Rabu, 23 September 2026

Materi BAhasa Indonesia Rabu, 22 September 2026

| | 0 komentar

    

BAHASA INDONESIA – KELAS IV

IDENTITAS

1

Nama Guru

Ruwi Merliana

2

Mapel

Bahasa Indonesia

3

Hari / Tanggal

Rabu, 23 September 2026

4

Fase / Kelas

Fase B / Kelas IV

5

Materi

Informasi Penting dari Teks & Kalimat Majemuk Setara

6

Pertemuan ke

1

TUJUAN, ATP, DAN ARAH PEMBELAJARAN

CP Umum

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks yang dibaca, menyampaikan kembali informasi penting secara lisan/tulisan, serta menggunakan kaidah kebahasaan sederhana untuk menyusun kalimat yang efektif.

TP (umum)

Peserta didik mampu menceritakan kembali informasi penting dari teks yang dibaca dan memahami konsep kalimat majemuk setara.

TP Mamijoy

Peserta didik mampu menemukan informasi penting, menceritakannya kembali dengan bahasa sendiri, serta mengenali dan membuat kalimat majemuk setara melalui kegiatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

ATP

1. Menemukan informasi penting dari teks dan menceritakan kembali isi teks dengan bahasa sendiri.
2. Memahami ciri serta penggunaan kalimat majemuk setara dan menggunakannya dalam kalimat sederhana.

Profil yang dikembangkan

Bernalar kritis, komunikasi, kreativitas, mandiri, dan gotong royong/kolaborasi.

PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam, doa, dan pengecekan kesiapan belajar.

Guru mengajak peserta didik mengingat pengalaman membaca cerita atau teks informasi.

Pertanyaan pemantik: “Informasi apa yang biasanya paling kamu ingat setelah membaca sebuah teks?”

Ayat kebesaran Allah: QS. Al-'Alaq ayat 1–5 tentang pentingnya membaca dan belajar.

2. Pengajaran Materi

A. Informasi Penting dari Teks

Informasi penting adalah keterangan utama yang membantu kita memahami isi teks.

Informasi penting dapat ditemukan dengan memperhatikan tokoh, peristiwa, tempat, waktu, sebab-akibat, dan gagasan utama sesuai jenis teks.

Setelah menemukan informasi penting, peserta didik dapat menceritakan kembali isi teks menggunakan bahasa sendiri secara runtut.

B. Langkah Menceritakan Kembali Informasi Penting

Baca teks dengan teliti.

Tentukan topik atau gagasan utama.

Catat informasi penting dengan kata-kata kunci.

Susun kembali informasi secara urut.

Ceritakan kembali dengan bahasa sendiri, jelas, dan percaya diri.

C. Konsep Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara.

Klausa-klausa tersebut biasanya dihubungkan dengan kata penghubung seperti dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, kemudian, serta, dan tetapi.

Contoh: “Siti membaca buku dan Raka menulis rangkuman.”

Contoh: “Aku ingin bermain, tetapi hujan turun.”

Kalimat majemuk setara dapat digunakan untuk menghubungkan dua informasi atau peristiwa yang memiliki kedudukan yang sama.

Media / Sumber Belajar

Teks bacaan pendek bertema kehidupan sehari-hari.

Kartu informasi penting (siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana).

Kartu kata penghubung: dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, kemudian.

Video pembelajaran Bahasa Indonesia tentang informasi penting dan kalimat majemuk setara.

Buku Bahasa Indonesia Kelas IV yang digunakan sekolah.

3. Kegiatan Pembelajaran Bermakna – Berkesadaran – Menggembirakan

Berkesadaran (Mindful)

Peserta didik membaca teks secara tenang dan fokus.

Peserta didik menandai informasi yang dianggap paling penting.

Peserta didik menyadari bahwa memahami bacaan membutuhkan ketelitian.

Bermakna (Meaningful)

Peserta didik menghubungkan informasi dari teks dengan pengalaman sehari-hari.

Peserta didik menceritakan kembali isi teks menggunakan bahasa sendiri.

Peserta didik menemukan contoh kalimat majemuk setara dalam percakapan atau lingkungan sekitar.

Menggembirakan (Joyful)

Games “Detektif Informasi”: kelompok mencari kartu informasi penting dari sebuah teks.

Games “Sambung Kalimat”: peserta didik memasangkan dua klausa dengan kata penghubung yang tepat.

Peserta didik menyampaikan hasil dengan cara kreatif dan saling memberi apresiasi.

KESIMPULAN MATERI

Informasi penting merupakan bagian utama dari teks yang membantu kita memahami isi bacaan.

Menceritakan kembali dilakukan dengan menemukan informasi penting, menyusunnya secara runtut, lalu menyampaikannya menggunakan bahasa sendiri.

Kalimat majemuk setara terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara.

Kata penghubung seperti dan, atau, tetapi, sedangkan, lalu, dan kemudian dapat digunakan untuk menghubungkan klausa dalam kalimat majemuk setara.

REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Read more...

Materi Ajar Seni Rupa Rabu, 22 September 2026

| | 0 komentar

      

1. IDENTITAS

Nama Guru

Ruwi Merliana, S.Pd

Mapel

Seni Rupa

Hari / Tanggal

Rabu, 22 September 2026

Fase / Kelas

B/IV A

Materi

Bendera: bentuk dan fungsi

Pertemuan ke

2

2. CP – TP – ATP

CP Umum : Peserta didik mampu mengamati, mengenali, dan menjelaskan unsur serta bentuk visual dalam karya seni rupa di lingkungan sekitar, kemudian mengelompokkan objek berdasarkan ciri visual dan fungsinya secara sederhana.

TP (umum dalam point) :

·         Peserta didik mengidentifikasi berbagai bendera yang dijumpai di lingkungan sekitar.

·         Peserta didik mengenali perbedaan bentuk, warna, simbol, dan ukuran pada bendera.

·         Peserta didik mengklasifikasikan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

·         Peserta didik mampu menyampaikan hasil pengelompokan bendera secara lisan atau tertulis.

TP Meaningful : Peserta didik memahami bahwa bendera bukan sekadar kain berwarna, tetapi memiliki bentuk, warna, simbol, dan fungsi yang menyampaikan identitas atau pesan tertentu.

TP Mindful : Peserta didik mengamati gambar bendera dengan teliti, membedakan ciri-cirinya, dan mengelompokkan berdasarkan alasan yang dapat dijelaskan.

TP Joyful : Peserta didik belajar melalui kegiatan mengamati, permainan klasifikasi, diskusi, dan mencocokkan gambar bendera secara menyenangkan.

ATP (disesuaikan dengan TP. Jika TP terdiri dari 2 poin, maka ATP juga terdiri dari 2 poin) :

·         Mengidentifikasi ciri visual bendera, meliputi bentuk, warna, simbol, dan ukuran.

·         Mengklasifikasikan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya serta menjelaskan alasan pengelompokannya.

3. PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

·         Guru memberi salam dan mengajak peserta didik berdoa.

·         Guru mengajak peserta didik mengamati bendera yang ada di sekolah atau lingkungan sekitar.

·         Guru mengaitkan pembelajaran dengan kebesaran Allah melalui Asmaul Husna: Al-Khaliq (Maha Pencipta) dan Al-Mushawwir (Maha Pembentuk).

·         Pertanyaan pemantik: “Mengapa setiap bendera bisa memiliki bentuk, warna, atau simbol yang berbeda?”

·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: mengenali dan mengelompokkan bendera berdasarkan bentuk dan fungsinya.

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Bendera Bendera adalah selembar kain atau bahan lain yang memiliki bentuk, warna, gambar, atau simbol tertentu dan digunakan sebagai tanda, identitas, atau penunjuk.

B. Bentuk Bendera

·         Persegi panjang – bentuk yang paling umum digunakan untuk bendera negara, organisasi, atau sekolah.

·         Persegi – digunakan pada beberapa jenis bendera atau panji tertentu.

·         Segitiga – sering digunakan sebagai penanda, dekorasi, atau bendera kecil.

·         Bentuk khusus – beberapa bendera/panji dapat memiliki ujung atau pola bentuk yang berbeda sesuai kegunaannya.

C. Fungsi Bendera

·         Sebagai identitas, misalnya bendera negara.

·         Sebagai tanda kelompok atau organisasi, misalnya bendera/panji organisasi.

·         Sebagai penanda tempat atau kegiatan, misalnya bendera sekolah atau bendera kegiatan.

·         Sebagai simbol atau penyampai pesan tertentu.

D. Cara Mengklasifikasikan Bendera

1.       Amati bentuk bendera.

2.       Perhatikan warna, gambar, dan simbolnya.

3.       Tentukan kegunaan atau fungsi bendera.

4.       Kelompokkan bendera berdasarkan kesamaan bentuk atau fungsi.

5.       Jelaskan alasan mengapa bendera tersebut masuk ke kelompok tertentu.

Contoh klasifikasi sederhana:

Bendera

Bentuk

Fungsi

Bendera Indonesia

Persegi panjang

Identitas negara

Bendera sekolah

Umumnya persegi panjang

Identitas/penanda sekolah

Bendera segitiga

Segitiga

Penanda atau dekorasi

Panji organisasi

Bervariasi

Identitas organisasi/kelompok

E. Unsur Seni Rupa pada Karya Bendera Hias

Bendera hias merupakan karya seni rupa dekoratif yang dapat dibuat dengan memperhatikan unsur dan prinsip visual agar tampak menarik, seimbang, dan sesuai tujuan penggunaannya.

1. Komposisi adalah pengaturan letak dan susunan unsur visual dalam bidang bendera. Komposisi yang baik membuat gambar, motif, tulisan, dan warna terlihat seimbang serta tidak terlalu penuh.

·         Atur posisi motif agar tidak menumpuk pada satu bagian.

·         Gunakan keseimbangan antara bagian kiri, kanan, atas, dan bawah.

·         Sisakan ruang kosong agar bendera tetap nyaman dilihat.

2. Warna merupakan unsur penting untuk memberi kesan, memperjelas bentuk, dan memperkuat daya tarik bendera hias.

·         Pilih warna yang serasi dan mudah dibedakan.

·         Gunakan kombinasi warna yang sesuai dengan tema.

·         Perhatikan kontras agar motif atau simbol mudah terlihat.

3. Rancangan adalah perencanaan awal sebelum membuat bendera hias. Rancangan membantu menentukan bentuk, ukuran, susunan warna, posisi motif, dan ragam hias yang akan digunakan.

·         Tentukan tema bendera hias.

·         Buat sketsa sederhana terlebih dahulu.

·         Tentukan posisi motif, warna, dan bagian yang akan dihias.

·         Periksa kembali rancangan sebelum diterapkan pada karya.

4. Ragam Hias Dekoratif adalah bentuk hiasan yang digunakan untuk memperindah permukaan karya. Ragam hias dapat berupa bentuk tumbuhan (flora), hewan (fauna), geometris, atau bentuk manusia yang disederhanakan dan diolah secara dekoratif.

·         Ragam hias flora: daun, bunga, sulur, dan bentuk tumbuhan lainnya.

·         Ragam hias fauna: ikan, burung, kupu-kupu, atau hewan lain yang disederhanakan.

·         Ragam hias geometris: garis, segitiga, lingkaran, persegi, zigzag, dan pola berulang.

·         Ragam hias dapat diulang untuk membentuk pola yang teratur dan menarik.

Contoh penerapan pada bendera hias: peserta didik membuat bendera berbentuk persegi panjang, menyusun motif secara seimbang, memilih kombinasi warna yang serasi, membuat rancangan terlebih dahulu, kemudian menambahkan ragam hias dekoratif sesuai tema.

Media / alat peraga yang dapat digunakan: gambar berbagai bendera, kartu gambar, video pembelajaran, papan tulis, LKPD, atau bendera yang tersedia di sekolah.

4. KESIMPULAN MATERI

·         Bendera memiliki bentuk, warna, dan simbol yang dapat diamati sebagai unsur visual.

·         Bendera dapat memiliki fungsi sebagai identitas, tanda, penanda, atau simbol kelompok/kegiatan.

·         Bendera dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan fungsinya.

·         Pengelompokan harus disertai alasan berdasarkan ciri yang dapat diamati.

5. REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Evaluasi proses pembelajaran hari ini:

Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©