatif juga dapat memberikan kredibilitas dari kebenaran suatu teks. Dengan informasi yang akurat dan terperinci, pembaca cenderung lebih mempercayai konten yang disajikan.
Contoh Teks Eksplanasi
Banjir
Mendengar kata banjir memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita. Banjir adalah fenomena alam yang bersumber dari curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama pada daerah aliran sungai (DAS). Banjir terjadi karena sebab alam dan tindakan manusia. Penyebab alami banjir adalah erosi dan sedimentasi, curah hujan, pengaruh fisiografi/geofisik sungai, kapasitas sungai, drainase lahan, dan pengaruh air pasang. Penyebab banjir karena tindakan manusia adalah perubahan tata guna lahan, pembuangan sampah, kawasan padat penduduk di sepanjang sungai, dan kerusakan bangunan pengendali banjir.
Penyebab Alami Banjir
Sebagai akibat perubahan tata guna lahan, terjadi erosi sehingga sedimentasi masuk ke sungai dan daya tampung sungai menjadi berkurang. Hujan yang jatuh ke tanah airnya akan menjadi aliran permukaan (run-off) di atas tanah dan sebagian meresap ke dalam tanah, yang tentunya bergantung pada kondisi tanahnya. Ketika suatu kawasan hutan diubah menjadi permukiman, hutan yang bisa menahan aliran permukaan cukup besar diganti menjadi permukiman dengan resistensi aliran permukaan kecil. Akibatnya ada aliran permukaan tanah menuju sungai dan hal ini berakibat adanya peningkatan debit aliran sungai yang besar.

Banjir di ibukota (Sumber: mediaindonesia.com)
Penyebab Banjir karena Faktor Sosial
Perubahan tata guna lahan merupakan penyebab utama banjir dibandingkan dengan yang lainnya. Apabila suatu hutan yang berada dalam suatu aliran sungai diubah menjadi permukiman, debit puncak sungai akan meningkat antara 6 sampai 20 kali. Angka 6 dan angka 20 ini bergantung pada jenis hutan dan jenis permukiman. Demikian pula untuk perubahan yang lainnya akan terjadi peningkatan debit puncak yang signifikan. Deforestasi, degradasi lingkungan dan pembangunan kota yang penuh dengan bangunan beton dan jalan-jalan aspal tanpa memperhitungkan drainase, daerah resapan, dan tanpa memperhatikan data intensitas hujan dapat menyebabkan bencana alam banjir.
Pembuangan sampah di DAS membuat sungai tersumbat sampah. Jika air melimpah, air akan keluar dari sungai karena daya tampung saluran berkurang. Kawasan padat penduduk di sepanjang sungai/drainase dapat menjadi penghambat aliran dan daya tampung sungai. Masalah kawasan kumuh dikenal sangat penting sebagai faktor sosial terhadap masalah banjir daerah perkotaan
Video pembelajaran
IPAS
7 Jenis Nutrisi dalam Makanan yang Diperlukan Tubuh
Jenis nutrisi yang diperlukan tubuh.
Pada materi IPAS Kelas 5 SD, kita akan belajar tentang pola makan sehat bagi tubuh kita.
Untuk bisa bertahan hidup dan beraktivitas, manusia tidak hanya bernapas, tapi juga makan dan minum.
Makanan dan minuman yang masuk lewat mulut akan diolah oleh sistem pencernaan jadi energi.
Sistem pencernaan terdiri dari organ mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, usus halus, dan anus.
Seluruh organ pencernaan itu saling bekerja sama mengolah makanan sehingga kita bisa lancar beraktivitas.
Meski begitu, makanan dan minuman yang masuk tidak boleh sembarangan. Artinya, pola makan harus sehat.
Nutrisi Makanan yang Diperlukan Tubuh
Makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia harus memiliki zat-zat utama atau nutrisi yang baik.
Ada beberapa zat-zat utama atau nutrisi dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh, antara lain:
- Protein
- Karbohidrat
- Lemak
- Vitamin
- Mineral
- Serat
- Air
Ketujuh nutrisi itu masuk ke dalam tubuh kita lewat makanan yang kita konsumsi tiap hari. Berikut penjelasannya:
1. Protein
Protein adalah zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan dalam jumlah besar bagi tubuh.
Ia juga berperan sebagai sumber energi, memelihara jaringan tubuh, hingga membentuk suatu antibodi.
Protein terbuat dari ratusan hingga ribuan senyawa kecil yang disebut asam amino saling mengikat.
Protein sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yakni protein dari tumbuhan (nabati) dan hewan (hewani).
Protein nabati bisa didapatkan dari tempe, tahu, edamame, quinoa, almond, chia seed, dan juga bayam.
Protein hewani bisa didapatkan dari daging sapi, daging kambing, daging ayam, seafood, serta telur.
2. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat atau nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh bersama dengan protein dan lemak.
Karbohidrat akan diolah menjadi gula yang dibutuhkan tubuh untu k menghasilkan energi cepat.
Dengan karbohidrat, kita bisa melakukan aktivitas harian dengan lancar. Contohnya antara lain:
- Kentang
- Jagung
- Umbi-umbian
- Sagu
- Tepung-tepungan.
3. Lemak
Lemak adalah nutrisi penting, fungsinya sebagai sumber energi dan membantu proses penyerapan vitamin.Lemak juga dapat melindungi organ penting di dalam tubuh dan membantu tubuh agar tetap hangat.Lemak bisa didapatkan dari santan, kacang-kacangan, daging, ikan, susu, dan semua makanan yang digoreng.
4. Vitamin
Vitamin berfungsi membantu tubuh melawan kuman penyakit yang diperlukan untuk menunjang kinerja tubuh.Vitamin yang diperlukan oleh tubuh bervariasi. Mulai dari vitamin A, C, D, E, K, B1, B2, B3, B5, B6, B7, hingga B12.
Pada umumnya, vitamin berasal dari berbagai jenis buah-buahan, sayur-sayuran, hingga biji-bijian.
5. Mineral
Mineral berupa kalsium, fosfor, kalium, dan lainnya diperlukan tubuh untuk kesehatan tulang, gigi, dan darah.
Ada banyak makanan dan minuman di sekitar kita yang mengandung mineral. Berikut beberapa diantaranya:Daging
Ikan
Buah-buahan
Sayuran
Susu dan produk olahannya.
6. Serat
Serat penting untuk pencernaan karena bisa bantu menjaga kesehatan usus dan mempermudah buang air besar.
Ketika tubuh kita kekurangan serat, maka akibatnya kita jadi kesulitan untuk buang air besar, lo.
Makanan yang mengandung serat diantaranya sayur-sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.
7. Air
Air sangat penting bagi tubuh karena bisa bantu melarutkan makanan dan membantu produksi air liur.
Air juga menjaga tubuh agar tetap dingin lewat keringat. Asupan air juga dapat berasal dari buah dan sayuran.
Nah, itulah zat-zat utama atau nutrisi dalam makanan yang diperlukan tubuh. Semoga bisa bermanfaat, ya!
Video pembelajaran
Kesimpulan
Murid dapat memahami tentang 7 nutrisi yang kita makan dan juga tentang teks eksplanasi.
Dengan demikian miss akhiri wassalamu'alaikum wr wb





0 komentar:
Posting Komentar