Kain tapis adalah kain tradisional khas Provinsi Lampung yang dibuat dengan cara ditenun dan dihiasi sulaman benang emas atau benang perak. Kain tapis merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sering digunakan pada upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu, dan acara penting lainnya.
Pada kain tapis terdapat berbagai motif. Motif adalah gambar atau pola hias yang dibuat secara berulang. Setiap motif memiliki bentuk yang indah dan mengandung makna atau pesan kehidupan.
Nama dan Makna Beberapa Motif Tapis Lampung
1. Motif Pucuk Rebung
Motif ini berbentuk seperti tunas bambu yang runcing ke atas.
Makna:
Semangat untuk terus belajar.
Pertumbuhan dan perkembangan.
Harapan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Motif Kapal
Motif kapal menggambarkan perahu yang digunakan masyarakat Lampung pada zaman dahulu.
Makna:
Perjalanan hidup.
Kerja sama dan gotong royong.
Semangat meraih cita-cita.
3. Motif Gajah
Motif ini terinspirasi dari gajah yang menjadi salah satu satwa khas Lampung.
Makna:
Kekuatan.
Keberanian.
Kebijaksanaan dan kepemimpinan.
4. Motif Matahari
Motif ini berbentuk lingkaran dengan sinar yang memancar ke segala arah.
Makna:
Sumber kehidupan.
Semangat dan energi.
Harapan untuk masa depan yang cerah.
5. Motif Siger
Siger adalah mahkota adat masyarakat Lampung yang memiliki bentuk khas.
Makna:
Kehormatan.
Kebesaran budaya Lampung.
Persatuan dan kebanggaan terhadap daerah.
Mengapa Kita Harus Mengenal Motif Tapis?
Dengan mengenal nama dan makna motif tapis, kita dapat:
Mengetahui kekayaan budaya daerah Lampung.
Menghargai hasil karya para perajin tapis.
Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
Ikut melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Pesan untuk Kita
"Budaya Lampung adalah identitas yang harus kita banggakan. Mari mengenal, mencintai, dan melestarikan kain tapis sebagai warisan budaya yang sangat berharga."
LKPD
Kesimpulan
Pada pelajaran kokurikuler hari ini ananda diajak untuk memaknai motif tapis lampung dari media video dan gambar yang diberikan guru.
Refleksi : alhamdulillah pada pembelajaran kokurikuler anak anak sudah dapat memahami makna dari motif tapis lampung melalui tugas yang diberikan (LKPD)
Penutup
Alhamdulillah pembelajaran hari ananda dapat dilakukan dengan tertib dan lancar.
2. PKN (Pemerintahan Desa dan Kelurahan
Tempat Tinggal)
Alat Peraga
1. IPAS ( LKPD Petualangan energi)
2. PKN (LKPD dan video pembelajaran)
Metode Pembelajaran :
1. IPAS : PBL
2. PKN : PBL
Ringkasan materi
IPAS
Perubahan Energi di Sekitar Kita
Apakah kalian berhasil menemukan perubahan bentuk energi di sekitar kalian? Benda apa saja yang kalian temukan? Umumnya alat-alat buatan manusia adalah alat untuk mengubah bentuk energi. Alat tersebut dibuat
untuk memudahkan dan memenuhi kebutuhan manusia. Juga menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia. Bisakah kamu menebak masalah yang diselesaikan dari alat-alat ini?
Pada suatu alat, bisa terjadi perubahan energi lebih dari satu kali. Contohnya pada baterai. Baterai menyimpan energi kimia. Ketika digunakan, baterai akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini kemudian diubah lagi menjadi bentuk lain sesuai fungsi alatnya.
Energi cahaya matahari juga bisa diubah menjadi energi listrik dengan bantuan panel surya. Panel surya menyimpan energi kimia yang bisa mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik.
Namun, tidak semua energi bisa sepenuhnya kita ubah menjadi energi yang kita inginkan. Mari kita lihat contoh perubahan energi pada mobil. Saat mengisi mobil dengan bensin, kita mengharapkan semua bensin akan
berubah bentuk menjadi energi gerak. Namun pada kenyataannya, sebagian energi akan berubah bentuk menjadi energi panas dan energi kimia lagi dalam bentuk asap kendaraan.
Saat duduk di dekat api unggun, tubuh akan terasa hangat karena panas dari api. Hangat yang dirasakan tubuh merupakan hasil dari perpindahan kalor atau panas. Dalam hal ini, energi panas disebut juga energi kalor. Selain itu, banyak aktivitas lain yang melibatkan jenis perpindahan kalor yang berbeda-beda. Pengertian kalor Dilansir dari Sciencing, kalor adalah bentuk energi yang ditransfer antara dua bahan yang berbeda suhu. Perpindahan energi ini terjadi karena perbedaan energi kinetik translasi rata-rata per molekul dalam dua bahan. Kalor mengalir dari bahan yang suhunya lebih tinggi ke bahan yang suhunya lebih rendah hingga tercapai kesetimbangan termal. Jenis-jenis perpindahan kalor Kalor berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Beberapa proses perpindahan kalor membutuhkan media atau benda perantara, namun ada pula yang tidak membutuhkannya. berikut adalah penjelasan tentang perpindahan kalor.
1. Konduksi
Saat menyetrika, setrika yang panas bersentuhan dengan pakaian yang disetrika. Dalam kasus ini, kaor berpindah dari setrika ke kain. Perpindahan kalor seperti ini disebut konduksi. Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda pula. Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor, sedangkan bshan yang menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator.
2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor dari satu tempat ke tempat lain bersama dengan gerak partikel-partikel bendanya.Air adalah konduktor yang buruk. Namun, ketika air disimpan di dalam wadah dan bagian bawah tersebut dipanaskan, air juga ikut panas. Berarti, ada cara perpindahan panas yang lain pada air tersebut, yaitu konveksi. Saat air mendapatkan kalor dari pemanas, partikel air memuai sehingga menjadi lebih ringan dan bergerak naik dan digantikan dengan partikel air dingin dari bagian atas. Dengan cara ini, panas dari air bagian bawah berpindah bersama aliran air menuju bagian atas.
3. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan media. Dalam ruang hampa, tidak ada materi yang memindahkan kalor secara konduksi dan konveksi. Contohnya adalah perpindahan kalor dari Matahari ke Bumi. Kalor berpindah dari Matahari hingga ke bumi melalui ruang hampa.
LKPD
Pendidikan Pancasila
Pernahkah kalian mengamati orang mengurus Kartu Tanda Penduduk?
Tentu orang tersebut terlebih dahulu pergi ke ketua RT setempat.
Kemudian ke kantor kepala desa/kelurahan dan dilanjutkan ke kantor kecamatan setempat.
Tahukah kamu apa saja tugas lurah dan camat? Simak penjelasan materi desa, kelurahan, dan kecamatan dibawah ini.
Desa
Desa adalah wilayah yang ditempati sejumlah penduduk dan merupakan organisasi pemerintahan terendah. Wilayah desa terdiri atasbeberapa dusun atau kampung.
Dusun atau kampung terdiri atas beberapa RW (Rukun Warga) dan RT (Rukun Tetangga) dipimpin seorang kepala desa. Kepala desa dipilih oleh rakyat secara langsung.
Keadaan wilayah desa antara satu dengan lainnya berbedabeda. Ada yang luas dan ada pula yang sempit.
Ada yang wilayahnya berupa dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, persawahan, bahkan pantai.
Keadaan tersebut menyebabkan perbedaan dalam mata pencaharian, budaya, dan gaya hidup penduduknya. Hampir sama dengan di kota, ada kantor desa, puskesmas, posyandu, pasar, dan tempat ibadah.
Kelurahan
Di daerah perkotaan, desa disebut kelurahan. Sama dengan desa, kelurahan juga merupakan wilayah yang terdiri dari beberapa kampung dan beberapa RT dan RW. Kelurahan merupakan organisasi pemerintahan.
Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah. Lurah adalah pegawai negeri/pemerintah. Lurah tidak dipilih oleh rakyat. Lurah ditunjuk oleh wali kota/bupati atas usul camat.
Pengertian Desa menurut UU No. 32 Tahun 2004 adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal asul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Untuk membentuk sebuah desa, diperlukan beberapa syarat, antara lain:
1. Jumlah penduduk;
Di Jawa dan Bali paling sedikit 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga, sedangkan di Sumatra dan Sulawesi paling sedikit 1.000 jiwa atau 200 KK. Adapun di Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, dan Papua paling sedikit 750 jiwa.
2. Luas wilayah; harus ada batas yang jelas.
3. Bagian wilayah kerja; terdiri atas beberapa dusun.
4. Perangkat desa.
5. Sarana dan prasarana; seperti kantor, jalan desa, pasar desa, jembatan desa, dan irigasi untuk kelancaran pembangunan
LKPD
Kokurikuler
Materi Singkat
Nama dan Makna Motif Tapis Lampung
Apa itu Kain Tapis?
Kain tapis adalah kain tradisional khas Provinsi Lampung yang dibuat dengan cara ditenun dan dihiasi sulaman benang emas atau benang perak. Kain tapis merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sering digunakan pada upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu, dan acara penting lainnya.
Pada kain tapis terdapat berbagai motif. Motif adalah gambar atau pola hias yang dibuat secara berulang. Setiap motif memiliki bentuk yang indah dan mengandung makna atau pesan kehidupan.
Nama dan Makna Beberapa Motif Tapis Lampung
1. Motif Pucuk Rebung
Motif ini berbentuk seperti tunas bambu yang runcing ke atas.
Makna:
Semangat untuk terus belajar.
Pertumbuhan dan perkembangan.
Harapan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
2. Motif Kapal
Motif kapal menggambarkan perahu yang digunakan masyarakat Lampung pada zaman dahulu.
Makna:
Perjalanan hidup.
Kerja sama dan gotong royong.
Semangat meraih cita-cita.
3. Motif Gajah
Motif ini terinspirasi dari gajah yang menjadi salah satu satwa khas Lampung.
Makna:
Kekuatan.
Keberanian.
Kebijaksanaan dan kepemimpinan.
4. Motif Matahari
Motif ini berbentuk lingkaran dengan sinar yang memancar ke segala arah.
Makna:
Sumber kehidupan.
Semangat dan energi.
Harapan untuk masa depan yang cerah.
5. Motif Siger
Siger adalah mahkota adat masyarakat Lampung yang memiliki bentuk khas.
Makna:
Kehormatan.
Kebesaran budaya Lampung.
Persatuan dan kebanggaan terhadap daerah.
Mengapa Kita Harus Mengenal Motif Tapis?
Dengan mengenal nama dan makna motif tapis, kita dapat:
Mengetahui kekayaan budaya daerah Lampung.
Menghargai hasil karya para perajin tapis.
Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
Ikut melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Pesan untuk Kita
"Budaya Lampung adalah identitas yang harus kita banggakan. Mari mengenal, mencintai, dan melestarikan kain tapis sebagai warisan budaya yang sangat berharga."
LKPD
Kesimpulan
Pada pelajaran Ipas masih terdapat siswa yang kesulitan dalam menyebutkan perubahan bentuk energi kalor. Maka diperlukan contoh soal yang nyata dalam pemahaman mereka. Dengan menggunakan media konkret membuat anak2 menjadi semakin memahami dengan perubahan energi di lingkungan sekitar. dan pada pembelajaran pendidikan pancasila anak-anak sudah dapat memahami materi dengan baik melalui video pembelajran yang diberikan.
Refleksi : alhamdulillah pada pembelajaran Pkn sudah dapat dipahami oleh 23 siswa dengan materi keberagaman agama dan budaya di masyrakat sekitar, melalui video pembelajaran dan diskusi tanya jawab siswa dapat aktif berfikir kritis dalam menuangkan pendapat dan mejawab pertanyaan dengan lancar. dan pada pembelajaran IPAS perlu dilaksanakan latihan soal dan pemahaman lebih lanjut untuk materi perubahan bentuk energi, sekitar 4 siswa yang masih memerlukan bimbingan daalam materi ini.
Dan pada materi pembelajaran kokurikuler anak anak sudah dapat memahami makna dari motif tapis lampung
Penutup
Alhamdulillah pembelajaran hari ananda dapat dilakukan dengan tertib dan lancar.
1. Seni Rupa (murid dapat memahami lingkungan tetangga, mengenali unsur rupa di sekitarnya, serta menjelaskan perbedaannya dengan bahasa sederhana)
2. IPAS (Perubahan Energi di Sekitar Kita)
Alat Peraga
1. Seni Rupa (LKPD mewarnai)
2. IPAS (LKPD dan video pembelajaran)
Metode Pembelajaran :
1. Seni Rupa : PBL
2. IPAS : PBL
Ringkasan materi
Seni Rupa
murid dapat memahami lingkungan tetangga, mengenali unsur rupa di sekitarnya, serta menjelaskan perbedaannya dengan bahasa sederhana.
Ringkasan Materi: Menggambar Rumah Tetangga dan Kehidupan Sekitar
1. Lingkungan Tetangga sebagai Rumah Bersama
Pengertian Sosial: Tetangga adalah orang-orang yang tinggal di dekat rumah kita. Mereka memiliki latar belakang, pekerjaan, dan suku yang beragam.
Pengertian Fisik: Rumah-rumah tetangga membentuk pemandangan di sekitar kita (arsitektur lingkungan).
Kehidupan Sehari-hari: Aktivitas tetangga seperti menyiram tanaman, mengobrol, atau berdagang membuat lingkungan menjadi hidup dan menarik untuk diamati.
2. Menemukan Unsur Rupa pada Rumah Tetangga
Setiap rumah dan benda di sekitar kita memiliki unsur-unsur rupa dasar yang bisa kita lihat:
Garis:
Garis tegak (vertikal) pada tiang rumah.
Garis datar (horizontal) pada pagar atau lantai.
Garis miring (diagonal) pada atap rumah yang berbentuk segitiga.
Bentuk (Bidang):
Kotak atau persegi panjang pada dinding, jendela, dan pintu.
Segitiga pada bentuk atap rumah.
Warna:
Warna cat dinding (misalnya putih, hijau, atau biru).
Warna alami seperti cokelat pada pintu kayu atau merah pada genteng tanah liat.
Tekstur:
Kasar pada dinding semen yang belum dicat atau batang pohon di halaman.
Halus/licin pada kaca jendela dan ubin lantai.
Ruang:
Halaman rumah tetangga yang luas atau lorong gang yang sempit.
3. Membandingkan Perbedaan Unsur Rupa Rumah Tetangga
Kita bisa membedakan rumah satu dengan rumah lainnya menggunakan bahasa yang sederhana, contohnya:
Perbedaan Bentuk & Garis: "Rumah Pak Budi atapnya segitiga tinggi, sedangkan rumah Bu Siti atapnya datar."
Perbedaan Warna: "Cat rumah bagian kiri berwarna cerah (kuning), sedangkan rumah bagian kanan berwarna gelap (abu-abu)."
Perbedaan Tekstur & Ruang: "Pagar rumah itu terasa kasar karena terbuat dari batu, dan halamannya lebih sempit daripada rumah saya."
LKPD :
IPAS
1. Sumber Energi
Sumber energi adalah segala sesuatu di sekitar kita yang mampu menghasilkan energi.
Matahari: Sumber energi terbesar di bumi. Menghasilkan energi panas dan cahaya.
Air: Aliran air yang deras menyimpan energi kinetik untuk menggerakkan turbin.
Angin: Hembusan udara yang menggerakkan kincir angin.
Makanan: Sumber energi kimia bagi tubuh manusia dan hewan agar bisa beraktivitas.
Bahan Bakar Fosil: Minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang digunakan untuk kendaraan dan pabrik.
Listrik: Sumber energi paling praktis yang buatan manusia untuk menyalakan elektronik.
2. Bentuk-Bentuk Energi
Energi tidak dapat dilihat, namun pengaruh dan bentuknya bisa kita rasakan.
Energi Panas: Energi yang berpindah karena perbedaan suhu (contoh: api, panas bumi).
Energi Cahaya: Energi yang dipancarkan oleh sumber cahaya (contoh: lampu, senter).
Energi Listrik: Energi yang timbul dari perpindahan muatan listrik.
Energi Kimia: Energi yang tersimpan dalam bahan-bahan kimia (contoh: baterai, aki, makanan).
Energi Gerak (Kinetik): Energi yang dimiliki oleh benda yang sedang bergerak (contoh: roda berputar).
Energi Bunyi: Energi yang dihasilkan oleh benda yang bergetar (contoh: pita suara, alat musik).
3. Perubahan Bentuk Energi (Transformasi Energi)
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
Listrik - Panas: Setrika, magic com, oven, dispenser.
Listrik - Gerak: Kipas angin, blender, mesin cuci.
Listrik - Bunyi & Cahaya: Televisi, komputer, smartphone.
Kimia - Gerak: Manusia berjalan setelah makan, mobil melaju karena bensin.
Kimia - Listrik - Cahaya: Senter yang menyala menggunakan baterai.
Gerak - Listrik: Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau kincir angin pembangkit listrik.
Gerak- Bunyi: Bertepuk tangan, memukul bedug
LKPD :
KESIMPULAN : Alhamdulillah dalam pembelajaran IPAS ananda sudah memahami materi sumber energi. Dan dalam pembelajaran seni rupa masih perlu bimbingan dalam pemahaman teknik perspektif
Refleksi : alahamduilillah seluruh siswa dapat memahami rumah tetangga mel;alui unsur2 seni rupa melalui gambar yang dibuat. dan pada pelajaran ipas anak anak sudah daapt memahami materi perubahan energi dengan baik
PENUTUP :
Demikianlah pembelajaran hari ini semoga bermanfaat. wassalamualaikum wr wb