1. Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
2. Hari / Tanggal : Jum'at, 14 Agustus 2026
3. Fase / Kelas : B / IV
4. Mata Pelajaran : Kokurikuler
5. Materi : Mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar (Minggu ke 4)
6. Pertemuan Ke : 8 (2 JP)
7. Apersepsi :
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
Anak-anak, sebelum belajar mari kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berkreasi, menggambar, dan menghasilkan karya yang indah.
Allah juga Al-Malik, yaitu Zat Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh ciptaan-Nya. Salah satu ciptaan Allah adalah alam dan budaya yang ada di sekitar kita. Indonesia memiliki banyak budaya yang indah, salah satunya adalah kain tapis dari Lampung.
Allah juga Ar-Razzaq, yaitu Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya seni dapat menjadi salah satu bentuk kemampuan yang suatu saat dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal berbagai bentuk dan unsur motif. Hari ini kita akan belajar membuat desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.
Coba perhatikan kain tapis atau gambar motif tapis yang ditunjukkan oleh guru.
Pertanyaan pemantik:
Pernahkah kalian melihat kain tapis?
Menurut kalian, apa yang membuat kain tapis terlihat indah?
Bentuk apa saja yang dapat kita gunakan untuk membuat motif tapis?
Bagaimana cara membuat motif tapis sederhana dengan menggunakan pensil dan kertas?
Mari kita belajar dengan tenang, teliti, kreatif, dan gembira.
8. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Murid mampu mengenali, mengamati, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa sederhana dengan memanfaatkan unsur garis, bentuk, pola, dan warna serta menunjukkan apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya motif tapis Lampung.
9. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Melalui pengamatan gambar, murid mampu mengenali karakteristik sederhana motif tapis Lampung dengan tepat.
Melalui kegiatan tanya jawab dan pengamatan, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bentuk, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.
Melalui demonstrasi guru, murid mampu membuat rancangan motif tapis sederhana pada kertas gambar dengan menggunakan bentuk dan pola yang sesuai.
Murid mampu mengembangkan kreativitas dengan membuat variasi motif tapis sederhana sesuai ide dan imajinasinya. (Meaningful)
Melalui kegiatan menggambar secara perlahan dan teliti, murid mampu menunjukkan sikap fokus, sabar, dan menghargai proses dalam membuat karya. (Mindful)
Melalui kegiatan menggambar dan menghias motif secara kreatif, murid mampu menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kegembiraan dalam berkarya. (Joyful)
Murid mampu menghargai motif tapis sebagai salah satu warisan budaya daerah Lampung serta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.
10. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Murid mengamati gambar atau contoh kain tapis Lampung yang ditampilkan oleh guru.
Murid mengidentifikasi bentuk, garis, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.
Guru menjelaskan secara sederhana tentang kain tapis sebagai salah satu karya budaya khas Lampung.
Guru menunjukkan beberapa contoh motif sederhana yang dapat digunakan untuk membuat desain tapis, seperti:
garis lurus;
garis zig-zag;
segitiga;
belah ketupat;
lingkaran;
bentuk bunga;
bentuk daun;
bentuk geometris lainnya.
Guru mendemonstrasikan cara membuat desain motif tapis pada kertas gambar, mulai dari membuat garis bantu, menentukan pola utama, melakukan pengulangan motif, hingga memberikan warna.
Murid menentukan pola atau bentuk motif yang akan digunakan.
Murid membuat sketsa sederhana motif tapis menggunakan pensil.
Murid mengembangkan sketsa dengan membuat pola berulang sehingga menghasilkan desain yang menyerupai motif tapis.
Murid memberikan warna atau hiasan sesuai kreativitas masing-masing.
Murid menunjukkan hasil karyanya kepada teman dan guru.
Murid melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan karya teman.
Guru memberikan umpan balik, penguatan, dan apresiasi terhadap proses serta hasil karya murid.
11. MODEL / METODE PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran:
Project Based Learning (PjBL) sederhana berbasis karya seni.
Metode Pembelajaran:
Tanya jawab
Observasi/pengamatan
Demonstrasi
Diskusi
Praktik langsung
Penugasan
Presentasi/apresiasi karya
12. PENJABARAN MATERI
A. Pengenalan Kain Tapis
Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung. Kain tapis memiliki motif yang indah dan dibuat dengan teknik menghias permukaan kain menggunakan pola dan hiasan tertentu.
Motif tapis dapat terinspirasi dari berbagai bentuk, seperti bentuk tumbuhan, manusia, hewan, geometris, serta bentuk-bentuk simbolis lainnya.
Dalam kegiatan kali ini, kita tidak membuat kain tapis secara langsung, tetapi mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar.
B. Unsur-Unsur Motif Tapis
Beberapa unsur yang dapat digunakan dalam membuat desain motif tapis antara lain:
1. Garis
Garis dapat berupa:
garis lurus;
garis lengkung;
garis zig-zag;
garis horizontal;
garis vertikal;
garis diagonal.
Garis digunakan untuk membentuk dan memperindah motif.
2. Bentuk
Bentuk sederhana yang dapat digunakan antara lain:
segitiga;
lingkaran;
persegi;
belah ketupat;
bunga;
daun;
bentuk geometris lainnya.
3. Pola
Pola adalah susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur.
Contohnya:
◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲
Bentuk tersebut menunjukkan adanya pengulangan pola.
4. Pengulangan
Motif tapis akan terlihat menarik apabila bentuk tertentu diulang secara teratur.
Contoh:
Bunga – Daun – Bunga – Daun – Bunga – Daun
C. Langkah-Langkah Mendesain Motif Tapis Sederhana
Langkah 1 – Menyiapkan alat dan bahan
Alat dan bahan:
kertas gambar;
pensil;
penghapus;
penggaris;
pensil warna/crayon/spidol warna.
Langkah 2 – Membuat bidang gambar
Buat bidang atau batas gambar pada kertas menggunakan penggaris.
Langkah 3 – Membuat garis bantu
Buat beberapa garis horizontal atau vertikal sebagai panduan agar pola tersusun rapi.
Langkah 4 – Menentukan motif utama
Pilih motif sederhana yang akan digunakan, misalnya:
bunga;
daun;
belah ketupat;
segitiga;
lingkaran;
bentuk geometris.
Langkah 5 – Membuat pola berulang
Ulangi motif secara teratur.
Contoh:
◇ ○ ◇ ○ ◇ ○ ◇
atau
▲ ◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲
Langkah 6 – Mengembangkan desain
Tambahkan garis atau bentuk kecil sebagai hiasan agar motif terlihat lebih menarik.
Langkah 7 – Memberikan warna
Warnai desain dengan rapi dan kreatif. Gunakan kombinasi warna yang harmonis.
Langkah 8 – Finishing
Periksa kembali karya:
Apakah garis sudah rapi?
Apakah motif sudah berulang?
Apakah warna sudah merata?
Apakah tidak banyak bagian yang keluar garis?
D. CONTOH AKTIVITAS PRAKTIK
Proyek: “Motif Tapis Kreasi Aku”
Murid membuat satu desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.
Ketentuan:
Menggunakan minimal 2 bentuk motif.
Memiliki pola yang berulang.
Menggunakan minimal 3 warna.
Karya dibuat dengan rapi.
Murid bebas mengembangkan motif sesuai kreativitasnya.
Murid memberikan nama pada hasil karyanya.
Contoh nama karya:
Tapis Bunga Lampung
Tapis Geometris
Tapis Alam Lampung
Tapis Kreasi Nusantara
E. VIDEO PEMBELAJARAN
Guru dapat menampilkan video/gambar referensi tentang:
“Kain Tapis Lampung dan Cara Membuat Motif Tapis Sederhana”
Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan:
Apa nama kain tradisional yang kita pelajari?
Dari daerah mana kain tersebut berasal?
Apa yang membuat motif tapis terlihat menarik?
Apa saja bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif?
Mengapa pola dalam desain perlu dibuat berulang dan teratur?
F. ASESMEN FORMATIF
Pilihan Ganda
1. Kain tapis merupakan kain tradisional yang berasal dari ....
A. Jawa Barat
B. Lampung
C. Bali
D. Sumatera Barat
2. Salah satu unsur yang dapat digunakan untuk membuat motif adalah ....
A. garis
B. suara
C. aroma
D. rasa
3. Susunan motif yang dilakukan secara berulang disebut ....
A. pola
B. bayangan
C. tekstur
D. ukuran
4. Alat yang dapat digunakan untuk membuat garis lurus agar rapi adalah ....
A. penghapus
B. penggaris
C. kuas
D. gunting
5. Dalam membuat desain motif tapis, kita sebaiknya ....
A. membuat motif secara asal
B. tidak menggunakan pola
C. membuat motif dengan rapi dan kreatif
D. hanya menggunakan satu bentuk
Isian
6. Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas __________.
7. Bentuk motif yang dibuat secara berulang akan membentuk sebuah __________.
8. Sebelum memberikan warna, kita dapat membuat __________ terlebih dahulu menggunakan pensil.
Esai
9. Sebutkan tiga bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif tapis sederhana!
10. Mengapa kita harus menjaga dan menghargai kain tapis sebagai budaya daerah?
G. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN
1. B – Lampung
Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung.
2. A – garis
Garis merupakan salah satu unsur penting dalam membuat sebuah motif.
3. A – pola
Pola merupakan susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur dan dapat berulang.
4. B – penggaris
Penggaris membantu membuat garis lurus dengan lebih rapi.
5. C – membuat motif dengan rapi dan kreatif
Desain seni tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga ketelitian dan kerapian.
6. Lampung
7. pola
8. sketsa
9. Contoh jawaban: segitiga, lingkaran, belah ketupat, bunga, daun, atau bentuk geometris lainnya.
10. Karena kain tapis merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, sehingga perlu dihargai, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.
H. RUBRIK PENILAIAN KARYA
| Aspek yang Dinilai | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | Skor 4 |
|---|---|---|---|---|
Kreativitas motif | Belum berkembang | Mulai berkembang | Baik | Sangat kreatif |
Kesesuaian pola | Belum sesuai | Sebagian sesuai | Sesuai | Sangat teratur |
Kerapian | Kurang rapi | Cukup rapi | Rapi | Sangat rapi |
Pewarnaan | Belum selesai | Cukup | Baik | Sangat baik |
Apresiasi budaya | Belum memahami | Mulai memahami | Memahami | Sangat menghargai |
13. KESIMPULAN / REFLEKSI
A. Kesimpulan Materi
Hari ini kita telah mempelajari bahwa kain tapis merupakan salah satu warisan budaya khas Lampung yang memiliki motif indah dan beragam.
Dalam membuat desain motif tapis sederhana, kita dapat menggunakan unsur garis, bentuk, pola, pengulangan, dan warna.
Membuat motif tapis membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kerapian. Setiap murid juga dapat membuat variasi motif sesuai dengan ide dan imajinasinya.
Melalui kegiatan ini, kita belajar bukan hanya membuat karya seni, tetapi juga mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah.
B. Refleksi Pembelajaran
Guru mengajak murid menjawab:
Apa yang kamu pelajari hari ini?
Motif apa yang paling kamu sukai?
Bagian mana yang paling mudah?
Bagian mana yang paling sulit?
Apakah kamu senang membuat desain motif tapis?
Bagaimana cara kita ikut melestarikan budaya Lampung?
C. Kendala
Guru mencatat kendala yang ditemukan selama pembelajaran, misalnya:
beberapa murid masih kesulitan membuat pola berulang;
beberapa murid membutuhkan bantuan dalam menggunakan penggaris;
terdapat murid yang masih kurang percaya diri dalam menentukan motif;
sebagian murid membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pewarnaan.
D. Tindak Lanjut
Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa pengembangan motif tapis yang lebih kompleks.
Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan pendampingan untuk mengulang pembuatan pola sederhana dengan menggunakan bentuk dasar seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan belah ketupat.
E. Capaian Pembelajaran
Guru mencatat:
Jumlah siswa yang memahami materi: ______ siswa
Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan: ______ siswa
Jumlah siswa yang mampu menyelesaikan karya: ______ siswa
Jumlah siswa yang membutuhkan tindak lanjut: ______ siswa
Pesan penutup:
"Budaya adalah identitas kita. Dengan mengenal dan membuat karya dari motif tapis, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Lampung."
Alhamdulillah, pembelajaran hari ini selesai. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




