Senin, 02 Maret 2026

Materi Ajar Senin 02 maret 202

| | 0 komentar

 


RUANG BELAJAR KELAS 5 A

SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG


(PKN, BAHASA INDONESIA,SBDp & MTK)

IDENTITAS:

Hari/tanggal             : Senin, 02 maret 2026

Kelas / Fase            : 5 A /C

Mata pelajaran       : PKN,Bahasa Indonesia,Seni Rupa & matematika

Alokasi waktu           : 2×35 menit

pertemuan ke            : 1

Model pembelajaran :  PKN (ceramah & diskusi) ; Matematika (PBL); Seni Rupa PjBL) dan Bahasa Indonesia (PBL)

Media pembelajaran : PKN (video pembelajaran); seni rupa ( Video Pembelajaran) ; Bahasa Indonesia (video); matematika (bentuk bangun ruang konkret


🌠 Capaian Pembelajaran :
PKN : Peserta didik mengidentifikasi mengenal karakteristik wilayah

 
 Bahasa Indonesia

Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan  indah serta memahami  informasi  dan  kosakata  baru  yang  memiliki  makna  denotatif,  literal,  konotatif,  dan  kiasan  untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.  


🌠 Capaian Pembelajaran :
Seni Rupa : Peserta didik mampu bekerja mandiri atau berkelompok dalam mengeksplorasi, menemukan, memilih, dan menggabungkan unsur rupa dengan pertimbangan nilai artistik yang didukung oleh medium, teknik, dan prosedur berkarya.

🌠 Capaian Pembelajaran : matematika
Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat menghitung durasi waktu dan mengukur besar sudut. 

 ðŸŒ…Tujuan Pembelajaran : PKN
      Mengidentifikasi karakteristik wilayah Indonesia 

 ðŸŒ…Tujuan Pembelajaran : matematika 
  Memahami ciri-ciri bangun datar

🌅Tujuan Pembelajaran :Seni Rupa

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

·         Menjelaskan prinsip keseimbangan dalam karya seni rupa dengan bahasa sendiri.

·         Mengidentifikasi penerapan prinsip keseimbangan (simetris dan asimetris) pada contoh gambar ekspresif.


🌅Tujuan Pembelajaran : Bahasa Indonesia

Murid dapat mengenali penggunaan kalimat perintah di dalam kalimat

💫Apersepsi :

 Good Morning everyone..
how are you this morning?

alhamdulilah kita sudah memasuki bulan ramadhan, bagaimana puasa ananda soleh solehah semuanya? semoga selalu istiqomah dan tetap semangat ya belajarnya.. insya allah pembelajaran hari ini kita mulai kembali untuk mempersiapkan kegiatan STS nya ya nak

MATERI MATEMATIKA 
membandingkan ciri ciri bangun datar
Ciri-ciri Bangun Datar Segiempat, Mulai Jajar Genjang, Belah ...
Ciri-ciri dan Sifat Bangun Datar – Gramedia Literasi
Inovasi Pembelajaran Matematika dengan Papan Ciri-Ciri Bangun ...
View all
Membandingkan ciri-ciri bangun datar melibatkan analisis sisi, sudut, diagonal, dan simetri. Persegi dan persegi panjang sama-sama punya 4 sudut siku-siku, tapi persegi memiliki 4 sisi sama panjang, sedangkan persegi panjang hanya sepasang
. Belah ketupat adalah jajar genjang dengan 4 sisi sama panjang. Segitiga memiliki 3 sisi dan jumlah sudut 
.
Berikut adalah perbandingan rinci beberapa bangun datar:
  • Persegi vs. Persegi Panjang
    • Persegi: 4 sisi sama panjang, 4 sudut siku-siku (
      ), 4 simetri lipat/putar.
    • Persegi Panjang: 2 pasang sisi sejajar sama panjang, 4 sudut siku-siku (
      ), 2 simetri lipat/putar.
    • Persamaan: Keduanya memiliki 4 sudut siku-siku dan sisi berhadapan sejajar.
    • Perbedaan: Persegi memiliki 4 sisi sama panjang, persegi panjang tidak.
  • Jajar Genjang vs. Belah Ketupat
    • Jajar Genjang: Sisi berhadapan sejajar dan sama panjang, sudut berhadapan sama besar, tidak punya simetri lipat.
    • Belah Ketupat: 4 sisi sama panjang, diagonal berpotongan tegak lurus, memiliki 2 simetri lipat.
    • Persamaan: Sisi berhadapan sejajar dan sudut berhadapan sama besar.
    • Perbedaan: Semua sisi belah ketupat sama panjang, sedangkan jajar genjang tidak harus.
  • Segitiga (Umum)
    • Sama Sisi: 3 sisi sama panjang, 3 sudut sama besar (
      ).
    • Sama Kaki: 2 sisi sama panjang, 2 sudut sama besar.
    • Siku-siku: Salah satu sudutnya 
      .
  • Lingkaran
    • Memiliki 1 sisi melengkung.
    • Memiliki simetri lipat dan putar tak terhingga.
    • Jarak tepi ke pusat sama (jari-jari).
Tabel Ringkasan Perbandingan Segiempat
Bangun DatarSisi Sama PanjangSudut Siku-sikuSimetri Lipat
PersegiYa (4)Ya (4)4
Persegi PanjangTidak (2 pasang)Ya (4)2
Belah KetupatYa (4)Tidak2
Jajar GenjangTidak (2 pasang)Tidak0
Trapesium (Sama Kaki)TidakTidak1
Belah ketupat adalah jenis jajar genjang yang istimewa, dan persegi adalah jenis persegi panjang yang istimewa
Video pembelajaran 

Materi BAHASA INDONESIA 
Kalimat perintah (imperatif) bertujuan memberi instruksi, ajakan, permintaan, atau larangan, yang ditandai dengan intonasi tinggi (lisan) atau tanda seru/titik (tulisan), sering menggunakan partikel -lah*-kan*, atau kata kerja dasar. Contoh: "Tolong tutup pintunya!" (permintaan) atau "Dilarang merokok!" (larangan).
Berikut adalah rincian penggunaan kalimat perintah dalam berbagai konteks:
1. Jenis dan Contoh Penggunaan Kalimat Perintah
  • Perintah Langsung/Instruksi: Menyuruh melakukan sesuatu secara langsung.
    • Contoh: "Tutup pintu itu!".
    • Contoh: "Ambilkan buku di atas meja!".
  • Permintaan/Permohonan: Menggunakan kata santun seperti "tolong" atau "harap".
    • Contoh: "Tolong jaga Adikmu sebentar".
    • Contoh: "Dimohon untuk tetap tenang!".
  • Larangan: Menggunakan kata "jangan" atau "dilarang".
    • Contoh: "Jangan bermain di jalan!".
    • Contoh: "Dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam bioskop!".
  • Ajakan: Menggunakan kata "ayo" atau "mari".
    • Contoh: "Ayo rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat!".
    • Contoh: "Marilah kita buang sampah pada tempatnya!".
  • Saran/Nasihat: Menggunakan kata "sebaiknya""seharusnya", atau "lebih baik".
    • Contoh: "Sebaiknya kamu belajar lebih giat".
    • Contoh: "Lebih baik kamu membeli baju olahraga!".
2. Ciri-Ciri Kalimat Perintah
  • Tanda Baca: Diakhiri dengan tanda seru (!) untuk penegasan, atau tanda titik (.) untuk perintah halus/biasa.
  • Imbuhan: Sering menggunakan imbuhan -lah atau -kan (contoh: buka**lah**ambilkan).
  • Struktur: Seringkali berpola inversi (Predikat-Subjek), di mana predikat mendahului subjek (contoh: Segera kirimkan [P] tugasmu itu [S]!).
  • Intonasi: Saat diucapkan, nada biasanya tinggi di awal dan rendah di akhir.
  • Materi Seni Rupa 
  • 1. Proporsi pada Objek Tumbuhan
    Prinsip proporsi juga memiliki peranan yang signifikan dalam mengamati dan menggambarkan objek tumbuhan. Saat kita mengaplikasikan prinsip ini pada objek tumbuhan, kita dapat melihat bagaimana ukuran, bentuk, dan posisi berbagai bagian tanaman saling berhubungan.
    Bunga
    Sebagai contoh, ketika melukis atau menggambar bunga, penting untuk memperhatikan proporsi antara kelopak bunga, tangkai, dan daun-daunnya. Dengan mengikuti proporsi alami dari tanaman, karya seni kita akan terlihat lebih realistis dan mudah dikenali. Dengan menerapkan prinsip proporsi dalam seni rupa tumbuhan, kita bisa menghasilkan karya seni yang menggambarkan keindahan alam secara lebih akurat dan menarik bagi mata.

    2. Menguraikan dan Mengevaluasi Proporsi dalam Sebuah Objek Tumbuhan
    Menguraikan dan mengevaluasi prinsip proporsi dalam sebuah objek tumbuhan adalah langkah penting dalam seni rupa yang memungkinkan kita memahami bagaimana elemen- elemen dalam tanaman terkait satu sama lain secara visual. Contohnya saat menggambar bunga, kita dapat memperhatikan bagaimana proporsi antara kelopak bunga dan tangkai membentuk keselarasan yang estetis.

    Proporsi yang benar antara daun dan batang juga memberikan kesan alami pada gambar. Evaluasi terhadap prinsip proporsi bisa melibatkan pertimbangan apakah ukuran daun terlalu besar untuk batang atau sebaliknya, apakah tangkai bunga terlihat seimbang dengan kelopaknya, dan sejenisnya. Dengan menguraikan dan mengevaluasi prinsip proporsi dalam objek tumbuhan, kita dapat menciptakan karya seni yang menggambarkan keindahan alam dengan lebih baik dan memikat mata penonton.

    Mari kita lihat contoh penerapan menguraikan dan mengevaluasi prinsip proporsi dalam gambar pohon Natal. Dalam menggambar pohon Natal, penting untuk memperhatikan bagaimana elemen-elemen seperti ranting, bola-bola hiasan, dan bintang puncak berhubungan secara visual.

    Menguraikan prinsip proporsi dalam gambar pohon Natal berarti memahami bagaimana panjang dan lebar setiap ranting yang dipasang. Kita ingin agar ranting yang lebih bawah lebih lebar dan panjang, sementara ranting yang lebih atas semakin pendek dan sempit. Ini menciptakan bentuk pohon yang khas.

    Selanjutnya, dalam mengevaluasi prinsip proporsi, kita perlu memeriksa apakah bola- bola hiasan yang ditaruh di ranting-ranting telah ditempatkan dengan seimbang. Apakah bola-bola besar dan kecil tersebar secara merata atau tidak. Juga, bintang puncak pohon harus memiliki ukuran yang tepat agar tidak terlalu besar atau terlalu kecil untuk pohon.

    Dengan memeriksa dan menerapkan prinsip proporsi ini dalam gambar pohon Natal, kita dapat menciptakan gambar yang indah dan seimbang, di mana setiap elemen memiliki ukuran dan posisi yang tepat sesuai dengan prinsip visual. 
  • Video pembelajaran 


  • Kesimpulan : 
Penutup 
Alhamdulillah materi hari ini semogaa bermanfaat 
Wassalamu'alaikum wr wb 
Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi Ajar Senin 02 maret 202

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©