IDENTITAS
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Mapel : Kokurikuler Seni dan Budaya / Kearifan Lokal Lampung
Hari / Tanggal : Jum'at, 04 September 2026
Fase / Kelas : B / 4
Materi : Diskusi Makna Filosofi Motif Tapis Lampung dan Penyempurnaan Desain
Minggu Ke : 6
Pertemuan Ke : 3 dan 4
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Murid mampu mengenal, mengembangkan, dan menyempurnakan karya seni berbasis budaya lokal dengan memperhatikan bentuk, pola, makna, serta nilai yang terkandung dalam motif Tapis Lampung.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Menjelaskan secara sederhana makna filosofi motif Tapis Lampung yang dipilih.
Menghubungkan makna motif dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan desain motif yang telah dibuat.
Berdiskusi dan menerima saran dari teman dalam menyempurnakan desain.
Memperbaiki bentuk, ukuran, pola, dan susunan motif berdasarkan hasil diskusi.
Membuat desain motif sederhana yang dapat ditiru dan dikerjakan secara mandiri pada kain strimin.
Meaningful: memahami bahwa motif yang dibuat memiliki cerita dan nilai kehidupan, bukan sekadar hiasan.
Mindful: bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab ketika memperbaiki desain.
Joyful: menikmati proses berdiskusi, menggambar, mencoba, dan menyempurnakan karya bersama teman.
PEMBAHASAN MATERI
1. APERSEPSI SINGKAT
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semangat untuk berkarya.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal bahwa Tapis Lampung bukan hanya kain yang indah, tetapi memiliki berbagai motif yang mengandung makna dan nilai kehidupan masyarakat Lampung.
Allah SWT adalah Al-Khaliq, Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia, alam, tumbuhan, hewan, dan segala sesuatu dengan bentuk yang indah dan memiliki manfaat.
Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara. Kita sebagai manusia harus menjaga dan menghargai ciptaan Allah serta menjaga budaya yang diwariskan oleh masyarakat terdahulu.
Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya dapat menjadi salah satu bentuk usaha manusia untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah motif tidak hanya dibuat supaya terlihat indah. Setiap motif dapat memiliki cerita dan filosofi.
Oleh karena itu, sebelum menyempurnakan desain, kita akan berdiskusi:
“Apa makna motif yang kita pilih dan bagaimana kita dapat menggambarkan makna tersebut melalui karya kita?”
PERTEMUAN KE-3
DISKUSI MAKNA FILOSOFI MOTIF TAPIS LAMPUNG
A. Mengingat Kembali Motif Tapis
Guru menampilkan beberapa contoh motif Tapis Lampung.
Motif
Makna sederhana untuk siswa
Tingkat Kemudahan
Pucuk Rebung
Kekeluargaan, saling membantu, menjaga silaturahmi
⭐ Sangat mudah
Belah Ketupat
Kebersamaan dan berbagi
⭐ Sangat mudah
Bunga
Perbuatan dan pekerjaan yang baik, rapi, dan indah
⭐ Sangat mudah
Kapal
Perjalanan kehidupan manusia
⭐⭐ Mudah
Burung
Kebebasan memilih dengan tetap menjaga kesopanan
⭐⭐ Mudah
Pohon Hayat
Kehidupan dan kemampuan menempatkan diri dalam masyarakat
⭐⭐⭐ Sedang
Untuk kelas 4 dan pembuatan mandiri, guru sebaiknya mengutamakan motif yang sederhana, mudah ditiru, dan dapat mengikuti kotak-kotak kain strimin.
1. Motif Pucuk Rebung
Bentuk dasar dapat dibuat menggunakan segitiga.
Makna: kekeluargaan, saling membantu, dan menjaga silaturahmi.
Contoh perilaku di sekolah:
Saya membantu teman ketika mengalami kesulitan.
2. Motif Belah Ketupat
Bentuk dasar menggunakan pola geometris sederhana.
Makna: kebersamaan dan berbagi kepada sesama.
Contoh perilaku:
Saya mau berbagi alat tulis dengan teman yang membutuhkan.
3. Motif Bunga Sederhana
Bunga dapat dibuat menggunakan bentuk sederhana dengan 4–6 kelopak.
Makna: pekerjaan dan perbuatan dilakukan dengan baik, rapi, dan indah.
Contoh perilaku:
Saya mengerjakan tugas dengan rapi dan tidak terburu-buru.
4. Motif Kapal Sederhana
Untuk kelas 4, bentuk kapal tidak perlu dibuat rumit.
Makna: perjalanan kehidupan manusia.
Untuk anak kelas 4 dapat disederhanakan menjadi:
Kapal = perjalanan kehidupan.
Guru dapat menghubungkannya dengan:
“Hari ini kita masih anak-anak. Kita terus belajar agar perjalanan hidup kita menjadi lebih baik.”
KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK
Setiap kelompok memilih satu motif.
Pertanyaan Diskusi
Nama motif yang kami pilih:
..............................................................
Bentuk motifnya seperti apa?
..............................................................
Apa makna motif tersebut?
..............................................................
Bagaimana makna tersebut dapat diterapkan di sekolah?
..............................................................
Bagian desain kami yang sudah bagus:
..............................................................
Bagian desain yang perlu diperbaiki:
..............................................................
Apa saran teman untuk memperbaiki desain kami?
..............................................................
KEGIATAN GALERI MOTIF
Setiap kelompok meletakkan desainnya di meja.
Kelompok lain mengamati dan memberikan dua jenis komentar:
⭐ Yang Sudah Bagus
..............................................................
π‘ Yang Dapat Diperbaiki
..............................................................
Guru mengingatkan:
“Memberikan masukan bukan berarti mengatakan karya teman jelek. Kita memberikan saran agar karya teman menjadi lebih baik.”
PERTEMUAN KE-4
MENYEMPURNAKAN DESAIN MOTIF
A. Memeriksa Desain
Murid melihat kembali desain awal.
Guru memberikan pertanyaan:
Apakah bentuk motif sudah jelas?
Apakah motif terlalu rumit?
Apakah ukuran motif sudah sesuai?
Apakah motif dapat dibuat menggunakan kain strimin?
Apakah pola dapat diulang?
Apakah jarak antar motif sudah cukup?
B. Menyederhanakan Motif
Prinsip utama dalam membuat karya untuk anak:
SEDERHANA – RAPI – BERULANG – MUDAH DITIRU
Bentuk yang dapat digunakan:
Garis lurus
Segitiga
Belah ketupat
Persegi
Lingkaran sederhana
Bunga sederhana
Hindari motif yang terlalu rumit dan memiliki terlalu banyak detail kecil.
Hal ini sangat sesuai dengan teknik kerja pada kain strimin, karena anak dapat menggunakan kotak-kotak kain sebagai panduan.
C. Membuat Pola Berulang
Motif dapat disusun secara berulang agar menghasilkan pola yang rapi.
Contoh:
Pucuk Rebung:
△ △ △ △ △
Belah Ketupat:
◇ ◇ ◇ ◇ ◇ ◇
Bunga:
✿ ✿ ✿ ✿ ✿
Anak boleh membuat variasi sendiri selama bentuk dasar dan makna motif tetap dipertahankan.
D. Menyesuaikan dengan Kain Strimin
Guru memberikan contoh ukuran sederhana.
Untuk pembatas buku, motif dibuat memanjang dan berulang.
Untuk gantungan kunci, motif dibuat lebih besar dan sederhana.
Hal yang harus diperhatikan:
Ukuran motif sesuai dengan benda.
Bentuk motif mudah dihitung berdasarkan kotak strimin.
Pola mudah diikuti.
Jarak antar motif teratur.
E. Penyempurnaan Desain
Murid menyempurnakan:
Bentuk utama motif.
Ukuran motif.
Jarak antar motif.
Pola pengulangan.
Motif pendukung.
Kerapian garis.
Kesesuaian dengan ukuran benda yang akan dibuat.
Kesederhanaan pola agar mudah disulam.
HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN
Pada akhir Pertemuan Ke-4, setiap murid memiliki:
1 DESAIN FINAL MOTIF TAPIS LAMPUNG
Desain sudah memiliki:
Nama motif
Gambar motif
Makna/filosofi
Pola pengulangan
Ukuran
Rancangan warna
Siap dipindahkan ke kain strimin
FORMAT DESAIN FINAL SISWA
NAMA: ....................................................
KELAS: ....................................................
MOTIF PILIHAN: ....................................................
MAKNA MOTIF:
..............................................................................
..............................................................................
CONTOH PERILAKU YANG AKAN SAYA LAKUKAN:
..............................................................................
..............................................................................
GAMBAR DESAIN FINAL
..............................................................................
..............................................................................
..............................................................................
WARNA YANG DIGUNAKAN:
....................................................
....................................................
....................................................
ASESMEN FORMATIF
A. Pilihan Ganda
1. Sebelum menyempurnakan desain, sebaiknya kita ....
A. langsung menyulam
B. berdiskusi dan menerima masukan
C. membuang desain
D. menyalin karya teman
2. Motif pucuk rebung dapat dikaitkan dengan nilai ....
A. permusuhan
B. kekeluargaan
C. kesombongan
D. kemalasan
3. Motif belah ketupat dapat dikaitkan dengan nilai ....
A. kebersamaan
B. pertengkaran
C. persaingan
D. kemarahan
4. Agar mudah dibuat di kain strimin, desain sebaiknya ....
A. sangat rumit
B. memiliki banyak detail kecil
C. sederhana dan mengikuti pola kotak
D. tidak memiliki pola
5. Ketika teman memberikan saran terhadap desain kita, sikap yang tepat adalah ....
A. marah
B. menolak semua saran
C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran
D. meninggalkan kelompok
B. Isian
6. Motif yang berbentuk tunas bambu disebut motif ....
7. Desain yang dibuat berulang akan menghasilkan sebuah ....
8. Saat memperbaiki desain, kita harus bekerja dengan .... dan teliti.
C. Esai
9. Jelaskan mengapa kita perlu mengetahui makna sebuah motif sebelum membuat karya!
10. Sebutkan tiga hal yang harus diperhatikan ketika menyempurnakan desain agar mudah dibuat pada kain strimin!
KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda
B. berdiskusi dan menerima masukan
B. kekeluargaan
A. kebersamaan
C. sederhana dan mengikuti pola kotak
C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran
Isian
Pucuk rebung
Pola
Sabar
Esai
9. Agar kita tidak hanya membuat motif sebagai hiasan, tetapi juga memahami cerita, nilai, dan filosofi yang terkandung di dalamnya sehingga karya memiliki makna.
10. Contohnya:
Bentuk motif sederhana.
Ukuran sesuai dengan kain strimin.
Pola mudah diikuti.
Jarak antar motif teratur.
Menggunakan garis dan bentuk geometris sederhana.
KESIMPULAN MATERI
Pada kegiatan minggu ke-5, murid belajar bahwa motif Tapis Lampung tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga dapat mengandung nilai dan filosofi kehidupan.
Murid kemudian menggunakan hasil diskusi untuk menyempurnakan desain motif agar lebih sederhana, rapi, memiliki pola berulang, dan dapat dikerjakan secara mandiri menggunakan kain strimin.
Melalui kegiatan ini, murid diharapkan semakin mengenal dan menghargai kearifan lokal Lampung serta mampu mengembangkan kreativitas melalui karya seni.
REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI




