Rabu, 02 September 2026

Materi Ajar Seni Rupa, 02 September 2026

| | 0 komentar

    

MATERI SENI RUPA KELAS 4

IDENTITAS

1. Nama Guru    : Ruwi Merliana, S.Pd.
2. Mapel             : Seni Rupa
3. Hari/Tanggal : Rabu, 02 September 2026
4. Fase/Kelas     :Fase B / Kelas IV
5. Materi            : Membuat Satu Karya Seni Kerajinan dengan Memanfaatkan Sampah Plastik
6. Pertemuan ke : 3


Capaian Pembelajaran Umum :

Peserta didik mampu mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan alat dan bahan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab serta menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan karya seni.

Tujuan Pembelajaran Umum :

Peserta didik mampu memahami pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan berkarya seni serta mampu membuat satu karya seni kerajinan sederhana dengan memanfaatkan sampah plastik secara kreatif, aman, dan bertanggung jawab.

TP Nomor : B-4-02

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan.

  2. Mengidentifikasi jenis sampah plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

  3. Menentukan ide karya kerajinan yang dapat dibuat dari sampah plastik.

  4. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat karya.

  5. Membuat satu karya seni kerajinan dari sampah plastik dengan memperhatikan unsur keindahan dan kerapian.

  6. Menunjukkan sikap peduli lingkungan, kreatif, bertanggung jawab, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman.

ATP (sesuaikan TP)

Peserta didik mengenali permasalahan sampah plastik di lingkungan sekitar, mengamati berbagai contoh pemanfaatan sampah plastik menjadi benda kerajinan, menentukan ide karya, menyiapkan alat dan bahan, kemudian membuat satu karya kerajinan dari sampah plastik melalui proses mengolah, menyusun, menghias, dan menyelesaikan karya. Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya.

MATERI

Apersepsi Singkat

Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar dan mengajukan pertanyaan:

  • Apa yang biasanya kalian lakukan terhadap botol plastik atau bungkus makanan yang sudah tidak digunakan?

  • Apakah sampah plastik dapat digunakan kembali?

  • Pernahkah kalian melihat benda kerajinan yang dibuat dari sampah plastik?

  • Menurut kalian, apa yang terjadi jika sampah plastik dibuang sembarangan?

Guru menyampaikan bahwa benda yang dianggap sampah belum tentu tidak berguna. Dengan kreativitas, beberapa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi karya seni kerajinan yang menarik dan memiliki nilai guna.

Akhlak yang Dikembangkan

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki sikap:

  • Peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  • Bertanggung jawab, dengan menggunakan alat dan bahan secara aman serta membersihkan tempat kerja setelah selesai.

  • Kreatif, dengan menghasilkan gagasan dan bentuk karya yang berbeda.

  • Disiplin, dengan mengikuti langkah-langkah pembuatan karya.

  • Menghargai karya orang lain, dengan memberikan apresiasi terhadap karya teman.

  • Tidak boros, dengan memanfaatkan benda yang masih dapat digunakan kembali.

Pengajaran Materi Singkat

A. Apa Itu Sampah Plastik?

Sampah plastik adalah benda berbahan plastik yang sudah tidak digunakan atau dianggap tidak memiliki fungsi lagi. Contohnya adalah botol plastik bekas, gelas plastik, tutup botol, sedotan, kantong plastik, dan berbagai kemasan plastik.

Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan kembali plastik yang masih dapat digunakan.

B. Sampah Plastik sebagai Bahan Kerajinan

Sampah plastik yang bersih dan aman dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai karya seni kerajinan.

Contohnya:

  • Botol plastik dapat dibuat menjadi tempat pensil atau pot tanaman.

  • Tutup botol dapat disusun menjadi hiasan atau mozaik.

  • Gelas plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan.

  • Kemasan plastik dapat dimanfaatkan menjadi bunga atau dekorasi.

  • Sedotan plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan sederhana.

C. Contoh Karya yang Akan Dibuat

Pada kegiatan ini peserta didik membuat tempat pensil dari botol plastik bekas.

Alat dan Bahan

Bahan:

  • 1 botol plastik bekas yang sudah dicuci dan dikeringkan.

  • Kertas warna atau kertas bekas yang masih dapat digunakan.

  • Lem.

  • Pita atau bahan hiasan lainnya sesuai kebutuhan.

Alat:

  • Gunting.

  • Pensil.

  • Penggaris.

  • Spidol atau alat gambar.

Catatan keselamatan: Bagian botol yang dipotong harus ditangani dengan hati-hati. Jika diperlukan pemotongan yang sulit atau menggunakan alat tajam, peserta didik meminta bantuan guru.

D. Langkah-Langkah Membuat Tempat Pensil

  1. Bersihkan botol plastik dan pastikan sudah kering.

  2. Tentukan tinggi tempat pensil yang akan dibuat.

  3. Dengan bantuan guru, potong bagian botol sesuai ukuran yang diinginkan.

  4. Rapikan bagian tepi botol agar tidak membahayakan.

  5. Lapisi bagian luar botol menggunakan kertas warna atau bahan hiasan.

  6. Buat pola atau gambar sederhana sesuai kreativitas.

  7. Tempelkan hiasan pada permukaan botol.

  8. Pastikan semua bagian tertempel dengan baik.

  9. Periksa kembali kerapian dan kekuatan karya.

  10. Bersihkan meja dan kumpulkan sisa bahan yang masih dapat digunakan kembali.

E. Unsur Keindahan dalam Karya

Agar karya terlihat menarik, peserta didik dapat memperhatikan:

Bentuk
Karya memiliki bentuk yang sesuai dengan fungsi dan rencana.

Warna
Gunakan kombinasi warna yang menarik dan sesuai.

Komposisi
Hiasan disusun dengan seimbang dan tidak terlalu penuh.

Kerapian
Potongan, tempelan, dan hiasan dibuat serapi mungkin.

Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan bentuk dan hiasan sesuai ide masing-masing.

Video Pembelajaran

Guru dapat menampilkan video pendek tentang:

“Membuat Kerajinan dari Botol Plastik Bekas”


Video digunakan sebagai media pengamatan untuk membantu peserta didik memahami proses mengubah sampah plastik menjadi karya yang bermanfaat.

Setelah melihat video, guru mengajukan pertanyaan:

  1. Apa bahan utama yang digunakan?

  2. Alat apa saja yang digunakan?

  3. Bagaimana langkah awal membuat karya?

  4. Bagian mana yang menurut kalian paling membutuhkan ketelitian?

  5. Apa manfaat menggunakan sampah plastik sebagai bahan kerajinan?

Media dan Alat Peraga

Media pembelajaran yang digunakan:

  • Contoh botol plastik bekas.

  • Contoh karya kerajinan dari plastik.

  • Gambar atau video proses pembuatan.

  • Contoh hasil karya.

  • Lembar teks materi.

  • Alat dan bahan praktik.


KEGIATAN PRAKTIK

Tugas Membuat Karya

Buatlah satu karya seni kerajinan dengan memanfaatkan sampah plastik yang ada di sekitar kalian.

Kalian dapat membuat tempat pensil dari botol plastik atau mengembangkan bentuk kerajinan lain dengan persetujuan guru.

Ketentuan Tugas

  1. Gunakan sampah plastik yang bersih dan aman.

  2. Tentukan terlebih dahulu ide karya yang akan dibuat.

  3. Gunakan alat sesuai fungsinya.

  4. Ikuti petunjuk keselamatan selama bekerja.

  5. Buat karya dengan memperhatikan bentuk, warna, komposisi, dan kerapian.

  6. Berikan nama pada karya yang dibuat.

  7. Ceritakan secara singkat bahan yang digunakan dan manfaat karya tersebut.

  8. Setelah selesai, rapikan tempat kerja.


POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan sampah plastik?

  2. Sebutkan tiga contoh sampah plastik yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan!

  3. Mengapa sampah plastik sebaiknya tidak dibuang sembarangan?

  4. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat tempat pensil dari botol plastik!

  5. Tuliskan secara singkat langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol plastik!

  6. Apa saja unsur keindahan yang perlu diperhatikan dalam membuat karya kerajinan?

  7. Mengapa kita harus berhati-hati ketika menggunakan gunting atau alat yang tajam?

  8. Apa manfaat membuat kerajinan dari sampah plastik?

Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks

Setelah membaca teks materi, dapat kita buat kesimpulan seperti berikut ini

KESIMPULAN

Sampah plastik yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan menjadi bahan untuk membuat karya seni kerajinan. Dengan kreativitas, sampah seperti botol plastik, tutup botol, gelas plastik, dan kemasan plastik dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan.

Dalam membuat karya, kita perlu memperhatikan ide, bentuk, warna, komposisi, dan kerapian. Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab, tidak boros, serta menghargai karya orang lain.

REFLEKSI


Read more...

Selasa, 01 September 2026

Materi Ajar IPAS, Selasa 01 September 2026

| | 0 komentar

  

MATERI IPAS KELAS 4

IDENTITAS         :

1. Nama Guru         : Ruwi Merliana, S.Pd.
2. Mapel                 :  IPAS
3. Hari/Tanggal      : Selasa, 01 September 2026 2026
4. Fase/Kelas          : Fase B / Kelas IV
5. Materi                  : Alasan Manusia Memanfaatkan dan Mengubah Bentuk Energi serta Menyajikan dan Mempresentasikan Hasil Pengamatan Perubahan Energi
6. Pertemuan ke        :  3 & PH


CP Umum

Peserta didik memahami berbagai bentuk energi, perubahan bentuk energi, serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi, menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk yang sesuai, dan mengomunikasikan hasilnya secara lisan dengan percaya diri.

TP Umum

Peserta didik mampu menjelaskan alasan manusia memanfaatkan dan mengubah bentuk energi, mengidentifikasi perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan, serta menyajikan dan mempresentasikan hasil pengamatan dengan menggunakan bahasa yang jelas dan percaya diri.

TP Nomor

Peserta didik dapat:
  1. Menjelaskan alasan manusia memanfaatkan energi dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi.
  3. Mengidentifikasi berbagai perubahan bentuk energi yang terjadi pada benda di sekitar.
  4. Melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi.
  5. Mencatat hasil pengamatan secara sistematis.
  6. Menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana.
  7. Mempresentasikan hasil pengamatan perubahan energi di depan kelas.
  8. Menunjukkan sikap percaya diri, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai pendapat orang lain.

ATP (sesuaikan TP)

Peserta didik mengidentifikasi alasan manusia memanfaatkan energi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi agar dapat digunakan sesuai kebutuhan, melakukan pengamatan terhadap perubahan energi pada benda di sekitar, mencatat dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana, kemudian mempresentasikan hasil pengamatan secara lisan dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.

MATERI

Apersepsi Singkat

  • Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda yang ada di sekitar kelas, seperti lampu, kipas angin, proyektor, atau alat elektronik lainnya.
  • Guru mengajukan pertanyaan:
  1. Mengapa manusia membutuhkan energi?
  2. Mengapa lampu membutuhkan listrik?
  3. Apa yang terjadi ketika listrik digunakan untuk menyalakan lampu?
  4. Mengapa kipas angin dapat berputar ketika dihubungkan dengan listrik?
  5. Apakah energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya?
  6. Bagaimana kita dapat mengetahui perubahan energi yang terjadi pada suatu benda?
  • Guru mengarahkan peserta didik bahwa manusia memanfaatkan energi untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Energi juga dapat diubah bentuknya agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.
  • Peserta didik kemudian akan melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi dan menyajikan hasil pengamatannya.

Akhlak yang Dikembangkan

Melalui kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan memiliki sikap:
  • Bersyukur atas energi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan.
  • Hemat dalam menggunakan energi.
  • Bertanggung jawab dalam menggunakan alat dan melakukan pengamatan.
  • Bekerja sama ketika melakukan kegiatan kelompok.
  • Percaya diri ketika menyampaikan hasil pengamatan.
  • Menghargai orang lain ketika teman sedang menyampaikan hasil presentasi.
  • Jujur dalam mencatat hasil pengamatan sesuai dengan apa yang benar-benar diamati.

PENGAJARAN MATERI SINGKAT

A. Mengapa Manusia Memanfaatkan Energi?

Energi sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Manusia memanfaatkan energi untuk:
  • bergerak dan melakukan aktivitas;
  • mendapatkan penerangan;
  • memasak makanan;
  • mengoperasikan berbagai peralatan;
  • menjalankan kendaraan;
  • memperoleh informasi dan berkomunikasi;
  • mempermudah pekerjaan.
Contohnya, manusia menggunakan energi listrik untuk menyalakan lampu sehingga ruangan menjadi terang.
Energi dari makanan digunakan tubuh agar manusia dapat berjalan, berlari, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas.

B. Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi?

Manusia mengubah bentuk energi agar energi tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
Tidak semua bentuk energi dapat langsung digunakan untuk kebutuhan tertentu. Oleh karena itu, energi dapat mengalami perubahan bentuk.
Contohnya:
Lampu
Energi listrik berubah menjadi energi cahaya.
Listrik → Cahaya
Manfaatnya untuk menerangi ruangan.
Kipas Angin
Energi listrik berubah menjadi energi gerak.
Listrik → Gerak
Manfaatnya untuk menggerakkan baling-baling sehingga menghasilkan hembusan udara.
Setrika
Energi listrik berubah menjadi energi panas.
Listrik → Panas
Manfaatnya untuk merapikan pakaian.
Radio
Energi listrik berubah menjadi energi bunyi.
Listrik → Bunyi
Manfaatnya untuk menghasilkan suara yang dapat didengarkan.

C. Alasan Manusia Mengubah Bentuk Energi

Manusia mengubah bentuk energi karena:
  • Memenuhi kebutuhan hidup.
  • Mempermudah pekerjaan.
  • Membantu alat menjalankan fungsinya.
  • Memanfaatkan energi sesuai kebutuhan.
  • Membantu manusia melakukan aktivitas sehari-hari.
Contohnya, energi listrik diubah menjadi energi gerak pada blender agar manusia dapat menghaluskan makanan dengan lebih mudah.

D. Pengamatan Perubahan Energi

Untuk mengetahui perubahan energi, kita dapat melakukan pengamatan sederhana terhadap benda yang ada di sekitar.
Peserta didik dapat mengamati benda seperti:
  • lampu;
  • kipas angin;
  • senter;
  • televisi;
  • setrika;
  • blender;
mainan yang menggunakan baterai.
Ketika melakukan pengamatan, peserta didik perlu memperhatikan:
  • Nama benda yang diamati.
  • Energi yang digunakan.
  • Perubahan energi yang terjadi.
  • Hasil perubahan energi.
  • Manfaat perubahan energi tersebut.
Contoh Hasil Pengamatan
No.BendaEnergi yang DigunakanPerubahan EnergiManfaat
1LampuListrikListrik → CahayaPenerangan
2Kipas anginListrikListrik → GerakMenghasilkan hembusan udara
3SetrikaListrikListrik → PanasMerapikan pakaian
4SenterKimiaKimia → Listrik → CahayaPenerangan
5RadioListrikListrik → BunyiMenghasilkan suara

E. Menyajikan Hasil Pengamatan

Setelah melakukan pengamatan, peserta didik menyusun hasil pengamatan agar mudah dibaca dan dipahami.
Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk:
tabel;
laporan sederhana;
gambar atau diagram sederhana;
poster;
tulisan singkat.
Untuk kelas IV, peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel sederhana.
Format Hasil Pengamatan
Nama Kelompok: ............................................
Tanggal Pengamatan: ............................................
No.Nama BendaEnergi AwalPerubahan EnergiManfaat
1
2
3
4

Kesimpulan Hasil Pengamatan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, kami menemukan bahwa:
....................................................................................
....................................................................................

F. Mempresentasikan Hasil Pengamatan

Setelah menyelesaikan hasil pengamatan, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Dalam presentasi, peserta didik dapat menyampaikan:
Nama kelompok.
  • Benda yang diamati.
  • Energi yang digunakan.
  • Perubahan energi yang terjadi.
  • Manfaat perubahan energi.
  • Kesimpulan hasil pengamatan.

Contoh Presentasi
“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kami dari kelompok ............ akan mempresentasikan hasil pengamatan tentang perubahan energi.
Benda yang kami amati adalah kipas angin.
Kipas angin menggunakan energi listrik. Energi listrik tersebut berubah menjadi energi gerak yang menyebabkan baling-baling kipas berputar.
Perubahan energi tersebut bermanfaat untuk menghasilkan hembusan udara.
Dari pengamatan kami, dapat disimpulkan bahwa manusia mengubah bentuk energi agar energi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
Sikap Saat Presentasi
Ketika mempresentasikan hasil pengamatan, peserta didik perlu:
  • berbicara dengan suara yang jelas;
  • menggunakan bahasa yang sopan;
  • percaya diri;
  • melihat teman atau guru saat berbicara;
  • menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan;
  • tidak membaca seluruh isi laporan;
  • menghargai pertanyaan dan pendapat teman.
Ketika mendengarkan presentasi teman, peserta didik harus memperhatikan, tidak berbicara sendiri, dan memberikan apresiasi.

MEDIA / ALAT PERAGA

Media yang dapat digunakan:
  • Lampu.
  • Kipas angin.
  • Senter.
  • Baterai.
  • Televisi.
  • Setrika.
Gambar berbagai benda yang mengalami perubahan energi.
Video pembelajaran.



Lembar pengamatan.


KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 – Mengamati
Peserta didik mengamati beberapa benda yang menggunakan energi.
Guru membimbing peserta didik untuk menemukan:
Energi yang digunakan → perubahan energi → manfaat
Kegiatan 2 – Mencatat
Peserta didik mencatat hasil pengamatan pada tabel yang telah disediakan.
Kegiatan 3 – Menyajikan
Peserta didik menyusun hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan membuat kesimpulan sederhana.
Kegiatan 4 – Mempresentasikan
Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya di depan kelas.
Kelompok lain menyimak dan dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan.

POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.
Mengapa manusia membutuhkan energi?
Sebutkan tiga kegiatan manusia yang membutuhkan energi!
Mengapa manusia mengubah bentuk energi?
Apa perubahan energi yang terjadi pada lampu?
Apa perubahan energi yang terjadi pada kipas angin?
Apa manfaat perubahan energi pada setrika?
Apa saja yang harus dicatat ketika melakukan pengamatan perubahan energi?
Dalam bentuk apa hasil pengamatan dapat disajikan?
Apa saja yang harus diperhatikan ketika mempresentasikan hasil pengamatan?
Mengapa kita harus jujur dalam mencatat hasil pengamatan?
Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks
Setelah membaca materi diatas, maka kesimpulan yang dapat kita simpulkan :

KESIMPULAN

Manusia memanfaatkan energi karena energi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dan membantu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
Manusia mengubah bentuk energi agar energi dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya energi listrik dapat berubah menjadi cahaya pada lampu, gerak pada kipas angin, panas pada setrika, dan bunyi pada radio.
Perubahan energi dapat diketahui melalui kegiatan pengamatan. Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana. Setelah itu, hasil pengamatan dapat dipresentasikan agar orang lain mengetahui informasi yang telah ditemukan.
Dalam melakukan pengamatan dan presentasi, kita harus bersikap jujur, bertanggung jawab, percaya diri, bekerja sama, dan menghargai orang lain.

REFLEKSI

alhamdulillah dalam kegiatan PH hari ini terlaksana dengan baik, masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan bimbingan terkait materi fotosintesis, dan diperlukan pengayaan materi  tersebut.

Read more...

Materi Ajar Matematika, Selasa 01 September 2026

| | 0 komentar

   

 MATERI MATEMATIKA KELAS 4

1. Nama Guru         : Ruwi Merliana, S.Pd.

2. Mapel                 : Matematika

3. Hari/Tanggal : Selasa  01 September 2026

4. Fase/Kelas         : Fase B / Kelas IV

5. Materi                : Melakukan dan Menyelesaikan Masalah Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah sampai 1000 dengan Cara Bersusun (Lanjutan)

6. Pertemuan ke    : 2


CP Umum

Peserta didik mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan menggunakan cara bersusun serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari secara tepat dan teliti.

TP Umum

Murid dapat melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan cara bersusun serta menjelaskan langkah penyelesaiannya.

TP Nomor

Murid dapat:

  1. Mengingat kembali konsep perkalian dan pembagian bilangan cacah.
  2. Menjelaskan langkah melakukan perkalian dengan cara bersusun.
  3. Melakukan perkalian bilangan cacah dengan cara bersusun.
  4. Menyelesaikan perkalian dengan bilangan satu angka.
  5. Menyelesaikan perkalian dengan bilangan dua angka sederhana.
  6. Menjelaskan langkah melakukan pembagian dengan cara bersusun.
  7. Melakukan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dengan cara bersusun.
  8. Menentukan hasil pembagian dengan tepat.
  9. Memeriksa kebenaran hasil perkalian dan pembagian.
  10. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian.
  11. Menunjukkan sikap teliti, sabar, percaya diri, dan bertanggung jawab.

ATP (sesuaikan TP)

Murid mengingat kembali konsep perkalian dan pembagian, kemudian mempelajari langkah-langkah melakukan perkalian dan pembagian dengan cara bersusun. Murid berlatih menyelesaikan operasi bilangan cacah sampai 1000 secara bertahap, memeriksa hasil perhitungan, dan menerapkannya dalam masalah sehari-hari.


MATERI

Apersepsi Singkat

Guru menuliskan:

24 × 3 = ...

Guru bertanya:

“Bagaimana cara menghitung 24 × 3 jika angkanya semakin besar?”

Kemudian guru memberikan contoh:

125 × 4 = ...

Guru mengajak murid mencoba menghitung dengan cara yang sudah dipelajari.

Selanjutnya guru menuliskan:

648 ÷ 6 = ...

Guru bertanya:

“Bagaimana cara membagi bilangan yang besar dengan lebih mudah dan teratur?”

Guru menjelaskan bahwa untuk bilangan yang lebih besar, kita dapat menggunakan cara bersusun agar perhitungan lebih teratur dan mengurangi kesalahan.


AKHLAK YANG DIKEMBANGKAN

Dalam pembelajaran ini murid dilatih untuk:

  • Teliti dalam menempatkan angka.
  • Sabar mengikuti langkah perhitungan.
  • Jujur dalam mengerjakan latihan.
  • Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
  • Percaya diri menyampaikan jawaban.
  • Pantang menyerah ketika menemukan kesulitan.
  • Bekerja sama saat belajar kelompok.

PENGAJARAN MATERI SINGKAT

A. PERKALIAN BERSUSUN

Perkalian bersusun adalah cara menghitung perkalian dengan menyusun bilangan secara vertikal.

Cara ini membantu kita menghitung perkalian dengan lebih rapi.

1. Perkalian Satu Angka

Contoh:

24 × 3

Susun:

   24
    3
  ×
─────

Kalikan satuan terlebih dahulu:

4 × 3 = 12

Tuliskan 2 pada tempat satuan dan simpan 1.

Kemudian:

2 × 3 = 6

Tambahkan simpanan 1:

6 + 1 = 7

Jadi:

   24
×   3
─────
   72

Maka:

24 × 3 = 72


B. Contoh Perkalian Bersusun Lainnya

125 × 4

    125
×     4
───────
    500

Langkah:

5 × 4 = 20
Tulis 0, simpan 2.

2 × 4 = 8
8 + 2 = 10.
Tulis 0, simpan 1.

1 × 4 = 4
4 + 1 = 5.

Jadi:

125 × 4 = 500


C. Perkalian Dua Angka

Contoh:

23 × 12

Susun:

     23
×    12
────────

Kalikan 23 dengan 2:

     23
×    12
────────
     46

Kemudian kalikan 23 dengan 1 puluhan.

Karena 1 berada pada tempat puluhan, hasilnya ditulis satu tempat ke kiri:

     23
×    12
────────
     46
    230
────────
    276

Jadi:

23 × 12 = 276


D. Langkah Penting Perkalian Bersusun

Ingat urutannya:

SATUAN → PULUHAN → RATUSAN

Perhatikan juga posisi angka.

Jika mengalikan dengan angka puluhan, hasil perkalian ditulis mulai dari tempat puluhan.


E. PEMBAGIAN BERSUSUN

Pembagian bersusun digunakan untuk membagi bilangan dengan cara bertahap dari angka paling kiri.

Contoh:

84 ÷ 4

Susun:

84 ÷ 4

Langkah pertama:

8 ÷ 4 = 2

Kemudian:

4 ÷ 4 = 1

Jadi:

84 ÷ 4 = 21

Bentuk bersusunnya:

      21
   ──────
4 ) 84
    8
   ──
    04
     4
    ──
     0

Jadi hasilnya 21.


F. Contoh Pembagian Bersusun sampai 1000

648 ÷ 6

Langkah pertama:

6 ÷ 6 = 1

Turunkan 4.

4 belum dapat dibagi 6, sehingga kita menggunakan 64.

64 ÷ 6 = 10 sisa 4.

Turunkan 8 menjadi 48.

48 ÷ 6 = 8.

Jadi:

648 ÷ 6 = 108

Bentuk sederhananya:

       108
    ───────
6 ) 648
    6
    ─
     04
      ↓
     48
     48
     ──
      0

G. Pembagian Bersusun Tanpa Sisa

Contoh:

936 ÷ 3

      312
   ───────
3 ) 936
    9
    ─
     03
      3
     ─
      06
       6
      ─
       0

Jadi:

936 ÷ 3 = 312


H. Pembagian dengan Sisa

Tidak semua pembagian menghasilkan bilangan bulat.

Contoh:

25 ÷ 4

4 masuk ke 25 sebanyak 6 kali.

6 × 4 = 24

25 − 24 = 1

Jadi:

25 ÷ 4 = 6 sisa 1

Ditulis:

25 ÷ 4 = 6 sisa 1

Untuk materi ini, guru dapat memberikan pembagian tanpa sisa terlebih dahulu, kemudian mengenalkan pembagian dengan sisa secara bertahap.


I. Hubungan Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan pembagian saling berhubungan.

Contoh:

24 × 3 = 72

Maka:

72 ÷ 3 = 24

Hubungan ini dapat digunakan untuk memeriksa jawaban.

Jika:

648 ÷ 6 = 108

Maka kita dapat memeriksa:

108 × 6 = 648

Karena hasilnya sama, maka perhitungan pembagian tersebut benar.


J. Cara Memeriksa Hasil

Memeriksa Perkalian

Gunakan perkalian atau penjumlahan untuk memastikan hasil.

Contoh:

25 × 4 = 100

Periksa:

25 + 25 + 25 + 25 = 100

Jadi benar.

Memeriksa Pembagian

Gunakan perkalian.

Contoh:

120 ÷ 6 = 20

Periksa:

20 × 6 = 120

Jadi benar.


K. Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

Saat mengerjakan soal cerita, gunakan langkah:

1. Baca soal

Baca dengan teliti.

2. Tentukan yang diketahui

Cari informasi berupa angka atau jumlah.

3. Tentukan yang ditanyakan

Apa yang harus dicari?

4. Pilih operasi

Apakah menggunakan:

× perkalian

atau

÷ pembagian?

5. Hitung dengan cara bersusun

6. Tuliskan jawaban


L. Contoh Masalah Perkalian

Sebuah sekolah membeli 24 kotak pensil.

Setiap kotak berisi 12 pensil.

Berapa jumlah pensil seluruhnya?

Diketahui:

24 kotak

12 pensil setiap kotak

Ditanyakan:

Jumlah seluruh pensil.

Penyelesaian:

     24
×    12
────────
     48
    240
────────
    288

Jadi:

24 × 12 = 288

Jawab: jumlah pensil seluruhnya adalah 288 pensil.


M. Contoh Masalah Pembagian

Perpustakaan memiliki 720 buku.

Buku tersebut akan dibagikan sama rata ke dalam 8 rak.

Berapa buku yang ditempatkan pada setiap rak?

Diketahui:

720 buku

8 rak

Ditanyakan:

Buku setiap rak.

Penyelesaian:

720 ÷ 8 = 90

Jadi:

Setiap rak berisi 90 buku.


MEDIA / ALAT PERAGA

Guru dapat menggunakan:

  • Stik es krim.
  • Kartu angka.
  • Blok bilangan.
  • Papan nilai tempat.
  • Kartu perkalian.
  • Kartu pembagian.
  • Tabel perkalian.
  • Gambar kelompok benda.
  • Papan tulis.
  • LKPD bergambar.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan 1 – Mengingat Perkalian

Guru memberikan kartu:

12 × 3

24 × 4

125 × 4

Murid menyelesaikan menggunakan cara bersusun.


Kegiatan 2 – Latihan Perkalian Bersusun

Kerjakan:

  23
×  3
────
  42
×  5
────
 125
×  4
────
  32
× 12
─────

Kegiatan 3 – Pembagian Bersusun

Kerjakan:

84 ÷ 4 = ....
96 ÷ 3 = ....
360 ÷ 6 = ....
648 ÷ 6 = ....
936 ÷ 3 = ....

KEGIATAN KELOMPOK

“TIM MATEMATIKA HEBAT”

Setiap kelompok mendapatkan kartu soal.

Setiap anggota memiliki tugas:

Anggota 1: membaca soal.

Anggota 2: menentukan operasi.

Anggota 3: melakukan perhitungan bersusun.

Anggota 4: memeriksa jawaban.

Kemudian kelompok menyepakati jawaban dan mempresentasikannya.


LKPD / TUGAS PESERTA DIDIK

A. Ayo Hitung Perkalian Bersusun!

Kerjakan dengan cara bersusun.

  1. 23 × 3 = ........
  2. 42 × 4 = ........
  3. 125 × 3 = ........
  4. 214 × 4 = ........
  5. 32 × 12 = ........
  6. 24 × 15 = ........

B. Ayo Hitung Pembagian Bersusun!

  1. 84 ÷ 4 = ........
  2. 96 ÷ 3 = ........
  3. 120 ÷ 6 = ........
  4. 360 ÷ 6 = ........
  5. 648 ÷ 6 = ........
  6. 936 ÷ 3 = ........

C. Periksa Jawabanmu!

Lengkapi.

1.

24 × 4 = 96

Cara memeriksa:

96 ÷ 4 = ....

Jadi jawaban:

☐ Benar
☐ Salah

2.

720 ÷ 8 = 90

Cara memeriksa:

90 × 8 = ....

Jadi jawaban:

☐ Benar
☐ Salah


D. Soal Cerita

1.

Ibu membeli 15 kotak kue.

Setiap kotak berisi 12 kue.

Berapa jumlah kue seluruhnya?

Operasi:

....................................................

Cara bersusun:

....................................................

Jawaban:

....................................................


2.

Pak Budi mempunyai 840 buku.

Buku tersebut dibagikan sama rata kepada 7 kelas.

Berapa buku yang diterima setiap kelas?

Operasi:

....................................................

Cara bersusun:

....................................................

Jawaban:

....................................................


3. Tantangan ⭐

Sebuah toko memiliki 24 kardus.

Setiap kardus berisi 25 botol.

Semua botol tersebut akan dibagikan sama rata kepada 6 kelas.

a. Berapa jumlah botol seluruhnya?

....................................................

b. Berapa botol yang diterima setiap kelas?

....................................................

c. Tuliskan operasi matematika yang digunakan!

....................................................


POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

A. Pilihan Ganda

1. Hasil dari 125 × 4 adalah ....

a. 400
b. 450
c. 500
d. 550

2. Hasil dari 24 × 12 adalah ....

a. 248
b. 268
c. 278
d. 288

3. Hasil dari 648 ÷ 6 adalah ....

a. 98
b. 108
c. 118
d. 128

4. Hasil dari 936 ÷ 3 adalah ....

a. 302
b. 312
c. 322
d. 332

5. Cara yang tepat untuk memeriksa 720 ÷ 8 = 90 adalah ....

a. 90 + 8
b. 90 − 8
c. 90 × 8
d. 90 ÷ 8


B. Isian

  1. 235 × 4 = ........
  2. 316 × 3 = ........
  3. 480 ÷ 6 = ........
  4. 840 ÷ 7 = ........
  5. 1000 ÷ 5 = ........

C. Soal Cerita

11.

Sebuah sekolah memiliki 18 kelas.

Setiap kelas memiliki 25 siswa.

Berapa jumlah siswa seluruhnya?

Jawab:

....................................................................................


12.

Sebanyak 960 buku akan dibagikan kepada 8 kelas secara sama rata.

Berapa buku yang diterima setiap kelas?

Jawab:

....................................................................................


13. HOTS ⭐

Sebuah toko mempunyai 16 kardus.

Setiap kardus berisi 24 botol.

Botol tersebut akan dimasukkan ke dalam 8 rak secara sama rata.

Berapa botol yang terdapat pada setiap rak?

Tuliskan langkah penyelesaiannya!

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................


TUGAS MENARIK KESIMPULAN DARI TEKS

Lengkapilah kalimat berikut.

Perkalian bersusun adalah ................................................................

Pembagian bersusun adalah ................................................................

Saat melakukan perkalian bersusun, saya harus memperhatikan ................................................................

Saat melakukan pembagian bersusun, saya harus memperhatikan ................................................................

Cara memeriksa hasil pembagian adalah ................................................................

Cara memeriksa hasil perkalian adalah ................................................................


KESIMPULAN

Perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1000 dapat dilakukan dengan cara bersusun agar perhitungan lebih teratur dan mudah dilakukan.

Dalam perkalian bersusun, kita menghitung mulai dari satuan, kemudian memperhatikan nilai tempat puluhan dan ratusan.

Dalam pembagian bersusun, kita membagi bilangan secara bertahap mulai dari angka sebelah kiri dan melanjutkan ke angka berikutnya.

Perkalian dan pembagian memiliki hubungan yang erat. Hasil pembagian dapat diperiksa menggunakan perkalian.

Contoh:

648 ÷ 6 = 108

Dapat diperiksa dengan:

108 × 6 = 648

Dalam menyelesaikan soal cerita, kita harus membaca soal dengan teliti, menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan, memilih operasi yang tepat, menghitung dengan cara bersusun, kemudian memeriksa kembali jawaban.

REFLEKSI

Alhamdulillah pada pembelajaran matematika hari ini, setelah mempelajari beberapa soal pembagian dan perkalian. Masih terdapat beberapa siswa yang belum memahami materi tersebut maka masih diperlukan soal soal untuk latihan pengayaan dalam penyelesaian soal cara bersusun 
Read more...

MAteri Ajar BAhasa indonesia Selasa 01 September 2026

| | 0 komentar

 

 MATERI BAHASA INDONESIA KELAS 4

1. Nama Guru        : Ruwi Merliana, S.Pd.
2. Mapel                 : Bahasa Indonesia
3. Hari/Tanggal      : Selasa, 01 September 2026
4. Fase/Kelas          : Fase B / Kelas IV
5. Materi                : Memahami Ide Pokok dari Teks Narasi yang Dibacakan Guru
6. Pertemuan ke     : 1

CP Umum
Peserta didik mampu menyimak teks narasi yang dibacakan guru dengan baik, memahami informasi yang disampaikan, menemukan ide pokok dan informasi penting, serta menyampaikan kembali pemahamannya secara lisan maupun tulisan.
TP Umum
Peserta didik mampu memahami ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru melalui kegiatan menyimak, menjawab pertanyaan, mengidentifikasi ide pokok, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan menggunakan kalimat sendiri.
TP Nomor
Peserta didik dapat:
  1. Menjelaskan pengertian teks narasi.
  2. Menjelaskan pengertian ide pokok.
  3. Menyimak teks narasi yang dibacakan guru dengan saksama.
  4. Menentukan tokoh dan peristiwa penting dalam cerita.
  5. Menentukan ide pokok dari teks narasi yang didengarkan.
  6. Membedakan ide pokok dan informasi pendukung.
  7. Menghubungkan gambar dengan ide pokok cerita.
  8. Mengurutkan gambar berdasarkan urutan peristiwa dalam cerita.
  9. Menyajikan pemahaman isi cerita melalui gambar dan tulisan.
  10. Menyampaikan pendapat berdasarkan isi cerita.
  11. Menunjukkan sikap teliti, santun, percaya diri, bertanggung jawab, dan bekerja sama
ATP (sesuaikan TP)
Peserta didik menyimak teks narasi yang dibacakan guru dengan saksama, memahami tokoh dan peristiwa dalam cerita, menemukan ide pokok, menghubungkan ide pokok dengan informasi dan gambar, mengurutkan peristiwa, kemudian menyajikan pemahamannya melalui gambar dan tulisan serta menyampaikan pendapat berdasarkan isi cerita.

MATERI
Apersepsi Singkat
Guru mengajak peserta didik berbicara tentang pengalaman mendengarkan cerita.
Guru bertanya:
  • Apakah kalian suka mendengarkan cerita?
  • Apa yang biasanya kalian ingat setelah mendengarkan sebuah cerita?
  • Siapa tokoh dalam cerita yang pernah kalian dengar?
  • Apa kejadian paling penting dalam cerita?
  • Jika cerita tersebut harus diceritakan hanya dengan satu kalimat, apa yang akan kalian katakan?
Guru menjelaskan bahwa ketika mendengarkan cerita, kita tidak harus mengingat semua kalimat. Kita perlu menemukan hal yang paling penting atau inti dari cerita tersebut.
Hal utama tersebut disebut ide pokok.
AKHLAK YANG DIKEMBANGKAN
Melalui kegiatan menyimak dan mengerjakan LKPD, peserta didik diharapkan memiliki sikap:
  • Teliti dalam memahami cerita.
  • Santun ketika berbicara dan menyampaikan pendapat.
  • Bertanggung jawab menyelesaikan tugas.
  • Percaya diri ketika menjawab dan mempresentasikan hasil.
  • Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Menjadi pendengar yang baik ketika guru atau teman berbicara.

PENGAJARAN MATERI SINGKAT
A. Apa Itu Teks Narasi?
Teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut.
Dalam teks narasi biasanya terdapat:
  • tokoh;
  • tempat;
  • waktu;
  • peristiwa;
  • masalah;
  • penyelesaian.
Contohnya adalah cerita pengalaman, cerita persahabatan, cerita tentang keluarga, dan cerita kehidupan sehari-hari.
B. Apa Itu Ide Pokok?
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembicaraan dalam sebuah paragraf atau cerita.
Ide pokok membantu kita mengetahui hal yang paling penting dari suatu teks.
Contoh:
Setiap pagi, Rani membantu ibu merapikan rumah. Ia menyapu lantai, merapikan meja, dan menyiram tanaman sebelum berangkat sekolah.
Ide pokoknya adalah:
Rani membantu ibu merapikan rumah setiap pagi.
Kalimat lainnya merupakan informasi yang mendukung ide pokok.
C. Ide Pokok dan Informasi Pendukung
Ide Pokok
Merupakan gagasan utama atau inti pembicaraan.
Informasi Pendukung
Merupakan informasi yang menjelaskan ide pokok.
Contoh:
Budi rajin belajar setiap malam. Ia membaca buku dan mengerjakan latihan agar mendapatkan nilai yang baik.
Ide pokok:
Budi rajin belajar setiap malam.
Informasi pendukung:
  • Budi membaca buku.
  • Budi mengerjakan latihan.
  • Budi ingin mendapatkan nilai yang baik.

D. Cara Menemukan Ide Pokok dari Cerita yang Dibacakan Guru
Ketika guru membacakan cerita, lakukan langkah berikut:
1. Dengarkan dengan saksama
Fokus kepada cerita yang dibacakan guru.
2. Kenali tokoh
Perhatikan siapa yang menjadi tokoh dalam cerita.
3. Perhatikan peristiwa
Cari tahu apa yang terjadi pada tokoh.
4. Temukan hal yang paling penting
Tanyakan:
“Cerita ini sebenarnya membahas tentang apa?”
5. Tentukan ide pokok
Tuliskan inti cerita menggunakan kalimat sendiri.
E. Contoh Teks Narasi
Siti dan Anak Kucing
Guru membacakan cerita berikut dengan intonasi yang jelas.
Sepulang sekolah, Siti melihat seekor anak kucing di bawah pohon. Kucing itu mengeong lemah karena kelaparan. Siti merasa kasihan. Ia lalu membawa kucing itu pulang dan memberinya susu. Siti juga menyiapkan tempat tidur kecil untuk kucing tersebut. Sejak hari itu, Siti merawat kucing itu dengan penuh kasih sayang.
Setelah mendengarkan cerita, peserta didik menjawab:
  1. Siapa tokoh dalam cerita?
  2. Di mana Siti menemukan anak kucing?
  3. Apa masalah yang dialami anak kucing?
  4. Apa yang dilakukan Siti?
  5. Apa ide pokok cerita tersebut?
Ide pokok:
Siti menolong dan merawat anak kucing yang ditemukannya.
MEDIA / ALAT PERAGA
Guru dapat menggunakan:
  1. Teks narasi.
  2. Buku cerita.
  3. Gambar cerita.
  4. Gambar berseri.
  5. Kartu ide pokok.
  6. Video cerita pendek.
  7. Papan tulis.
  8. LKPD bergambar.



KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan 1 – Menyimak Cerita
Guru membacakan teks narasi.
Peserta didik mendengarkan dengan saksama tanpa melihat teks.
Setelah selesai, peserta didik menjawab pertanyaan tentang:
  1. tokoh;
  2. tempat;
  3. masalah;
  4. peristiwa;
  5. ide pokok.

Kegiatan 2 – Menentukan Ide Pokok
Guru memberikan beberapa cerita singkat.
Peserta didik menentukan ide pokok dari setiap cerita dengan memilih jawaban yang paling tepat.
Kegiatan 3 – Menghubungkan Gambar dengan Ide Pokok
Peserta didik mengamati beberapa gambar kemudian mencocokkannya dengan ide pokok yang sesuai.
Contohnya:
Gambar anak belajar → Belajar dengan tekun membuat kita menjadi pintar.
Gambar anak bekerja sama → Kebersamaan dalam keluarga membuat hidup lebih bahagia.
Gambar anak membersihkan lingkungan → Menjaga kebersihan lingkungan membuat hidup sehat.
Kegiatan 4 – Mengurutkan Cerita
Peserta didik mengamati beberapa gambar yang belum berurutan.
Kemudian:
  1. Menentukan urutan peristiwa.
  1. Memberikan nomor pada gambar.
  1. Menentukan ide pokok cerita.

Kegiatan 5 – Menggambar Isi Cerita
Guru membacakan sebuah cerita.
Peserta didik menggambar adegan atau peristiwa yang dianggap paling penting.
Setelah menggambar, peserta didik menuliskan ide pokok cerita dengan kalimat sendiri.
Kegiatan 6 – Berpikir Lebih Dalam (HOTS)
Guru membacakan cerita yang mengandung masalah sederhana.
Peserta didik:
  1. Menentukan ide pokok.
  2. Menjelaskan alasan memilih ide pokok.
  3. Memberikan pendapat atau solusi berdasarkan isi cerita.

TUGAS / LKPD BERGAMBAR
LKPD Bahasa Indonesia
Judul:
Memahami Ide Pokok dari Teks Narasi yang Dibacakan Guru
LKPD bergambar yang Anda kirim digunakan sebagai tugas utama peserta didik.
Bagian 1 – Menyimak Cerita
Peserta didik menyimak cerita “Siti dan Anak Kucing” yang dibacakan guru.
Kemudian menjawab:
  1. Siapa tokoh dalam cerita?
  2. Di mana Siti menemukan anak kucing?
  3. Apa masalah yang dialami anak kucing?
  4. Apa yang dilakukan Siti untuk anak kucing?
  5. Tuliskan ide pokok cerita.

Bagian 2 – Menentukan Ide Pokok
Peserta didik membaca ringkasan cerita yang tersedia pada LKPD dan memberikan tanda centang (✓) pada jawaban yang menunjukkan ide pokok.
Cerita yang digunakan antara lain:
  1. Rina dan teman-temannya menanam pohon di halaman sekolah.
  2. Budi belajar setiap malam.
  3. Lani memberi makan ayam peliharaannya.
Peserta didik memilih kalimat yang paling tepat sebagai ide pokok.
Bagian 3 – Mencocokkan Gambar dengan Ide Pokok
Peserta didik menarik garis antara gambar dengan ide pokok yang sesuai.
Ide pokok yang digunakan antara lain:
  1. Belajar dengan tekun membuat kita menjadi pintar.
  2. Kebersamaan dalam keluarga membuat hidup lebih bahagia.
  3. Menjaga kebersihan lingkungan membuat hidup sehat.

Bagian 4 – Mengurutkan Cerita
Peserta didik mengamati gambar berseri yang tersedia.
Tugas:
Beri nomor 1–4 sesuai urutan cerita.
Tentukan ide pokok cerita.
Tuliskan ide pokok pada tempat yang tersedia.

Bagian 5 – Menggambar Isi Cerita
Setelah guru membacakan cerita, peserta didik:
Gambarlah adegan yang paling penting dari cerita tersebut!
Kemudian tuliskan:
Ide pokok cerita:
....................................................................................
....................................................................................
Bagian 6 – Berpikir Lebih Dalam (HOTS)
Peserta didik menyimak cerita:
Adik dan Payung Ibu
Hujan turun sangat deras saat Adik hendak berangkat ke sekolah. Ibu menawarkan payung, tetapi Adik menolaknya. Ia ingin kakaknya yang berangkat lebih dulu memakai payung itu. Adik memilih berjalan di tengah hujan. Ia tidak ingin kakaknya basah kuyup.
Pertanyaan:
  1. Apa ide pokok cerita tersebut?
....................................................................................
  1. Jelaskan alasanmu memilih ide pokok tersebut!
....................................................................................
  1. Jika kamu menjadi Adik, apa yang akan kamu lakukan? Jelaskan pendapatmu!
....................................................................................
PENYAJIAN HASIL LKPD
Setelah menyelesaikan LKPD, beberapa peserta didik atau kelompok menyampaikan hasil pekerjaannya.
Hal yang dapat dipresentasikan:
  1. Judul cerita.
  2. Tokoh cerita.
  3. Peristiwa penting.
  4. Ide pokok.
  5. Alasan memilih ide pokok.
  6. Jawaban HOTS.
Nilai atau sikap baik yang terdapat dalam cerita.
Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban dan pendapat peserta didik.
POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN
Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian kerjakan soal berikut.
A. Pilihan Jawaban
1. Ide pokok adalah ....
a. kalimat yang paling panjang
b. gagasan utama dalam cerita
c. nama tokoh dalam cerita
d. tempat terjadinya cerita
2. Saat guru membacakan cerita, sikap yang tepat adalah ....
a. berbicara dengan teman
b. bermain sendiri
c. menyimak dengan saksama
d. meninggalkan tempat duduk
3. Untuk menemukan ide pokok, kita harus mencari ....
a. hal yang paling penting dalam cerita
b. kata yang paling panjang
c. nama semua tokoh
d. jumlah kalimat

B. Jawaban Singkat
  1. Apa yang dimaksud dengan ide pokok?
....................................................................................
  1. Sebutkan dua hal yang perlu diperhatikan ketika menyimak cerita!
....................................................................................
  1. Apa perbedaan ide pokok dan informasi pendukung?
....................................................................................
  1. Mengapa kita harus menyimak cerita dengan saksama?
....................................................................................
C. Tugas Menarik Kesimpulan
Setelah membaca teks cetak dan menyelesaikan LKPD, tuliskan kesimpulan.
Kesimpulan saya:
....................................................................................
....................................................................................
....................................................................................
KESIMPULAN 
Teks narasi merupakan teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut.
Ide pokok adalah gagasan utama atau inti pembicaraan dalam sebuah cerita atau paragraf.
Untuk menemukan ide pokok dari teks narasi yang dibacakan guru, kita harus menyimak dengan saksama, mengenali tokoh dan peristiwa, menemukan hal yang paling penting, kemudian menyampaikan inti cerita menggunakan kalimat sendiri.

REFLEKSI
Melalui LKPD, peserta didik tidak hanya menentukan ide pokok, tetapi juga belajar menghubungkan gambar dengan ide pokok, mengurutkan peristiwa, menggambarkan isi cerita, dan memberikan pendapat terhadap masalah dalam cerita.
Dan masih diperlukan bimbingan dalam menentukan ide pokok dalam sebuah cerita.
Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©