Jumat, 04 September 2026

Materi Ajar kokurikuler Jumat 04 September 2026

| | 0 komentar

  

IDENTITAS

Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd

Mapel : Kokurikuler Seni dan Budaya / Kearifan Lokal Lampung

Hari / Tanggal : Jum'at, 04 September 2026

Fase / Kelas : B / 4

Materi : Diskusi Makna Filosofi Motif Tapis Lampung dan Penyempurnaan Desain

Minggu Ke : 6

Pertemuan Ke : 3 dan 4

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Murid mampu mengenal, mengembangkan, dan menyempurnakan karya seni berbasis budaya lokal dengan memperhatikan bentuk, pola, makna, serta nilai yang terkandung dalam motif Tapis Lampung.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:

Menjelaskan secara sederhana makna filosofi motif Tapis Lampung yang dipilih.

Menghubungkan makna motif dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Menyampaikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan desain motif yang telah dibuat.

Berdiskusi dan menerima saran dari teman dalam menyempurnakan desain.

Memperbaiki bentuk, ukuran, pola, dan susunan motif berdasarkan hasil diskusi.

Membuat desain motif sederhana yang dapat ditiru dan dikerjakan secara mandiri pada kain strimin.

Meaningful: memahami bahwa motif yang dibuat memiliki cerita dan nilai kehidupan, bukan sekadar hiasan.

Mindful: bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab ketika memperbaiki desain.

Joyful: menikmati proses berdiskusi, menggambar, mencoba, dan menyempurnakan karya bersama teman.

PEMBAHASAN MATERI

1. APERSEPSI SINGKAT

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semangat untuk berkarya.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal bahwa Tapis Lampung bukan hanya kain yang indah, tetapi memiliki berbagai motif yang mengandung makna dan nilai kehidupan masyarakat Lampung.

Allah SWT adalah Al-Khaliq, Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia, alam, tumbuhan, hewan, dan segala sesuatu dengan bentuk yang indah dan memiliki manfaat.

Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara. Kita sebagai manusia harus menjaga dan menghargai ciptaan Allah serta menjaga budaya yang diwariskan oleh masyarakat terdahulu.

Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya dapat menjadi salah satu bentuk usaha manusia untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah motif tidak hanya dibuat supaya terlihat indah. Setiap motif dapat memiliki cerita dan filosofi.

Oleh karena itu, sebelum menyempurnakan desain, kita akan berdiskusi:

“Apa makna motif yang kita pilih dan bagaimana kita dapat menggambarkan makna tersebut melalui karya kita?”

PERTEMUAN KE-3

DISKUSI MAKNA FILOSOFI MOTIF TAPIS LAMPUNG

A. Mengingat Kembali Motif Tapis

Guru menampilkan beberapa contoh motif Tapis Lampung.

Motif

Makna sederhana untuk siswa

Tingkat Kemudahan

Pucuk Rebung

Kekeluargaan, saling membantu, menjaga silaturahmi

⭐ Sangat mudah

Belah Ketupat

Kebersamaan dan berbagi

⭐ Sangat mudah

Bunga

Perbuatan dan pekerjaan yang baik, rapi, dan indah

⭐ Sangat mudah

Kapal

Perjalanan kehidupan manusia

⭐⭐ Mudah

Burung

Kebebasan memilih dengan tetap menjaga kesopanan

⭐⭐ Mudah

Pohon Hayat

Kehidupan dan kemampuan menempatkan diri dalam masyarakat

⭐⭐⭐ Sedang

Untuk kelas 4 dan pembuatan mandiri, guru sebaiknya mengutamakan motif yang sederhana, mudah ditiru, dan dapat mengikuti kotak-kotak kain strimin.

1. Motif Pucuk Rebung

Bentuk dasar dapat dibuat menggunakan segitiga.

Makna: kekeluargaan, saling membantu, dan menjaga silaturahmi.

Contoh perilaku di sekolah:

Saya membantu teman ketika mengalami kesulitan.

2. Motif Belah Ketupat

Bentuk dasar menggunakan pola geometris sederhana.

Makna: kebersamaan dan berbagi kepada sesama.

Contoh perilaku:

Saya mau berbagi alat tulis dengan teman yang membutuhkan.

3. Motif Bunga Sederhana

Bunga dapat dibuat menggunakan bentuk sederhana dengan 4–6 kelopak.

Makna: pekerjaan dan perbuatan dilakukan dengan baik, rapi, dan indah.

Contoh perilaku:

Saya mengerjakan tugas dengan rapi dan tidak terburu-buru.

4. Motif Kapal Sederhana

Untuk kelas 4, bentuk kapal tidak perlu dibuat rumit.

Makna: perjalanan kehidupan manusia.

Untuk anak kelas 4 dapat disederhanakan menjadi:

Kapal = perjalanan kehidupan.

Guru dapat menghubungkannya dengan:

“Hari ini kita masih anak-anak. Kita terus belajar agar perjalanan hidup kita menjadi lebih baik.”

KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK

Setiap kelompok memilih satu motif.

Pertanyaan Diskusi

Nama motif yang kami pilih:

..............................................................

Bentuk motifnya seperti apa?

..............................................................

Apa makna motif tersebut?

..............................................................

Bagaimana makna tersebut dapat diterapkan di sekolah?

..............................................................

Bagian desain kami yang sudah bagus:

..............................................................

Bagian desain yang perlu diperbaiki:

..............................................................

Apa saran teman untuk memperbaiki desain kami?

..............................................................

KEGIATAN GALERI MOTIF

Setiap kelompok meletakkan desainnya di meja.

Kelompok lain mengamati dan memberikan dua jenis komentar:

⭐ Yang Sudah Bagus

..............................................................

πŸ’‘ Yang Dapat Diperbaiki

..............................................................

Guru mengingatkan:

“Memberikan masukan bukan berarti mengatakan karya teman jelek. Kita memberikan saran agar karya teman menjadi lebih baik.”

PERTEMUAN KE-4

MENYEMPURNAKAN DESAIN MOTIF

A. Memeriksa Desain

Murid melihat kembali desain awal.

Guru memberikan pertanyaan:

Apakah bentuk motif sudah jelas?

Apakah motif terlalu rumit?

Apakah ukuran motif sudah sesuai?

Apakah motif dapat dibuat menggunakan kain strimin?

Apakah pola dapat diulang?

Apakah jarak antar motif sudah cukup?

B. Menyederhanakan Motif

Prinsip utama dalam membuat karya untuk anak:

SEDERHANA – RAPI – BERULANG – MUDAH DITIRU

Bentuk yang dapat digunakan:

Garis lurus

Segitiga

Belah ketupat

Persegi

Lingkaran sederhana

Bunga sederhana

Hindari motif yang terlalu rumit dan memiliki terlalu banyak detail kecil.

Hal ini sangat sesuai dengan teknik kerja pada kain strimin, karena anak dapat menggunakan kotak-kotak kain sebagai panduan.

C. Membuat Pola Berulang

Motif dapat disusun secara berulang agar menghasilkan pola yang rapi.

Contoh:

Pucuk Rebung:

△ △ △ △ △

Belah Ketupat:

◇ ◇ ◇ ◇ ◇ ◇

Bunga:

✿ ✿ ✿ ✿ ✿

Anak boleh membuat variasi sendiri selama bentuk dasar dan makna motif tetap dipertahankan.

D. Menyesuaikan dengan Kain Strimin

Guru memberikan contoh ukuran sederhana.

Untuk pembatas buku, motif dibuat memanjang dan berulang.

Untuk gantungan kunci, motif dibuat lebih besar dan sederhana.

Hal yang harus diperhatikan:

Ukuran motif sesuai dengan benda.

Bentuk motif mudah dihitung berdasarkan kotak strimin.

Pola mudah diikuti.

Jarak antar motif teratur.

E. Penyempurnaan Desain

Murid menyempurnakan:

Bentuk utama motif.

Ukuran motif.

Jarak antar motif.

Pola pengulangan.

Motif pendukung.

Kerapian garis.

Kesesuaian dengan ukuran benda yang akan dibuat.

Kesederhanaan pola agar mudah disulam.

HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN

Pada akhir Pertemuan Ke-4, setiap murid memiliki:

1 DESAIN FINAL MOTIF TAPIS LAMPUNG

Desain sudah memiliki:

Nama motif

Gambar motif

Makna/filosofi

Pola pengulangan

Ukuran

Rancangan warna

Siap dipindahkan ke kain strimin

FORMAT DESAIN FINAL SISWA

NAMA: ....................................................

KELAS: ....................................................

MOTIF PILIHAN: ....................................................

MAKNA MOTIF:

..............................................................................

..............................................................................

CONTOH PERILAKU YANG AKAN SAYA LAKUKAN:

..............................................................................

..............................................................................

GAMBAR DESAIN FINAL

..............................................................................

..............................................................................

..............................................................................

WARNA YANG DIGUNAKAN:

....................................................

....................................................

....................................................

ASESMEN FORMATIF

A. Pilihan Ganda

1. Sebelum menyempurnakan desain, sebaiknya kita ....

A. langsung menyulam

B. berdiskusi dan menerima masukan

C. membuang desain

D. menyalin karya teman

2. Motif pucuk rebung dapat dikaitkan dengan nilai ....

A. permusuhan

B. kekeluargaan

C. kesombongan

D. kemalasan

3. Motif belah ketupat dapat dikaitkan dengan nilai ....

A. kebersamaan

B. pertengkaran

C. persaingan

D. kemarahan

4. Agar mudah dibuat di kain strimin, desain sebaiknya ....

A. sangat rumit

B. memiliki banyak detail kecil

C. sederhana dan mengikuti pola kotak

D. tidak memiliki pola

5. Ketika teman memberikan saran terhadap desain kita, sikap yang tepat adalah ....

A. marah

B. menolak semua saran

C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran

D. meninggalkan kelompok

B. Isian

6. Motif yang berbentuk tunas bambu disebut motif ....

7. Desain yang dibuat berulang akan menghasilkan sebuah ....

8. Saat memperbaiki desain, kita harus bekerja dengan .... dan teliti.

C. Esai

9. Jelaskan mengapa kita perlu mengetahui makna sebuah motif sebelum membuat karya!

10. Sebutkan tiga hal yang harus diperhatikan ketika menyempurnakan desain agar mudah dibuat pada kain strimin!

KUNCI JAWABAN

Pilihan Ganda

B. berdiskusi dan menerima masukan

B. kekeluargaan

A. kebersamaan

C. sederhana dan mengikuti pola kotak

C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran

Isian

Pucuk rebung

Pola

Sabar

Esai

9. Agar kita tidak hanya membuat motif sebagai hiasan, tetapi juga memahami cerita, nilai, dan filosofi yang terkandung di dalamnya sehingga karya memiliki makna.

10. Contohnya:

Bentuk motif sederhana.

Ukuran sesuai dengan kain strimin.

Pola mudah diikuti.

Jarak antar motif teratur.

Menggunakan garis dan bentuk geometris sederhana.

KESIMPULAN MATERI

Pada kegiatan minggu ke-5, murid belajar bahwa motif Tapis Lampung tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga dapat mengandung nilai dan filosofi kehidupan.

Murid kemudian menggunakan hasil diskusi untuk menyempurnakan desain motif agar lebih sederhana, rapi, memiliki pola berulang, dan dapat dikerjakan secara mandiri menggunakan kain strimin.

Melalui kegiatan ini, murid diharapkan semakin mengenal dan menghargai kearifan lokal Lampung serta mampu mengembangkan kreativitas melalui karya seni.

REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

 

Read more...

Kamis, 03 September 2026

Materi Ajar IPas Kamis, 3 September 2026

| | 0 komentar

    

PEMBELAJARAN IPAS

BAB 2 — KONSEP GAYA, PENGERTIAN GAYA, DAN JENIS-JENIS GAYA

IDENTITAS

  1. Nama Guru             : Ruwi Merliana
  2. Mapel                       : IPAS
  3. Hari/Tanggal           : Kamis, 03 September 2026
  4. Fase/Kelas               : B / IV
  5. Materi                      : Konsep Gaya, Pengertian Gaya, dan Jenis-Jenis Gaya
  6. Pertemuan ke          : 1

CP UMUM

Peserta didik memahami konsep gaya dan pengaruhnya terhadap gerak, arah, kecepatan, serta bentuk benda dalam kehidupan sehari-hari.

TP (Tujuan Pembelajaran)

TP Umum:
Peserta didik mampu menjelaskan konsep dan pengertian gaya sebagai tarikan atau dorongan serta mengidentifikasi jenis-jenis gaya melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari.

TP Mindful:
Peserta didik mampu mengamati dan menyadari keberadaan gaya di lingkungan sekitar melalui kegiatan mengamati, mencoba, dan merasakan pengaruh gaya pada benda dengan penuh perhatian serta mensyukuri kemampuan tubuh sebagai anugerah Allah.

TP Meaningful:
Peserta didik mampu menghubungkan konsep gaya dengan pengalaman dan aktivitas sehari-hari, seperti mendorong, menarik, mengangkat, menendang, dan menggunakan magnet, serta menjelaskan pengaruh gaya terhadap benda.

TP Joyful:
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis-jenis gaya melalui permainan, percobaan sederhana, dan aktivitas kelompok dengan aktif, antusias, dan menyenangkan.

ATP

  1. Peserta didik memahami gaya sebagai tarikan atau dorongan melalui pengamatan dan pengalaman langsung.
  2. Peserta didik mengidentifikasi pengaruh gaya terhadap benda melalui kegiatan sederhana.
  3. Peserta didik mengidentifikasi gaya otot, gaya gesek, gaya gravitasi, dan gaya magnet berdasarkan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Peserta didik mengelompokkan berbagai peristiwa berdasarkan jenis gaya yang bekerja 

PEMBAHASAN MATERI

1. APERSEPSI SINGKAT

Awal Pembelajaran

Salam dan apersepsi

Guru mengajak peserta didik melakukan beberapa gerakan sederhana:

  • mendorong meja;
  • menarik kursi;
  • membuka pintu;
  • mengangkat buku;
  • menggelindingkan bola.

Kemudian guru bertanya:

"Mengapa benda-benda tersebut dapat bergerak?"
"Apa yang kita gunakan ketika mendorong atau menarik benda?"

Guru mengarahkan peserta didik pada konsep gaya.

Ayat Kebesaran Allah

Guru mengajak peserta didik menyadari bahwa kemampuan manusia untuk bergerak, mendorong, menarik, mengangkat, dan melakukan berbagai aktivitas merupakan nikmat dari Allah.

Asmaul Husna:

  • Al-Khaaliq — Maha Pencipta
  • Al-Muqit — Maha Pemberi Kecukupan
  • Al-Qawiyyu — Maha Kuat

Mindful Moment:

"Mari kita perhatikan benda di sekitar kita. Banyak benda dapat bergerak karena adanya gaya. Semua kemampuan tubuh kita untuk melakukan gerakan juga merupakan nikmat dan kebesaran Allah."

2. PENGAJARAN MATERI

A. Konsep Gaya

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda.

Gaya dapat menyebabkan benda:

  • bergerak;
  • berhenti;
  • berubah arah;
  • berubah kecepatan;
  • berubah bentuk.

Contoh:

  • Bola ditendang → bola bergerak.
  • Pintu didorong → pintu terbuka.
  • Karet gelang ditarik → bentuknya berubah.
  • Bola yang menggelinding ditahan → bola berhenti.

B. Pengertian Gaya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan gaya tanpa menyadarinya.

Menarik merupakan gaya.

Contohnya:

  • menarik laci;
  • menarik tali;
  • menarik kursi.

Mendorong juga merupakan gaya.

Contohnya:

  • mendorong meja;
  • mendorong pintu;
  • mendorong troli.

Kesimpulan Sederhana

GAYA = TARIKAN + DORONGAN


C. JENIS-JENIS GAYA

1. Gaya Otot πŸ’ͺ

Gaya yang dihasilkan oleh otot manusia atau hewan.

Contoh:

  • mengangkat tas;
  • menendang bola;
  • mendorong meja;
  • menarik gerobak.

Kata kunci:
πŸ‘‰ menggunakan tenaga otot


2. Gaya Gesek πŸ›

Gaya yang terjadi ketika dua permukaan benda saling bersentuhan dan menghambat gerakan.

Contoh:

  • rem sepeda menghentikan roda;
  • ban kendaraan bergesekan dengan jalan;
  • penghapus digosokkan pada kertas.

Gaya gesek dapat membantu kita berjalan tanpa mudah tergelincir.

Kata kunci:
πŸ‘‰ sentuhan dua permukaan


3. Gaya Gravitasi 🌎

Gaya yang menyebabkan benda tertarik menuju permukaan Bumi.

Contoh:

  • buah jatuh dari pohon;
  • bola yang dilempar ke atas kembali jatuh;
  • air hujan turun ke Bumi.

Kata kunci:
πŸ‘‰ menarik benda ke Bumi


4. Gaya Magnet 🧲

Gaya yang ditimbulkan oleh magnet sehingga dapat menarik benda-benda tertentu yang memiliki sifat magnetis.

Contoh:

  • magnet menarik paku;
  • magnet menarik jarum;
  • magnet digunakan pada pintu lemari tertentu.

Kata kunci:

πŸ‘‰ magnet menarik benda tertentu

Aktivitas Pembelajaran

"Ayo Berburu Gaya!"

Peserta didik bekerja dalam kelompok.

Guru menyediakan beberapa benda di sekitar kelas, kemudian peserta didik mengamati:

No.KegiatanJenis Gaya
1Mendorong meja................
2Menghapus tulisan................
3Menjatuhkan pensil................
4Magnet menarik klip kertas................
5Menendang bola................

Peserta didik kemudian mendiskusikan:

"Apa yang terjadi pada benda ketika diberikan gaya?"

Joyful Learning 🎯

Guru dapat membuat permainan "Tebak Jenis Gaya".

Guru memperagakan suatu aktivitas tanpa menyebutkan jenis gayanya.

Contoh:

  • pura-pura menendang bola;
  • menarik kursi;
  • menjatuhkan benda;
  • menggunakan magnet.

Peserta didik berlomba mengangkat kartu jawaban:

OTOT — GESEK — GRAVITASI — MAGNET


KESIMPULAN MATERI

  • Gaya adalah tarikan atau dorongan.
  • Gaya dapat menyebabkan benda bergerak, berhenti, berubah arah, berubah kecepatan, atau berubah bentuk.
  • Gaya banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Jenis gaya yang dipelajari antara lain:
    • Gaya otot
    • Gaya gesek
    • Gaya gravitasi
    • Gaya magnet
  • Setiap gaya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap benda.
  • Kemampuan manusia menggunakan gaya merupakan salah satu nikmat dan kebesaran Allah.

REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Evaluasi proses pembelajaran hari ini

Sebagian besar peserta didik memahami bahwa gaya merupakan tarikan atau dorongan dan mampu memberikan contoh gaya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian kecil peserta didik masih perlu pendampingan dalam membedakan jenis gaya berdasarkan contoh peristiwa

Read more...

Materi Ajar PKn KAmis 3 September 2026

| | 0 komentar

  

MATERI PENDIDIKAN PANCASILA 

KELAS 4

1. Nama Gu  ru           :Ruwi Merliana, S.Pd.

2. Mapel                       :Pendidikan Pancasila

3. Hari/Tanggal           : Kamis, 3 September2026

4. Fase/Kelas               : Fase B / Kelas IV

5. Materi

Menjelajah Tempat Tinggalku: Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan

6. Pertemuan ke           : 2



CP Umum

Peserta didik mengenal lingkungan tempat tinggalnya serta mampu mengidentifikasi berbagai unsur lingkungan alam dan lingkungan buatan yang terdapat di sekitarnya. Peserta didik menunjukkan sikap peduli, bertanggung jawab, dan mampu menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

TP Umum

Murid dapat menjelajah dan mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal dengan membedakan lingkungan alam dan lingkungan buatan serta menjelaskan manfaat dan cara menjaga keduanya.

TP (UMUM DALAM POINT)

Murid dapat:

  1. Mengidentifikasi perubahan atau pemanfaatan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
  2. Menyajikan hasil pengamatan lingkungan alam dan buatan.
  3. Menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
TP MINDful

Peserta didik mampu mengamati lingkungan tempat tinggal dengan penuh perhatian, mengenali kondisi lingkungan alam dan buatan di sekitarnya, serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

TP MEANingful

Peserta didik mampu menghubungkan lingkungan alam dan lingkungan buatan dengan kehidupan sehari-hari, menjelaskan manfaatnya, serta menentukan tindakan yang tepat untuk menjaga lingkungan.

TP JOYful

Peserta didik mampu menjelajah, mengamati, mengelompokkan, dan menyajikan hasil pengamatan lingkungan melalui kegiatan kelompok yang aktif, menyenangkan, dan bermakna.

ATP (sesuaikan TP)

  • Peserta didik mampu mengenali dan menjelaskan pengertian serta contoh lingkungan alam dan lingkungan buatan melalui kegiatan mengamati lingkungan sekitar.
  • Peserta didik mampu membedakan lingkungan alam dan lingkungan buatan serta menjelaskan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat berdasarkan hasil pengamatan.
  • Peserta didik mampu menyajikan hasil pengamatan lingkungan alam dan lingkungan buatan serta menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga lingk
  • PEMBAHASAN MATERI

    Apersepsi Singkat

    Guru mengajak murid membayangkan perjalanan dari rumah menuju sekolah.

    Guru bertanya:

    • Apa saja yang kalian lihat di sepanjang perjalanan?
    • Apakah kalian melihat pohon, sungai, bukit, atau sawah?
    • Apakah kalian melihat jalan, jembatan, gedung, atau taman?
    • Mana yang sudah tersedia secara alami?
    • Mana yang dibuat oleh manusia?
    • Mengapa manusia membuat berbagai bangunan dan fasilitas di lingkungan?

    Guru menjelaskan bahwa lingkungan tempat tinggal terdiri atas berbagai unsur. Ada yang terbentuk secara alami dan ada yang dibuat atau diubah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Akhlak yang Dikembangkan

    Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan memiliki sikap:

    • Peduli lingkungan, dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
    • Bertanggung jawab, dalam menggunakan fasilitas yang ada.
    • Bersyukur, atas keberadaan lingkungan alam yang bermanfaat bagi kehidupan.
    • Tidak merusak, lingkungan alam maupun lingkungan buatan.
    • Gotong royong, dalam menjaga lingkungan bersama.
    • Disiplin, dalam menaati aturan lingkungan.
    • Menghargai, lingkungan dan masyarakat yang ada di sekitar.

    PENGAJARAN MATERI SINGKAT

    A. Apa Itu Lingkungan?

    Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar kita dan memengaruhi kehidupan manusia.

    Lingkungan tempat tinggal merupakan tempat kita hidup, bermain, belajar, berinteraksi, dan melakukan berbagai kegiatan.

    Di lingkungan tempat tinggal terdapat dua jenis lingkungan yang dapat kita kenali, yaitu:

    1. Lingkungan alam
    2. Lingkungan buatan

    B. Lingkungan Alam

    Lingkungan alam adalah lingkungan yang terbentuk melalui proses alam dan bukan dibuat oleh manusia.

    Contoh lingkungan alam:

    🌳 Pepohonan dan hutan

    Hutan menjadi tempat hidup berbagai tumbuhan dan hewan serta membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

    🏞️ Bukit dan pegunungan

    Bukit dan pegunungan merupakan bentuk permukaan bumi yang terbentuk secara alami.

    🌊 Sungai

    Sungai merupakan aliran air alami yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan dengan tetap menjaga kelestariannya.

    🌾 Sawah

    Sawah dapat menjadi bagian dari lingkungan sekitar dan dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

    🌊 Danau dan laut

    Danau dan laut merupakan perairan yang terbentuk secara alami dan memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan.

    ☀️ Matahari

    Matahari merupakan sumber cahaya dan panas yang sangat penting bagi kehidupan.

    Ciri-Ciri Lingkungan Alam

    Lingkungan alam memiliki ciri-ciri:

    • terbentuk melalui proses alam;
    • terdapat tumbuhan dan hewan;
    • memiliki unsur air, tanah, udara, dan cahaya matahari;
    • menjadi tempat berlangsungnya kehidupan berbagai makhluk hidup.

    D. Lingkungan Buatan

    Lingkungan buatan adalah lingkungan atau fasilitas yang dibuat, dibangun, atau diubah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Contoh lingkungan buatan:

    🏠 Rumah

    Rumah dibuat manusia sebagai tempat tinggal.

    🏫 Sekolah

    Sekolah dibangun sebagai tempat belajar dan mendapatkan pendidikan.

    πŸ›£️ Jalan

    Jalan dibuat untuk memudahkan manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

    πŸŒ‰ Jembatan

    Jembatan dibuat untuk membantu manusia melewati sungai, jalan, atau tempat tertentu.

    🏞️ Taman

    Taman dapat dibuat sebagai ruang terbuka untuk bermain, bersantai, dan memperindah lingkungan.

    πŸͺ Pasar

    Pasar merupakan tempat yang digunakan masyarakat untuk melakukan kegiatan jual beli.

    🏒 Kantor

    Kantor digunakan untuk berbagai kegiatan pelayanan dan pekerjaan.

    Ciri-Ciri Lingkungan Buatan

    Lingkungan buatan memiliki ciri-ciri:

    • dibuat atau dibangun oleh manusia;
    • memiliki tujuan atau fungsi tertentu;
    • digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia;
    • dapat dirawat, diperbaiki, atau dikembangkan.

    E. Perbedaan Lingkungan Alam dan Buatan

    Lingkungan AlamLingkungan Buatan
    Terbentuk melalui proses alamDibuat atau dibangun manusia
    Tidak dibuat manusiaDibuat manusia
    Contoh: sungaiContoh: jalan
    Contoh: gunungContoh: jembatan
    Contoh: lautContoh: taman
    Contoh: hutanContoh: sekolah

    Perlu diketahui bahwa lingkungan alam juga dapat dimanfaatkan atau mengalami perubahan karena aktivitas manusia.

    Contohnya, lahan yang semula merupakan lingkungan alami dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau pembangunan. Oleh karena itu, manusia harus menggunakan lingkungan dengan bijak dan tetap menjaga kelestariannya.

    F. Manfaat Lingkungan Alam

    Lingkungan alam memberikan banyak manfaat bagi manusia.

    Contohnya:

    1. Menyediakan udara untuk bernapas.
    2. Menyediakan air.
    3. Menjadi tempat hidup tumbuhan dan hewan.
    4. Menyediakan sumber makanan.
    5. Menjadi tempat kegiatan pertanian.
    6. Menjadi tempat rekreasi.
    7. Membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

    G. Manfaat Lingkungan Buatan

    Lingkungan buatan dibuat untuk membantu kehidupan manusia.

    Contohnya:

    • Rumah sebagai tempat tinggal.
    • Sekolah sebagai tempat belajar.
    • Jalan sebagai sarana transportasi.
    • Jembatan sebagai penghubung wilayah.
    • Pasar sebagai tempat jual beli.
    • Taman sebagai tempat bermain dan bersantai.
    • Fasilitas kesehatan sebagai tempat mendapatkan pelayanan kesehatan.

    H. Menjelajah Lingkungan Tempat Tinggalku

    Untuk mengenal lingkungan dengan lebih baik, kita dapat melakukan penjelajahan sederhana.

    Saat menjelajah, amati:

    1. Lingkungan Alam

    Apakah terdapat:

    • pohon;
    • sungai;
    • sawah;
    • kebun;
    • bukit;
    • danau;
    • kolam;
    • atau lingkungan alam lainnya?

    2. Lingkungan Buatan

    Apakah terdapat:

    • rumah;
    • sekolah;
    • jalan;
    • jembatan;
    • taman;
    • pasar;
    • tempat ibadah;
    • kantor;
    • atau fasilitas lainnya?

    3. Kondisi Lingkungan

    Perhatikan apakah lingkungan:

    • bersih;
    • kotor;
    • tertata;
    • rusak;
    • terawat;
    • atau membutuhkan perbaikan.

    I. Cara Menjaga Lingkungan Alam

    Kita dapat menjaga lingkungan alam dengan:

    1. Tidak membuang sampah sembarangan.
    2. Menanam dan merawat tumbuhan.
    3. Tidak merusak pohon.
    4. Menjaga kebersihan sungai.
    5. Tidak mencemari air dan tanah.
    6. Menjaga hewan dan habitatnya.
    7. Menggunakan sumber daya alam dengan bijak.

    J. Cara Menjaga Lingkungan Buatan

    Kita dapat menjaga lingkungan buatan dengan:

    1. Menggunakan fasilitas umum dengan baik.
    2. Tidak mencoret-coret dinding.
    3. Tidak merusak fasilitas umum.
    4. Membuang sampah pada tempatnya.
    5. Menjaga kebersihan jalan dan taman.
    6. Merawat fasilitas yang digunakan bersama.
    7. Mengikuti aturan yang berlaku.

    MEDIA / ALAT PERAGA

    Guru dapat menggunakan:

    • Gambar lingkungan alam.
    • Gambar lingkungan buatan.

    •  
    • Foto lingkungan sekitar sekolah.
    • Peta sederhana.
    • Video tentang lingkungan.
    • Kartu gambar alam dan buatan.
    • Teks cetak.
    • LKPD bergambar.

    KEGIATAN PENGAMATAN

    Guru menampilkan berbagai gambar lingkungan.

    Murid mengelompokkan gambar menjadi:

    🌳 LINGKUNGAN ALAM

    dan

    🏠 LINGKUNGAN BUATAN

    Kemudian murid menjelaskan alasan pengelompokannya.

    Contoh:

    Gambar sungai → Lingkungan Alam

    Alasan: sungai merupakan bagian dari lingkungan alam yang terbentuk melalui proses alam.

    Gambar jembatan → Lingkungan Buatan

    Alasan: jembatan dibuat oleh manusia untuk membantu aktivitas dan menghubungkan suatu tempat dengan tempat lainnya.

    KEGIATAN KELOMPOK

    “AYO MENJELAJAH LINGKUNGANKU!”

    Bentuklah kelompok kecil.

    Amatilah lingkungan sekitar sekolah atau lingkungan yang ditentukan oleh guru.

    Catat hasil pengamatan pada tabel berikut.

    No.Yang DiamatiAlam/BuatanManfaat
    1................................................................................................
    2................................................................................................
    3................................................................................................
    4................................................................................................
    5................................................................................................

    Tugas Kelompok

    Setelah melakukan pengamatan:

    1. Temukan minimal 3 lingkungan alam.
    2. Temukan minimal 3 lingkungan buatan.
    3. Tuliskan manfaatnya.
    4. Amati kondisi lingkungan tersebut.
    5. Tentukan cara menjaganya.
    6. Buat kesimpulan kelompok.

    MENYAJIKAN HASIL PENGAMATAN

    Setiap kelompok menyajikan hasil pengamatan di depan kelas.

    Hal-hal yang disampaikan:

    1. Nama kelompok.
    2. Lokasi pengamatan.
    3. Contoh lingkungan alam yang ditemukan.
    4. Contoh lingkungan buatan yang ditemukan.
    5. Manfaat lingkungan.
    6. Kondisi lingkungan.
    7. Cara menjaga lingkungan.
    8. Kesimpulan.

    Contoh Presentasi

    “Kelompok kami melakukan pengamatan di lingkungan sekitar sekolah.

    Kami menemukan beberapa lingkungan alam, yaitu ....................................

    Kami juga menemukan lingkungan buatan, yaitu ....................................

    Lingkungan tersebut bermanfaat untuk ....................................

    Menurut kelompok kami, lingkungan harus dijaga dengan cara ....................................

    Kesimpulan kelompok kami adalah bahwa lingkungan alam dan lingkungan buatan sama-sama penting bagi kehidupan sehingga harus kita jaga bersama.”

    POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

    Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.

    1. Apa yang dimaksud dengan lingkungan tempat tinggal?
    2. Apa yang dimaksud dengan lingkungan alam?
    3. Sebutkan tiga contoh lingkungan alam!
    4. Apa yang dimaksud dengan lingkungan buatan?
    5. Sebutkan tiga contoh lingkungan buatan!
    6. Apa perbedaan lingkungan alam dan lingkungan buatan?
    7. Sebutkan dua manfaat lingkungan alam!
    8. Sebutkan dua manfaat lingkungan buatan!
    9. Tuliskan dua cara menjaga lingkungan alam!
    10. Tuliskan dua cara menjaga lingkungan buatan!

    Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks

    Setelah membaca teks cetak yang diberikan guru, tuliskan kesimpulan menggunakan kalimat sendiri.

    Kesimpulan saya:

    ....................................................................................

    ....................................................................................

    ....................................................................................

    ....................................................................................

    KESIMPULAN

    Lingkungan tempat tinggal terdiri atas berbagai unsur yang dapat kita kenali sebagai lingkungan alam dan lingkungan buatan.

    Lingkungan alam terbentuk melalui proses alam, seperti sungai, gunung, hutan, laut, dan pepohonan. Sementara itu, lingkungan buatan dibuat atau dibangun oleh manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti rumah, sekolah, jalan, jembatan, taman, dan pasar.

    Lingkungan alam dan lingkungan buatan sama-sama memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita harus menjaga keduanya dengan tidak merusak lingkungan, menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas dengan baik, serta ikut melakukan kegiatan yang membuat lingkungan tetap bersih, nyaman, dan terawat.

    REFLEKSI

    Pada pembelajaran hari ini terkait dengan materi mengidentifikasi lingkungan dan jenis-jenis nya. Sebagian besar murid sudah dapat memahami dengan baik beserta contoh nya 

    Read more...

    Rabu, 02 September 2026

    Materi Ajar Seni Rupa, 02 September 2026

    | | 0 komentar

        

    MATERI SENI RUPA KELAS 4

    IDENTITAS

    1. Nama Guru    : Ruwi Merliana, S.Pd.
    2. Mapel             : Seni Rupa
    3. Hari/Tanggal : Rabu, 02 September 2026
    4. Fase/Kelas     :Fase B / Kelas IV
    5. Materi            : Membuat Satu Karya Seni Kerajinan dengan Memanfaatkan Sampah Plastik
    6. Pertemuan ke : 3


    Capaian Pembelajaran Umum :

    Peserta didik mampu mengenal, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa dengan memanfaatkan berbagai bahan yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan alat dan bahan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab serta menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan karya seni.

    Tujuan Pembelajaran Umum :

    Peserta didik mampu memahami pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan berkarya seni serta mampu membuat satu karya seni kerajinan sederhana dengan memanfaatkan sampah plastik secara kreatif, aman, dan bertanggung jawab.

    TP Nomor : B-4-02

    Peserta didik dapat:

    1. Menjelaskan pengertian sampah plastik dan dampaknya terhadap lingkungan.

    2. Mengidentifikasi jenis sampah plastik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.

    3. Menentukan ide karya kerajinan yang dapat dibuat dari sampah plastik.

    4. Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat karya.

    5. Membuat satu karya seni kerajinan dari sampah plastik dengan memperhatikan unsur keindahan dan kerapian.

    6. Menunjukkan sikap peduli lingkungan, kreatif, bertanggung jawab, dan menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman.

    ATP (sesuaikan TP)

    Peserta didik mengenali permasalahan sampah plastik di lingkungan sekitar, mengamati berbagai contoh pemanfaatan sampah plastik menjadi benda kerajinan, menentukan ide karya, menyiapkan alat dan bahan, kemudian membuat satu karya kerajinan dari sampah plastik melalui proses mengolah, menyusun, menghias, dan menyelesaikan karya. Peserta didik mempresentasikan hasil karyanya serta melakukan refleksi terhadap proses dan hasil karya.

    MATERI

    Apersepsi Singkat

    Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar dan mengajukan pertanyaan:

    • Apa yang biasanya kalian lakukan terhadap botol plastik atau bungkus makanan yang sudah tidak digunakan?

    • Apakah sampah plastik dapat digunakan kembali?

    • Pernahkah kalian melihat benda kerajinan yang dibuat dari sampah plastik?

    • Menurut kalian, apa yang terjadi jika sampah plastik dibuang sembarangan?

    Guru menyampaikan bahwa benda yang dianggap sampah belum tentu tidak berguna. Dengan kreativitas, beberapa sampah plastik dapat dimanfaatkan menjadi karya seni kerajinan yang menarik dan memiliki nilai guna.

    Akhlak yang Dikembangkan

    Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan memiliki sikap:

    • Peduli lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    • Bertanggung jawab, dengan menggunakan alat dan bahan secara aman serta membersihkan tempat kerja setelah selesai.

    • Kreatif, dengan menghasilkan gagasan dan bentuk karya yang berbeda.

    • Disiplin, dengan mengikuti langkah-langkah pembuatan karya.

    • Menghargai karya orang lain, dengan memberikan apresiasi terhadap karya teman.

    • Tidak boros, dengan memanfaatkan benda yang masih dapat digunakan kembali.

    Pengajaran Materi Singkat

    A. Apa Itu Sampah Plastik?

    Sampah plastik adalah benda berbahan plastik yang sudah tidak digunakan atau dianggap tidak memiliki fungsi lagi. Contohnya adalah botol plastik bekas, gelas plastik, tutup botol, sedotan, kantong plastik, dan berbagai kemasan plastik.

    Plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Oleh karena itu, kita perlu mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan kembali plastik yang masih dapat digunakan.

    B. Sampah Plastik sebagai Bahan Kerajinan

    Sampah plastik yang bersih dan aman dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai karya seni kerajinan.

    Contohnya:

    • Botol plastik dapat dibuat menjadi tempat pensil atau pot tanaman.

    • Tutup botol dapat disusun menjadi hiasan atau mozaik.

    • Gelas plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan.

    • Kemasan plastik dapat dimanfaatkan menjadi bunga atau dekorasi.

    • Sedotan plastik dapat digunakan untuk membuat hiasan sederhana.

    C. Contoh Karya yang Akan Dibuat

    Pada kegiatan ini peserta didik membuat tempat pensil dari botol plastik bekas.

    Alat dan Bahan

    Bahan:

    • 1 botol plastik bekas yang sudah dicuci dan dikeringkan.

    • Kertas warna atau kertas bekas yang masih dapat digunakan.

    • Lem.

    • Pita atau bahan hiasan lainnya sesuai kebutuhan.

    Alat:

    • Gunting.

    • Pensil.

    • Penggaris.

    • Spidol atau alat gambar.

    Catatan keselamatan: Bagian botol yang dipotong harus ditangani dengan hati-hati. Jika diperlukan pemotongan yang sulit atau menggunakan alat tajam, peserta didik meminta bantuan guru.

    D. Langkah-Langkah Membuat Tempat Pensil

    1. Bersihkan botol plastik dan pastikan sudah kering.

    2. Tentukan tinggi tempat pensil yang akan dibuat.

    3. Dengan bantuan guru, potong bagian botol sesuai ukuran yang diinginkan.

    4. Rapikan bagian tepi botol agar tidak membahayakan.

    5. Lapisi bagian luar botol menggunakan kertas warna atau bahan hiasan.

    6. Buat pola atau gambar sederhana sesuai kreativitas.

    7. Tempelkan hiasan pada permukaan botol.

    8. Pastikan semua bagian tertempel dengan baik.

    9. Periksa kembali kerapian dan kekuatan karya.

    10. Bersihkan meja dan kumpulkan sisa bahan yang masih dapat digunakan kembali.

    E. Unsur Keindahan dalam Karya

    Agar karya terlihat menarik, peserta didik dapat memperhatikan:

    Bentuk
    Karya memiliki bentuk yang sesuai dengan fungsi dan rencana.

    Warna
    Gunakan kombinasi warna yang menarik dan sesuai.

    Komposisi
    Hiasan disusun dengan seimbang dan tidak terlalu penuh.

    Kerapian
    Potongan, tempelan, dan hiasan dibuat serapi mungkin.

    Kreativitas
    Peserta didik dapat mengembangkan bentuk dan hiasan sesuai ide masing-masing.

    Video Pembelajaran

    Guru dapat menampilkan video pendek tentang:

    “Membuat Kerajinan dari Botol Plastik Bekas”


    Video digunakan sebagai media pengamatan untuk membantu peserta didik memahami proses mengubah sampah plastik menjadi karya yang bermanfaat.

    Setelah melihat video, guru mengajukan pertanyaan:

    1. Apa bahan utama yang digunakan?

    2. Alat apa saja yang digunakan?

    3. Bagaimana langkah awal membuat karya?

    4. Bagian mana yang menurut kalian paling membutuhkan ketelitian?

    5. Apa manfaat menggunakan sampah plastik sebagai bahan kerajinan?

    Media dan Alat Peraga

    Media pembelajaran yang digunakan:

    • Contoh botol plastik bekas.

    • Contoh karya kerajinan dari plastik.

    • Gambar atau video proses pembuatan.

    • Contoh hasil karya.

    • Lembar teks materi.

    • Alat dan bahan praktik.


    KEGIATAN PRAKTIK

    Tugas Membuat Karya

    Buatlah satu karya seni kerajinan dengan memanfaatkan sampah plastik yang ada di sekitar kalian.

    Kalian dapat membuat tempat pensil dari botol plastik atau mengembangkan bentuk kerajinan lain dengan persetujuan guru.

    Ketentuan Tugas

    1. Gunakan sampah plastik yang bersih dan aman.

    2. Tentukan terlebih dahulu ide karya yang akan dibuat.

    3. Gunakan alat sesuai fungsinya.

    4. Ikuti petunjuk keselamatan selama bekerja.

    5. Buat karya dengan memperhatikan bentuk, warna, komposisi, dan kerapian.

    6. Berikan nama pada karya yang dibuat.

    7. Ceritakan secara singkat bahan yang digunakan dan manfaat karya tersebut.

    8. Setelah selesai, rapikan tempat kerja.


    POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

    Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.

    1. Apa yang dimaksud dengan sampah plastik?

    2. Sebutkan tiga contoh sampah plastik yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan!

    3. Mengapa sampah plastik sebaiknya tidak dibuang sembarangan?

    4. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat tempat pensil dari botol plastik!

    5. Tuliskan secara singkat langkah-langkah membuat tempat pensil dari botol plastik!

    6. Apa saja unsur keindahan yang perlu diperhatikan dalam membuat karya kerajinan?

    7. Mengapa kita harus berhati-hati ketika menggunakan gunting atau alat yang tajam?

    8. Apa manfaat membuat kerajinan dari sampah plastik?

    Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks

    Setelah membaca teks materi, dapat kita buat kesimpulan seperti berikut ini

    KESIMPULAN

    Sampah plastik yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan menjadi bahan untuk membuat karya seni kerajinan. Dengan kreativitas, sampah seperti botol plastik, tutup botol, gelas plastik, dan kemasan plastik dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai keindahan dan kegunaan.

    Dalam membuat karya, kita perlu memperhatikan ide, bentuk, warna, komposisi, dan kerapian. Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab, tidak boros, serta menghargai karya orang lain.

    REFLEKSI

    Pada pembelajaran Seni rupa hari ini. Sebagian Murid sudah mampu menciptakan sebuah karya dari bahan daur ulang plastik

    Read more...

    Selasa, 01 September 2026

    Materi Ajar IPAS, Selasa 01 September 2026

    | | 0 komentar

      

    MATERI IPAS KELAS 4

    IDENTITAS         :

    1. Nama Guru         : Ruwi Merliana, S.Pd.
    2. Mapel                 :  IPAS
    3. Hari/Tanggal      : Selasa, 01 September 2026 2026
    4. Fase/Kelas          : Fase B / Kelas IV
    5. Materi                  : Alasan Manusia Memanfaatkan dan Mengubah Bentuk Energi serta Menyajikan dan Mempresentasikan Hasil Pengamatan Perubahan Energi
    6. Pertemuan ke        :  3 & PH


    CP Umum

    Peserta didik memahami berbagai bentuk energi, perubahan bentuk energi, serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi, menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk yang sesuai, dan mengomunikasikan hasilnya secara lisan dengan percaya diri.

    TP Umum

    Peserta didik mampu menjelaskan alasan manusia memanfaatkan dan mengubah bentuk energi, mengidentifikasi perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan pengamatan, serta menyajikan dan mempresentasikan hasil pengamatan dengan menggunakan bahasa yang jelas dan percaya diri.

    TP Nomor

    Peserta didik dapat:
    1. Menjelaskan alasan manusia memanfaatkan energi dalam kehidupan sehari-hari.
    2. Menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi.
    3. Mengidentifikasi berbagai perubahan bentuk energi yang terjadi pada benda di sekitar.
    4. Melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi.
    5. Mencatat hasil pengamatan secara sistematis.
    6. Menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana.
    7. Mempresentasikan hasil pengamatan perubahan energi di depan kelas.
    8. Menunjukkan sikap percaya diri, bertanggung jawab, bekerja sama, dan menghargai pendapat orang lain.

    ATP (sesuaikan TP)

    Peserta didik mengidentifikasi alasan manusia memanfaatkan energi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjelaskan alasan manusia mengubah bentuk energi agar dapat digunakan sesuai kebutuhan, melakukan pengamatan terhadap perubahan energi pada benda di sekitar, mencatat dan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana, kemudian mempresentasikan hasil pengamatan secara lisan dengan bahasa yang jelas dan percaya diri.

    MATERI

    Apersepsi Singkat

    • Guru mengajak peserta didik mengamati benda-benda yang ada di sekitar kelas, seperti lampu, kipas angin, proyektor, atau alat elektronik lainnya.
    • Guru mengajukan pertanyaan:
    1. Mengapa manusia membutuhkan energi?
    2. Mengapa lampu membutuhkan listrik?
    3. Apa yang terjadi ketika listrik digunakan untuk menyalakan lampu?
    4. Mengapa kipas angin dapat berputar ketika dihubungkan dengan listrik?
    5. Apakah energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya?
    6. Bagaimana kita dapat mengetahui perubahan energi yang terjadi pada suatu benda?
    • Guru mengarahkan peserta didik bahwa manusia memanfaatkan energi untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Energi juga dapat diubah bentuknya agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.
    • Peserta didik kemudian akan melakukan pengamatan sederhana terhadap perubahan energi dan menyajikan hasil pengamatannya.

    Akhlak yang Dikembangkan

    Melalui kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan memiliki sikap:
    • Bersyukur atas energi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan.
    • Hemat dalam menggunakan energi.
    • Bertanggung jawab dalam menggunakan alat dan melakukan pengamatan.
    • Bekerja sama ketika melakukan kegiatan kelompok.
    • Percaya diri ketika menyampaikan hasil pengamatan.
    • Menghargai orang lain ketika teman sedang menyampaikan hasil presentasi.
    • Jujur dalam mencatat hasil pengamatan sesuai dengan apa yang benar-benar diamati.

    PENGAJARAN MATERI SINGKAT

    A. Mengapa Manusia Memanfaatkan Energi?

    Energi sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
    • Manusia memanfaatkan energi untuk:
    • bergerak dan melakukan aktivitas;
    • mendapatkan penerangan;
    • memasak makanan;
    • mengoperasikan berbagai peralatan;
    • menjalankan kendaraan;
    • memperoleh informasi dan berkomunikasi;
    • mempermudah pekerjaan.
    Contohnya, manusia menggunakan energi listrik untuk menyalakan lampu sehingga ruangan menjadi terang.
    Energi dari makanan digunakan tubuh agar manusia dapat berjalan, berlari, belajar, dan melakukan berbagai aktivitas.

    B. Mengapa Manusia Mengubah Bentuk Energi?

    Manusia mengubah bentuk energi agar energi tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.
    Tidak semua bentuk energi dapat langsung digunakan untuk kebutuhan tertentu. Oleh karena itu, energi dapat mengalami perubahan bentuk.
    Contohnya:
    Lampu
    Energi listrik berubah menjadi energi cahaya.
    Listrik → Cahaya
    Manfaatnya untuk menerangi ruangan.
    Kipas Angin
    Energi listrik berubah menjadi energi gerak.
    Listrik → Gerak
    Manfaatnya untuk menggerakkan baling-baling sehingga menghasilkan hembusan udara.
    Setrika
    Energi listrik berubah menjadi energi panas.
    Listrik → Panas
    Manfaatnya untuk merapikan pakaian.
    Radio
    Energi listrik berubah menjadi energi bunyi.
    Listrik → Bunyi
    Manfaatnya untuk menghasilkan suara yang dapat didengarkan.

    C. Alasan Manusia Mengubah Bentuk Energi

    Manusia mengubah bentuk energi karena:
    • Memenuhi kebutuhan hidup.
    • Mempermudah pekerjaan.
    • Membantu alat menjalankan fungsinya.
    • Memanfaatkan energi sesuai kebutuhan.
    • Membantu manusia melakukan aktivitas sehari-hari.
    Contohnya, energi listrik diubah menjadi energi gerak pada blender agar manusia dapat menghaluskan makanan dengan lebih mudah.

    D. Pengamatan Perubahan Energi

    Untuk mengetahui perubahan energi, kita dapat melakukan pengamatan sederhana terhadap benda yang ada di sekitar.
    Peserta didik dapat mengamati benda seperti:
    • lampu;
    • kipas angin;
    • senter;
    • televisi;
    • setrika;
    • blender;
    mainan yang menggunakan baterai.
    Ketika melakukan pengamatan, peserta didik perlu memperhatikan:
    • Nama benda yang diamati.
    • Energi yang digunakan.
    • Perubahan energi yang terjadi.
    • Hasil perubahan energi.
    • Manfaat perubahan energi tersebut.
    Contoh Hasil Pengamatan
    No.BendaEnergi yang DigunakanPerubahan EnergiManfaat
    1LampuListrikListrik → CahayaPenerangan
    2Kipas anginListrikListrik → GerakMenghasilkan hembusan udara
    3SetrikaListrikListrik → PanasMerapikan pakaian
    4SenterKimiaKimia → Listrik → CahayaPenerangan
    5RadioListrikListrik → BunyiMenghasilkan suara

    E. Menyajikan Hasil Pengamatan

    Setelah melakukan pengamatan, peserta didik menyusun hasil pengamatan agar mudah dibaca dan dipahami.
    Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk:
    tabel;
    laporan sederhana;
    gambar atau diagram sederhana;
    poster;
    tulisan singkat.
    Untuk kelas IV, peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabel sederhana.
    Format Hasil Pengamatan
    Nama Kelompok: ............................................
    Tanggal Pengamatan: ............................................
    No.Nama BendaEnergi AwalPerubahan EnergiManfaat
    1
    2
    3
    4

    Kesimpulan Hasil Pengamatan
    Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, kami menemukan bahwa:
    ....................................................................................
    ....................................................................................

    F. Mempresentasikan Hasil Pengamatan

    Setelah menyelesaikan hasil pengamatan, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
    Dalam presentasi, peserta didik dapat menyampaikan:
    Nama kelompok.
    • Benda yang diamati.
    • Energi yang digunakan.
    • Perubahan energi yang terjadi.
    • Manfaat perubahan energi.
    • Kesimpulan hasil pengamatan.

    Contoh Presentasi
    “Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Kami dari kelompok ............ akan mempresentasikan hasil pengamatan tentang perubahan energi.
    Benda yang kami amati adalah kipas angin.
    Kipas angin menggunakan energi listrik. Energi listrik tersebut berubah menjadi energi gerak yang menyebabkan baling-baling kipas berputar.
    Perubahan energi tersebut bermanfaat untuk menghasilkan hembusan udara.
    Dari pengamatan kami, dapat disimpulkan bahwa manusia mengubah bentuk energi agar energi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
    Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”
    Sikap Saat Presentasi
    Ketika mempresentasikan hasil pengamatan, peserta didik perlu:
    • berbicara dengan suara yang jelas;
    • menggunakan bahasa yang sopan;
    • percaya diri;
    • melihat teman atau guru saat berbicara;
    • menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan;
    • tidak membaca seluruh isi laporan;
    • menghargai pertanyaan dan pendapat teman.
    Ketika mendengarkan presentasi teman, peserta didik harus memperhatikan, tidak berbicara sendiri, dan memberikan apresiasi.

    MEDIA / ALAT PERAGA

    Media yang dapat digunakan:
    • Lampu.
    • Kipas angin.
    • Senter.
    • Baterai.
    • Televisi.
    • Setrika.
    Gambar berbagai benda yang mengalami perubahan energi.
    Video pembelajaran.



    Lembar pengamatan.


    KEGIATAN PEMBELAJARAN

    Kegiatan 1 – Mengamati
    Peserta didik mengamati beberapa benda yang menggunakan energi.
    Guru membimbing peserta didik untuk menemukan:
    Energi yang digunakan → perubahan energi → manfaat
    Kegiatan 2 – Mencatat
    Peserta didik mencatat hasil pengamatan pada tabel yang telah disediakan.
    Kegiatan 3 – Menyajikan
    Peserta didik menyusun hasil pengamatan dalam bentuk tabel dan membuat kesimpulan sederhana.
    Kegiatan 4 – Mempresentasikan
    Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya di depan kelas.
    Kelompok lain menyimak dan dapat memberikan pertanyaan atau tanggapan.

    POST TEST / TUGAS PEMAHAMAN

    Bacalah kembali teks cetak yang diberikan guru, kemudian jawablah pertanyaan berikut.
    Mengapa manusia membutuhkan energi?
    Sebutkan tiga kegiatan manusia yang membutuhkan energi!
    Mengapa manusia mengubah bentuk energi?
    Apa perubahan energi yang terjadi pada lampu?
    Apa perubahan energi yang terjadi pada kipas angin?
    Apa manfaat perubahan energi pada setrika?
    Apa saja yang harus dicatat ketika melakukan pengamatan perubahan energi?
    Dalam bentuk apa hasil pengamatan dapat disajikan?
    Apa saja yang harus diperhatikan ketika mempresentasikan hasil pengamatan?
    Mengapa kita harus jujur dalam mencatat hasil pengamatan?
    Tugas Menarik Kesimpulan dari Teks
    Setelah membaca materi diatas, maka kesimpulan yang dapat kita simpulkan :

    KESIMPULAN

    Manusia memanfaatkan energi karena energi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dan membantu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
    Manusia mengubah bentuk energi agar energi dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya energi listrik dapat berubah menjadi cahaya pada lampu, gerak pada kipas angin, panas pada setrika, dan bunyi pada radio.
    Perubahan energi dapat diketahui melalui kegiatan pengamatan. Hasil pengamatan dapat disajikan dalam bentuk tabel atau laporan sederhana. Setelah itu, hasil pengamatan dapat dipresentasikan agar orang lain mengetahui informasi yang telah ditemukan.
    Dalam melakukan pengamatan dan presentasi, kita harus bersikap jujur, bertanggung jawab, percaya diri, bekerja sama, dan menghargai orang lain.

    REFLEKSI

    alhamdulillah dalam kegiatan PH hari ini terlaksana dengan baik, masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan bimbingan terkait materi fotosintesis, dan diperlukan pengayaan materi  tersebut.

    Read more...

    Popular Posts

    Blogger templates

    Blogroll

    About

    Blog Archive

    Cari Blog Ini

    Diberdayakan oleh Blogger.
     

    Designed by: CompartidΓ­simo
    Images by: DeliciousScraps©