Rabu, 26 Agustus 2026

Materi Ajar IPAS kelas 4 Rabu, 26 AGustus 2026

| | 0 komentar

  

MATERI IPAS KELAS 4

1. Nama Guru     : Ruwi Merliana, S.Pd.

2. Mapel              : IPAS

3. Hari/Tanggal  : Rabu, 26 Agustus 2026

4. Fase/Kelas :Fase B / Kelas IV

5. Materi     : Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi?

6. Pertemuan ke : 3


CP Umum

Peserta didik memahami berbagai bentuk energi dan perubahan bentuk energi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mengidentifikasi pemanfaatan perubahan energi dalam berbagai kegiatan manusia.

TP Umum

Peserta didik mampu menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi, mengidentifikasi berbagai perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan contoh pemanfaatannya secara tepat dan bertanggung jawab.

TP Nomor : B-4-04

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian energi.

  2. Mengenali berbagai bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Menjelaskan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

  4. Mengidentifikasi contoh perubahan energi di lingkungan sekitar.

  5. Menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi.

  6. Menunjukkan sikap hemat energi dan bertanggung jawab dalam menggunakan energi.

ATP (sesuaikan TP)

Peserta didik mengenali berbagai bentuk energi yang terdapat di lingkungan sekitar, mengamati perubahan bentuk energi melalui berbagai peristiwa dan alat dalam kehidupan sehari-hari, menjelaskan alasan manusia memanfaatkan perubahan energi untuk memenuhi kebutuhan, serta mengomunikasikan hasil pengamatan dengan menunjukkan sikap hemat dan bertanggung jawab dalam penggunaan energi.

MATERI

Apersepsi Singkat

Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda di dalam kelas.

Guru dapat bertanya:

  • Mengapa lampu dapat menyala?

  • Mengapa kipas angin dapat berputar?

  • Mengapa televisi dapat menghasilkan gambar dan suara?

  • Mengapa kompor dapat menghasilkan panas?

  • Dari mana energi yang digunakan benda-benda tersebut?

Guru kemudian mengajak peserta didik berpikir:

“Apakah energi yang kita gunakan selalu berbentuk sama?”

Contohnya, listrik yang digunakan oleh lampu dapat berubah menjadi cahaya. Listrik yang digunakan kipas angin berubah menjadi energi gerak.

Akhlak yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan memiliki sikap:

  • Bersyukur, karena energi memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.

  • Hemat, dengan menggunakan energi sesuai kebutuhan.

  • Bertanggung jawab, dengan mematikan peralatan ketika tidak digunakan.

  • Peduli lingkungan, dengan mengurangi pemborosan energi.

  • Disiplin, dalam menggunakan berbagai peralatan yang membutuhkan energi.

  • Tidak boros, karena energi yang tersedia perlu digunakan dengan bijaksana.

PENGAJARAN MATERI SINGKAT

A. Apa Itu Energi?

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan suatu perubahan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan energi untuk melakukan berbagai kegiatan. Manusia membutuhkan energi untuk bergerak, belajar, bermain, dan bekerja.

Berbagai alat yang kita gunakan juga membutuhkan energi agar dapat bekerja.

Contohnya:

  • Lampu membutuhkan energi listrik.

  • Kipas angin membutuhkan energi listrik.

  • Sepeda dapat bergerak karena adanya energi dari tubuh manusia.

  • Kompor menghasilkan panas untuk memasak.

  • Kendaraan menggunakan energi dari bahan bakar untuk bergerak.

B. Bentuk-Bentuk Energi

Energi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk.

1. Energi Cahaya

Energi cahaya dapat kita lihat dan dimanfaatkan untuk penerangan.

Contoh:

  • Matahari.

  • Lampu.

  • Senter.

2. Energi Panas

Energi panas adalah energi yang dapat menyebabkan suatu benda menjadi lebih hangat atau panas.

Contoh:

  • Panas matahari.

  • Api.

  • Kompor.

3. Energi Gerak

Energi gerak adalah energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak.

Contoh:

  • Kipas angin yang berputar.

  • Sepeda yang dikayuh.

  • Mobil yang berjalan.

  • Air yang mengalir.

4. Energi Bunyi

Energi bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.

Contoh:

  • Suara manusia.

  • Bunyi bel.

  • Bunyi alat musik.

  • Suara televisi.

5. Energi Listrik

Energi listrik banyak digunakan untuk menjalankan berbagai peralatan.

Contoh:

  • Lampu.

  • Televisi.

  • Kulkas.

  • Kipas angin.

  • Mesin cuci.

6. Energi Kimia

Energi kimia tersimpan dalam zat tertentu.

Contohnya:

  • Makanan.

  • Baterai.

  • Bahan bakar.

Makanan memberikan energi kepada tubuh untuk bergerak dan melakukan kegiatan.


C. Apa yang Dimaksud dengan Perubahan Bentuk Energi?

Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk energi lainnya.

Perubahan energi adalah perubahan suatu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain.

Contohnya:

Energi listrik → energi cahaya

Terjadi pada lampu yang menggunakan listrik dan menghasilkan cahaya.

Energi listrik → energi gerak

Terjadi pada kipas angin. Energi listrik digunakan untuk membuat baling-baling bergerak.

Energi listrik → energi panas

Terjadi pada setrika listrik. Energi listrik berubah menjadi panas.

Energi kimia → energi gerak

Terjadi ketika manusia makan. Energi dari makanan digunakan tubuh untuk melakukan aktivitas dan bergerak.

Energi kimia → energi panas

Terjadi ketika bahan bakar dibakar. Energi kimia dalam bahan bakar menghasilkan panas.

Energi listrik → energi bunyi

Terjadi pada radio atau pengeras suara yang menghasilkan bunyi.


D. Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi?

Manusia mengubah bentuk energi karena bentuk energi tertentu perlu diubah agar dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Misalnya, energi listrik tidak secara langsung digunakan untuk menerangi ruangan dalam bentuk listrik. Energi listrik diubah menjadi energi cahaya melalui lampu.

Contoh lainnya adalah kipas angin.

Energi listrik digunakan untuk menghasilkan energi gerak sehingga baling-baling kipas dapat berputar dan menghasilkan hembusan udara.

Dengan mengubah bentuk energi, manusia dapat memanfaatkan energi dengan lebih mudah dan sesuai dengan kebutuhan.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Alat/KegiatanPerubahan EnergiManfaat
LampuListrik → CahayaMenerangi ruangan
Kipas anginListrik → GerakMenghasilkan hembusan udara
SetrikaListrik → PanasMerapikan pakaian
RadioListrik → BunyiMendengarkan suara
BlenderListrik → GerakMenghaluskan makanan
KomporKimia → PanasMemasak makanan
Tubuh manusiaKimia → GerakBergerak dan beraktivitas
SenterKimia → Listrik → CahayaMemberikan penerangan

E. Mengapa Kita Harus Hemat Energi?

Energi sangat bermanfaat bagi kehidupan. Namun, kita tidak boleh menggunakan energi secara berlebihan.

Contoh perilaku hemat energi:

  1. Mematikan lampu ketika tidak diperlukan.

  2. Mematikan kipas angin setelah selesai digunakan.

  3. Mencabut pengisi daya setelah digunakan.

  4. Memanfaatkan cahaya matahari pada siang hari.

  5. Menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan.

  6. Tidak menyalakan televisi jika tidak sedang ditonton.

Menghemat energi merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan kehidupan di masa depan.


MEDIA / ALAT PERAGA

Guru dapat menggunakan:

  • Gambar berbagai alat yang menggunakan energi.

  • Video pembelajaran tentang perubahan energi. 



  • Lampu atau senter.

  • Kipas angin.

  • Baterai.

  • Mainan yang menggunakan baterai.

  • Kartu gambar perubahan energi.

  • Teks cetak materi pembelajaran.

Kegiatan Pengamatan

Guru menunjukkan beberapa benda atau gambar kepada peserta didik.

Peserta didik mengamati dan menentukan:

  1. Energi apa yang digunakan?

  2. Energi apa yang dihasilkan?

  3. Apa manfaat perubahan energi tersebut?

Contoh:

Kipas angin

Energi yang digunakan: energi listrik.

Energi yang dihasilkan: energi gerak.

Manfaat: menghasilkan hembusan udara.


KEGIATAN DISKUSI

Bentuklah kelompok kecil. Diskusikan perubahan energi pada benda-benda berikut:

  1. Lampu.

  2. Setrika.

  3. Televisi.

  4. Kipas angin.

  5. Senter.

  6. Kompor.

  7. Sepeda.

  8. Blender.

Tuliskan hasil diskusi dengan format:

Nama benda: ............................................

Energi yang digunakan: ............................................

Perubahan energi: ............................................

Manfaat: ............................................


POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan energi?

  2. Sebutkan lima bentuk energi yang kamu ketahui!

  3. Apa yang dimaksud dengan perubahan energi?

  4. Mengapa manusia mengubah bentuk energi?

  5. Perubahan energi apa yang terjadi pada lampu?

  6. Perubahan energi apa yang terjadi pada kipas angin?

  7. Perubahan energi apa yang terjadi pada setrika?

  8. Bagaimana perubahan energi pada tubuh manusia ketika melakukan aktivitas?

  9. Sebutkan tiga contoh perilaku hemat energi!

  10. Mengapa kita harus menggunakan energi secara bijaksana?

Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks

Setelah membaca teks materi,dapat kita buat kesimpulan sebagai berikut :

KESIMPULAN

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan kerja atau menyebabkan perubahan. Energi memiliki berbagai bentuk, seperti energi cahaya, panas, gerak, bunyi, listrik, dan kimia.

Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Manusia mengubah bentuk energi agar energi dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Contohnya, energi listrik dapat berubah menjadi cahaya pada lampu, menjadi gerak pada kipas angin, menjadi panas pada setrika, dan menjadi bunyi pada radio.

Karena energi sangat penting bagi kehidupan, kita harus menggunakan energi secara hemat, bijaksana, dan bertanggung jawab.

REFLEKSI

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan pengalaman belajar hari ini.

  1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang energi?

....................................................................................

  1. Perubahan energi apa yang paling mudah saya temukan di rumah?

....................................................................................

  1. Mengapa manusia perlu mengubah bentuk energi?

....................................................................................

  1. Contoh perubahan energi apa yang paling menarik bagi saya?

....................................................................................

  1. Apa yang akan saya lakukan untuk menghemat energi?

....................................................................................

  1. Apakah saya sudah menggunakan energi secara bertanggung jawab?

....................................................................................

Read more...

Materi Ajar Seni Rupa Kelas 4 Rabu, 26 AGustus 2026

| | 0 komentar

   

MATERI SENI RUPA KELAS 4

IDENTITAS

1. Nama Guru    : Ruwi Merliana, S.Pd.
2. Mapel             : Seni Rupa
3. Hari/Tanggal : Rabu, 26 Agustus 2026
4. Fase/Kelas     :Fase B / Kelas IV
5. Materi            : Membuat Satu Karya Seni Kerajinan dengan Memanfaatkan Sampah Plastik
6. Pertemuan ke : 2


Capaian Pembelajaran Umum :

Peserta didik mampu mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan alat dan bahan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab serta menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan karya seni.

Tujuan Pembelajaran Umum :

Peserta didik mampu memahami pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan berkarya seni serta mampu membuat satu karya seni kerajinan sederhana dengan memanfaatkan sampah plastik secara kreatif, aman, dan bertanggung jawab.

TP Nomor : B-4-02

Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan.

  2. Mengidentifikasi jenis sampah plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

  3. Menentukan ide karya kerajinan yang dapat dibuat dari sampah plastik.

  4. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat karya.

  5. Membuat satu karya seni kerajinan dari sampah plastik dengan memperhatikan unsur keindahan dan kerapian.

  6. Menunjukkan sikap peduli lingkungan, kreatif, bertanggung jawab, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman.

ATP (sesuaikan TP)

Peserta didik mengenali permasalahan sampah plastik di lingkungan sekitar, mengamati berbagai contoh pemanfaatan sampah plastik menjadi benda kerajinan, menentukan ide karya, menyiapkan alat dan bahan, kemudian membuat satu karya kerajinan dari sampah plastik melalui proses mengolah, menyusun, menghias, dan menyelesaikan karya. Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya.

MATERI

Apersepsi Singkat

Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar dan mengajukan pertanyaan:

  • Apa yang biasanya kalian lakukan terhadap botol plastik atau bungkus makanan yang sudah tidak digunakan?

  • Apakah sampah plastik dapat digunakan kembali?

  • Pernahkah kalian melihat benda kerajinan yang dibuat dari sampah plastik?

  • Menurut kalian, apa yang terjadi jika sampah plastik dibuang sembarangan?

Guru menyampaikan bahwa benda yang dianggap sampah belum tentu tidak berguna. Dengan kreativitas, beberapa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi karya seni kerajinan yang menarik dan memiliki nilai guna.

Akhlak yang Dikembangkan

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki sikap:

  • Peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  • Bertanggung jawab, dengan menggunakan alat dan bahan secara aman serta membersihkan tempat kerja setelah selesai.

  • Kreatif, dengan menghasilkan gagasan dan bentuk karya yang berbeda.

  • Disiplin, dengan mengikuti langkah-langkah pembuatan karya.

  • Menghargai karya orang lain, dengan memberikan apresiasi terhadap karya teman.

  • Tidak boros, dengan memanfaatkan benda yang masih dapat digunakan kembali.

Pengajaran Materi Singkat

A. Apa Itu Sampah Plastik?

Sampah plastik adalah benda berbahan plastik yang sudah tidak digunakan atau dianggap tidak memiliki fungsi lagi. Contohnya adalah botol plastik bekas, gelas plastik, tutup botol, sedotan, kantong plastik, dan berbagai kemasan plastik.

Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan kembali plastik yang masih dapat digunakan.

B. Sampah Plastik sebagai Bahan Kerajinan

Sampah plastik yang bersih dan aman dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai karya seni kerajinan.

Contohnya:

  • Botol plastik dapat dibuat menjadi tempat pensil atau pot tanaman.

  • Tutup botol dapat disusun menjadi hiasan atau mozaik.

  • Gelas plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan.

  • Kemasan plastik dapat dimanfaatkan menjadi bunga atau dekorasi.

  • Sedotan plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan sederhana.

C. Contoh Karya yang Akan Dibuat

Pada kegiatan ini peserta didik membuat tempat pensil dari botol plastik bekas.

Alat dan Bahan

Bahan:

  • 1 botol plastik bekas yang sudah dicuci dan dikeringkan.

  • Kertas warna atau kertas bekas yang masih dapat digunakan.

  • Lem.

  • Pita atau bahan hiasan lainnya sesuai kebutuhan.

Alat:

  • Gunting.

  • Pensil.

  • Penggaris.

  • Spidol atau alat gambar.

Catatan keselamatan: Bagian botol yang dipotong harus ditangani dengan hati-hati. Jika diperlukan pemotongan yang sulit atau menggunakan alat tajam, peserta didik meminta bantuan guru.

D. Langkah-Langkah Membuat Tempat Pensil

  1. Bersihkan botol plastik dan pastikan sudah kering.

  2. Tentukan tinggi tempat pensil yang akan dibuat.

  3. Dengan bantuan guru, potong bagian botol sesuai ukuran yang diinginkan.

  4. Rapikan bagian tepi botol agar tidak membahayakan.

  5. Lapisi bagian luar botol menggunakan kertas warna atau bahan hiasan.

  6. Buat pola atau gambar sederhana sesuai kreativitas.

  7. Tempelkan hiasan pada permukaan botol.

  8. Pastikan semua bagian tertempel dengan baik.

  9. Periksa kembali kerapian dan kekuatan karya.

  10. Bersihkan meja dan kumpulkan sisa bahan yang masih dapat digunakan kembali.

E. Unsur Keindahan dalam Karya

Agar karya terlihat menarik, peserta didik dapat memperhatikan:

Bentuk
Karya memiliki bentuk yang sesuai dengan fungsi dan rencana.

Warna
Gunakan kombinasi warna yang menarik dan sesuai.

Komposisi
Hiasan disusun dengan seimbang dan tidak terlalu penuh.

Kerapian
Potongan, tempelan, dan hiasan dibuat serapi mungkin.

Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan bentuk dan hiasan sesuai ide masing-masing.

Video Pembelajaran

Guru dapat menampilkan video pendek tentang:

“Membuat Kerajinan dari Botol Plastik Bekas”


Video digunakan sebagai media pengamatan untuk membantu peserta didik memahami proses mengubah sampah plastik menjadi karya yang bermanfaat.

Setelah melihat video, guru mengajukan pertanyaan:

  1. Apa bahan utama yang digunakan?

  2. Alat apa saja yang digunakan?

  3. Bagaimana langkah awal membuat karya?

  4. Bagian mana yang menurut kalian paling membutuhkan ketelitian?

  5. Apa manfaat menggunakan sampah plastik sebagai bahan kerajinan?

Media dan Alat Peraga

Media pembelajaran yang digunakan:

  • Contoh botol plastik bekas.

  • Contoh karya kerajinan dari plastik.

  • Gambar atau video proses pembuatan.

  • Contoh hasil karya.

  • Lembar teks materi.

  • Alat dan bahan praktik.


KEGIATAN PRAKTIK

Tugas Membuat Karya

Buatlah satu karya seni kerajinan dengan memanfaatkan sampah plastik yang ada di sekitar kalian.

Kalian dapat membuat tempat pensil dari botol plastik atau mengembangkan bentuk kerajinan lain dengan persetujuan guru.

Ketentuan Tugas

  1. Gunakan sampah plastik yang bersih dan aman.

  2. Tentukan terlebih dahulu ide karya yang akan dibuat.

  3. Gunakan alat sesuai fungsinya.

  4. Ikuti petunjuk keselamatan selama bekerja.

  5. Buat karya dengan memperhatikan bentuk, warna, komposisi, dan kerapian.

  6. Berikan nama pada karya yang dibuat.

  7. Ceritakan secara singkat bahan yang digunakan dan manfaat karya tersebut.

  8. Setelah selesai, rapikan tempat kerja.


POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apa yang dimaksud dengan sampah plastik?

  2. Sebutkan tiga contoh sampah plastik yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan!

  3. Mengapa sampah plastik sebaiknya tidak dibuang sembarangan?

  4. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat tempat pensil dari botol plastik!

  5. Tuliskan secara singkat langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol plastik!

  6. Apa saja unsur keindahan yang perlu diperhatikan dalam membuat karya kerajinan?

  7. Mengapa kita harus berhati-hati ketika menggunakan gunting atau alat yang tajam?

  8. Apa manfaat membuat kerajinan dari sampah plastik?

Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks

Setelah membaca teks materi, dapat kita buat kesimpulan seperti berikut ini

KESIMPULAN

Sampah plastik yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan menjadi bahan untuk membuat karya seni kerajinan. Dengan kreativitas, sampah seperti botol plastik, tutup botol, gelas plastik, dan kemasan plastik dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan.

Dalam membuat karya, kita perlu memperhatikan ide, bentuk, warna, komposisi, dan kerapian. Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab, tidak boros, serta menghargai karya orang lain.

REFLEKSI

Jawablah dengan jujur berdasarkan pengalaman kalian selama kegiatan.

  1. Apa hal baru yang saya pelajari hari ini?

....................................................................................

  1. Sampah plastik apa yang dapat saya manfaatkan di rumah?

....................................................................................

  1. Bagian mana yang paling saya sukai ketika membuat karya?

....................................................................................

  1. Bagian mana yang menurut saya paling sulit?

....................................................................................

  1. Apa yang akan saya lakukan setelah mengetahui bahwa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi karya?

....................................................................................

  1. Apakah saya sudah bekerja dengan rapi, aman, dan bertanggung jawab?

....................................................................................

Read more...

Senin, 24 Agustus 2026

Materi Ajar Senin 24 Agustus 2026

| | 0 komentar

 


1.       

IDENTITAS

Nama Guru : Ruwi Merliana,S.Pd
Hari / Tanggal : Senin, 24 Agustus 2026
Fase / Kelas : B / 4
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Materi : Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Pertemuan Ke : Ke- 1

7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semakin semangat untuk belajar serta beribadah kepada Allah SWT.

Anak-anak, hari ini kita akan memperingati dan mengenal lebih dekat sosok manusia yang sangat mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT adalah Al-Khaliq, Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dan seluruh alam semesta. Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh kehidupan kita. Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sebagai teladan bagi umat manusia.

Pada kegiatan hari ini, kita tidak hanya mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga belajar meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, amanah, penyayang, sabar, santun, dan suka menolong.

Mari kita mengikuti kegiatan Maulid Nabi dengan hati yang tenang, penuh rasa syukur, dan gembira.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, murid diharapkan mampu:

  • Menjelaskan secara sederhana makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
  • Menyebutkan beberapa peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
  • Menyebutkan sifat dan akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW.
  • Menjelaskan contoh perilaku jujur, amanah, sabar, penyayang, dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan berusaha meneladani akhlak beliau. (Meaningful)
  • Mengikuti kegiatan Maulid dengan tertib, khusyuk, dan penuh rasa syukur. (Mindful)
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan shalawat, kuis, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok dengan gembira. (Joyful)

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid diajak mengawali kegiatan dengan salam, doa, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Guru mengajak murid berdiskusi tentang siapa Nabi Muhammad SAW dan mengapa umat Islam mencintai beliau.
  • Murid menyimak cerita singkat tentang kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
  • Murid mengenal beberapa sifat terpuji Rasulullah SAW, seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.
  • Murid mengamati contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok mengenai cara meneladani Rasulullah SAW di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Murid mengikuti kegiatan shalawat atau lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Murid mengikuti kuis atau permainan edukatif tentang Nabi Muhammad SAW.
  • Murid menyampaikan satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin mereka praktikkan setelah kegiatan.
  • Murid mengerjakan asesmen formatif.
  • Guru bersama murid membuat kesimpulan dan refleksi.

11. Model / Metode

Model : Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman.

Metode :

  • Cerita / kisah
  • Tanya jawab
  • Diskusi kelompok
  • Demonstrasi
  • Shalawat bersama
  • Games / kuis edukatif
  • Penugasan
  • Refleksi

12. Penjabaran Materi

A. Video Pembelajaran

Murid menyaksikan video edukatif tentang:

“Kisah dan Keteladanan Nabi Muhammad SAW”

Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan pemantik:

  1. Siapakah Nabi Muhammad SAW?
  2. Mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW?
  3. Akhlak apa yang paling kalian sukai dari Rasulullah SAW?
  4. Bagaimana cara kita meneladani Rasulullah SAW di sekolah?

B. Materi: Mengenal Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sangat mulia. Sebelum diangkat menjadi rasul, masyarakat Makkah telah mengenal beliau sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya, sehingga beliau mendapat gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan manusia agar menyembah Allah SWT dan memiliki akhlak yang baik.


C. Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi?

Maulid Nabi merupakan momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Memperingati Maulid Nabi bukan hanya dengan berkumpul dan bershalawat, tetapi yang paling penting adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • Berkata jujur kepada orang tua dan guru.
  • Tidak mengambil barang milik teman.
  • Menepati janji.
  • Menghormati orang tua dan guru.
  • Menyayangi teman.
  • Membantu orang yang membutuhkan.
  • Tidak mengejek atau menyakiti orang lain.
  • Bersabar ketika menghadapi kesulitan.
  • Mau meminta maaf dan memaafkan.

D. Sifat Wajib Rasulullah SAW

1. Shiddiq

Artinya jujur.

Rasulullah SAW selalu berkata benar dan tidak pernah berdusta.

Contoh:
Berani mengatakan yang sebenarnya meskipun melakukan kesalahan.

2. Amanah

Artinya dapat dipercaya.

Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepada beliau.

Contoh:
Menjaga barang titipan dan melaksanakan tugas dari guru dengan baik.

3. Tabligh

Artinya menyampaikan.

Rasulullah SAW menyampaikan wahyu dan ajaran Allah SWT kepada umatnya.

Contoh:
Menyampaikan informasi yang benar dan mengingatkan teman dalam kebaikan.

4. Fathanah

Artinya cerdas.

Rasulullah SAW memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Contoh:
Rajin belajar, berpikir sebelum bertindak, dan menggunakan kecerdasan untuk melakukan kebaikan.


E. Kegiatan Bermakna: “Aku Ingin Meneladani Rasulullah”

Murid diminta memilih satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin mereka praktikkan.

Contoh:

“Saya ingin menjadi anak yang jujur seperti Rasulullah SAW.”

Kemudian murid menyebutkan satu tindakan yang akan dilakukan.

Contoh:

“Saya akan berkata jujur kepada orang tua dan guru meskipun saya melakukan kesalahan.”


F. Games / Kuis Maulid Nabi

Guru membacakan pertanyaan. Murid dapat menjawab secara individu atau berkelompok.

Pertanyaan

  1. Siapakah nabi terakhir yang diutus Allah SWT?
  2. Di kota manakah Nabi Muhammad SAW lahir?
  3. Apa arti Al-Amin?
  4. Apa arti sifat Shiddiq?
  5. Apa arti sifat Amanah?
  6. Apa arti sifat Tabligh?
  7. Apa arti sifat Fathanah?
  8. Sebutkan satu contoh sikap jujur!
  9. Mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW?
  10. Sebutkan satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin kamu teladani!

G. Asesmen Formatif

Pilihan Ganda

1. Nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah ....

A. Nabi Adam AS
B. Nabi Musa AS
C. Nabi Isa AS
D. Nabi Muhammad SAW

2. Nabi Muhammad SAW lahir di kota ....

A. Madinah
B. Makkah
C. Baghdad
D. Mesir

3. Al-Amin memiliki arti ....

A. Yang kuat
B. Yang cerdas
C. Yang dapat dipercaya
D. Yang pemberani

4. Shiddiq berarti ....

A. Jujur
B. Cerdas
C. Menyampaikan
D. Dapat dipercaya

5. Contoh meneladani sifat Amanah adalah ....

A. Berbohong kepada guru
B. Menjaga barang titipan teman
C. Mengejek teman
D. Menyembunyikan kesalahan

Isian

6. Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul ....

7. Sifat Rasulullah SAW yang berarti cerdas adalah ....

8. Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk .... kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Esai

9. Mengapa kita harus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW?

10. Tuliskan tiga contoh perilaku yang dapat kamu lakukan di sekolah sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW!


Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pilihan Ganda

  1. D. Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir.

  2. B. Makkah
    Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah.

  3. C. Yang dapat dipercaya
    Al-Amin merupakan gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya.

  4. A. Jujur
    Shiddiq berarti berkata dan berbuat benar atau jujur.

  5. B. Menjaga barang titipan teman
    Menjaga kepercayaan merupakan contoh perilaku Amanah.

Isian

  1. Terakhir
  2. Fathanah
  3. Kecintaan / penghormatan

Esai

  1. Karena Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi umat Islam. Dengan meneladani akhlak beliau, kita dapat menjadi anak yang jujur, amanah, penyayang, sabar, dan berakhlak mulia.

  2. Contoh: berkata jujur kepada guru, menghormati guru, membantu teman, menjaga amanah, tidak mengejek teman, dan bersikap sopan.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang sangat mulia dan dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Murid diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menerapkan akhlak beliau melalui perilaku jujur, amanah, cerdas, santun, sabar, penyayang, dan suka menolong.

Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab pertanyaan:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
  2. Akhlak Rasulullah SAW apa yang paling ingin kamu teladani?
  3. Apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk meneladani Rasulullah SAW?
  4. Bagaimana perasaanmu mengikuti kegiatan Maulid Nabi hari ini?

Kendala

Murid mencatat resume dari ceramah yag di sampaikan oleh ustad dengan baik, tapi terkendala mati listik maka ada beberapa bagian yang belum diselesaikan, dan pada akhir kegiatan diberikan pertanyaan terkait materi yang sudah diberikan sebelumnya.

Tindak Lanjut

Murid yang sudah memahami materi diberikan penguatan untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Murid yang masih membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan melalui cerita, contoh konkret, dan kegiatan sederhana yang berkaitan dengan perilaku terpuji Rasulullah SAW.

Capaian

Jumlah siswa yang memahami materi : 23 siswa
Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan : 0 siswa

Pesan Penutup:

“Mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya dengan mengingat kelahiran beliau, tetapi dengan berusaha mengikuti akhlak beliau dalam setiap kehidupan kita.”

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Read more...

Jumat, 21 Agustus 2026

Materi Ajar Jumat 21 Agustus 2026

| | 0 komentar

  


1.       Nama Guru                       : Ruwi Merliana, S.Pd

2.       Hari / Tanggal                 : Jum'at, 14 Agustus 2026

3.       Fase / Kelas                       : B / IV

4.       Mata Pelajaran                 : Kokurikuler

5.       Materi                             : Mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar (Minggu ke 4)

6.       Pertemuan Ke                   : 9 (2 JP)

7.       Apersepsi                           

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran.

Anak-anak, sebelum belajar mari kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berkreasi, menggambar, dan menghasilkan karya yang indah.

Allah juga Al-Malik, yaitu Zat Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh ciptaan-Nya. Salah satu ciptaan Allah adalah alam dan budaya yang ada di sekitar kita. Indonesia memiliki banyak budaya yang indah, salah satunya adalah kain tapis dari Lampung.

Allah juga Ar-Razzaq, yaitu Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya seni dapat menjadi salah satu bentuk kemampuan yang suatu saat dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal berbagai bentuk dan unsur motif. Hari ini kita akan belajar membuat desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Coba perhatikan kain tapis atau gambar motif tapis yang ditunjukkan oleh guru.

 


Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat kain tapis?

  2. Menurut kalian, apa yang membuat kain tapis terlihat indah?

  3. Bentuk apa saja yang dapat kita gunakan untuk membuat motif tapis?

  4. Bagaimana cara membuat motif tapis sederhana dengan menggunakan pensil dan kertas?

Mari kita belajar dengan tenang, teliti, kreatif, dan gembira.


8. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid mampu mengenali, mengamati, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa sederhana dengan memanfaatkan unsur garis, bentuk, pola, dan warna serta menunjukkan apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya motif tapis Lampung.


9. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Melalui pengamatan gambar, murid mampu mengenali karakteristik sederhana motif tapis Lampung dengan tepat.

  2. Melalui kegiatan tanya jawab dan pengamatan, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bentuk, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Melalui demonstrasi guru, murid mampu membuat rancangan motif tapis sederhana pada kertas gambar dengan menggunakan bentuk dan pola yang sesuai.

  4. Murid mampu mengembangkan kreativitas dengan membuat variasi motif tapis sederhana sesuai ide dan imajinasinya. (Meaningful)

  5. Melalui kegiatan menggambar secara perlahan dan teliti, murid mampu menunjukkan sikap fokus, sabar, dan menghargai proses dalam membuat karya. (Mindful)

  6. Melalui kegiatan menggambar dan menghias motif secara kreatif, murid mampu menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kegembiraan dalam berkarya. (Joyful)

  7. Murid mampu menghargai motif tapis sebagai salah satu warisan budaya daerah Lampung serta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.


10. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Murid mengamati gambar atau contoh kain tapis Lampung yang ditampilkan oleh guru.

  2. Murid mengidentifikasi bentuk, garis, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Guru menjelaskan secara sederhana tentang kain tapis sebagai salah satu karya budaya khas Lampung.

  4. Guru menunjukkan beberapa contoh motif sederhana yang dapat digunakan untuk membuat desain tapis, seperti:

    • garis lurus;

    • garis zig-zag;

    • segitiga;

    • belah ketupat;

    • lingkaran;

    • bentuk bunga;

    • bentuk daun;

    • bentuk geometris lainnya.

  5. Guru mendemonstrasikan cara membuat desain motif tapis pada kertas gambar, mulai dari membuat garis bantu, menentukan pola utama, melakukan pengulangan motif, hingga memberikan warna.

  6. Murid menentukan pola atau bentuk motif yang akan digunakan.

  7. Murid membuat sketsa sederhana motif tapis menggunakan pensil.

  8. Murid mengembangkan sketsa dengan membuat pola berulang sehingga menghasilkan desain yang menyerupai motif tapis.

  9. Murid memberikan warna atau hiasan sesuai kreativitas masing-masing.

  10. Murid menunjukkan hasil karyanya kepada teman dan guru.

  11. Murid melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan karya teman.

  12. Guru memberikan umpan balik, penguatan, dan apresiasi terhadap proses serta hasil karya murid.


11. MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran:
Project Based Learning (PjBL) sederhana berbasis karya seni.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Observasi/pengamatan

  • Demonstrasi

  • Diskusi

  • Praktik langsung

  • Penugasan

  • Presentasi/apresiasi karya


12. PENJABARAN MATERI

A. Pengenalan Kain Tapis

Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung. Kain tapis memiliki motif yang indah dan dibuat dengan teknik menghias permukaan kain menggunakan pola dan hiasan tertentu.

Motif tapis dapat terinspirasi dari berbagai bentuk, seperti bentuk tumbuhan, manusia, hewan, geometris, serta bentuk-bentuk simbolis lainnya.

Dalam kegiatan kali ini, kita tidak membuat kain tapis secara langsung, tetapi mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar.


B. Unsur-Unsur Motif Tapis

Beberapa unsur yang dapat digunakan dalam membuat desain motif tapis antara lain:

1. Garis

Garis dapat berupa:

  • garis lurus;

  • garis lengkung;

  • garis zig-zag;

  • garis horizontal;

  • garis vertikal;

  • garis diagonal.

Garis digunakan untuk membentuk dan memperindah motif.

2. Bentuk

Bentuk sederhana yang dapat digunakan antara lain:

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • persegi;

  • belah ketupat;

  • bunga;

  • daun;

  • bentuk geometris lainnya.

3. Pola

Pola adalah susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur.

Contohnya:

◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Bentuk tersebut menunjukkan adanya pengulangan pola.

4. Pengulangan

Motif tapis akan terlihat menarik apabila bentuk tertentu diulang secara teratur.

Contoh:

Bunga – Daun – Bunga – Daun – Bunga – Daun


C. Langkah-Langkah Mendesain Motif Tapis Sederhana

Langkah 1 – Menyiapkan alat dan bahan

Alat dan bahan:

  • kertas gambar;

  • pensil;

  • penghapus;

  • penggaris;

  • pensil warna/crayon/spidol warna.

Langkah 2 – Membuat bidang gambar

Buat bidang atau batas gambar pada kertas menggunakan penggaris.

Langkah 3 – Membuat garis bantu

Buat beberapa garis horizontal atau vertikal sebagai panduan agar pola tersusun rapi.

Langkah 4 – Menentukan motif utama

Pilih motif sederhana yang akan digunakan, misalnya:

  • bunga;

  • daun;

  • belah ketupat;

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • bentuk geometris.

Langkah 5 – Membuat pola berulang

Ulangi motif secara teratur.

Contoh:

◇ ○ ◇ ○ ◇ ○ ◇

atau

▲ ◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Langkah 6 – Mengembangkan desain

Tambahkan garis atau bentuk kecil sebagai hiasan agar motif terlihat lebih menarik.

Langkah 7 – Memberikan warna

Warnai desain dengan rapi dan kreatif. Gunakan kombinasi warna yang harmonis.

Langkah 8 – Finishing

Periksa kembali karya:

  • Apakah garis sudah rapi?

  • Apakah motif sudah berulang?

  • Apakah warna sudah merata?

  • Apakah tidak banyak bagian yang keluar garis?


D. CONTOH AKTIVITAS PRAKTIK

Proyek: “Motif Tapis Kreasi Aku”

Murid membuat satu desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Ketentuan:

  1. Menggunakan minimal 2 bentuk motif.

  2. Memiliki pola yang berulang.

  3. Menggunakan minimal 3 warna.

  4. Karya dibuat dengan rapi.

  5. Murid bebas mengembangkan motif sesuai kreativitasnya.

  6. Murid memberikan nama pada hasil karyanya.

Contoh nama karya:

  • Tapis Bunga Lampung

  • Tapis Geometris

  • Tapis Alam Lampung

  • Tapis Kreasi Nusantara


     


E. VIDEO PEMBELAJARAN

Guru dapat menampilkan video/gambar referensi tentang:

“Kain Tapis Lampung dan Cara Membuat Motif Tapis Sederhana”

Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan:

  1. Apa nama kain tradisional yang kita pelajari?

  2. Dari daerah mana kain tersebut berasal?

  3. Apa yang membuat motif tapis terlihat menarik?

  4. Apa saja bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif?

  5. Mengapa pola dalam desain perlu dibuat berulang dan teratur?


F. ASESMEN FORMATIF

Pilihan Ganda

1. Kain tapis merupakan kain tradisional yang berasal dari ....

A. Jawa Barat
B. Lampung
C. Bali
D. Sumatera Barat

2. Salah satu unsur yang dapat digunakan untuk membuat motif adalah ....

A. garis
B. suara
C. aroma
D. rasa

3. Susunan motif yang dilakukan secara berulang disebut ....

A. pola
B. bayangan
C. tekstur
D. ukuran

4. Alat yang dapat digunakan untuk membuat garis lurus agar rapi adalah ....

A. penghapus
B. penggaris
C. kuas
D. gunting

5. Dalam membuat desain motif tapis, kita sebaiknya ....

A. membuat motif secara asal
B. tidak menggunakan pola
C. membuat motif dengan rapi dan kreatif
D. hanya menggunakan satu bentuk

Isian

6. Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas __________.

7. Bentuk motif yang dibuat secara berulang akan membentuk sebuah __________.

8. Sebelum memberikan warna, kita dapat membuat __________ terlebih dahulu menggunakan pensil.

Esai

9. Sebutkan tiga bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif tapis sederhana!

10. Mengapa kita harus menjaga dan menghargai kain tapis sebagai budaya daerah?


G. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. B – Lampung
Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung.

2. A – garis
Garis merupakan salah satu unsur penting dalam membuat sebuah motif.

3. A – pola
Pola merupakan susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur dan dapat berulang.

4. B – penggaris
Penggaris membantu membuat garis lurus dengan lebih rapi.

5. C – membuat motif dengan rapi dan kreatif
Desain seni tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga ketelitian dan kerapian.

6. Lampung

7. pola

8. sketsa

9. Contoh jawaban: segitiga, lingkaran, belah ketupat, bunga, daun, atau bentuk geometris lainnya.

10. Karena kain tapis merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, sehingga perlu dihargai, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.


H. RUBRIK PENILAIAN KARYA

Aspek yang DinilaiSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4

Kreativitas motif

Belum berkembang

Mulai berkembang

Baik

Sangat kreatif

Kesesuaian pola

Belum sesuai

Sebagian sesuai

Sesuai

Sangat teratur

Kerapian

Kurang rapi

Cukup rapi

Rapi

Sangat rapi

Pewarnaan

Belum selesai

Cukup

Baik

Sangat baik

Apresiasi budaya

Belum memahami

Mulai memahami

Memahami

Sangat menghargai


13. KESIMPULAN / REFLEKSI

A. Kesimpulan Materi

Hari ini kita telah mempelajari bahwa kain tapis merupakan salah satu warisan budaya khas Lampung yang memiliki motif indah dan beragam.

Dalam membuat desain motif tapis sederhana, kita dapat menggunakan unsur garis, bentuk, pola, pengulangan, dan warna.

Membuat motif tapis membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kerapian. Setiap murid juga dapat membuat variasi motif sesuai dengan ide dan imajinasinya.

Melalui kegiatan ini, kita belajar bukan hanya membuat karya seni, tetapi juga mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah.

B. Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Motif apa yang paling kamu sukai?

  3. Bagian mana yang paling mudah?

  4. Bagian mana yang paling sulit?

  5. Apakah kamu senang membuat desain motif tapis?

  6. Bagaimana cara kita ikut melestarikan budaya Lampung?

C. Kendala

Guru mencatat kendala yang ditemukan selama pembelajaran, misalnya:

  • beberapa murid masih kesulitan membuat pola berulang;

  • beberapa murid membutuhkan bantuan dalam menggunakan penggaris;

  • terdapat murid yang masih kurang percaya diri dalam menentukan motif;

  • sebagian murid membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pewarnaan.

D. Tindak Lanjut

Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa pengembangan motif tapis yang lebih kompleks.

Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan pendampingan untuk mengulang pembuatan pola sederhana dengan menggunakan bentuk dasar seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan belah ketupat.

E. Capaian Pembelajaran

Guru mencatat:

  • Jumlah siswa yang memahami materi: 17 siswa

  • Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan: 5 siswa ( belum selesai menggambar motif tapis lampung karena kurang rapi dalam membuat bentuk geometris nya)

  • Jumlah siswa yang mampu menyelesaikan karya: 17 siswa

  • Jumlah siswa yang membutuhkan tindak lanjut: 5 siswa

Pesan penutup:

"Budaya adalah identitas kita. Dengan mengenal dan membuat karya dari motif tapis, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Lampung."

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini selesai. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©