Jumat, 25 September 2026

Materi Ajar Kokurikuer tgl Jumat 25 September 2026

| | 0 komentar

 



     

MENDESAIN FINAL MOTIF TAPIS LAMPUNG

Menyusun Pola Motif pada Media yang Dipilih


IDENTITAS

Nama Guru                             : Ruwi Merliana, S.Pd.
Kegiatan                                  : Kokurikuler
Hari/Tanggal                           : Jum'at, 25 September 2026    
Fase/Kelas                               : Fase B / Kelas IV
Materi/Kegiatan                     : Menyusun Pola Motif pada Media yang Dipilih
Proyek                                     : Mendesain Final Motif Tapis Lampung
Pertemuan ke                         : 6


TUJUAN PEMBELAJARAN

TP UMUM

Peserta didik mampu menyusun pola motif pada media yang dipilih dan membuat desain final motif Tapis Lampung dengan memperhatikan susunan, pengulangan, kerapian, dan kreativitas.

TP MINDful

Peserta didik mampu mengamati bentuk, susunan, dan pengulangan motif Tapis Lampung dengan teliti, serta bekerja dengan fokus dan hati-hati dalam menyusun pola pada media yang dipilih.

TP MEANingful

Peserta didik mampu menghubungkan motif Tapis Lampung dengan budaya daerah Lampung serta menuangkan hasil pengamatannya menjadi desain yang dapat digunakan pada media pilihan.

TP JOYful

Peserta didik mampu bereksplorasi menyusun, mengulang, dan mengembangkan motif Tapis Lampung melalui kegiatan menggambar dan menghias media secara kreatif, aktif, dan menyenangkan.


ATP

  1. Peserta didik mampu mengamati dan mengidentifikasi bentuk serta pola motif Tapis Lampung sebagai dasar dalam membuat desain.

  2. Peserta didik mampu menyusun dan mengulang pola motif Tapis Lampung pada media yang dipilih dengan memperhatikan kerapian dan keseimbangan pola.

  3. Peserta didik mampu menghasilkan desain final motif Tapis Lampung pada media yang dipilih secara kreatif serta menunjukkan sikap menghargai budaya daerah.


PEMBAHASAN MATERI

1. APERSEPSI SINGKAT

Awal Kegiatan

Guru menampilkan contoh gambar atau kain bermotif Tapis Lampung.

Guru mengajak peserta didik mengamati:

  • Bentuk motif apa yang terlihat?

  • Apakah motif hanya dibuat satu kali?

  • Bagaimana susunan motifnya?

  • Apakah terdapat pola yang berulang?

  • Bagaimana perpaduan bentuk dan ruang pada motif?

  • Menurut kalian, pada media apa motif tersebut dapat diterapkan?

Guru menjelaskan:

Motif dapat disusun menjadi sebuah pola dengan cara mengulang, mengatur jarak, dan menempatkan bentuk secara teratur sehingga menghasilkan desain yang indah.


NILAI YANG DIKEMBANGKAN 🌱

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mengembangkan:

  • Kreativitas dalam mengembangkan motif.

  • Ketelitian dalam menyusun pola.

  • Kesabaran dalam menyelesaikan desain.

  • Tanggung jawab terhadap karya yang dibuat.

  • Gotong royong ketika berdiskusi dan berbagi ide.

  • Apresiasi budaya terhadap motif daerah Lampung.

  • Percaya diri dalam menyampaikan ide dan hasil karya.


2. PENGAJARAN MATERI

A. MENGENAL MOTIF TAPIS LAMPUNG

Tapis Lampung merupakan salah satu bentuk warisan budaya Lampung yang memiliki motif dan susunan hias yang khas.

Dalam kegiatan ini, peserta didik mengamati motif sebagai inspirasi untuk membuat desain, kemudian menyusun pola secara kreatif pada media yang telah dipilih.

Yang perlu diperhatikan:

πŸ”Ž Bentuk motif
Perhatikan bentuk dasar yang digunakan.

πŸ” Pengulangan
Motif dapat disusun berulang untuk membentuk pola.

↔️ Jarak
Berikan jarak yang sesuai antarmotif.

⚖️ Keseimbangan
Susunan motif dibuat agar terlihat seimbang.

✏️ Kerapian
Gunakan garis dan bentuk dengan hati-hati.

🎨 Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan susunan motif sesuai ide masing-masing.


B. APA ITU POLA MOTIF?

Pola motif adalah susunan bentuk atau motif yang diatur secara teratur dan dapat dilakukan dengan pengulangan.

Contoh sederhana:

◇ ◇ ◇ ◇ ◇

atau

▲ ● ▲ ● ▲ ●

atau

🌿 🌿 🌿 🌿

Motif yang sama dapat diulang dengan jarak tertentu sehingga membentuk pola yang teratur.


C. MENYUSUN POLA MOTIF

Sebelum membuat desain final, peserta didik menentukan:

1. Motif Utama

Tentukan bentuk motif yang akan menjadi bagian utama desain.

2. Motif Pendukung

Tambahkan bentuk sederhana sebagai pelengkap.

3. Arah Susunan

Motif dapat disusun:

➡️ Mendatar
⬆️ Tegak
↗️ Diagonal
πŸ”„ Berulang

4. Pengulangan

Tentukan bagaimana motif akan diulang pada media.

Contoh:

Motif A → Motif A → Motif A → Motif A

atau

Motif A → Motif B → Motif A → Motif B


D. MEMILIH MEDIA

Peserta didik memilih salah satu media yang tersedia.

Contoh media:

πŸ“„ Kertas gambar
πŸ““ Buku gambar
πŸ“¦ Karton
πŸ‘œ Tas kain/kertas
πŸͺ΅ Media kayu yang disediakan guru
🎨 Media lain yang disetujui guru

Pilih media yang sesuai dengan desain dan kemampuan membuat karya.


E. LANGKAH MEMBUAT DESAIN FINAL

LANGKAH 1 — MENGAMATI πŸ”Ž

Amati contoh motif Tapis Lampung yang diberikan guru.

LANGKAH 2 — MEMILIH MOTIF ✏️

Pilih motif yang akan digunakan sebagai inspirasi desain.

LANGKAH 3 — MEMBUAT SKETSA

Buat sketsa ringan menggunakan pensil.

LANGKAH 4 — MENYUSUN POLA πŸ”

Ulangi dan susun motif sesuai rancangan.

LANGKAH 5 — MEMERIKSA DESAIN

Perhatikan:

  • apakah pola sudah teratur?

  • apakah jarak antarmotif cukup?

  • apakah komposisinya seimbang?

  • apakah ada bagian yang masih kosong?

LANGKAH 6 — MEMBUAT DESAIN FINAL 🎨

Pertegas garis dan lengkapi desain sesuai media yang dipilih.


MEDIA / ALAT PERAGA

Guru dapat menggunakan:

  • contoh gambar motif Tapis Lampung;

  • gambar pola motif;

  • kartu motif;

  • kertas gambar;

  • pensil;

  • penghapus;

  • penggaris;

  • spidol;

  • pensil warna/crayon;

  • cat atau alat pewarna sesuai media;

  • media pilihan peserta didik.

MEDIA UTAMA: KARTU SUSUN MOTIF 🎴

Guru menyediakan beberapa kartu motif.

Peserta didik mengambil beberapa kartu, kemudian mencoba menyusunnya menjadi pola.

Contoh:

A – A – A – A

A – B – A – B

A – B – C – A – B – C

Setelah menemukan pola yang menarik, peserta didik menuangkannya ke dalam desain final.


KEGIATAN JOYFUL 🎯

"DESAIN MOTIFKU!"

Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok kecil.

Tantangan:

"Bisakah kamu membuat satu pola motif yang memiliki pengulangan teratur dan terlihat menarik?"

Peserta didik:

  1. memilih motif;

  2. menyusun kartu motif;

  3. menentukan pola;

  4. membuat sketsa;

  5. memilih media;

  6. membuat desain final.

Gallery Walk πŸ–Ό️

Setelah selesai, semua karya dipajang.

Peserta didik berjalan mengamati karya teman.

Kemudian setiap peserta didik memilih satu karya yang menurutnya menarik dan menyampaikan:

"Saya tertarik dengan karya ini karena ...................................."


KEGIATAN KARYA

🌺 "MOTIF TAPIS KREASIKU"

Tahap 1 — Sketsa

Buat rancangan awal:

Motif yang saya pilih:

....................................................

Pola yang saya gunakan:

....................................................

Tahap 2 — Menyusun Pola

Gambarkan susunan motif:

....................................................

....................................................

Tahap 3 — Desain Final

Tuangkan pola pada media yang telah dipilih.

Media yang saya pilih:

☐ Kertas
☐ Karton
☐ Buku gambar
☐ Tas
☐ Media lainnya: ....................

beberapa contoh motif tapis lampung


CHECKLIST DESAINKU ✅

Sebelum mengumpulkan karya, periksa:

☐ Saya sudah memilih motif.
☐ Saya sudah membuat sketsa.
☐ Motif saya memiliki pola pengulangan.
☐ Susunan motif terlihat teratur.
☐ Saya memperhatikan jarak antarmotif.
☐ Saya membuat desain dengan rapi.
☐ Saya menyelesaikan karya dengan tanggung jawab.
☐ Saya menghargai motif sebagai bagian dari budaya Lampung.


PRESENTASI KARYA 🎀

Setiap peserta didik dapat menjelaskan:

  1. Nama karya.

  2. Motif yang digunakan.

  3. Media yang dipilih.

  4. Pola yang digunakan.

  5. Alasan memilih pola tersebut.

  6. Kesulitan yang dialami.

  7. Hal yang paling disukai dari karya.

Contoh Presentasi

"Nama karya saya adalah ....................................
Saya menggunakan motif ....................................
Media yang saya pilih adalah ....................................
Saya menyusun motif dengan pola ....................................
Saya memilih pola tersebut karena ....................................
Bagian yang paling saya sukai adalah ...................................."


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI



KESIMPULAN MATERI

Motif dapat disusun menjadi pola yang teratur melalui pengulangan dan pengaturan posisi motif.

Dalam kegiatan ini, peserta didik mengamati motif Tapis Lampung, memilih motif yang akan digunakan, menyusun pola, membuat sketsa, memilih media, kemudian mengembangkan rancangan menjadi desain final.

Melalui kegiatan membuat desain motif, peserta didik tidak hanya belajar berkarya secara kreatif, tetapi juga belajar teliti, sabar, bertanggung jawab, dan menghargai budaya daerah Lampung.

🌿 Kenali budayanya, kembangkan kreativitasnya, dan bangga dengan karya sendiri!

MENGAMATI • MENYUSUN • BERKREASI • MENGHARGAI BUDAYA ❤️


Read more...

Kamis, 24 September 2026

Materi AJar IPAS Kamis 24 September 2026

| | 0 komentar

    

IDENTITAS

  1. Nama Guru : Ruwi Merliana
  2. Mapel : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)
  3. Hari / Tanggal : Kamis 24 September 2026
  4. Fase / Kelas : B / IV
  5. Materi : Menyelidiki Gaya Magnet
  6. Pertemuan ke : 1

CP UMUM
Peserta didik mampu menyelidiki sifat dan cara kerja gaya magnet, memahami bahwa magnet dapat menarik benda tertentu dan menolak magnet lain, serta menyimpulkan pemanfaatan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari.

TP (Tujuan Pembelajaran)
Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat:

  • Menjelaskan pengertian gaya magnet.
  • Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik magnet.
  • Menyelidiki kekuatan tarik magnet pada berbagai jenis benda.
  • Menyimpulkan sifat gaya magnet (menarik dan menolak).

TP Mampu
Murid mampu menyelidiki sifat gaya magnet melalui percobaan sederhana dan menjelaskan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

ATP

  • Murid memahami pengertian gaya magnet.
  • Murid mengidentifikasi benda magnetis dan non-magnetis melalui percobaan.
  • Murid menyelidiki sifat kutub magnet (tarik-menarik dan tolak-menolak).
  • Murid menyimpulkan pemanfaatan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari.

PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)
Salam dan doa. Guru menayangkan video/gambar singkat tentang alat-alat yang memakai magnet (pintu kulkas, kompas, mainan magnetik).
Pertanyaan pemantik:

  • Apa persamaan benda-benda tadi?
  • Apa itu magnet? Benda apa saja yang bisa ditarik magnet?
  • Pernahkah kamu bermain dengan magnet? Apa yang kamu rasakan?

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya tarik atau tolak yang ditimbulkan oleh benda bermagnet. Gaya ini bekerja tanpa harus bersentuhan langsung, bahkan bisa menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.

B. Benda Magnetis dan Non-Magnetis

  • Benda magnetis (dapat ditarik magnet): besi, baja, paku, peniti, klip kertas.
  • Benda non-magnetis (tidak dapat ditarik magnet): plastik, kertas, kayu, karet, kain, kaca.

C. Sifat Kutub Magnet
Magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.

  • Kutub yang sama (utara-utara atau selatan-selatan) → saling tolak.
  • Kutub yang berbeda (utara-selatan) → saling tarik.

D. Kekuatan Gaya Magnet

  • Semakin dekat jarak benda ke magnet, semakin kuat gaya tariknya.
  • Gaya magnet tetap bisa bekerja meski terhalang benda tipis (kertas, plastik tipis, kain).

E. Pemanfaatan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Kompas (penunjuk arah utara-selatan)
  • Pintu kulkas dan lemari yang menutup otomatis
  • Mainan magnetik
  • Dinamo dan motor listrik

Kegiatan Penyelidikan (Eksperimen Sederhana)
Peserta didik dibagi dalam kelompok, diberi satu magnet dan beberapa benda (besi/paku, kertas, plastik, koin, peniti, sedotan, karet gelang). Langkah:

  1. Membuat dugaan awal: benda mana yang akan tertarik magnet.
  2. Menguji satu per satu benda dengan magnet.
  3. Mencatat hasil dalam tabel (Benda – Dugaan Awal – Hasil Uji – Kesesuaian).
  4. Menguji dua magnet: mendekatkan kutub sama, lalu kutub berbeda, dan mencatat hasilnya (tolak/tarik).
  5. Menyimpulkan hasil percobaan bersama kelompok.

Media/alat peraga: magnet batang atau magnet U, berbagai benda uji (besi, plastik, kertas, koin, peniti, sedotan, karet), kompas sederhana, LKPD.

KESIMPULAN MATERI

  • Gaya magnet adalah gaya tarik atau tolak yang dihasilkan benda bermagnet.
  • Magnet hanya menarik benda tertentu, terutama yang mengandung besi atau baja.
  • Magnet memiliki dua kutub: utara dan selatan.
  • Kutub yang sama saling tolak, kutub yang berbeda saling tarik.
  • Gaya magnet dimanfaatkan dalam berbagai alat di kehidupan sehari-hari.

 Refleksi Pembelajaran Hari ini

sebagian besar siswa sudah dapat mengidentifikasi  gaya magnet, dan contoh contoh benda yang memiliki magnet, dan sebagian kecil siswa dapat memahami eksperimen sederhana dengan cara menguji du magnet yang di dekatkan.

Read more...

MAteri AJar Pkn Kamis 24 September 2026

| | 0 komentar

    

IDENTITAS


  1. Nama Guru : Ruwi MErliana, S.Pd

  2. Mapel : Pendidikan Pancasila

  3. Hari / Tanggal : Kamis, 24 September 2026

  4. Fase / Kelas : B / IV

  5. Materi : Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal

  6. Pertemuan ke : 1


CP UMUM

Murid memahami pentingnya aturan dalam kehidupan sehari-hari serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat tinggal.

TP (Tujuan Pembelajaran)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid dapat:

  • Menjelaskan pengertian aturan di lingkungan tempat tinggal.

  • Mengidentifikasi contoh aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal.

  • Menjelaskan manfaat mematuhi aturan di lingkungan tempat tinggal.

  • Membuat aturan sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal.

TP Mampu

Murid mampu memahami dan membuat aturan sederhana yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan tempat tinggal.

ATP

  • Murid memahami pengertian dan tujuan aturan.

  • Murid mengidentifikasi contoh aturan di lingkungan tempat tinggal.

  • Murid menjelaskan manfaat mematuhi aturan.

  • Murid menyusun aturan sederhana untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa

Guru mengajak murid mengamati keadaan lingkungan tempat tinggal.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa saja aturan yang ada di lingkungan tempat tinggalmu?

  • Mengapa kita harus menaati aturan?

  • Apa yang terjadi jika tidak ada aturan?

  • Pernahkah kamu membantu membuat aturan bersama warga?

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Aturan

Aturan adalah ketentuan atau tata tertib yang dibuat untuk mengatur perilaku seseorang agar kehidupan bersama berjalan tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk di lingkungan tempat tinggal.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Tempat Tinggal

Contoh aturan antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan.

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Tidak membuat keributan yang mengganggu tetangga.

  • Menghormati tetangga.

  • Ikut menjaga keamanan lingkungan.

  • Mengikuti kegiatan gotong royong.

  • Menggunakan fasilitas umum dengan baik.

  • Menjaga ketertiban ketika bermain.

C. Manfaat Mematuhi Aturan

Dengan mematuhi aturan:

  • Lingkungan menjadi lebih tertib.

  • Lingkungan menjadi bersih dan nyaman.

  • Hubungan antarwarga menjadi harmonis.

  • Perselisihan dapat dikurangi.

  • Keamanan lingkungan lebih terjaga.

  • Setiap orang dapat hidup berdampingan dengan baik.

D. Membuat Aturan Bersama

Aturan sebaiknya dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan bersama.

Langkah membuat aturan:

  1. Mengidentifikasi masalah di lingkungan.

  2. Mendiskusikan aturan yang diperlukan.

  3. Menyusun aturan dengan bahasa yang jelas.

  4. Menentukan kesepakatan bersama.

  5. Melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

  6. Mengevaluasi aturan jika diperlukan.

Contoh Aturan yang Dapat Dibuat

Aturan Menjaga Kebersihan Lingkungan

  1. Setiap warga membuang sampah pada tempatnya.

  2. Warga ikut menjaga kebersihan lingkungan.

  3. Warga mengikuti kegiatan gotong royong.

  4. Tidak membuang sampah ke selokan.

  5. Setiap warga menjaga fasilitas kebersihan bersama.

Media / alat peraga:
Gambar lingkungan, video pembelajaran, papan tulis, LKPD, dan kartu contoh aturan.




KESIMPULAN MATERI

(Ringkasan inti materi hari ini)

  • Aturan dibuat untuk menciptakan kehidupan yang tertib dan nyaman.

  • Setiap lingkungan tempat tinggal memiliki aturan yang perlu dipatuhi.

  • Mematuhi aturan merupakan bentuk tanggung jawab sebagai anggota masyarakat.

  • Aturan dapat dibuat melalui musyawarah dan kesepakatan bersama.

  • Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

  Sebagian besar sudah mampu menunjukkan aturan yang ada pada lingkungan keluarga dan masyarakat, dan sebagian kecil siswa tidak melaksanakan aturan dengan tertib contohnya tidak mengerjakan tugas pekerjaan rumah dengan baik.



Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Designed by: CompartidΓ­simo
Images by: DeliciousScraps©