Senin, 07 September 2026

MAteri Ajar Matematika Seniin 07 September 2026

| | 0 komentar

    

MATERI MATEMATIKA KELAS 4

1. Nama Guru  : Ruwi Merliana, S.Pd.

2. Mapel            : Matematika

3. Hari/Tanggal : Senin, 07 September 2027

4. Fase/Kelas     : Fase B / Kelas IV

5. Materi            : Mengenal Kelipatan dan Faktor

6. Pertemuan ke : 1


CP Umum

Peserta didik memahami konsep kelipatan dan faktor bilangan cacah serta mampu menentukan kelipatan dan faktor suatu bilangan melalui benda konkret, gambar, dan simbol matematika dalam berbagai situasi sederhana.

TP Umum

Murid dapat mengenal, menentukan, dan menggunakan konsep kelipatan dan faktor suatu bilangan serta menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan kelipatan dan faktor dalam kehidupan sehari-hari.

TP Nomor

Murid dapat:

  1. Menjelaskan pengertian kelipatan suatu bilangan.
  2. Menentukan kelipatan suatu bilangan menggunakan benda konkret dan gambar.
  3. Menuliskan kelipatan suatu bilangan dalam bentuk simbol.
  4. Menjelaskan pengertian faktor suatu bilangan.
  5. Menentukan faktor suatu bilangan menggunakan benda konkret dan gambar.
  6. Menuliskan faktor suatu bilangan dalam bentuk simbol.
  7. Membedakan kelipatan dan faktor.
  8. Menentukan kelipatan dan faktor bilangan dalam masalah sederhana.
  9. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan kelipatan dan faktor.
  10. Menunjukkan sikap teliti, sabar, jujur, dan percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika.

ATP (sesuaikan TP)

Murid mengenal konsep kelipatan melalui penjumlahan berulang dan pola bilangan, kemudian menentukan kelipatan suatu bilangan menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol. Murid mengenal konsep faktor melalui pembagian atau perkalian yang menghasilkan bilangan tertentu, kemudian menentukan faktor suatu bilangan. Selanjutnya, murid membedakan kelipatan dan faktor serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sederhana di kehidupan sehari-hari.

MATERI

Apersepsi Singkat

Guru mengajak murid mengamati kegiatan yang dilakukan secara berulang.

Contohnya:

  • Lampu berkedip setiap 2 detik.
  • Rani berolahraga setiap 3 hari.
  • Budi menabung Rp5.000 setiap hari.
  • Sebuah kegiatan dilakukan setiap 4 hari.

Guru bertanya:

“Jika suatu kegiatan dilakukan berulang dengan jumlah yang sama, bagaimana kita mengetahui bilangan-bilangan yang muncul?”

Kemudian guru memberikan contoh sederhana:

2, 4, 6, 8, 10, 12, ...

Guru bertanya:

“Apa hubungan bilangan-bilangan tersebut dengan angka 2?”

Guru kemudian mengarahkan murid untuk mengenal kelipatan.

Selanjutnya guru memberikan 12 benda dan meminta murid menyusunnya menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama.

Dari kegiatan tersebut murid diarahkan untuk mengenal faktor.


AKHLAK YANG DIKEMBANGKAN

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan memiliki sikap:

  • Teliti dalam menghitung.
  • Sabar ketika menemukan soal yang sulit.
  • Jujur dalam mengerjakan tugas.
  • Bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan.
  • Percaya diri dalam menyampaikan jawaban.
  • Bekerja sama ketika melakukan kegiatan kelompok.
  • Menghargai cara berpikir dan jawaban teman.

PENGAJARAN MATERI SINGKAT

A. Apa Itu Kelipatan?

Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang diperoleh dengan mengalikan bilangan tersebut dengan bilangan cacah.

Contoh kelipatan 3:

3 × 1 = 3
3 × 2 = 6
3 × 3 = 9
3 × 4 = 12
3 × 5 = 15

Jadi, kelipatan 3 adalah:

3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, ...

Kelipatan dapat diperoleh dengan penjumlahan berulang.

3 + 3 + 3 + 3 = 12

Jadi:

4 × 3 = 12


B. Mengenal Kelipatan dengan Benda Konkret

Guru menyiapkan beberapa benda, misalnya stik es krim.

Buat kelompok yang masing-masing berisi 3 stik.

🟦🟦🟦 | 🟦🟦🟦 | 🟦🟦🟦 | 🟦🟦🟦

Jumlah stik:

3
6
9
12

Jadi kelipatan 3 adalah:

3, 6, 9, 12, ...

Murid dapat melakukan kegiatan yang sama menggunakan kelereng, tutup botol, pensil, atau benda lain.


C. Menentukan Kelipatan dengan Garis Bilangan

Perhatikan:

0 → 3 → 6 → 9 → 12 → 15 → 18

Bilangan tersebut diperoleh dengan melompat 3 angka setiap kali.

Jadi:

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, ...

Contoh lainnya:

Kelipatan 4:

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Kelipatan 5:

5, 10, 15, 20, 25, 30, ...


D. Kelipatan dengan Perkalian

Kelipatan suatu bilangan dapat ditentukan dengan perkalian.

Contoh:

Kelipatan 5

5 × 1 = 5
5 × 2 = 10
5 × 3 = 15
5 × 4 = 20
5 × 5 = 25
5 × 6 = 30

Jadi:

Kelipatan 5 = 5, 10, 15, 20, 25, 30, ...


E. Apa Itu Faktor?

Faktor suatu bilangan adalah bilangan yang dapat membagi bilangan tersebut hingga menghasilkan bilangan bulat tanpa sisa.

Faktor juga dapat ditemukan melalui pasangan perkalian.

Contoh:

12

Pasangan perkaliannya:

1 × 12 = 12
2 × 6 = 12
3 × 4 = 12

Maka faktor dari 12 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, dan 12.


F. Mengenal Faktor dengan Benda Konkret

Guru menyediakan 12 kelereng.

Murid mencoba membagi kelereng menjadi kelompok yang sama banyak.

Dibagi menjadi 1 kelompok

πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅

1 × 12 = 12

Dibagi menjadi 2 kelompok

πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅

2 × 6 = 12

Dibagi menjadi 3 kelompok

πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅

3 × 4 = 12

Dibagi menjadi 4 kelompok

πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅ | πŸ”΅πŸ”΅πŸ”΅

4 × 3 = 12

Karena dapat membagi 12 tanpa sisa, maka:

1, 2, 3, 4, 6, dan 12 adalah faktor dari 12.


G. Menentukan Faktor dengan Perkalian

Untuk menentukan faktor suatu bilangan, kita dapat mencari pasangan perkaliannya.

Contoh:

Faktor 18

1 × 18 = 18
2 × 9 = 18
3 × 6 = 18

Maka faktor 18 adalah:

1, 2, 3, 6, 9, dan 18.


H. Membedakan Kelipatan dan Faktor

Perhatikan contoh bilangan 4 dan 20.

Kelipatan 4

4, 8, 12, 16, 20, 24, ...

Jadi, 20 adalah kelipatan dari 4.

Faktor 20

1, 2, 4, 5, 10, 20

Jadi, 4 adalah faktor dari 20.

Ingat!

Kelipatan → hasil perkalian

Faktor → bilangan yang membagi tanpa sisa


I. Hubungan Kelipatan dan Faktor

Kelipatan dan faktor memiliki hubungan yang erat.

Contoh:

3 × 4 = 12

Maka:

  • 12 adalah kelipatan dari 3.
  • 12 adalah kelipatan dari 4.
  • 3 adalah faktor dari 12.
  • 4 adalah faktor dari 12.

Jadi, dari satu perkalian kita dapat menemukan hubungan antara kelipatan dan faktor.


J. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1 – Kelipatan

Lampu taman menyala setiap 3 jam.

Waktu menyala dapat dihitung:

3, 6, 9, 12, 15, ...

Jadi waktu tersebut merupakan kelipatan 3.


Contoh 2 – Faktor

Ibu memiliki 24 kue.

Kue tersebut ingin dimasukkan ke dalam beberapa kotak dengan jumlah yang sama banyak.

Kemungkinan jumlah kotak:

1 kotak → 24 kue
2 kotak → 12 kue setiap kotak
3 kotak → 8 kue setiap kotak
4 kotak → 6 kue setiap kotak
6 kotak → 4 kue setiap kotak
8 kotak → 3 kue setiap kotak
12 kotak → 2 kue setiap kotak
24 kotak → 1 kue setiap kotak

Jadi faktor dari 24 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.


K. Cara Mudah Mengingat

KELIPATAN

Bayangkan kita melompat maju dengan jumlah yang sama.

Contoh kelipatan 4:

4 → 8 → 12 → 16 → 20 → 24

FAKTOR

Bayangkan kita membagi sesuatu menjadi kelompok yang sama banyak tanpa sisa.

Contoh faktor 12:

1, 2, 3, 4, 6, 12


MEDIA / ALAT PERAGA

Guru dapat menggunakan:

  • Stik es krim.
  • Kelereng.
  • Tutup botol.
  • Kancing.
  • Pensil.
  • Balok matematika.
  • Kartu bilangan.
  • Garis bilangan.
  • Tabel perkalian.
  • Gambar kelompok benda.
  • LKPD bergambar.
  • Video pembelajaran.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 – Menemukan Kelipatan

Guru memberikan setiap kelompok beberapa stik es krim.

Murid membuat kelompok yang masing-masing terdiri atas 2, 3, 4, atau 5 benda.

Kemudian catat jumlah seluruh benda.

Contoh:

Kelompok 3 benda:

3 → 6 → 9 → 12 → 15

Murid menemukan bahwa bilangan tersebut merupakan kelipatan 3.


Kegiatan 2 – Menemukan Faktor

Guru memberikan 24 benda kepada setiap kelompok.

Murid mencoba membagi benda tersebut menjadi kelompok-kelompok yang sama banyak.

Catat pembagian yang tidak memiliki sisa.

Contoh:

24 ÷ 1 = 24
24 ÷ 2 = 12
24 ÷ 3 = 8
24 ÷ 4 = 6
24 ÷ 6 = 4
24 ÷ 8 = 3
24 ÷ 12 = 2
24 ÷ 24 = 1

Maka faktor 24 adalah:

1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24.


KEGIATAN KELOMPOK

“DETektif KELIPATAN DAN FAKTOR”

Setiap kelompok mendapatkan kartu bilangan.

Contoh:

6, 8, 12, 15, 20, 24

Tugas kelompok:

  1. Pilih satu bilangan.
  2. Tentukan 5 kelipatannya.
  3. Tentukan semua faktornya.
  4. Gunakan benda konkret untuk membuktikan faktor.
  5. Gambarkan hasilnya.
  6. Tuliskan dalam simbol matematika.
  7. Presentasikan hasil kelompok.

LKPD / TUGAS PESERTA DIDIK

A. Ayo Temukan Kelipatan!

Tuliskan lima kelipatan pertama dari bilangan berikut.

1. Kelipatan 2

2, ...., ...., ...., ....

2. Kelipatan 3

3, ...., ...., ...., ....

3. Kelipatan 4

4, ...., ...., ...., ....

4. Kelipatan 5

5, ...., ...., ...., ....

5. Kelipatan 10

10, ...., ...., ...., ....


B. Ayo Temukan Faktor!

Tentukan semua faktor bilangan berikut.

1. Faktor 10

............................................................

2. Faktor 12

............................................................

3. Faktor 15

............................................................

4. Faktor 20

............................................................

5. Faktor 24

............................................................


C. Pasangkan!

Pasangkan bilangan dengan pernyataan yang tepat.

BilanganPernyataan
3Faktor dari 18
6Kelipatan dari 4
12Faktor dari 24
16Kelipatan dari 3
24Kelipatan dari 6

D. Tantangan

Rina mempunyai 18 permen.

Ia ingin membagikan permen tersebut kepada beberapa anak dengan jumlah yang sama banyak dan tidak bersisa.

1. Berapa saja kemungkinan jumlah anak yang dapat menerima permen?

....................................................................................

2. Berapa permen yang diterima setiap anak?

....................................................................................

3. Tuliskan faktor dari 18!

....................................................................................


POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian kerjakan soal berikut.

A. Pilihan Ganda

1. Kelipatan 4 yang benar adalah ....

a. 4, 8, 12, 16
b. 1, 2, 4, 8
c. 2, 4, 6, 8
d. 4, 6, 8, 10

2. Faktor dari 12 adalah ....

a. 2, 3, 5
b. 1, 2, 3, 4, 6, 12
c. 3, 6, 9, 12
d. 1, 5, 10, 12

3. Bilangan berikut yang merupakan kelipatan 5 adalah ....

a. 12
b. 17
c. 20
d. 23

4. Bilangan berikut yang merupakan faktor dari 20 adalah ....

a. 3
b. 4
c. 7
d. 9

5. Pernyataan yang benar adalah ....

a. 4 adalah faktor dari 15
b. 5 adalah faktor dari 20
c. 7 adalah faktor dari 12
d. 8 adalah faktor dari 15

B. Isian

  1. Lima kelipatan pertama dari 6 adalah:

....................................................................................

  1. Faktor dari 16 adalah:

....................................................................................

  1. Tuliskan pasangan perkalian yang menghasilkan 24!

....................................................................................

  1. Mengapa 3 merupakan faktor dari 18?

....................................................................................

  1. Apa perbedaan kelipatan dan faktor?

....................................................................................

TUGAS MENARIK KESIMPULAN DARI TEKS

Setelah membaca teks materi, lengkapilah kalimat berikut:

Kelipatan adalah ........................................................................

Faktor adalah ........................................................................

Untuk menentukan kelipatan, saya dapat menggunakan ........................................................................

Untuk menentukan faktor, saya dapat menggunakan ........................................................................

Perbedaan kelipatan dan faktor adalah ........................................................................


KESIMPULAN

Kelipatan adalah bilangan yang diperoleh dari hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan cacah.

Contohnya:

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, ...

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi suatu bilangan hingga tidak memiliki sisa.

Contohnya:

Faktor 12 = 1, 2, 3, 4, 6, 12.

Kelipatan dapat ditemukan melalui perkalian atau penjumlahan berulang, sedangkan faktor dapat ditemukan melalui pembagian tanpa sisa atau pasangan perkalian.

Benda konkret, gambar, dan simbol dapat membantu kita memahami kelipatan dan faktor dengan lebih mudah.

REFLEKSI

pada pembelajaran matematika hari ini dilaksanakan secara daring karena kota bandar lampung sedang terdampak akibat erupsi gunung merapi. sebagian besar siswa sudah memahami materi kelipatan dan faktor melalui pendampingan orang tua dan guru, 

Read more...

Materi Ajar bahasa Indonesia Senin 07 September 2026

| | 0 komentar

 

Bahasa Indonesia – Kata Baru & Homonim

🟒 IDENTITAS


1. Nama Guru             : Ruwi Merliana

2. Mapel                       : Bahasa Indonesia

3. Hari / Tanggal         : Senin, 07 September 2026

4. Fase / Kelas             : B / IV

5. Materi                      : Kata-Kata Baru dan Kata Bermakna Ganda (Homonim)

6. Pertemuan ke          : 1


πŸ“‹ CAPAIAN & TUJUAN PEMBELAJARAN

• CP Umum

Peserta didik mampu memahami dan menggunakan kosakata baru dalam berbagai konteks serta memahami makna kata berdasarkan konteks kalimat.

• TP (umum dalam point)

Peserta didik mampu:

  • Menemukan arti kata-kata baru berdasarkan konteks kalimat.
  • Menjelaskan makna kata dengan menggunakan kalimat sederhana.
  • Mengidentifikasi kata yang memiliki lebih dari satu makna.

• TP Manjioy

Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memahami kata-kata baru, termasuk kata bermakna ganda (homonim).

• ATP

  1. Peserta didik menemukan arti kata baru dengan memperhatikan konteks kalimat.
  2. Peserta didik mengenali kata yang memiliki lebih dari satu makna.
  3. Peserta didik memahami pengertian homonim.

πŸ“– PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

  • Guru memberi salam dan menyapa peserta didik.
  • Guru mengajak peserta didik memperhatikan beberapa kata.
  • Guru bertanya:

    “Apakah satu kata selalu memiliki satu arti?”

  • Guru menampilkan contoh:

    Bisa

    • Adik bisa membaca dengan lancar.
    • Ular itu memiliki bisa yang berbahaya.
  • Guru bertanya:
    “Apakah kata bisa pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang sama?”
  • Peserta didik menyampaikan pendapat.

2. Pengajaran Materi

A. Kata-Kata Baru

Kata baru adalah kata yang belum diketahui atau belum dipahami maknanya oleh seseorang.

Contoh:

  • Lestari = tetap terpelihara dan tidak berubah.
  • Ekosistem = hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
  • Konservasi = usaha untuk melindungi dan melestarikan sesuatu.
  • Habitat = tempat hidup suatu makhluk hidup.

Cara memahami kata baru:

  1. Membaca kata dalam kalimat.
  2. Memperhatikan kata-kata di sekitarnya.
  3. Mencari petunjuk dari konteks.
  4. Menggunakan kamus jika diperlukan.

B. Kata Bermakna Ganda (Homonim)

Homonim adalah kata yang memiliki bentuk dan bunyi yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda.


C. Menentukan Makna Berdasarkan Konteks

Perhatikan kalimat:

“Dina bisa berenang.”

Kata bisa berarti mampu.

Sedangkan:

“Ular itu mempunyai bisa.”

Kata bisa berarti racun.

Kesimpulan:
Untuk mengetahui makna kata homonim, kita harus memperhatikan konteks kalimatnya.


D. Latihan Singkat

Tentukan makna kata yang dicetak tebal!

  1. Petani berhati-hati terhadap bisa ular.
  2. Makna bisa = ....................................
  3. Ibu membeli apel merah.
    Makna apel = ....................................
  4. Siswa mengikuti apel pagi.
    Makna apel = ....................................
  5. Ayah menghadiri rapat guru.
    Makna rapat = ....................................
  6. Perhatikan dua kalimat berikut:
  • Ia bisa berlari dengan sangat cepat.
  • Hati-hati, gigitan ular itu mengandung bisa.
Apa arti kata "bisa" pada kalimat kedua?
  • a. Mampu melakukan sesuatu
  • b. Racun
  • c. Air
  • d. Izin
7. Perhatikan dua kalimat berikut:
  • Ibu membeli tahu goreng di warung dekat rumah.
  • Rani tahu siapa yang mengambil pensil itu.
Arti kata "tahu" pada kalimat pertama adalah...
  • a. Mengerti
  • b. Menyadari
  • c. Nama makanan
  • d. Mengetahui [1]

8.Perhatikan dua kalimat berikut:
  • Ayah duduk di kursi dengan kaki rapat.
  • Kepala sekolah memimpin rapat guru pagi ini.
Arti kata "rapat" pada kalimat kedua adalah...
  • a. Tidak renggang
  • b. Berdekatan
  • c. Diskusi atau pertemuan
  • d. Tertutup erat 
9.Perhatikan dua kalimat berikut:
  • Budi memakai sepatu baru, tetapi hak sepatunya patah.
  • Setiap warga negara mempunyai hak untuk berpendapat.
Arti kata "hak" pada kalimat pertama adalah...
  • a. Milik atau kepemilikan
  • b. Bagian tumit sepatu
  • c. Aturan hukum
  • d. Pendapat pribadi 

10.Perhatikan dua kalimat berikut:
  • Pohon salam itu tumbuh subur di halaman.
  • Anak-anak memberi salam kepada guru saat masuk kelas.
Kata "salam" pada kalimat pertama merujuk pada...
  • a. Ucapan hormat
  • b. Nama tumbuhan
  • c. Doa keselamatan
  • d. Tanda perpisahan

πŸ“ KEGIATAN PEMBELAJARAN

Peserta didik:

  • Membaca teks yang diberikan guru.
  • Menandai kata-kata yang belum diketahui.
  • Menuliskan arti kata baru.
  • Menemukan kata yang memiliki lebih dari satu makna.
  • Berdiskusi dengan teman.
  • Menentukan makna kata berdasarkan konteks kalimat.
  • Membuat 2 kalimat menggunakan satu kata homonim dengan makna berbeda.

  •  

🟒 KESIMPULAN MATERI

(Ringkasan inti materi hari ini)

  • Kata baru adalah kata yang belum diketahui atau belum dipahami maknanya.
  • Makna kata baru dapat dipahami melalui konteks kalimat atau dengan menggunakan kamus.
  • Homonim adalah kata yang memiliki bentuk dan bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda.
  • Contoh homonim antara lain bisa, apel, dan rapat.
  • Makna kata homonim dapat diketahui dengan melihat konteks penggunaannya dalam kalimat.
  • Satu kata dapat memiliki makna berbeda sesuai dengan penggunaannya.

πŸ’­ REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

pada pembelajaran bahasa indonesia hari ini dilaksanakan secara daring karena sedang terdampaknya erupsi gunung merapi yang mengharuskan siswa belajar di rumah. dan sebagian besar siswa sudah memahami materi homonim ini dengan baik, dan pengumpulan tugas hampir sebagian besar kumpul, hanya beberapa siswa yang belum kumpul karena menunggu orang tua sedang bekerja

Read more...

Materi Ajar PKN , Senin 07 September 2026

| | 0 komentar

 


MENGENAL LINGKUNGAN SEKITAR

Pendidikan Pancasila – Kelas IV

“Kenali Lingkunganmu • Hargai Perbedaan • Jaga Kebersamaan”


🟒 1. IDENTITAS MATERI

Nama Guru            : Ruwi Merliana 

Mapel                   : Pendidikan Pancasila
Kelas/Fase            : IV / B
Materi                   : Rangkuman bab 1 Mengenal Lingkungan Sekitar /PH
Pertemuan            : 4

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi identitas masyarakat berdasarkan budaya, suku bangsa, bahasa, agama, dan kepercayaan.
  • Membedakan identitas masyarakat di lingkungan sekitar.
  • Menghargai perbedaan identitas masyarakat.
  • Menunjukkan sikap toleransi dan perilaku terpuji.
  • Mengenal lingkungan tempat tinggal sebagai bagian dari NKRI.
  • Mengenal desa/kelurahan dan kecamatan sebagai bagian dari wilayah tempat tinggal.

πŸ”‘ KATA KUNCI

Identitas • Budaya • Suku • Bahasa • Agama • Kepercayaan • Desa • Kelurahan • Kecamatan • Lingkungan


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘¦ 2. IDENTITAS MASYARAKAT

Apa itu identitas masyarakat?

Identitas masyarakat adalah ciri khas yang menunjukkan suatu masyarakat atau kelompok.

Identitas masyarakat dapat dilihat dari:

πŸ‘˜ Pakaian adat
πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§ Suku bangsa
πŸ—£️ Bahasa daerah
🍲 Makanan khas
πŸ’ƒ Seni dan budaya
πŸ›• Agama dan kepercayaan

Indonesia memiliki banyak identitas masyarakat karena terdiri atas berbagai suku, bahasa, budaya, agama, dan kepercayaan.

Contohnya dalam buku:

  • Jakarta → suku/bahasa Betawi, makanan kerak telor, budaya ondel-ondel.
  • Riau → masyarakat Melayu, terdapat Candi Muara Takus dan Istana Siak Sri Indrapura.
  • Maluku → masyarakat Ambon, alat musik tifa dan tari cakalele.

πŸ’‘ INGAT!

Berbeda identitas bukan berarti harus terpisah. Perbedaan justru menjadi kekayaan Indonesia.


🀝 3. MENGHARGAI PERBEDAAN IDENTITAS

Indonesia memiliki semboyan:

BHINNEKA TUNGGAL IKA

Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Perbedaan dapat berupa:

  • Suku bangsa
  • Bahasa
  • Pakaian adat
  • Kesenian
  • Agama
  • Kepercayaan
  • Kebiasaan dan budaya

❤️ Sikap yang harus dilakukan

✅ Menghargai perbedaan
✅ Menghormati orang lain
✅ Tidak mengejek budaya daerah lain
✅ Tidak membeda-bedakan teman
✅ Mau berteman dengan siapa saja
✅ Mau mengenal budaya daerah lain
✅ Hidup rukun dan toleran

Dalam cerita karnaval sepeda hias di buku, kegiatan mengenakan pakaian adat Nusantara bertujuan agar anak-anak mengenal keanekaragaman suku dan budaya serta menumbuhkan toleransi dan tenggang rasa.


🏘️ 4. PERANGKAT DESA DAN KELURAHAN

DESA

Desa dipimpin oleh:

πŸ‘¨‍πŸ’Ό KEPALA DESA

Kepala desa dipilih secara langsung oleh penduduk desa.

KELURAHAN

Kelurahan dipimpin oleh:

πŸ‘¨‍πŸ’Ό LURAH

Desa dan kelurahan merupakan bagian dari wilayah tempat tinggal masyarakat.

πŸ“Œ TINGKAT WILAYAH

RT → RW → Desa/Kelurahan → Kecamatan → Kabupaten/Kota → Provinsi → NKRI

Semua perangkat pemerintahan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat serta menjaga kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


🌳 5. MENJELAJAH LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU

Lingkungan tempat tinggal terdiri atas:

🌿 LINGKUNGAN ALAM

Contohnya:

  • Sawah
  • Sungai
  • Pegunungan
  • Kebun
  • Danau

πŸ₯ LINGKUNGAN BUATAN

Contohnya:

  • Puskesmas
  • Jalan
  • Sekolah
  • Taman
  • Ruang Terbuka Hijau

Buku mengajak peserta didik mengamati lingkungan alam dan lingkungan buatan yang terdapat di sekitar tempat tinggal mereka.


🧹 6. CARA MENJAGA LINGKUNGAN

Lingkungan yang baik adalah tanggung jawab bersama.

Contoh perilaku:

πŸ—‘️ Membuang sampah pada tempatnya
🌱 Merawat tanaman
🧹 Membersihkan lingkungan
πŸ’§ Menjaga kebersihan sungai
🌳 Tidak merusak alam
🀝 Bekerja sama menjaga lingkungan

Dalam buku juga diberikan contoh kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan mengambil sampah yang berserakan dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan


🧠 7. PETA KONSEP BAB 1

                 MENGENAL LINGKUNGAN SEKITAR
                            │
        ┌───────────────────┼───────────────────┐
        │                   │                   │
    IDENTITAS          PERBEDAAN           LINGKUNGAN
   MASYARAKAT         IDENTITAS           TEMPAT TINGGAL
        │                   │                   │
  ┌─────┼─────┐       ┌─────┼─────┐       ┌────┴────┐
  │     │     │       │     │     │       │         │
Suku  Bahasa Budaya  Toleransi Hormat   Alam     Buatan
  │     │     │             │
  └─────┼─────┘             │
        │              BHINNEKA
  Agama/Kepercayaan     TUNGGAL IKA

πŸ“‹ 8. KESIMPULAN MATERI

Indonesia memiliki masyarakat yang beragam. Setiap daerah mempunyai identitas yang dapat berupa suku, bahasa, budaya, pakaian adat, makanan khas, seni, agama, dan kepercayaan.

Perbedaan tersebut harus kita hargai dan hormati. Kita tidak boleh membeda-bedakan orang lain berdasarkan identitasnya. Dengan sikap toleransi, kita dapat hidup rukun dan menjaga persatuan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Lingkungan tempat tinggal juga merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita perlu mengenal wilayah desa/kelurahan dan kecamatan serta menjaga lingkungan alam dan lingkungan buatan di sekitar kita.


BERIKUT SOAL PH BAB 1



Mengupload: 142598 dari 142598 byte diupload.

 

πŸ’­ 9. REFLEKSI PEMBELAJARAN

pada Penilaian harian hari ini dilaksanakan secara daring karena terdampaknya debu abu vulkanik yang meyebab siswa harus belajar di rumah, maka pada pelaksanaan PH bab 1 ini alhamdulilah sebagian besar siswa sudah mengerjakn tugas ini dengan baik dengan bimbingan orang tua dan petunjuk ibu guru dalam proses pengerjaannya
Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Designed by: CompartidΓ­simo
Images by: DeliciousScraps©