Selasa, 18 Agustus 2026

materi ajar selasa 18 agustus 2026

| | 0 komentar

 

SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
KELAS IV A


 


IDENTITAS

Nama Guru             : Ruwi Merliana, S.Pd.
Hari / Tanggal       : Selasa, 18 Agustus 2026
Fase / Kelas            : B / 4
Mata Pelajaran        : IPAS
Materi                      : Fotosintesis, Proses Penting di Bumi
Pertemuan Ke         : 2

7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak shalih dan shalihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap belajar.

Coba perhatikan tumbuhan yang ada di sekitar sekolah. Ada pohon, rumput, bunga, atau tanaman di halaman sekolah. Pernahkah kalian berpikir, bagaimana tumbuhan mendapatkan makanan sehingga dapat tumbuh dan tetap hidup?

Ternyata Allah Swt. telah menciptakan tumbuhan dengan kemampuan yang luar biasa, yaitu fotosintesis.

Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan tumbuhan dengan daun yang mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk membuat makanannya sendiri.

Allah adalah Al-Malik, Maha Memelihara. Allah memelihara kehidupan di Bumi melalui tumbuhan yang menghasilkan oksigen dan menjadi sumber makanan bagi makhluk hidup.

Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan rezeki kepada makhluk-Nya melalui berbagai tumbuhan yang dapat menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan.

Hari ini kita akan belajar bagaimana proses fotosintesis berlangsung dan mengapa proses tersebut sangat penting bagi kehidupan di Bumi.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan serta proses kehidupan pada tumbuhan, termasuk proses fotosintesis dan manfaatnya bagi kehidupan.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian fotosintesis dengan menggunakan bahasa sendiri.

  2. Mengidentifikasi bahan-bahan yang diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis, yaitu air, karbon dioksida, dan cahaya matahari.

  3. Menjelaskan peran daun dan klorofil dalam proses fotosintesis.

  4. Menjelaskan secara sederhana proses fotosintesis pada tumbuhan.

  5. Mengidentifikasi hasil fotosintesis berupa makanan (glukosa) dan oksigen.

  6. Menjelaskan pentingnya fotosintesis bagi tumbuhan, manusia, hewan, dan lingkungan.

  7. Melalui kegiatan pengamatan dan diskusi, murid mampu menghubungkan proses fotosintesis dengan kehidupan sehari-hari. (Meaningful)

  8. Melalui pengenalan kebesaran Allah sebagai Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq, murid mampu menunjukkan rasa syukur atas keteraturan ciptaan Allah. (Mindful)

  9. Melalui kegiatan permainan, pengamatan, dan kuis, murid menunjukkan rasa ingin tahu, antusias, dan senang mengikuti pembelajaran. (Joyful)


10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Murid mengamati berbagai tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar sekolah.

  2. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Dari mana tumbuhan mendapatkan makanan?"

  3. Murid menyampaikan dugaan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan awal.

  4. Guru memperkenalkan konsep fotosintesis sebagai proses tumbuhan membuat makanan sendiri.

  5. Murid mengidentifikasi bahan yang diperlukan dalam fotosintesis: cahaya matahari, air, dan karbon dioksida.

  6. Murid mengamati gambar/diagram proses fotosintesis.

  7. Guru menjelaskan fungsi akar, daun, stomata, klorofil, dan cahaya matahari secara sederhana.

  8. Murid menyusun kartu proses fotosintesis secara berurutan.

  9. Murid mengidentifikasi hasil fotosintesis berupa makanan dan oksigen.

  10. Murid mendiskusikan manfaat fotosintesis bagi tumbuhan, manusia, hewan, dan lingkungan.

  11. Murid mengerjakan latihan/asesmen formatif secara bertingkat.

  12. Murid menyampaikan kesimpulan tentang pentingnya fotosintesis bagi kehidupan di Bumi.


11. Model / Metode

Model Pembelajaran: Discovery Learning

Metode:

  • Tanya jawab

  • Pengamatan

  • Demonstrasi

  • Diskusi kelompok

  • Permainan kartu proses

  • Penugasan

  • Kuis


12. Penjabaran Materi

A. Video Pembelajaran

Guru menampilkan video pembelajaran tentang proses fotosintesis pada tumbuhan.

Sebelum video ditampilkan, guru memberikan pertanyaan:

"Menurut kalian, apa yang dilakukan tumbuhan ketika terkena cahaya matahari?"


 

Setelah video selesai, murid diminta menyebutkan hal-hal yang mereka temukan dari video.


B. Materi Pembelajaran

1. Apa itu fotosintesis?

Fotosintesis adalah proses tumbuhan membuat makanan sendiri dengan memanfaatkan cahaya matahari.

Fotosintesis terutama berlangsung pada bagian daun karena daun mengandung klorofil, yaitu zat hijau daun yang membantu menangkap energi cahaya matahari.

2. Apa saja yang diperlukan dalam fotosintesis?

Tumbuhan memerlukan:

  • Cahaya matahari

  • Air

  • Karbon dioksida

  • Klorofil

Air diserap oleh akar dari dalam tanah.

Karbon dioksida masuk ke daun terutama melalui bagian kecil pada daun yang disebut stomata.

Cahaya matahari ditangkap oleh klorofil pada daun.

3. Bagaimana proses fotosintesis?

Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Cahaya matahari + air + karbon dioksida → makanan (glukosa) + oksigen

Air diserap akar → dibawa menuju daun.

Karbon dioksida dari udara → masuk ke daun.

Cahaya matahari → ditangkap oleh klorofil.

Di dalam daun → bahan-bahan tersebut digunakan dalam proses fotosintesis.

Hasilnya → tumbuhan menghasilkan makanan dan melepaskan oksigen ke udara.

4. Apa hasil fotosintesis?

Fotosintesis menghasilkan:

a. Makanan (glukosa)
Glukosa digunakan tumbuhan sebagai sumber energi untuk tumbuh dan melakukan berbagai aktivitas kehidupan.

Sebagian hasil makanan juga dapat disimpan oleh tumbuhan dalam bentuk cadangan makanan.

b. Oksigen

Oksigen dilepaskan ke udara dan dapat digunakan manusia serta hewan untuk bernapas.

5. Mengapa fotosintesis penting bagi kehidupan?

Fotosintesis sangat penting karena:

  • membantu tumbuhan membuat makanan;

  • menghasilkan oksigen;

  • menjadi awal dari banyak rantai makanan;

  • menyediakan makanan bagi manusia dan hewan secara langsung maupun tidak langsung;

  • membantu menjaga keseimbangan gas di udara;

  • mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di Bumi.

6. Contoh dalam kehidupan sehari-hari

Perhatikan tanaman padi.

Padi melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan yang membantu pertumbuhannya. Padi kemudian menghasilkan bulir beras yang menjadi salah satu sumber makanan manusia.

Contoh lainnya adalah pohon buah. Pohon menggunakan hasil fotosintesis untuk tumbuh dan menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan manusia.

Dengan demikian, fotosintesis merupakan salah satu proses penting yang mendukung kehidupan di Bumi.


C. Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1 – "Detektif Fotosintesis"

Murid mengamati gambar tumbuhan kemudian mencari:

  1. sumber cahaya;

  2. air;

  3. karbon dioksida;

  4. daun;

  5. oksigen;

  6. makanan yang dihasilkan.

Aktivitas 2 – Susun Proses Fotosintesis

Guru menyediakan kartu:

  • Cahaya matahari

  • Air

  • Karbon dioksida

  • Daun/klorofil

  • Makanan

  • Oksigen

Murid bekerja dalam kelompok untuk menyusun kartu sehingga membentuk alur proses fotosintesis.

Aktivitas 3 – Hubungkan dengan Kehidupan

Murid menjawab pertanyaan:

"Apa yang mungkin terjadi jika di Bumi tidak ada tumbuhan?"

Murid mendiskusikan kemungkinan berkurangnya makanan dan oksigen serta terganggunya kehidupan makhluk hidup.


D. Asesmen Formatif

Pilihan Ganda

1. Fotosintesis adalah proses tumbuhan untuk ....

A. bernapas
B. membuat makanan
C. menyerap tanah
D. menghasilkan air

2. Bagian tumbuhan yang paling banyak melakukan fotosintesis adalah ....

A. akar
B. batang
C. daun
D. bunga

3. Zat hijau pada daun yang membantu proses fotosintesis disebut ....

A. stomata
B. klorofil
C. glukosa
D. oksigen

4. Salah satu bahan yang diperlukan tumbuhan dalam proses fotosintesis adalah ....

A. karbon dioksida
B. oksigen
C. tanah
D. gula

5. Salah satu hasil fotosintesis yang dilepaskan ke udara adalah ....

A. air
B. karbon dioksida
C. oksigen
D. tanah


Isian

6. Air untuk fotosintesis diserap tumbuhan melalui ....

7. Cahaya yang digunakan tumbuhan dalam fotosintesis berasal dari ....

8. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dari ....


Esai

9. Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan fotosintesis!

10. Mengapa fotosintesis sangat penting bagi manusia dan hewan?


E. Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pilihan Ganda

1. B — membuat makanan
Fotosintesis merupakan proses tumbuhan membuat makanan sendiri.

2. C — daun
Daun mengandung banyak klorofil sehingga menjadi tempat utama fotosintesis.

3. B — klorofil
Klorofil adalah zat hijau daun yang berperan menangkap energi cahaya.

4. A — karbon dioksida
Karbon dioksida merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam fotosintesis.

5. C — oksigen
Oksigen merupakan salah satu hasil fotosintesis yang dilepaskan ke udara.

Isian

6. akar

7. matahari

8. udara

Esai

9. Fotosintesis adalah proses tumbuhan membuat makanan sendiri dengan menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida dengan bantuan klorofil.

10. Fotosintesis penting bagi manusia dan hewan karena menghasilkan oksigen untuk bernapas dan menghasilkan makanan yang menjadi sumber kehidupan secara langsung maupun tidak langsung.


13. Kesimpulan / Refleksi

A. Kesimpulan Materi

Fotosintesis adalah proses tumbuhan membuat makanan sendiri dengan memanfaatkan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida dengan bantuan klorofil.

Fotosintesis menghasilkan makanan dan oksigen.

Proses ini sangat penting karena tumbuhan menjadi sumber makanan dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan berbagai makhluk hidup.

Melalui fotosintesis, kita dapat melihat kebesaran Allah sebagai Al-Khaliq, pencipta seluruh makhluk; Al-Malik, yang memelihara kehidupan; dan Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk.

B. Refleksi Pembelajaran

Kendala:
....................................................................................

....................................................................................

Tindak lanjut:
Murid yang belum memahami proses fotosintesis akan diberikan penjelasan kembali menggunakan gambar, kartu proses, dan contoh tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah.

Murid yang sudah memahami materi diberikan tantangan untuk menjelaskan hubungan fotosintesis dengan rantai makanan dan keberlangsungan kehidupan di Bumi.

Capaian Pembelajaran:

Jumlah murid yang sudah memahami materi: ........ siswa.

Jumlah murid yang masih memerlukan bimbingan: ........ siswa.

Pertanyaan refleksi untuk murid:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?

  2. Apa saja yang diperlukan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis?

  3. Apa hasil fotosintesis?

  4. Mengapa kita harus menjaga tumbuhan di sekitar kita?

  5. Bagaimana pembelajaran hari ini membuatmu semakin menyadari kebesaran Allah?


IDENTITAS

  1. Nama Guru            : Ruwi Merliana, S.Pd.

  2. Hari / Tanggal      : Selasa, 18 Agustus 2026

  3. Fase / Kelas           : B / 4

  4. Mata Pelajaran      : Matematika

  5. Materi                    : Melakukan dan menyelesaikan masalah operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol.

  6. Pertemuan Ke       : 2 x 35 menit (2 pertemuan)

7. Apersepsi :

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat Subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, zat yang menciptakan kita. Allah juga Al-Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya. Allah adalah Ar-Razzaq, zat yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

Allah memberikan kita berbagai rezeki yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika Ibu memiliki beberapa kotak makanan dengan jumlah makanan yang sama di setiap kotak, kita dapat menghitung seluruh makanan tersebut menggunakan perkalian.

Begitu juga ketika makanan tersebut akan dibagikan kepada beberapa orang secara sama rata, kita dapat menggunakan pembagian.

Pada pembelajaran sebelumnya, anak-anak sudah belajar mengenai bilangan cacah. Hari ini kita akan belajar menggunakan bilangan cacah tersebut untuk melakukan operasi perkalian dan pembagian sampai 1.000 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

8. Capaian Pembelajaran (CP) :

Murid mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 serta menggunakannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

  • Melalui kegiatan menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol, murid mampu melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 1.000 dengan tepat.
  • Melalui kegiatan menyelesaikan masalah sehari-hari, murid mampu menggunakan perkalian dan pembagian untuk menemukan solusi yang tepat. (Meaningful)
  • Melalui kegiatan berhitung secara teliti, murid mampu menunjukkan sikap fokus, sabar, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah matematika. (Mindful)
  • Melalui permainan dan aktivitas kelompok menggunakan benda konkret, murid mampu menunjukkan antusiasme, percaya diri, dan rasa senang dalam belajar matematika. (Joyful)

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid mengamati dan menggunakan benda konkret untuk memahami konsep perkalian sebagai kelompok yang sama banyak dan pembagian sebagai kegiatan membagi secara adil.
  • Murid menghubungkan benda konkret dengan gambar, kemudian mengubahnya menjadi simbol perkalian dan pembagian.
  • Murid menyelesaikan masalah perkalian dan pembagian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. (Meaningful)
  • Murid melakukan kegiatan berhitung dengan teliti, mengikuti langkah penyelesaian, dan memeriksa kembali jawabannya. (Mindful)
  • Murid mengikuti permainan atau tantangan berhitung secara berkelompok untuk meningkatkan semangat dan rasa senang dalam belajar. (Joyful)

11. Model / Metode :

Discovery Learning, Tanya Jawab, Demonstrasi, Pengamatan, Diskusi, Games, Penugasan

12. Penjabaran Materi :

Rincian pembelajarannya dibuat dengan susunan:

1. Video pembelajaran

Guru menampilkan video pembelajaran tentang operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah.

Sebelum video ditampilkan, guru memberikan pertanyaan pemantik:

  • Bagaimana cara menghitung jumlah benda yang tersusun dalam beberapa kelompok dengan jumlah yang sama?

  • Bagaimana cara membagi benda agar setiap kelompok mendapatkan jumlah yang sama?

  • Kapan kita menggunakan perkalian dalam kehidupan sehari-hari?

  • Kapan kita menggunakan pembagian?



Setelah menyaksikan video, murid menyampaikan hal-hal yang dipahami dan guru menguatkan konsep perkalian dan pembagian.

2. Materinya

A. Perkalian dengan Benda Konkret

Guru menyediakan beberapa benda konkret, misalnya pensil.

Contoh:

Terdapat 4 kelompok pensil. Setiap kelompok berisi 5 pensil.

Murid menghitung:

5 + 5 + 5 + 5 = 20

Penjumlahan berulang tersebut dapat dituliskan dalam bentuk perkalian:

4 × 5 = 20

Jadi, jumlah seluruh pensil adalah 20 pensil.

B. Perkalian dengan Gambar

Murid mengamati gambar benda yang disusun dalam beberapa kelompok.

Contoh:

● ● ● ●
● ● ● ●
● ● ● ●

Terdapat 3 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4 benda.

Maka:

4 + 4 + 4 = 12

atau:

3 × 4 = 12

Jadi, jumlah seluruh benda adalah 12.

C. Perkalian dengan Simbol

Setelah memahami perkalian melalui benda konkret dan gambar, murid menggunakan simbol matematika.

Contoh:

6 × 7 = 42

Artinya terdapat 6 kelompok yang masing-masing berisi 7 benda.

D. Pembagian dengan Benda Konkret

Guru menyediakan sejumlah benda konkret, misalnya 24 stik es krim.

Benda tersebut akan dibagikan kepada 6 kelompok secara sama banyak.

Setiap kelompok mendapatkan 4 stik.

Maka:

24 ÷ 6 = 4

Jadi, setiap kelompok memperoleh 4 stik.

E. Pembagian dengan Gambar

Murid mengamati gambar 12 benda yang akan dibagi menjadi 3 kelompok sama banyak.

● ● ● ● | ● ● ● ● | ● ● ● ●

Maka:

12 ÷ 3 = 4

Jadi, setiap kelompok mendapatkan 4 benda.

F. Hubungan Perkalian dan Pembagian

Perkalian dan pembagian memiliki hubungan yang erat.

Contoh:

4 × 6 = 24

Maka:

24 ÷ 4 = 6

dan:

24 ÷ 6 = 4

Dengan memahami perkalian, murid akan lebih mudah memahami pembagian.

G. Menyelesaikan Masalah Sehari-hari

Contoh 1:

Di dalam kelas terdapat 8 meja. Setiap meja memiliki 4 kursi. Berapa jumlah seluruh kursi?

Penyelesaian:

8 × 4 = 32

Jadi, terdapat 32 kursi.

Contoh 2:

Guru memiliki 36 pensil yang akan dibagikan sama banyak kepada 6 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?

Penyelesaian:

36 ÷ 6 = 6

Jadi, setiap kelompok memperoleh 6 pensil.

3. Asesmen formatif berjenis Pilgan, isian, dan esai

Pilihan Ganda

1. Ibu memiliki 5 kotak. Setiap kotak berisi 8 pensil. Jumlah seluruh pensil adalah ....

A. 35
B. 40
C. 45
D. 50

2. Bentuk perkalian dari 7 + 7 + 7 + 7 adalah ....

A. 4 × 7
B. 7 × 7
C. 3 × 7
D. 4 × 4

3. Hasil dari 24 × 3 adalah ....

A. 62
B. 72
C. 82
D. 92

4. Sebanyak 48 jeruk dibagikan sama banyak kepada 6 anak. Setiap anak mendapatkan ....

A. 6 jeruk
B. 7 jeruk
C. 8 jeruk
D. 9 jeruk

5. Hasil dari 360 ÷ 9 adalah ....

A. 30
B. 40
C. 50
D. 60

Isian

6. 7 × 9 = ....

7. 12 × 5 = ....

8. 81 ÷ 9 = ....

Esai

9. Siti memiliki 7 kotak pensil. Setiap kotak berisi 24 pensil. Berapa jumlah seluruh pensil Siti? Tuliskan operasi dan cara penyelesaiannya!

10. Sebanyak 144 buku dibagikan sama banyak kepada 8 kelompok. Berapa buku yang diterima setiap kelompok? Tuliskan operasi dan cara penyelesaiannya!

Kunci Jawaban Latihan Soal

Pilihan Ganda:

  1. B

  2. A

  3. B

  4. C

  5. B

Isian:

  1. 63

  2. 60

  3. 9

Esai:

  1. 7 × 24 = 168
    Jadi, jumlah seluruh pensil Siti adalah 168 pensil.

  2. 144 ÷ 8 = 18
    Jadi, setiap kelompok menerima 18 buku.

13. Kesimpulan / Refleksi :

1. Kesimpulan materi

Perkalian dapat digunakan untuk menentukan jumlah seluruh benda dari beberapa kelompok yang memiliki jumlah sama.

Perkalian dapat dipahami melalui benda konkret, gambar, dan simbol matematika.

Pembagian digunakan untuk membagi atau mengelompokkan benda menjadi beberapa bagian secara sama banyak.

Perkalian dan pembagian memiliki hubungan yang erat dan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Refleksi pembelajaran

Kendala:

....................................................................................

....................................................................................

Tindak lanjut:

Murid yang belum memahami konsep perkalian dan pembagian akan diberikan bimbingan kembali menggunakan benda konkret dan gambar sebelum menuju penggunaan simbol matematika.

Murid yang sudah memahami materi diberikan latihan pemecahan masalah yang lebih menantang dengan bilangan cacah sampai 1.000.

Jumlah siswa yang paham: ........ siswa.

Jumlah siswa yang belum paham: ........ siswa.

Read more...

Jumat, 14 Agustus 2026

Materi Ajar Jum'at 14 Agustus 2026

| | 0 komentar

 


1.       Nama Guru                       : Ruwi Merliana, S.Pd

2.       Hari / Tanggal                   : Jum'at, 14 Agustus 2026

3.       Fase / Kelas                       : B / IV

4.       Mata Pelajaran                 : Kokurikuler

5.       Materi                             Mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar (Minggu ke 4)

6.       Pertemuan Ke                   : 8 (2 JP)

7.       Apersepsi                          

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran.

Anak-anak, sebelum belajar mari kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berkreasi, menggambar, dan menghasilkan karya yang indah.

Allah juga Al-Malik, yaitu Zat Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh ciptaan-Nya. Salah satu ciptaan Allah adalah alam dan budaya yang ada di sekitar kita. Indonesia memiliki banyak budaya yang indah, salah satunya adalah kain tapis dari Lampung.

Allah juga Ar-Razzaq, yaitu Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya seni dapat menjadi salah satu bentuk kemampuan yang suatu saat dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal berbagai bentuk dan unsur motif. Hari ini kita akan belajar membuat desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Coba perhatikan kain tapis atau gambar motif tapis yang ditunjukkan oleh guru.

 


Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat kain tapis?

  2. Menurut kalian, apa yang membuat kain tapis terlihat indah?

  3. Bentuk apa saja yang dapat kita gunakan untuk membuat motif tapis?

  4. Bagaimana cara membuat motif tapis sederhana dengan menggunakan pensil dan kertas?

Mari kita belajar dengan tenang, teliti, kreatif, dan gembira.


8. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid mampu mengenali, mengamati, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa sederhana dengan memanfaatkan unsur garis, bentuk, pola, dan warna serta menunjukkan apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya motif tapis Lampung.


9. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Melalui pengamatan gambar, murid mampu mengenali karakteristik sederhana motif tapis Lampung dengan tepat.

  2. Melalui kegiatan tanya jawab dan pengamatan, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bentuk, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Melalui demonstrasi guru, murid mampu membuat rancangan motif tapis sederhana pada kertas gambar dengan menggunakan bentuk dan pola yang sesuai.

  4. Murid mampu mengembangkan kreativitas dengan membuat variasi motif tapis sederhana sesuai ide dan imajinasinya. (Meaningful)

  5. Melalui kegiatan menggambar secara perlahan dan teliti, murid mampu menunjukkan sikap fokus, sabar, dan menghargai proses dalam membuat karya. (Mindful)

  6. Melalui kegiatan menggambar dan menghias motif secara kreatif, murid mampu menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kegembiraan dalam berkarya. (Joyful)

  7. Murid mampu menghargai motif tapis sebagai salah satu warisan budaya daerah Lampung serta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.


10. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Murid mengamati gambar atau contoh kain tapis Lampung yang ditampilkan oleh guru.

  2. Murid mengidentifikasi bentuk, garis, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Guru menjelaskan secara sederhana tentang kain tapis sebagai salah satu karya budaya khas Lampung.

  4. Guru menunjukkan beberapa contoh motif sederhana yang dapat digunakan untuk membuat desain tapis, seperti:

    • garis lurus;

    • garis zig-zag;

    • segitiga;

    • belah ketupat;

    • lingkaran;

    • bentuk bunga;

    • bentuk daun;

    • bentuk geometris lainnya.

  5. Guru mendemonstrasikan cara membuat desain motif tapis pada kertas gambar, mulai dari membuat garis bantu, menentukan pola utama, melakukan pengulangan motif, hingga memberikan warna.

  6. Murid menentukan pola atau bentuk motif yang akan digunakan.

  7. Murid membuat sketsa sederhana motif tapis menggunakan pensil.

  8. Murid mengembangkan sketsa dengan membuat pola berulang sehingga menghasilkan desain yang menyerupai motif tapis.

  9. Murid memberikan warna atau hiasan sesuai kreativitas masing-masing.

  10. Murid menunjukkan hasil karyanya kepada teman dan guru.

  11. Murid melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan karya teman.

  12. Guru memberikan umpan balik, penguatan, dan apresiasi terhadap proses serta hasil karya murid.


11. MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran:
Project Based Learning (PjBL) sederhana berbasis karya seni.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Observasi/pengamatan

  • Demonstrasi

  • Diskusi

  • Praktik langsung

  • Penugasan

  • Presentasi/apresiasi karya


12. PENJABARAN MATERI

A. Pengenalan Kain Tapis

Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung. Kain tapis memiliki motif yang indah dan dibuat dengan teknik menghias permukaan kain menggunakan pola dan hiasan tertentu.

Motif tapis dapat terinspirasi dari berbagai bentuk, seperti bentuk tumbuhan, manusia, hewan, geometris, serta bentuk-bentuk simbolis lainnya.

Dalam kegiatan kali ini, kita tidak membuat kain tapis secara langsung, tetapi mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar.


B. Unsur-Unsur Motif Tapis

Beberapa unsur yang dapat digunakan dalam membuat desain motif tapis antara lain:

1. Garis

Garis dapat berupa:

  • garis lurus;

  • garis lengkung;

  • garis zig-zag;

  • garis horizontal;

  • garis vertikal;

  • garis diagonal.

Garis digunakan untuk membentuk dan memperindah motif.

2. Bentuk

Bentuk sederhana yang dapat digunakan antara lain:

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • persegi;

  • belah ketupat;

  • bunga;

  • daun;

  • bentuk geometris lainnya.

3. Pola

Pola adalah susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur.

Contohnya:

◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Bentuk tersebut menunjukkan adanya pengulangan pola.

4. Pengulangan

Motif tapis akan terlihat menarik apabila bentuk tertentu diulang secara teratur.

Contoh:

Bunga – Daun – Bunga – Daun – Bunga – Daun


C. Langkah-Langkah Mendesain Motif Tapis Sederhana

Langkah 1 – Menyiapkan alat dan bahan

Alat dan bahan:

  • kertas gambar;

  • pensil;

  • penghapus;

  • penggaris;

  • pensil warna/crayon/spidol warna.

Langkah 2 – Membuat bidang gambar

Buat bidang atau batas gambar pada kertas menggunakan penggaris.

Langkah 3 – Membuat garis bantu

Buat beberapa garis horizontal atau vertikal sebagai panduan agar pola tersusun rapi.

Langkah 4 – Menentukan motif utama

Pilih motif sederhana yang akan digunakan, misalnya:

  • bunga;

  • daun;

  • belah ketupat;

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • bentuk geometris.

Langkah 5 – Membuat pola berulang

Ulangi motif secara teratur.

Contoh:

◇ ○ ◇ ○ ◇ ○ ◇

atau

▲ ◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Langkah 6 – Mengembangkan desain

Tambahkan garis atau bentuk kecil sebagai hiasan agar motif terlihat lebih menarik.

Langkah 7 – Memberikan warna

Warnai desain dengan rapi dan kreatif. Gunakan kombinasi warna yang harmonis.

Langkah 8 – Finishing

Periksa kembali karya:

  • Apakah garis sudah rapi?

  • Apakah motif sudah berulang?

  • Apakah warna sudah merata?

  • Apakah tidak banyak bagian yang keluar garis?


D. CONTOH AKTIVITAS PRAKTIK

Proyek: “Motif Tapis Kreasi Aku”

Murid membuat satu desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Ketentuan:

  1. Menggunakan minimal 2 bentuk motif.

  2. Memiliki pola yang berulang.

  3. Menggunakan minimal 3 warna.

  4. Karya dibuat dengan rapi.

  5. Murid bebas mengembangkan motif sesuai kreativitasnya.

  6. Murid memberikan nama pada hasil karyanya.

Contoh nama karya:

  • Tapis Bunga Lampung

  • Tapis Geometris

  • Tapis Alam Lampung

  • Tapis Kreasi Nusantara


     


E. VIDEO PEMBELAJARAN

Guru dapat menampilkan video/gambar referensi tentang:

“Kain Tapis Lampung dan Cara Membuat Motif Tapis Sederhana”

Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan:

  1. Apa nama kain tradisional yang kita pelajari?

  2. Dari daerah mana kain tersebut berasal?

  3. Apa yang membuat motif tapis terlihat menarik?

  4. Apa saja bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif?

  5. Mengapa pola dalam desain perlu dibuat berulang dan teratur?


F. ASESMEN FORMATIF

Pilihan Ganda

1. Kain tapis merupakan kain tradisional yang berasal dari ....

A. Jawa Barat
B. Lampung
C. Bali
D. Sumatera Barat

2. Salah satu unsur yang dapat digunakan untuk membuat motif adalah ....

A. garis
B. suara
C. aroma
D. rasa

3. Susunan motif yang dilakukan secara berulang disebut ....

A. pola
B. bayangan
C. tekstur
D. ukuran

4. Alat yang dapat digunakan untuk membuat garis lurus agar rapi adalah ....

A. penghapus
B. penggaris
C. kuas
D. gunting

5. Dalam membuat desain motif tapis, kita sebaiknya ....

A. membuat motif secara asal
B. tidak menggunakan pola
C. membuat motif dengan rapi dan kreatif
D. hanya menggunakan satu bentuk

Isian

6. Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas __________.

7. Bentuk motif yang dibuat secara berulang akan membentuk sebuah __________.

8. Sebelum memberikan warna, kita dapat membuat __________ terlebih dahulu menggunakan pensil.

Esai

9. Sebutkan tiga bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif tapis sederhana!

10. Mengapa kita harus menjaga dan menghargai kain tapis sebagai budaya daerah?


G. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. B – Lampung
Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung.

2. A – garis
Garis merupakan salah satu unsur penting dalam membuat sebuah motif.

3. A – pola
Pola merupakan susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur dan dapat berulang.

4. B – penggaris
Penggaris membantu membuat garis lurus dengan lebih rapi.

5. C – membuat motif dengan rapi dan kreatif
Desain seni tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga ketelitian dan kerapian.

6. Lampung

7. pola

8. sketsa

9. Contoh jawaban: segitiga, lingkaran, belah ketupat, bunga, daun, atau bentuk geometris lainnya.

10. Karena kain tapis merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, sehingga perlu dihargai, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.


H. RUBRIK PENILAIAN KARYA

Aspek yang DinilaiSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4

Kreativitas motif

Belum berkembang

Mulai berkembang

Baik

Sangat kreatif

Kesesuaian pola

Belum sesuai

Sebagian sesuai

Sesuai

Sangat teratur

Kerapian

Kurang rapi

Cukup rapi

Rapi

Sangat rapi

Pewarnaan

Belum selesai

Cukup

Baik

Sangat baik

Apresiasi budaya

Belum memahami

Mulai memahami

Memahami

Sangat menghargai


13. KESIMPULAN / REFLEKSI

A. Kesimpulan Materi

Hari ini kita telah mempelajari bahwa kain tapis merupakan salah satu warisan budaya khas Lampung yang memiliki motif indah dan beragam.

Dalam membuat desain motif tapis sederhana, kita dapat menggunakan unsur garis, bentuk, pola, pengulangan, dan warna.

Membuat motif tapis membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kerapian. Setiap murid juga dapat membuat variasi motif sesuai dengan ide dan imajinasinya.

Melalui kegiatan ini, kita belajar bukan hanya membuat karya seni, tetapi juga mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah.

B. Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Motif apa yang paling kamu sukai?

  3. Bagian mana yang paling mudah?

  4. Bagian mana yang paling sulit?

  5. Apakah kamu senang membuat desain motif tapis?

  6. Bagaimana cara kita ikut melestarikan budaya Lampung?

C. Kendala

Guru mencatat kendala yang ditemukan selama pembelajaran, misalnya:

  • beberapa murid masih kesulitan membuat pola berulang;

  • beberapa murid membutuhkan bantuan dalam menggunakan penggaris;

  • terdapat murid yang masih kurang percaya diri dalam menentukan motif;

  • sebagian murid membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pewarnaan.

D. Tindak Lanjut

Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa pengembangan motif tapis yang lebih kompleks.

Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan pendampingan untuk mengulang pembuatan pola sederhana dengan menggunakan bentuk dasar seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan belah ketupat.

E. Capaian Pembelajaran

Guru mencatat:

  • Jumlah siswa yang memahami materi: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang mampu menyelesaikan karya: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang membutuhkan tindak lanjut: ______ siswa

Pesan penutup:

"Budaya adalah identitas kita. Dengan mengenal dan membuat karya dari motif tapis, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Lampung."

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini selesai. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

materi ajar selasa 18 agustus 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©