IDENTITAS:
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Mata pelajaran : bahasa Indonesia, Matematika dan PPKN
Hari/tanggal : Senin, 20 Juli 2026
Kelas : 4 A
Materi Pokok :
1. B.indonesia (memahami isi teks narasi melalui kegiatan menyimak dan membaca sehingga dapat mengidentifikasi tokoh, peristiwa, dan pesan cerita dengan tepat.)
2. Matematika (Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000)
3. PKN (Mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila)
Alat Peraga
1. Bahasa Indonesia : Lkpd teks cerita
2. Matematika : flash card
3. Pkn :
Metode Pembelajaran :
1. Bahasa Indonesia (PBL)
2. Matematika (Discovery Learning)
3. Pkn (Mengidentifikasi karakter para perumus Pancasila).
Ringkasan materi
Bahasa Indonesia
Teks narasi adalah cerita rekaan atau kisah nyata yang disusun secara berurutan. Untuk memahaminya, gunakan kegiatan menyimak (mendengarkan) dan membaca. Keterampilan ini membantu siswa Kelas 4 mengidentifikasi 3 unsur inti:
Tokoh: Pelaku atau orang yang ada di dalam cerita.
Peristiwa: Rangkaian kejadian atau alur yang dialami tokoh.
Pesan (Amanat): Pelajaran moral atau nasihat yang bisa dipetik pembaca.
- Saat Menyimak: Dengarkan dengan saksama dan bayangkan alur ceritanya di dalam pikiranmu.
- Saat Membaca: Catat nama tokoh, di mana kejadiannya, dan apa masalah yang terjadi.
Matematika
- Membaca: Dipisahkan oleh titik sebagai tanda ribuan. Contohnya: 3.254 dibaca "tiga ribu dua ratus lima puluh empat".
- Menulis: Menyesuaikan nama bilangan ke dalam susunan angka. Contohnya: "empat ribu delapan ratus delapan puluh empat" ditulis menjadi 4.884.
- 3 menempati ribuan, nilainya 3.000
- 5 menempati ratusan, nilainya 500
- 7 menempati puluhan, nilainya 70
- 8 menempati satuan, nilainya 8
- Mr. Mohammad Yamin (Menyampaikan usulan pada 29 Mei 1945)
- Prof. Dr. Soepomo (Menyampaikan usulan pada 31 Mei 1945)
- Ir. Soekarno (Menyampaikan usulan pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila)
- Jiwa Patriotisme: Memiliki rasa cinta tanah air yang sangat besar dan mendalam.
- Nasionalisme Tinggi: Mengutamakan persatuan bangsa di atas kepentingan golongan atau pribadi.
- Berjiwa Kepemimpinan: Mampu menggerakkan dan menyatukan berbagai kelompok masyarakat yang berbeda.
- Sikap Demokratis: Selalu menghargai pendapat orang lain dalam musyawarah.
- Disiplin dan Tanggung Jawab: Terkenal sangat tepat waktu dan setia pada janji.
- Sederhana: Hidup bersahaja dan lebih mementingkan kesejahteraan rakyat.
- Cerdas dan Berwawasan Luas: Memiliki keahlian mendalam di bidang hukum, sejarah, dan sastra.
- Cinta Budaya: Menggunakan pemahaman sejarah nusantara untuk menyusun dasar negara.
- Mengutamakan Kebersamaan: Pencetus konsep negara integralistik (kekeluargaan).
- Rendah Hati: Menghargai semua perbedaan pendapat demi tercapainya mufakat.
- Musyawarah dan Mufakat: Mengambil keputusan bersama lewat diskusi, bukan memaksakan kehendak.
- Menghargai Perbedaan: Menerima perbedaan suku, agama, dan pandangan politik demi persatuan.
- Rela Berkorban: Mengetepikan kepentingan pribadi dan waktu demi kemerdekaan Indonesia.
- Cinta Tanah Air: Menempatkan masa depan bangsa sebagai prioritas paling utama.





