RUANG BELAJAR KELAS 5 A
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
(PKN, BAHASA INDONESIA,SBDp & MTK)
IDENTITAS:
Hari/tanggal : Senin, 12Januari 2026
Kelas / Fase : 5 A /C
Mata pelajaran : PKN,Bahasa Indonesia,Seni Rupa & matematika
Alokasi waktu : 2×35 menit
pertemuan ke : 2
Model pembelajaran : PKN (ceramah & diskusi) ; Matematika (PBL); Seni Rupa PjBL) dan Bahasa Indonesia (PBL)
Media pembelajaran : PKN (Peta Indonesia dan keberagaman budaya); seni rupa ( Video Pembelajaran (prinsip keseimbangan) ; Bahasa Indonesia (Flashcard); matematika (bentuk bangun ruang konkret)
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.
Murid dapat mengenali makna fakta dan opini
Pendidikan Pancasila
VIDEO PEMBELAJARAN PKN
perhatikan video berikut ini
BAHASA INDONESIA
Materi Bahasa Indonesia Kelas 5 tentang Fakta dan Opini mengajarkan perbedaan antara fakta (kenyataan yang bisa dibuktikan, objektif) dan opini (pendapat pribadi, subjektif) melalui contoh-contoh sederhana seperti "Kucing punya empat kaki" (fakta) vs. "Memelihara kucing itu menyenangkan" (opini), serta membantu siswa mengidentifikasi keduanya dalam teks, iklan, atau berita agar bisa memahami informasi secara kritis, mengenali kata kunci seperti "paling," "menurut saya," dan membedakan data objektif dengan perasaan personal.
1. Fakta (Fact)
Pengertian: Sesuatu yang benar-benar terjadi, nyata, dan bisa dibuktikan kebenarannya secara objektif.
Ciri-ciri:
Bersifat objektif (tidak memihak).
Mengandung data, angka, tanggal, atau peristiwa yang jelas.
Dapat diverifikasi atau dibuktikan oleh banyak orang.
Contoh:
"Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau" (bisa dibuktikan).
"Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei" (fakta historis).
"Iklan produk mengandung vitamin dan mineral" (bisa dicek di kemasan).
2. Opini (Opinion)
Pengertian: Pendapat, pikiran, atau perasaan pribadi yang bersifat subjektif dan belum tentu sama untuk semua orang.
Ciri-ciri:
Bersifat subjektif (tergantung perasaan dan pengalaman pribadi).
Mengandung kata-kata relatif seperti paling, lebih, agak, biasanya, menurut saya, sepertinya.
Sulit dibuktikan karena kebenarannya relatif.
Contoh:
"Gunung Bromo itu indah sekali" (indah bagi orang lain belum tentu).
"Bahasa Indonesia adalah pelajaran paling mudah" (tergantung siswa).
"Mobil ini adalah mobil keluarga terbaik" (penilaian personal).
3. Cara Membedakan dalam Teks Kelas 5
Identifikasi Kata Kunci: Cari kata-kata seperti menurut, saya kira, sepertinya, paling, terbaik, terburuk, seharusnya.
Cek Kebenaran: Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah ini bisa dibuktikan? Apakah semua orang akan setuju?" Jika jawabannya "tidak bisa dibuktikan" atau "belum tentu", itu opini. Jika "bisa dibuktikan" atau "nyata terjadi", itu fakta.
Perhatikan Iklan: Iklan sering menggabungkan fakta ("terbuat dari gandum") dan opini ("paling enak di dunia").
Materi ini membantu siswa kelas 5 agar tidak mudah percaya pada informasi tanpa membedakan mana yang benar-benar terjadi dan mana yang hanya sekadar pendapat.
VIDeo pembelajaran BAhasa Indonesia
Kerjakan soal berikut ini
Prinsip keseimbangan seni rupa kelas 5 adalah cara menyusun unsur-unsur seni (warna, bentuk, ukuran) agar karya terlihat stabil, harmonis, dan tidak berat sebelah, dengan jenis utamanya yaitu simetris (mirip di kiri-kanan, seperti kupu-kupu) dan asimetris (elemen berbeda tapi berat visual sama, seperti satu objek besar diimbangi objek kecil), serta ada juga radial (memancar dari titik pusat). Tujuannya agar mata nyaman dan karya punya daya tarik merata di setiap sisinya.
Jenis-jenis Keseimbangan
Keseimbangan Simetris:
Kedua sisi karya hampir sama persis, seperti cermin, memberikan kesan teratur dan formal.
Contoh: Gambar kupu-kupu atau potret wajah.
Keseimbangan Asimetris:
Sisi kiri dan kanan tidak sama persis, tapi "bobot visual" atau kesan beratnya sama.
Contoh: Satu pohon besar di satu sisi diimbangi beberapa bunga kecil di sisi lain, atau satu objek besar diimbangi beberapa objek kecil.
Keseimbangan Radial:
Elemen-elemen disusun memancar dari satu titik pusat, seperti pusaran air atau kelopak bunga.
Memberikan kesan dinamis dan terpusat.
Cara Mencapainya (Kelas 5)
Bobot Visual: Bukan hanya ukuran fisik, tapi juga kesan berat suatu objek (misalnya warna gelap terasa lebih berat dari warna terang).
Distribusi Elemen: Mengatur warna, bentuk, garis, dan ruang agar terasa merata.
Proporsi: Ukuran objek harus proporsional agar tidak ada yang terlihat "jatuh" atau terlalu menonjol.
Contoh Sederhana
Simetris: Menggambar bunga matahari dengan kelopak yang sama banyak dan susunan biji yang terpusat.
Asimetris: Menggambar sebatang pohon tinggi di sisi kiri, dan di sisi kanan gambar ada beberapa semak dan bunga yang lebih kecil namun tersebar merata.
VIdeo PEmbelajaran: Seni Rupa
MATEMATIKA
Bangun datar adalah sebuah obyek benda dua dimensi yang dibatasi oleh garis-garis lurus atau garis lengkung. Karena bangun datar merupakan bangun dua dimensi, maka hanya memiliki ukuran panjang dan lebar oleh sebab itu maka bangun datar hanya memiliki luas dan keliling.
Beberapa jenis bangun datar dan juga rumus untuk mencari luas dan kelilingnya yaitu:
1. Persegi
Bentuk umum dari sebuah persegi adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Persegi
Memiliki empat sisi serta empat titik sudut
Memiliki dua pasang sisi yang sejajar serta sama panjang
Keempat sisinya sama panjang
Keempat sudutnya sama besar yaitu 90° ( sudut siku-siku )
Memiliki empat buah simetri lipat
Memiliki empat simetri putar
Rumus luas persegi :
Luas = sisi x sisi
Rumus keliling persegi :
Keliling = 4 x sisi
2. Persegi Panjang
Bentuk umum dari sebuah persegi panjang adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Persegi Panjang
Memiliki empat sisi serta empat titik sudut
Memiliki dua pasang sisi sejajar yang berhadapan dan sama panjang
Keempat sudutnya sama besar yaitu 90° ( sudut siku-siku )
Memiliki dua diagonal yang sama panjang
Memiliki dua buah simetri lipat
Memiliki dua simetri putar
Rumus luas persegi panjang :
Luas = panjang x lebar
Rumus keliling persegi panjang :
Keliling = 2 x ( panjang + lebar )
3. Jajar Genjang
Bentuk umum dari sebuah jajar genjang adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Jajar Genjang
Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
Memiliki dua pasang sisi yang sejajar dan sama panjang
Memiliki dua buah sudut tumpul dan dua buah sudut lancip
Sudut yang berhadapan sama besar
Diagonal yang dimiliki tidak sama panjang
Tidak memiliki simetri lipat
Memiliki dua simetri putar
Rumus luas jajar genjang :
Luas = alas x tinggi
Rumus keliling jajar genjang :
Keliling = (2 x alas) + (2 x tinggi)
4. Belah Ketupat
Bentuk umum dari sebuah belah ketupat adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Belah Ketupat
Memiliki empat buah sisi dan empat buah titik sudut
Keempat sisinya sama panjang
Dua pasang sudut yang berhadapan sama besar
Diagonalnya berpotongan tegak lurus
Memiliki dua buah simetri lipat
Memiliki simetri putar tingkat dua
Rumus Luas Belah Ketupat :
Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
Rumus Keliling Belah Ketupat :
Keliling = jumlah panjang sisi belah ketupat
5. Trapesium
Bentuk umum dari sebuah trapesium adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Trapesium
Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
Memiliki sepasang sisi yang sejajar tetapi tidak sama panjang
Sudut-sudut diantara sisi sejajar besarnya 180°
Rumus Luas Trapesium:
Luas = 1/2 x (sisi AB + sisi CD) x tinggi
Rumus Keliling Trapesium :
Keliling = jumlah semua sisi trapesium.
6. Layang-Layang
Bentuk umum dari sebuah layang-layang adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Layang-Layang
Memiliki empat sisi dan empat titik sudut
Memiliki dua pasang sisi yang sama panjang
Memiliki dua sudut yang sama besarnya
Diagonalnya berpotongan tegak lurus
Salah satu diagonalnya membagi diagonal yang lain sama panjang
Memiliki satu simetri lipat
Rumus Luas Layang-Layang :
Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2
Rumus Keliling Layang-Layang :
Keliling = Jumlah semua sisi layang-layang
7. Segitiga
Bentuk umum dari sebuah segitiga adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Segitiga
Mempunyai 3 sisi dan tiga titik sudut
Jumlah ketiga sudutnya 180
Rumus Luas Segitiga :
Luas = 1/2 x alas x tinggi
Rumus Keliling Segitiga :
Keliling = jumlah panjang sisi segitiga
8. Lingkaran
Bentuk umum dari sebuah lingkaran adalah sebagai berikut :
Sifat-sifat Lingkaran
Mempunyai satu sisi
Memiliki simetri putar dan simetri lipat tak berhingga
Rumus Luas Lingkaran:
Luas =
x ![]()
Rumus Keliling Belah Ketupat :
Keliling = jumlah panjang sisi belah ketupat
VIdeo Pembelajaran MAtematika :
Kesimpulan











0 komentar:
Posting Komentar