Selasa, 28 Juli 2026

materi ajar selasa 28 Juli 2026

| | 0 komentar

  

IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             :  bahasa Indonesia, Matematika 

Hari/tanggal                 : Selasa, 28 Juli 2026

Kelas                            : 4 A 

Materi Pokok        

1. Bahasa Indonesia (Peserta didik mampu mengidentifikasi dan membedakan kalimat transitif dan intransitif dalam sebuah teks.)

2. MAtematika (Membandingkan, dan mengurutkan bilangan sampai 10.000)

Alat Peraga:

1. Bahasa Indonesia : KArtu Soal

2. Matematika : kartu soal/papan bilangan

Metode Pembelajaran:

1. bahasa Indonesia : discovery learning

2. Matematika : PBL

Ringkasan Materi 

Bahasa indonesia :


setelah kita menonton video timun mas di atas. yuk kita simak pembelajaran hari ini tentang kalimat transitif dan intransitif :

Pembahasan mengenai kalimat ini ada di BAB I: Sudah Besar. Lalu, apa saja contoh-contoh kalimat transitif dan kalimat intransitif, ya? Yuk, cari tahu!


Pengertian Kalimat Transintif


Sebelum cari tahu contohnya, cari tahu dulu pengertian kalimat transitif, yuk!

Kalimat transitif adalah kalimat yang memerlukan objek.

Objek sendiri merupakan salah satu unsur yang membentuk kalimat. Selain objek, ada subjek, predikat, dan keterangan.

Supaya lebih jelas, kita cari tahu dulu pengertian unsur-unsur kalimat ini:


A. Subjek (S): bagian kalimat yang menunjukkan pelaku.

B. Predikat (P): bagian kalimat yang menunjukkan hal yang dilakukan atau keadaan subjek.

C. Objek (O): bagian kalimat yang jadi pelengkap predikat.

D. Keterangan (K): fungsi tambahan.

Contoh Kalimat Transitif

Nah, sekarang kita cari tahu contoh-contoh kalimat transitif memerlukan objek.

Supaya lebih paham, kita cari tahu contohnya dari cerita yang berjudul "Tak Muat Lagi",  

1. Kiki menyodorkan segelas air. (Objeknya adalah "segelas air")

2. Lala mendapatkan kembali bajunya. (Objeknya adalah "bajunya")

3. Lala berusaha menggaruk punggungnya. (Objeknya adalah "punggungnya")

4. Dia meraba bagian baju yang sobek. (Objeknya adalah "bagian baju yang sobek")

5. Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin. (Objeknya adalah "bayangan dirinya dan Kiki")

Pengertian Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak memerlukan objek. Tanpa objek, kalimat itu sudah memiliki arti yang jelas.

Contoh Kalimat Intransitif

1. Kiki bingung.

2. Lala mulai marah.

3. Lala terdiam.

4. Kiki mengalah.

5. Kiki berteriak.





Matematika



setelah kita memahami isi video pembelajaran diatas, yuk kita simak pembahasan berikut ini

Membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 10.000 dilakukan dengan membandingkan nilai tempat dari yang paling depan (ribuan) secara berurutan. Tanda yang digunakan adalah lebih dari (>), kurang dari (<), atau sama dengan (=). 

Cara Membandingkan Bilangan

Mulai dari nilai tempat ribuan (angka paling kiri).

Jika angka ribuan sama, bandingkan nilai tempat ratusan.

Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

Gunakan tanda > (lebih dari), < (kurang dari), atau = (sama dengan).

Contoh: 4.520 lebih besar dari 3.890 ditulis 4.520 > 3.890 karena angka ribuan 4 lebih besar dari 3. 

Cara Mengurutkan Bilangan

Bandingkan semua bilangan terlebih dahulu.

Urutkan dari yang terkecil ke terbesar (naik) atau terbesar ke terkecil (turun).

Contoh urutan dari terkecil: 2.150, 2.400, 3.100, 5.600. 

latihan soal



kesimpulan:
alhamdulilah dalam materi hari ini sudah berjalan dengan baik
penutup: demikian pembelajaran  kita hari ini semoga bermanfaat 
wassalamualaikum wr wb

Pixabay
Read more...

Senin, 27 Juli 2026

Materi Ajar Senin27 Juli 2026

| | 0 komentar

  

IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             :  bahasa Indonesia, Matematika dan PPKN

Hari/tanggal                 : Senin, 27 Juli 2026

Kelas                            : 4 A 

Materi Pokok        

1. Bahasa Indonesia (Peserta didik mampu mengidentifikasi dan membedakan kalimat transitif dan intransitif dalam sebuah teks.)

2. MAtematika (Membandingkan, dan mengurutkan bilangan sampai 10.000)

3. PPKN (Murid dapat mengidentifikasi, membedakan, dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaannya serta mempraktikkan di lingkungan masyarakat./sub bab Menghargai Perbedaan Menghargai Perbedaan Identitas Masyarakat )

Alat Peraga:

1. Bahasa Indonesia : KArtu Soal

2. Matematika : kartu soal/papan bilangan

3.PPkn : kartu suku bangsa

Metode Pembelajaran:

1. bahasa Indonesia : discovery learning

2. Matematika : PBL

3. PPkn : PBL

Ringkasan Materi 

Bahasa indonesia :


setelah kita menonton video timun mas di atas. yuk kita simak pembelajaran hari ini tentang kalimat transitif dan intransitif :

Pembahasan mengenai kalimat ini ada di BAB I: Sudah Besar. Lalu, apa saja contoh-contoh kalimat transitif dan kalimat intransitif, ya? Yuk, cari tahu!


Pengertian Kalimat Transintif


Sebelum cari tahu contohnya, cari tahu dulu pengertian kalimat transitif, yuk!

Kalimat transitif adalah kalimat yang memerlukan objek.

Objek sendiri merupakan salah satu unsur yang membentuk kalimat. Selain objek, ada subjek, predikat, dan keterangan.

Supaya lebih jelas, kita cari tahu dulu pengertian unsur-unsur kalimat ini:


A. Subjek (S): bagian kalimat yang menunjukkan pelaku.

B. Predikat (P): bagian kalimat yang menunjukkan hal yang dilakukan atau keadaan subjek.

C. Objek (O): bagian kalimat yang jadi pelengkap predikat.

D. Keterangan (K): fungsi tambahan.

Contoh Kalimat Transitif

Nah, sekarang kita cari tahu contoh-contoh kalimat transitif memerlukan objek.

Supaya lebih paham, kita cari tahu contohnya dari cerita yang berjudul "Tak Muat Lagi",  

1. Kiki menyodorkan segelas air. (Objeknya adalah "segelas air")

2. Lala mendapatkan kembali bajunya. (Objeknya adalah "bajunya")

3. Lala berusaha menggaruk punggungnya. (Objeknya adalah "punggungnya")

4. Dia meraba bagian baju yang sobek. (Objeknya adalah "bagian baju yang sobek")

5. Lala melihat bayangan dirinya dan Kiki di cermin. (Objeknya adalah "bayangan dirinya dan Kiki")

Pengertian Kalimat Intransitif

Kalimat intransitif adalah kalimat yang tidak memerlukan objek. Tanpa objek, kalimat itu sudah memiliki arti yang jelas.

Contoh Kalimat Intransitif

1. Kiki bingung.

2. Lala mulai marah.

3. Lala terdiam.

4. Kiki mengalah.

5. Kiki berteriak.





Matematika



setelah kita memahami isi video pembelajaran diatas, yuk kita simak pembahasan berikut ini

Membandingkan dan mengurutkan bilangan sampai 10.000 dilakukan dengan membandingkan nilai tempat dari yang paling depan (ribuan) secara berurutan. Tanda yang digunakan adalah lebih dari (>), kurang dari (<), atau sama dengan (=). 

Cara Membandingkan Bilangan

Mulai dari nilai tempat ribuan (angka paling kiri).

Jika angka ribuan sama, bandingkan nilai tempat ratusan.

Jika ratusan sama, bandingkan puluhan, lalu satuan.

Gunakan tanda > (lebih dari), < (kurang dari), atau = (sama dengan).

Contoh: 4.520 lebih besar dari 3.890 ditulis 4.520 > 3.890 karena angka ribuan 4 lebih besar dari 3. 

Cara Mengurutkan Bilangan

Bandingkan semua bilangan terlebih dahulu.

Urutkan dari yang terkecil ke terbesar (naik) atau terbesar ke terkecil (turun).

Contoh urutan dari terkecil: 2.150, 2.400, 3.100, 5.600. 

latihan soal


PPKN :Menghargai Perbedaan Menghargai Perbedaan Identitas Masyarakat

yuk kita simak uraian cara kita Menghargai Perbedaan Menghargai Perbedaan Identitas Masyarakat.
Apa manfaat sikap menghargai perbedaan di lingkungan masyarakat?

Indonesia memiliki berbagai perbedaan yang membentuk keberagaman dan dapat kita temukan sehari-hari. 

Bentuk keberagaman bangsa Indonesia terdiri dari perbedaan individu, suku, bahasa, budaya, agama, karakter, dan sebagainya. 

Keberagaman dapat memberikan dampak dan manfaat bagi suatu negara. 

Manfaat adanya keberagaman membantu masyarakat untuk belajar bertoleransi dan tidak tertutup terhadap perubahan. 

kita akan belajar menyebutkan manfaat sikap menghargai perbedaan. 

Yuk, temukan kunci jawaban pertanyaan tersebut dari penjelasan berikut ini!

Manfaat Sikap Menghargai Perbedaan 
Berikut ini beberapa manfaat yang bisa teman-teman dapatkan dari sikap menghargai perbedaan. 

1. Menjaga kerukunan masyarakat. 
2. Mengenal keberagaman bangsa.
3. Mencegah konflik. 
4. Belajar bertoleransi. 
5. Mengutamakan persatuan masyarakat.
6. Mewujudkan lingkungan masyarakat yang ramah. 
7. Mempererat hubungan sosial.
8. Menciptakan masyarakat yang harmonis.
9. Mengutamakan kepentingan bersama.
10. Mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. 

Contoh Sikap Menghargai Perbedaan 
Berikut ini contoh sikap menghargai perbedaan.

1. Menerima adanya perbedaan di masyarakat. 
2. Mengakui beragam bentuk kesenian daerah. 
3. Tidak membedakan teman berdasarkan sukunya.
4. Tidak menganggap suku yang satu lebih baik daripada suku yang lain. 
5. Mau belajar mengenal suku asli teman. 
6. Tidak menganggap remeh suku lain. 
7. Mengadakan acara pengenalan suku bangsa di sekolah.
8. Belajar budaya suku-suku di Indonesia. 
9. Belajar bahasa suku asli teman di sekolah.
10. Mengenal seni tradisional dari beragam suku bangsa di sekolah. 

latihan soal

kesimpulan:
alhamdulilah dalam materi hari ini sudah berjalan dengan baik
penutup: demikian pembelajaran  kita hari ini semoga bermanfaat 
wassalamualaikum wr wb

Pixabay
Read more...

Jumat, 24 Juli 2026

Materi ajar Jum'at 24 Juli 2026

| | 0 komentar

 

IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             : Kokurikuler

Hari/tanggal                 : Jum'at 24 Juli 2026

Kelas                            : 4 A 

Materi Pokok        

1. Kokurikuler 

Alat Peraga  

1. video pembelajaran)

Metode Pembelajaran : 

1. Observasi dan orientasi 

Ringkasan materi 

Kain Tapis Lampung adalah kain tenun tradisional khas Lampung yang terbuat dari benang kapas dan dihiasi sulaman benang emas atau perak. Dibuat dengan teknik sulam tangan yang rumit, kain ini memiliki berbagai motif alam dan berfungsi sebagai busana adat, penanda status sosial, serta mahar. Ciri Khas dan Filosofi Kain TapisKain Tapis berbentuk sarung yang sering dipakai kaum wanita pada upacara adat, pernikahan, maupun tarian tradisional. Motifnya didominasi oleh unsur alam seperti flora (pucuk rebung), fauna (gajah, burung), dan lingkungan. Setiap motif menyiratkan makna keagungan, kebersamaan, dan penghormatan kepada leluhur.

Jenis-Jenis Kain Tapis Lampung

Terdapat berbagai jenis kain tapis berdasarkan motif dan kegunaannya dalam masyarakat:

  • Tapis Jung Sarat: Ciri khasnya memiliki motif penuh dengan benang emas, umumnya digunakan oleh pengantin wanita pada upacara adat.
  • Tapis Raja Medal: Kain tapis yang sering digunakan oleh keluarga pengantin pada acara pernikahan.
  • Tapis Cucuk Andak: Bermotif garis-garis yang disulam dengan benang emas.
  • Tapis Bintang Perak: Menggunakan hiasan benang perak dengan motif menyerupai bintang
  •  Tapis raja tihang
  • Dipakai oleh isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara perkawinan adat, pengambilan gelar pangeran dan sutan. Di daerah Abung Lampung Utara dipakai oleh gadis-gadis dalam menghadiri upacara adat.
  • Tapis raja medal
  • Dipakai oleh kelompok isteri kerabat paling tua (tuho penyimbang) pada upacara adat seperti : mengawinkan anak, pengambilan gelar pangeran dan sutan. Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini digunakan oleh pengantin wanita pada upacara perkawinan adat.

  • Tapis laut andak

  • Dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada acara adat cangget. Dipakai juga oleh Anak Benulung (isteri adik) sebagai pengiring pada upacara pengambilan gelar sutan serta dipakai juga oleh menantu perempuan pada acara pengambilan gelar sutan.

    Tapis Balak
    Motif Tapis Balak


    Dipakai oleh kelompok adik perempuan dan kelompok isteri anak seorang yang sedang mengambil gelar pangeran pada upacara pengambilan gelar atau pada upacara mengawinkan anak. Tapis ini dapat juga dipakai oleh muli cangget (gadis penari) pada upacara adat.

    Tapis Silung
    Motif Tapis Silung


    Dipakai oleh kelompok orang tua yang tergolong kerabat dekat pada upacara adat seperti mengawinkan anak, pengambilan gelar, khitanan dan lain-lain. Dapat juga dipakai pada saat pengarakan pengantin.
    Tapis Laut Linau
    Motif Tapis Laut Linau


    Dipakai oleh kerabat isteri yang tergolong kerabat jauh dalam menghadiri upacara adat. Dipakai juga oleh para gadis pengiring pengantin pada upacara turun mandi pengantin dan mengambil gelar pangeran serta dikenakan pula oleh gadis penari (muli cangget). 

    Tapis Pucuk Rebung
    Tapis ini dipakai oleh kelompok ibu-ibu/para isteri untuk menghadiri upacara adat. Di daerah Menggala tapis ini disebut juga tapis balak, dipakai oleh wanita pada saat menghadiri upacara adat.

    Tapis Cucuk Andak
    Motif Tapis Cucuk Andak


    Dipakai oleh kelompok isteri keluarga penyimbang (kepala adat/suku) yang sudah bergelar sutan dalam menghadiri upacara perkawinan, pengambilan gelar adat. Di daerah Lampung Utara tapis ini dipakai oleh pengantin wanita dalam upacara perkawinan adat.
    Di daerah Abung Lampung Utara tapis ini dipakai oleh ibu-ibu pengiring pengantin pada upacara adat perkawinan.

    Tapis Limar Sekebar
    Motif Tapis Limar Sekebar


    Tapis ini dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat serta dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin dalam upacara adat.
    Pernikahan

    Tapis Cucuk Pinggir
    Motif Tapis Cucuk Pinggir


    Dipakai oleh kelompok isteri dalam menghadiri pesta adat dan dipakai juga oleh gadis pengiring pengantin pada upacara perkawinan adat.
    Tapis Tuho
    Tapis ini dipakai oleh seorang isteri yang suaminya sedang mengambil gelar sutan. Dipakai juga oleh kelompok orang tua (mepahao) yang sedang mengambil gelar sutan serta dipakai pula oleh isteri sutan dalam menghadiri upacara pengambilan gelar kerabatnya yang dekat.

    Tapis Agheng/Areng
    Dipakai oleh kelompok isteri yang sudah mendapat gelar sutan (suaminya) pada upacara pengarakan naik pepadun/pengambilan gelar dan dipakai pula oleh pengantin sebagai  pakaian sehari-hari.

    Tapis Inuh
    Kain tapis ini umumnya dipakai pada saat menghadiri upacara-upacara adat. Tapis ini berasal dari daerah Krui, Pesisir Barat.


    Tapis Kaca
    Motif Tapis Kaca


    Tapis ini dipakai oleh wanita-wanita dalam menghadiri upacara adat. Bisa juga dipakai oleh wanita pengiring pengantin pada upacara adat. Tapis ini di daerah Pardasuka Pringsewu dipakai oleh laki-laki pada saat upacara adat.

    Tapis Bintang
    Tapis Bintang ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara adat

    Tapis Bidak Cukkil
    Motif Tapis Bidak Cukkil


    Model kain Tapis ini dipakai oleh laki-laki pada saat menghadiri upacara-upacara adat.

    Tapis Bintang Perak
    Motif Tapis Bintang Perak


    Tapis ini dapat dipakai pada upacara-upacara adat dan berasal dari daerah Menggala, Tulang Bawang 
    Penutup 
    Alhamdulillah ananda sudah mengenal beberapa motif tapis yang ada di Lampung.
    Semoga bermanfaat waalaikumsalam wr wb
    Read more...

    Popular Posts

    Blogger templates

    Blogroll

    About

    Blog Archive

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.

    materi ajar selasa 28 Juli 2026

     

    Designed by: Compartidísimo
    Images by: DeliciousScraps©