Selasa, 03 November 2026

Materi Ipas Selasa 03 November 2026

| | 0 komentar

 

MEMBUAT MINIATUR PETA BEBERAPA PULAU DI INDONESIA

1. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Ruwi Merlana, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal:Selasa 03 November 2026

  4. Fase/Kelas: B / IV

  5. Materi: Membuat Miniatur Peta Beberapa Pulau di Indonesia

  6. Pertemuan ke: 2


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks dan gambar, menggunakan kosakata yang sesuai dengan topik, menyampaikan ide dan pendapat secara lisan, serta menuliskan informasi secara runtut dan jelas melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan membuat karya.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengenali beberapa pulau besar di Indonesia.

  • Mengidentifikasi informasi penting tentang pulau-pulau di Indonesia melalui teks dan gambar.

  • Memahami dan menggunakan kosakata yang berkaitan dengan peta dan bentang geografis.

  • Berdiskusi dan bekerja sama dalam merencanakan pembuatan miniatur peta.

  • Menjelaskan langkah-langkah pembuatan miniatur secara runtut.

  • Mempresentasikan hasil karya menggunakan bahasa yang jelas dan santun.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu memahami informasi tentang beberapa pulau di Indonesia, mengidentifikasi nama pulau melalui gambar peta, berdiskusi untuk merencanakan pembuatan miniatur peta, serta mempresentasikan hasil karya secara lisan dengan bahasa yang runtut dan santun.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal Pulau-Pulau di Indonesia

  • Peserta didik membaca atau menyimak teks tentang pulau-pulau di Indonesia.

  • Peserta didik mengenali nama beberapa pulau besar, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

  • Peserta didik mengidentifikasi informasi penting dari teks dan gambar peta.

  • Peserta didik mendiskusikan bahan dan rancangan miniatur peta.

Pertemuan 2: Membuat Miniatur Peta

  • Peserta didik menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan.

  • Peserta didik bekerja sama membuat miniatur peta beberapa pulau di Indonesia.

  • Peserta didik memberikan label nama pulau pada miniatur.

  • Peserta didik menuliskan informasi singkat tentang pulau yang dipilih.

Pertemuan 3: Presentasi Hasil Karya

  • Peserta didik menjelaskan proses pembuatan miniatur.

  • Peserta didik menyampaikan informasi tentang pulau-pulau yang ditampilkan.

  • Peserta didik memberikan tanggapan terhadap karya kelompok lain dengan santun.

  • Peserta didik menyimpulkan pembelajaran dan melakukan refleksi.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru mengajak peserta didik mengamati gambar peta Indonesia. Guru menunjukkan bentuk beberapa pulau besar dan mengajak peserta didik menyebutkan nama pulau yang telah diketahui.

Guru menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, misalnya pengalaman melihat peta di buku, atlas, televisi, atau internet.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian ketahui tentang Indonesia?

  • Mengapa Indonesia disebut negara kepulauan?

  • Sebutkan pulau-pulau besar yang kalian ketahui!

  • Apa manfaat peta bagi manusia?

  • Bagaimana cara membuat bentuk pulau menjadi miniatur tiga dimensi?

2. Pengajaran Materi

A. Mengenal Pulau-Pulau di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau. Pulau-pulau tersebut tersebar di antara perairan yang luas.

Beberapa pulau besar di Indonesia antara lain:

  1. Sumatra, terletak di bagian barat Indonesia.

  2. Jawa, terletak di sebelah tenggara Sumatra.

  3. Kalimantan, terletak di bagian tengah wilayah Indonesia dan berbagi wilayah dengan negara lain.

  4. Sulawesi, memiliki bentuk wilayah yang khas dengan beberapa semenanjung.

  5. Papua, terletak di bagian timur Indonesia dan berbagi Pulau Papua dengan negara Papua Nugini.

Peserta didik dapat mengamati peta Indonesia untuk mengetahui letak relatif pulau-pulau tersebut.

B. Apa Itu Peta?

Peta adalah gambaran permukaan bumi atau sebagian wilayah permukaan bumi pada bidang datar dengan ukuran yang diperkecil menggunakan skala tertentu.

Peta membantu kita mengetahui letak suatu wilayah, mengenali bentuk wilayah, dan memperkirakan hubungan posisi antardaerah.

C. Apa Itu Miniatur Peta?

Miniatur peta adalah model sederhana yang dibuat menyerupai bentuk wilayah pada peta. Miniatur dapat dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan, seperti kardus, karton, plastisin, bubur kertas, atau bahan bekas yang aman.

Miniatur peta dapat dibuat dalam bentuk tiga dimensi agar bentuk pulau tampak menonjol dari permukaan alas.

D. Kosakata Baru

  • Pulau: daratan yang dikelilingi air.

  • Kepulauan: kumpulan pulau.

  • Peta: gambaran permukaan bumi atau bagian wilayahnya pada bidang datar.

  • Miniatur: tiruan suatu benda atau wilayah dalam ukuran yang lebih kecil.

  • Label: keterangan berupa tulisan yang menunjukkan nama atau informasi suatu objek.

  • Presentasi: kegiatan menyampaikan informasi atau hasil karya kepada orang lain.

E. Langkah-Langkah Membuat Miniatur Peta

Alat dan bahan:

  • Kardus atau karton tebal sebagai alas.

  • Kertas bekas atau koran.

  • Plastisin atau bubur kertas untuk membentuk pulau.

  • Lem yang aman digunakan.

  • Gunting dengan penggunaan sesuai arahan guru.

  • Pensil, spidol, dan pensil warna.

  • Kertas kecil untuk label nama pulau.

Langkah kerja:

  1. Amati peta Indonesia pada buku atau atlas.

  2. Tentukan beberapa pulau yang akan dibuat.

  3. Buat rancangan bentuk dan posisi pulau pada alas.

  4. Bentuk pulau menggunakan plastisin atau bubur kertas.

  5. Tempelkan bentuk pulau pada alas sesuai posisi relatifnya.

  6. Warnai pulau dan bagian laut dengan warna berbeda.

  7. Tambahkan label nama pulau.

  8. Periksa kembali tulisan, posisi, dan kerapian miniatur.

  9. Siapkan penjelasan singkat untuk mempresentasikan hasil karya.

Catatan: Miniatur merupakan model sederhana. Bentuk, jarak, dan ukuran pulau tidak harus sempurna, tetapi peserta didik perlu berusaha mengikuti peta acuan.

F. Kegiatan Bahasa Indonesia dalam Pembuatan Miniatur

Dalam kegiatan ini, peserta didik tidak hanya membuat karya, tetapi juga berlatih keterampilan berbahasa.

1. Membaca dan memahami informasi

Peserta didik membaca teks pendek tentang pulau-pulau di Indonesia dan menemukan nama serta letak pulau.

2. Berdiskusi

Peserta didik berdiskusi untuk menentukan pulau yang akan dibuat, membagi tugas, dan menyepakati bahan yang digunakan.

3. Menulis petunjuk

Peserta didik menuliskan langkah-langkah pembuatan miniatur dengan urutan yang benar.

4. Mempresentasikan hasil karya

Contoh presentasi:

“Selamat pagi, teman-teman. Kelompok kami membuat miniatur peta beberapa pulau di Indonesia. Pulau yang kami tampilkan adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Kami menggunakan kardus sebagai alas dan plastisin untuk membentuk pulau. Melalui kegiatan ini, kami belajar mengenal letak pulau dan bekerja sama dalam kelompok. Terima kasih.”

G. Ayo Berlatih!

Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas berikut:

  • Sebutkan lima pulau yang ditampilkan pada miniatur.

  • Tuliskan dua informasi penting tentang pulau yang dipilih.

  • Buatlah tiga sampai lima langkah pembuatan miniatur secara runtut.

  • Presentasikan hasil karya kelompok di depan kelas.

  • Dengarkan presentasi kelompok lain dan berikan satu tanggapan yang santun.

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Peta Indonesia atau atlas.

  • Gambar pulau-pulau di Indonesia.

  • Contoh miniatur peta.

  • Kardus, karton, plastisin, atau bubur kertas.

  • Label nama pulau.

  • LKPD kegiatan kelompok.

  • Papan tulis atau papan interaktif digital (PID), jika tersedia.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati peta, membaca informasi, berdiskusi, membuat miniatur secara berkelompok, menuliskan langkah kerja, dan mempresentasikan hasil karya.


KESIMPULAN MATERI

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pulau. Beberapa pulau besar di Indonesia adalah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Peta membantu kita mengenali bentuk dan letak wilayah. Miniatur peta merupakan model sederhana yang dapat dibuat menggunakan bahan yang mudah ditemukan.

Melalui kegiatan membuat miniatur, peserta didik belajar membaca informasi, menggunakan kosakata baru, menulis petunjuk secara runtut, bekerja sama, dan menyampaikan hasil karya dengan bahasa yang santun.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI


Read more...

MATERI AJAR MTK SELASA 03 NOVEMBER 2026

| | 0 komentar

 

IDENTITAS

MATEMATIKA KELAS IV SD

MEMBUAT POLA GAMBAR MEMBESAR DAN MENGECIL

1. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Ruwi Merliana, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran: Matematika

  3. Hari/Tanggal: Selasa, 03 November 2026

  4. Fase/Kelas: B / IV

  5. Materi: Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  6. Pertemuan ke: 1 dan 2


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu mengenali, mengamati, membuat, dan melanjutkan pola gambar sederhana berdasarkan perubahan ukuran secara teratur, baik pola gambar yang membesar maupun mengecil.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengenali pola gambar membesar dan mengecil.

  • Mengidentifikasi aturan perubahan ukuran pada suatu pola gambar.

  • Melanjutkan pola gambar yang belum lengkap sesuai aturan.

  • Membuat pola gambar membesar dan mengecil menggunakan berbagai bentuk.

  • Menjelaskan aturan pola gambar dengan bahasa sendiri.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi, melanjutkan, dan membuat pola gambar yang ukurannya semakin membesar atau mengecil secara teratur dengan menggunakan bentuk-bentuk sederhana, seperti lingkaran, segitiga, persegi, bintang, dan hati.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  • Peserta didik mengenali pengertian pola gambar.

  • Peserta didik membedakan pola gambar membesar dan mengecil.

  • Peserta didik mengamati aturan perubahan ukuran gambar.

  • Peserta didik melanjutkan pola gambar sederhana.

Pertemuan 2: Membuat Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  • Peserta didik melanjutkan pola gambar berdasarkan aturan yang diberikan.

  • Peserta didik membuat pola gambar membesar menggunakan bentuk sederhana.

  • Peserta didik membuat pola gambar mengecil menggunakan bentuk sederhana.

  • Peserta didik menjelaskan aturan pola yang telah dibuat.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka mempersiapkan diri untuk belajar Matematika.

Guru menunjukkan beberapa gambar dengan ukuran berbeda, misalnya lingkaran kecil, sedang, dan besar, serta gambar segitiga besar hingga kecil.

Guru mengajak peserta didik mengamati perubahan ukuran gambar tersebut.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian lihat dari gambar-gambar ini?

  • Apakah ukuran gambar tersebut sama?

  • Apa yang terjadi jika gambar semakin besar?

  • Bagaimana jika gambar berikutnya semakin kecil?

  • Dapatkah kalian melanjutkan pola gambar tersebut?

2. Pengajaran Materi

A. Apa Itu Pola Gambar?

Pola gambar adalah susunan gambar yang mengikuti aturan tertentu.

Aturan pola dapat berupa perubahan bentuk, warna, ukuran, atau susunan. Pada materi ini, kita akan mempelajari pola berdasarkan perubahan ukuran gambar.

B. Pola Gambar Membesar

Pola gambar membesar adalah susunan gambar yang ukurannya semakin besar secara berurutan.

Contoh:

⭐ → 🌟 → gambar bintang lebih besar → gambar bintang paling besar.

Contoh lainnya:

Lingkaran kecil → lingkaran sedang → lingkaran besar.

Aturan pola: setiap gambar berikutnya memiliki ukuran lebih besar daripada gambar sebelumnya.

C. Pola Gambar Mengecil

Pola gambar mengecil adalah susunan gambar yang ukurannya semakin kecil secara berurutan.

Contoh:

Lingkaran besar → lingkaran sedang → lingkaran kecil.

Contoh lainnya:

Segitiga besar → segitiga sedang → segitiga kecil.

Aturan pola: setiap gambar berikutnya memiliki ukuran lebih kecil daripada gambar sebelumnya.

D. Cara Menentukan Aturan Pola

Untuk menentukan aturan pola gambar, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Amati gambar dari urutan pertama.

  2. Perhatikan perubahan ukuran pada setiap gambar.

  3. Tentukan apakah ukuran gambar semakin besar atau semakin kecil.

  4. Gunakan aturan tersebut untuk melanjutkan pola.

  5. Periksa kembali apakah gambar yang dibuat sesuai dengan aturan.

E. Contoh Pola Gambar

1. Pola Membesar

Lingkaran kecil → lingkaran sedang → lingkaran besar → lingkaran lebih besar.

Pertanyaan: Bagaimana ukuran lingkaran berikutnya?

Jawaban: Lebih besar daripada lingkaran sebelumnya.

2. Pola Mengecil

Segitiga besar → segitiga sedang → segitiga kecil → segitiga lebih kecil.

Pertanyaan: Bagaimana ukuran segitiga berikutnya?

Jawaban: Lebih kecil daripada segitiga sebelumnya.

F. Ayo Berlatih!

Latihan 1: Melanjutkan Pola Membesar

Buatlah gambar segitiga dengan ukuran yang semakin besar, mulai dari kecil hingga besar.

△ → △△ → ........................................

Latihan 2: Melanjutkan Pola Mengecil

Gambarlah bentuk hati dengan ukuran yang semakin kecil.

Hati besar → hati sedang → hati kecil → ........................................

Latihan 3: Membuat Pola Sendiri

Pilih salah satu bentuk berikut:

  • Lingkaran

  • Segitiga

  • Persegi

  • Bintang

  • Hati

Buatlah satu pola gambar membesar dan satu pola gambar mengecil. Warnai gambar sesuai kreativitasmu.

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Kartu gambar berbagai ukuran.

  • Gambar lingkaran, segitiga, persegi, bintang, dan hati.

  • Papan tulis atau papan interaktif digital (PID), jika tersedia.

  • LKPD bergambar.

  • Kertas gambar, pensil, penghapus, dan pensil warna.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati kartu gambar, menentukan aturan perubahan ukuran, melanjutkan pola yang belum lengkap, kemudian membuat pola gambar membesar dan mengecil secara mandiri atau berkelompok.

LKPD bergambar "




KESIMPULAN MATERI

Pola gambar adalah susunan gambar yang mengikuti aturan tertentu. Pada pola gambar membesar, ukuran gambar semakin besar secara berurutan. Sebaliknya, pada pola gambar mengecil, ukuran gambar semakin kecil secara berurutan.

Untuk melanjutkan atau membuat pola, kita harus mengamati perubahan ukuran dan mengikuti aturan yang sama. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar berpikir logis, teliti, dan kreatif.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Read more...

Senin, 02 November 2026

Materi ajar Bahasa Indonesia Senin 02 November 2026

| | 0 komentar

 

BAHASA INDONESIA KELAS IV SD

MENGENAL ALAT TRANSPORTASI: KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

1. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Ruwi Merliana, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  3. Hari/Tanggal:  Senin 02 November 2026

  4. Fase/Kelas: B / IV

  5. Materi: Mengklasifikasikan Alat Transportasi

  6. Pertemuan ke: 1 dan 2


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu memahami informasi dari teks yang dibaca atau didengarkan, mengidentifikasi kosakata yang berkaitan dengan alat transportasi, mengelompokkan informasi berdasarkan jenisnya, serta menyampaikan pendapat dan hasil diskusi secara lisan dengan bahasa yang jelas dan santun.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi berbagai jenis alat transportasi.

  • Mengklasifikasikan alat transportasi berdasarkan jalur yang dilalui.

  • Menemukan informasi penting dari teks tentang alat transportasi.

  • Menjelaskan kelebihan dan kekurangan berbagai alat transportasi.

  • Berdiskusi dan menyampaikan pendapat dengan bahasa yang santun.

  • Menuliskan hasil diskusi secara runtut dan jelas.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu mengklasifikasikan berbagai jenis alat transportasi berdasarkan jalur yang dilalui serta mendiskusikan kelebihan dan kekurangannya dengan menyampaikan alasan yang logis, santun, dan mudah dipahami.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal dan Mengklasifikasikan Alat Transportasi

  • Peserta didik mengenali berbagai jenis alat transportasi.

  • Peserta didik mengelompokkan alat transportasi darat, air, dan udara.

  • Peserta didik menemukan informasi penting dari teks tentang alat transportasi.

  • Peserta didik menjelaskan fungsi alat transportasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan 2: Mendiskusikan Kelebihan dan Kekurangan Alat Transportasi

  • Peserta didik mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan alat transportasi.

  • Peserta didik membandingkan dua jenis alat transportasi.

  • Peserta didik berdiskusi untuk menentukan alat transportasi yang sesuai dengan kebutuhan.

  • Peserta didik menyampaikan hasil diskusi secara lisan dan tertulis.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru mengajak peserta didik mengamati gambar berbagai alat transportasi, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, bus, kapal, dan pesawat.

Guru menghubungkan materi dengan pengalaman peserta didik saat berangkat ke sekolah atau bepergian bersama keluarga.

Pertanyaan pemantik:

  • Bagaimana kalian berangkat ke sekolah?

  • Apa saja alat transportasi yang pernah kalian gunakan?

  • Apakah semua alat transportasi bergerak melalui jalur yang sama?

  • Apa kelebihan naik sepeda dibandingkan naik mobil?

  • Mengapa kita perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan sebelum memilih alat transportasi?

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Alat Transportasi

Alat transportasi adalah sarana yang digunakan untuk memindahkan orang atau barang dari satu tempat ke tempat lain.

Alat transportasi membantu manusia melakukan kegiatan sehari-hari, seperti pergi ke sekolah, bekerja, berbelanja, mengirim barang, dan bepergian.

B. Jenis-Jenis Alat Transportasi

1. Transportasi Darat

Transportasi darat adalah alat transportasi yang bergerak melalui jalan atau jalur darat.

Contoh:

  • Sepeda

  • Sepeda motor

  • Mobil

  • Bus

  • Kereta api

  • Truk

2. Transportasi Air

Transportasi air adalah alat transportasi yang digunakan untuk bergerak melalui perairan.

Contoh:

  • Perahu

  • Kapal penumpang

  • Kapal feri

  • Kapal barang

3. Transportasi Udara

Transportasi udara adalah alat transportasi yang digunakan untuk melakukan perjalanan melalui udara.

Contoh:

  • Pesawat terbang

  • Helikopter

C. Kelebihan dan Kekurangan Alat Transportasi

Setiap alat transportasi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihannya bergantung pada jarak, tujuan, biaya, waktu, keselamatan, dan kebutuhan pengguna.

Contoh perbandingan:

  • Sepeda

    • Kelebihan: tidak menggunakan bahan bakar dan baik untuk kebugaran tubuh.

    • Kekurangan: membutuhkan tenaga pengendara dan kurang praktis untuk perjalanan jauh.

  • Mobil

    • Kelebihan: dapat membawa beberapa penumpang dan melindungi penumpang dari cuaca.

    • Kekurangan: membutuhkan bahan bakar dan dapat terjebak kemacetan.

  • Kapal

    • Kelebihan: dapat mengangkut banyak penumpang atau barang.

    • Kekurangan: waktu perjalanan dapat lebih lama dibandingkan pesawat pada rute tertentu.

  • Pesawat

    • Kelebihan: dapat menempuh perjalanan jauh dengan cepat.

    • Kekurangan: harga tiket dapat lebih mahal dan perjalanan bergantung pada jadwal penerbangan.

D. Membaca Teks tentang Alat Transportasi

Kapal atau Pesawat?

Rani akan berlibur bersama keluarganya ke sebuah pulau. Keluarga Rani mempertimbangkan untuk naik kapal atau pesawat. Kapal dapat mengangkut banyak penumpang dan barang, tetapi perjalanan dapat memerlukan waktu lebih lama. Pesawat dapat menempuh perjalanan jauh dengan cepat, tetapi harga tiketnya biasanya lebih mahal.

Keluarga Rani berdiskusi untuk memilih alat transportasi yang sesuai dengan anggaran, waktu, dan kebutuhan perjalanan mereka.

Pertanyaan pemahaman:

  • Ke mana Rani akan pergi?

  • Apa saja alat transportasi yang dipertimbangkan?

  • Apa kelebihan kapal?

  • Apa kekurangan pesawat?

  • Bagaimana cara keluarga Rani menentukan pilihan?

E. Berdiskusi dengan Santun

Ketika berdiskusi, kita perlu:

  • Mendengarkan pendapat teman.

  • Tidak memotong pembicaraan.

  • Menyampaikan pendapat dengan sopan.

  • Memberikan alasan yang jelas.

  • Menghargai perbedaan pendapat.

  • Menyimpulkan hasil diskusi bersama.

Contoh ungkapan santun:

  • “Menurut pendapat saya, ...”

  • “Saya setuju karena ...”

  • “Saya memiliki pendapat yang berbeda karena ...”

  • “Bagaimana jika kita mempertimbangkan ...?”

F. Ayo Berlatih!

Peserta didik memilih dua alat transportasi, kemudian membandingkan kelebihan dan kekurangannya.

Selanjutnya, peserta didik berdiskusi untuk menentukan alat transportasi yang paling sesuai bagi suatu kebutuhan, misalnya pergi ke sekolah, mengunjungi keluarga di pulau lain, atau mengirim barang dalam jumlah banyak.

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Gambar dan kartu alat transportasi.

  • Teks bacaan tentang alat transportasi.

  • LKPD bergambar.

  • Papan tulis atau papan interaktif digital (PID), jika tersedia.

  • Kertas dan alat tulis untuk mencatat hasil diskusi.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati gambar, mengelompokkan alat transportasi, membaca teks, mengisi tabel kelebihan dan kekurangan, serta mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian.


KESIMPULAN MATERI

Alat transportasi membantu manusia berpindah tempat dan mengangkut barang. Berdasarkan jalur yang dilalui, alat transportasi dapat dikelompokkan menjadi transportasi darat, air, dan udara.

Setiap alat transportasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan kebutuhan, jarak, biaya, waktu, dan keselamatan ketika memilih alat transportasi.

Dalam berdiskusi, kita harus menyampaikan pendapat dengan jelas, mendengarkan orang lain, dan menghargai perbedaan pendapat.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Sebagian besar peserta didik diharapkan mampu mengelompokkan alat transportasi berdasarkan jalurnya serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.

Peserta didik juga diharapkan mampu menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat teman saat berdiskusi. Sebagian peserta didik mungkin masih memerlukan pendampingan untuk memberikan alasan yang logis dan menyampaikan hasil diskusi secara runtut.


PESAN PEMBELAJARAN

“Kenali pilihanmu, pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, serta hargai pendapat temanmu.”

TINDAK LANJUT

Peserta didik mengamati alat transportasi yang digunakan keluarga atau ditemukan di lingkungan sekitar. Tuliskan nama alat transportasi, jenisnya, dua kelebihan, dan satu kekurangannya.

Read more...

MAteri ajar Senin 2 November 2026

| | 0 komentar

  

IDENTITAS

MATEMATIKA KELAS IV SD

MEMBUAT POLA GAMBAR MEMBESAR DAN MENGECIL

1. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Ruwi Merliana, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran: Matematika

  3. Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2026

  4. Fase/Kelas: B / IV

  5. Materi: Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  6. Pertemuan ke: 1 dan 2


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu mengenali, mengamati, membuat, dan melanjutkan pola gambar sederhana berdasarkan perubahan ukuran secara teratur, baik pola gambar yang membesar maupun mengecil.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengenali pola gambar membesar dan mengecil.

  • Mengidentifikasi aturan perubahan ukuran pada suatu pola gambar.

  • Melanjutkan pola gambar yang belum lengkap sesuai aturan.

  • Membuat pola gambar membesar dan mengecil menggunakan berbagai bentuk.

  • Menjelaskan aturan pola gambar dengan bahasa sendiri.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu mengamati, mengidentifikasi, melanjutkan, dan membuat pola gambar yang ukurannya semakin membesar atau mengecil secara teratur dengan menggunakan bentuk-bentuk sederhana, seperti lingkaran, segitiga, persegi, bintang, dan hati.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  • Peserta didik mengenali pengertian pola gambar.

  • Peserta didik membedakan pola gambar membesar dan mengecil.

  • Peserta didik mengamati aturan perubahan ukuran gambar.

  • Peserta didik melanjutkan pola gambar sederhana.

Pertemuan 2: Membuat Pola Gambar Membesar dan Mengecil

  • Peserta didik melanjutkan pola gambar berdasarkan aturan yang diberikan.

  • Peserta didik membuat pola gambar membesar menggunakan bentuk sederhana.

  • Peserta didik membuat pola gambar mengecil menggunakan bentuk sederhana.

  • Peserta didik menjelaskan aturan pola yang telah dibuat.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka mempersiapkan diri untuk belajar Matematika.

Guru menunjukkan beberapa gambar dengan ukuran berbeda, misalnya lingkaran kecil, sedang, dan besar, serta gambar segitiga besar hingga kecil.

Guru mengajak peserta didik mengamati perubahan ukuran gambar tersebut.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa yang kalian lihat dari gambar-gambar ini?

  • Apakah ukuran gambar tersebut sama?

  • Apa yang terjadi jika gambar semakin besar?

  • Bagaimana jika gambar berikutnya semakin kecil?

  • Dapatkah kalian melanjutkan pola gambar tersebut?

2. Pengajaran Materi

A. Apa Itu Pola Gambar?

Pola gambar adalah susunan gambar yang mengikuti aturan tertentu.

Aturan pola dapat berupa perubahan bentuk, warna, ukuran, atau susunan. Pada materi ini, kita akan mempelajari pola berdasarkan perubahan ukuran gambar.

B. Pola Gambar Membesar

Pola gambar membesar adalah susunan gambar yang ukurannya semakin besar secara berurutan.

Contoh:

⭐ → 🌟 → gambar bintang lebih besar → gambar bintang paling besar.

Contoh lainnya:

Lingkaran kecil → lingkaran sedang → lingkaran besar.

Aturan pola: setiap gambar berikutnya memiliki ukuran lebih besar daripada gambar sebelumnya.

C. Pola Gambar Mengecil

Pola gambar mengecil adalah susunan gambar yang ukurannya semakin kecil secara berurutan.

Contoh:

Lingkaran besar → lingkaran sedang → lingkaran kecil.

Contoh lainnya:

Segitiga besar → segitiga sedang → segitiga kecil.

Aturan pola: setiap gambar berikutnya memiliki ukuran lebih kecil daripada gambar sebelumnya.

D. Cara Menentukan Aturan Pola

Untuk menentukan aturan pola gambar, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Amati gambar dari urutan pertama.

  2. Perhatikan perubahan ukuran pada setiap gambar.

  3. Tentukan apakah ukuran gambar semakin besar atau semakin kecil.

  4. Gunakan aturan tersebut untuk melanjutkan pola.

  5. Periksa kembali apakah gambar yang dibuat sesuai dengan aturan.

E. Contoh Pola Gambar

1. Pola Membesar

Lingkaran kecil → lingkaran sedang → lingkaran besar → lingkaran lebih besar.

Pertanyaan: Bagaimana ukuran lingkaran berikutnya?

Jawaban: Lebih besar daripada lingkaran sebelumnya.

2. Pola Mengecil

Segitiga besar → segitiga sedang → segitiga kecil → segitiga lebih kecil.

Pertanyaan: Bagaimana ukuran segitiga berikutnya?

Jawaban: Lebih kecil daripada segitiga sebelumnya.

F. Ayo Berlatih!

Latihan 1: Melanjutkan Pola Membesar

Buatlah gambar segitiga dengan ukuran yang semakin besar, mulai dari kecil hingga besar.

△ → △△ → ........................................

Latihan 2: Melanjutkan Pola Mengecil

Gambarlah bentuk hati dengan ukuran yang semakin kecil.

Hati besar → hati sedang → hati kecil → ........................................

Latihan 3: Membuat Pola Sendiri

Pilih salah satu bentuk berikut:

  • Lingkaran

  • Segitiga

  • Persegi

  • Bintang

  • Hati

Buatlah satu pola gambar membesar dan satu pola gambar mengecil. Warnai gambar sesuai kreativitasmu.

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Kartu gambar berbagai ukuran.

  • Gambar lingkaran, segitiga, persegi, bintang, dan hati.

  • Papan tulis atau papan interaktif digital (PID), jika tersedia.

  • LKPD bergambar.

  • Kertas gambar, pensil, penghapus, dan pensil warna.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati kartu gambar, menentukan aturan perubahan ukuran, melanjutkan pola yang belum lengkap, kemudian membuat pola gambar membesar dan mengecil secara mandiri atau berkelompok.

LKPD bergambar "




KESIMPULAN MATERI

Pola gambar adalah susunan gambar yang mengikuti aturan tertentu. Pada pola gambar membesar, ukuran gambar semakin besar secara berurutan. Sebaliknya, pada pola gambar mengecil, ukuran gambar semakin kecil secara berurutan.

Untuk melanjutkan atau membuat pola, kita harus mengamati perubahan ukuran dan mengikuti aturan yang sama. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar berpikir logis, teliti, dan kreatif.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Sebagian besar peserta didik diharapkan mampu mengenali pola gambar membesar dan mengecil serta melanjutkan pola sesuai aturan ukuran.

Peserta didik juga diharapkan dapat membuat pola gambar sederhana menggunakan bentuk-bentuk yang disukai. Sebagian peserta didik mungkin masih memerlukan pendampingan untuk menentukan aturan pola dan menjaga urutan perubahan ukuran.


PESAN PEMBELAJARAN

“Amati polanya, temukan aturannya, dan berkreasilah dengan gembira!”

TINDAK LANJUT

Peserta didik diminta membuat satu pola gambar membesar dan satu pola gambar mengecil di buku Matematika. Gunakan minimal lima gambar pada setiap pola, lalu tuliskan aturan perubahan ukurannya.

Read more...

Jumat, 30 Oktober 2026

Materi Ajar jum'at 30 Oktober 2026

| | 0 komentar

    



     

MENDESAIN FINAL MOTIF TAPIS LAMPUNG

Menyusun Pola Motif pada Media yang Dipilih


IDENTITAS

Nama Guru                             : Ruwi Merliana, S.Pd.
Kegiatan                                  : Kokurikuler
Hari/Tanggal                           : Jum'at, 30 oktober 2026    
Fase/Kelas                               : Fase B / Kelas IV
Materi/Kegiatan                     : Menyusun Pola Motif pada Media yang Dipilih
Proyek                                     : Mendesain Final Motif Tapis Lampung
Pertemuan ke                         : 6


TUJUAN PEMBELAJARAN

TP UMUM

Peserta didik mampu menyusun pola motif pada media yang dipilih dan membuat desain final motif Tapis Lampung dengan memperhatikan susunan, pengulangan, kerapian, dan kreativitas.

TP MINDful

Peserta didik mampu mengamati bentuk, susunan, dan pengulangan motif Tapis Lampung dengan teliti, serta bekerja dengan fokus dan hati-hati dalam menyusun pola pada media yang dipilih.

TP MEANingful

Peserta didik mampu menghubungkan motif Tapis Lampung dengan budaya daerah Lampung serta menuangkan hasil pengamatannya menjadi desain yang dapat digunakan pada media pilihan.

TP JOYful

Peserta didik mampu bereksplorasi menyusun, mengulang, dan mengembangkan motif Tapis Lampung melalui kegiatan menggambar dan menghias media secara kreatif, aktif, dan menyenangkan.


ATP

  1. Peserta didik mampu mengamati dan mengidentifikasi bentuk serta pola motif Tapis Lampung sebagai dasar dalam membuat desain.

  2. Peserta didik mampu menyusun dan mengulang pola motif Tapis Lampung pada media yang dipilih dengan memperhatikan kerapian dan keseimbangan pola.

  3. Peserta didik mampu menghasilkan desain final motif Tapis Lampung pada media yang dipilih secara kreatif serta menunjukkan sikap menghargai budaya daerah.


PEMBAHASAN MATERI

1. APERSEPSI SINGKAT

Awal Kegiatan

Guru menampilkan contoh gambar atau kain bermotif Tapis Lampung.

Guru mengajak peserta didik mengamati:

  • Bentuk motif apa yang terlihat?

  • Apakah motif hanya dibuat satu kali?

  • Bagaimana susunan motifnya?

  • Apakah terdapat pola yang berulang?

  • Bagaimana perpaduan bentuk dan ruang pada motif?

  • Menurut kalian, pada media apa motif tersebut dapat diterapkan?

Guru menjelaskan:

Motif dapat disusun menjadi sebuah pola dengan cara mengulang, mengatur jarak, dan menempatkan bentuk secara teratur sehingga menghasilkan desain yang indah.


NILAI YANG DIKEMBANGKAN 🌱

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mengembangkan:

  • Kreativitas dalam mengembangkan motif.

  • Ketelitian dalam menyusun pola.

  • Kesabaran dalam menyelesaikan desain.

  • Tanggung jawab terhadap karya yang dibuat.

  • Gotong royong ketika berdiskusi dan berbagi ide.

  • Apresiasi budaya terhadap motif daerah Lampung.

  • Percaya diri dalam menyampaikan ide dan hasil karya.


2. PENGAJARAN MATERI

A. MENGENAL MOTIF TAPIS LAMPUNG

Tapis Lampung merupakan salah satu bentuk warisan budaya Lampung yang memiliki motif dan susunan hias yang khas.

Dalam kegiatan ini, peserta didik mengamati motif sebagai inspirasi untuk membuat desain, kemudian menyusun pola secara kreatif pada media yang telah dipilih.

Yang perlu diperhatikan:

🔎 Bentuk motif
Perhatikan bentuk dasar yang digunakan.

🔁 Pengulangan
Motif dapat disusun berulang untuk membentuk pola.

↔️ Jarak
Berikan jarak yang sesuai antarmotif.

⚖️ Keseimbangan
Susunan motif dibuat agar terlihat seimbang.

✏️ Kerapian
Gunakan garis dan bentuk dengan hati-hati.

🎨 Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan susunan motif sesuai ide masing-masing.


B. APA ITU POLA MOTIF?

Pola motif adalah susunan bentuk atau motif yang diatur secara teratur dan dapat dilakukan dengan pengulangan.

Contoh sederhana:

◇ ◇ ◇ ◇ ◇

atau

▲ ● ▲ ● ▲ ●

atau

🌿 🌿 🌿 🌿

Motif yang sama dapat diulang dengan jarak tertentu sehingga membentuk pola yang teratur.


C. MENYUSUN POLA MOTIF

Sebelum membuat desain final, peserta didik menentukan:

1. Motif Utama

Tentukan bentuk motif yang akan menjadi bagian utama desain.

2. Motif Pendukung

Tambahkan bentuk sederhana sebagai pelengkap.

3. Arah Susunan

Motif dapat disusun:

➡️ Mendatar
⬆️ Tegak
↗️ Diagonal
🔄 Berulang

4. Pengulangan

Tentukan bagaimana motif akan diulang pada media.

Contoh:

Motif A → Motif A → Motif A → Motif A

atau

Motif A → Motif B → Motif A → Motif B


D. MEMILIH MEDIA

Peserta didik memilih salah satu media yang tersedia.

Contoh media:

📄 Kertas gambar
📓 Buku gambar
📦 Karton
👜 Tas kain/kertas
🪵 Media kayu yang disediakan guru
🎨 Media lain yang disetujui guru

Pilih media yang sesuai dengan desain dan kemampuan membuat karya.


E. LANGKAH MEMBUAT DESAIN FINAL

LANGKAH 1 — MENGAMATI 🔎

Amati contoh motif Tapis Lampung yang diberikan guru.

LANGKAH 2 — MEMILIH MOTIF ✏️

Pilih motif yang akan digunakan sebagai inspirasi desain.

LANGKAH 3 — MEMBUAT SKETSA

Buat sketsa ringan menggunakan pensil.

LANGKAH 4 — MENYUSUN POLA 🔁

Ulangi dan susun motif sesuai rancangan.

LANGKAH 5 — MEMERIKSA DESAIN

Perhatikan:

  • apakah pola sudah teratur?

  • apakah jarak antarmotif cukup?

  • apakah komposisinya seimbang?

  • apakah ada bagian yang masih kosong?

LANGKAH 6 — MEMBUAT DESAIN FINAL 🎨

Pertegas garis dan lengkapi desain sesuai media yang dipilih.


MEDIA / ALAT PERAGA

Guru dapat menggunakan:

  • contoh gambar motif Tapis Lampung;

  • gambar pola motif;

  • kartu motif;

  • kertas gambar;

  • pensil;

  • penghapus;

  • penggaris;

  • spidol;

  • pensil warna/crayon;

  • cat atau alat pewarna sesuai media;

  • media pilihan peserta didik.

MEDIA UTAMA: KARTU SUSUN MOTIF 🎴

Guru menyediakan beberapa kartu motif.

Peserta didik mengambil beberapa kartu, kemudian mencoba menyusunnya menjadi pola.

Contoh:

A – A – A – A

A – B – A – B

A – B – C – A – B – C

Setelah menemukan pola yang menarik, peserta didik menuangkannya ke dalam desain final.


KEGIATAN JOYFUL 🎯

"DESAIN MOTIFKU!"

Peserta didik bekerja secara individu atau kelompok kecil.

Tantangan:

"Bisakah kamu membuat satu pola motif yang memiliki pengulangan teratur dan terlihat menarik?"

Peserta didik:

  1. memilih motif;

  2. menyusun kartu motif;

  3. menentukan pola;

  4. membuat sketsa;

  5. memilih media;

  6. membuat desain final.

Gallery Walk 🖼️

Setelah selesai, semua karya dipajang.

Peserta didik berjalan mengamati karya teman.

Kemudian setiap peserta didik memilih satu karya yang menurutnya menarik dan menyampaikan:

"Saya tertarik dengan karya ini karena ...................................."


KEGIATAN KARYA

🌺 "MOTIF TAPIS KREASIKU"

Tahap 1 — Sketsa

Buat rancangan awal:

Motif yang saya pilih:

....................................................

Pola yang saya gunakan:

....................................................

Tahap 2 — Menyusun Pola

Gambarkan susunan motif:

....................................................

....................................................

Tahap 3 — Desain Final

Tuangkan pola pada media yang telah dipilih.

Media yang saya pilih:

☐ Kertas
☐ Karton
☐ Buku gambar
☐ Tas
☐ Media lainnya: ....................

beberapa contoh motif tapis lampung


CHECKLIST DESAINKU ✅

Sebelum mengumpulkan karya, periksa:

☐ Saya sudah memilih motif.
☐ Saya sudah membuat sketsa.
☐ Motif saya memiliki pola pengulangan.
☐ Susunan motif terlihat teratur.
☐ Saya memperhatikan jarak antarmotif.
☐ Saya membuat desain dengan rapi.
☐ Saya menyelesaikan karya dengan tanggung jawab.
☐ Saya menghargai motif sebagai bagian dari budaya Lampung.


PRESENTASI KARYA 🎤

Setiap peserta didik dapat menjelaskan:

  1. Nama karya.

  2. Motif yang digunakan.

  3. Media yang dipilih.

  4. Pola yang digunakan.

  5. Alasan memilih pola tersebut.

  6. Kesulitan yang dialami.

  7. Hal yang paling disukai dari karya.

Contoh Presentasi

"Nama karya saya adalah ....................................
Saya menggunakan motif ....................................
Media yang saya pilih adalah ....................................
Saya menyusun motif dengan pola ....................................
Saya memilih pola tersebut karena ....................................
Bagian yang paling saya sukai adalah ...................................."


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

alhamdulilah sebagian siswa sudah mampu membuat motif dengan mencontoh gamabr yang diberikan guru. motif yang dibuat dengan rapi dan jelas pada media kanvas.


KESIMPULAN MATERI

Motif dapat disusun menjadi pola yang teratur melalui pengulangan dan pengaturan posisi motif.

Dalam kegiatan ini, peserta didik mengamati motif Tapis Lampung, memilih motif yang akan digunakan, menyusun pola, membuat sketsa, memilih media, kemudian mengembangkan rancangan menjadi desain final.

Melalui kegiatan membuat desain motif, peserta didik tidak hanya belajar berkarya secara kreatif, tetapi juga belajar teliti, sabar, bertanggung jawab, dan menghargai budaya daerah Lampung.

🌿 Kenali budayanya, kembangkan kreativitasnya, dan bangga dengan karya sendiri!

MENGAMATI • MENYUSUN • BERKREASI • MENGHARGAI BUDAYA ❤️


Read more...

Kamis, 29 Oktober 2026

Materi Ajar IPAS Kamis 29 Oktober 2026

| | 0 komentar

     

IDENTITAS

Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd

Mapel : IPAS

Hari/Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2026

Fase/Kelas : B / IV

Materi : Bentang Alam Di Lingkungan Sekitarku

Pertemuan ke :  1 dan 2 


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu mengenali bentang alam di lingkungan sekitarnya, mengidentifikasi karakteristik lingkungan tempat tinggal, serta memahami hubungan antara kondisi alam dan kehidupan masyarakat. Peserta didik juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi pengertian bentang alam.
  • Membedakan bentang alam daratan dan perairan.
  • Menyebutkan ciri-ciri berbagai bentang alam.
  • Menjelaskan manfaat bentang alam bagi kehidupan masyarakat.
  • Mengidentifikasi bentang alam yang terdapat di lingkungan sekitar.
  • Menunjukkan sikap peduli terhadap kelestarian lingkungan.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bentang alam di lingkungan sekitar, mengelompokkan bentang alam daratan dan perairan, serta menjelaskan ciri, manfaat, dan cara menjaga kelestariannya.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal Bentang Alam

  • Peserta didik memahami pengertian bentang alam.
  • Peserta didik mengidentifikasi bentang alam daratan dan perairan.
  • Peserta didik mengelompokkan berbagai contoh bentang alam berdasarkan karakteristiknya.

Pertemuan 2: Manfaat Bentang Alam dan Pelestariannya

  • Peserta didik menjelaskan manfaat bentang alam bagi kehidupan masyarakat.
  • Peserta didik menghubungkan kondisi bentang alam dengan kegiatan masyarakat.
  • Peserta didik membuat poster ajakan menjaga kelestarian bentang alam.

PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru mengajak peserta didik bersyukur kepada Allah SWT atas keindahan dan keberagaman alam ciptaan-Nya.

Guru menyampaikan bahwa Allah SWT menciptakan bumi dengan berbagai bentuk permukaan, seperti gunung, bukit, sungai, dan laut. Setiap bentang alam memiliki ciri dan manfaat bagi kehidupan makhluk hidup.

Ayat kebesaran Allah SWT:

QS. Ali 'Imran ayat 190, tentang tanda-tanda kebesaran Allah pada penciptaan langit dan bumi.

Guru mengaitkan ayat tersebut dengan pentingnya mengamati, mengenali, mensyukuri, dan menjaga alam.

Pertanyaan pemantik:

  • Siapa yang pernah melihat gunung, pantai, sungai, atau bukit?
  • Apa perbedaan bentuk alam yang pernah kalian lihat?
  • Mengapa setiap daerah memiliki bentang alam yang berbeda?
  • Bagaimana cara kita menjaga lingkungan alam?

2. Pengajaran Materi

A. Pengertian Bentang Alam

Bentang alam adalah bentuk atau kenampakan permukaan bumi yang terbentuk secara alami.

Bentang alam dapat berupa daratan maupun perairan. Setiap wilayah mempunyai karakteristik alam yang berbeda.

B. Jenis-Jenis Bentang Alam

1. Bentang Alam Daratan

  • Gunung: daratan yang menjulang tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
  • Pegunungan: rangkaian beberapa gunung.
  • Bukit: daratan yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya dan umumnya lebih rendah daripada gunung.
  • Dataran tinggi: wilayah daratan yang relatif datar dan berada pada ketinggian.
  • Dataran rendah: wilayah daratan yang relatif datar dan berada pada ketinggian rendah.

2. Bentang Alam Perairan

  • Sungai: aliran air yang mengalir melalui daratan.
  • Danau: genangan air yang luas dan dikelilingi daratan.
  • Pantai: wilayah pertemuan antara daratan dan laut.
  • Laut: perairan luas yang umumnya memiliki air asin.

C. Manfaat Bentang Alam bagi Kehidupan

Bentang alam memberikan banyak manfaat bagi manusia dan makhluk hidup.

  • Gunung dan pegunungan dapat menjadi sumber mata air dan kawasan hutan.
  • Dataran tinggi dapat dimanfaatkan untuk perkebunan dan pertanian tertentu.
  • Dataran rendah dapat dimanfaatkan untuk permukiman, persawahan, dan perdagangan.
  • Sungai dapat dimanfaatkan sebagai sumber air dan irigasi.
  • Danau dapat dimanfaatkan untuk perikanan dan wisata.
  • Pantai dan laut dapat mendukung perikanan, transportasi, serta pariwisata.

Kondisi bentang alam dapat memengaruhi kegiatan masyarakat, tetapi pekerjaan setiap orang tidak selalu sama meskipun tinggal di wilayah yang serupa.

D. Bentang Alam di Lingkungan Sekitarku

Peserta didik diajak mengenali bentang alam yang terdapat di sekitar tempat tinggalnya.

Contohnya, masyarakat di Provinsi Lampung dapat mengenal wilayah pesisir, perbukitan, pegunungan, sungai, dan dataran rendah.

Guru dapat menampilkan foto atau gambar bentang alam setempat agar peserta didik lebih mudah menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

E. Cara Menjaga Kelestarian Bentang Alam

  • Tidak membuang sampah ke sungai, danau, atau laut.
  • Menanam dan merawat tumbuhan.
  • Menjaga kebersihan lingkungan.
  • Tidak merusak hutan dan habitat hewan.
  • Menggunakan air secara bijaksana.
  • Menjaga kebersihan ketika berwisata.

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Gambar dan kartu bentang alam.
  • Peta atau foto lingkungan sekitar.
  • LCD atau papan interaktif digital (PID), jika tersedia.
  • LKPD pengelompokan bentang alam.
  • Kertas dan alat warna untuk membuat poster.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati gambar, mengelompokkan bentang alam daratan dan perairan, berdiskusi tentang manfaatnya, kemudian membuat poster sederhana bertema “Ayo Jaga Bentang Alam di Sekitar Kita!”.


KESIMPULAN MATERI

Bentang alam merupakan kenampakan permukaan bumi yang terbentuk secara alami. Bentang alam dibedakan menjadi daratan dan perairan.

Setiap bentang alam mempunyai ciri dan manfaat yang berbeda bagi kehidupan manusia. Kondisi alam juga dapat memengaruhi kegiatan masyarakat.

Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas keindahan alam dan ikut menjaga kelestariannya agar tetap bermanfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Sebagian besar peserta didik mampu mengenali dan mengelompokkan berbagai bentang alam melalui gambar dan diskusi kelompok. Peserta didik juga mulai memahami manfaat bentang alam bagi kehidupan masyarakat.
Sebagian kecil peserta didik masih memerlukan pendampingan dalam membedakan bentang alam daratan dan perairan serta menjelaskan manfaatnya.

Read more...

Materi Ajar PKN Kamis 29 Oktober 2026

| | 0 komentar

 

MENJELAJAHI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU

1. IDENTITAS

  1. Nama Guru: Ruwi Merliana, S.Pd.

  2. Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila (PPKn)

  3. Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026

  4. Fase/Kelas: B / IV

  5. Materi: Menjelajahi Lingkungan Tempat Tinggalku

  6. Pertemuan ke: 1 dan 2


2. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) UMUM

Peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya, mengidentifikasi berbagai komponen lingkungan alam dan buatan, memahami fungsi fasilitas umum, serta menunjukkan sikap peduli dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan masyarakat.

3. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP UMUM)

Peserta didik mampu:

  • Mengidentifikasi berbagai komponen lingkungan tempat tinggal.

  • Membedakan lingkungan alam dan lingkungan buatan.

  • Menjelaskan fungsi fasilitas umum di lingkungan masyarakat.

  • Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal.

  • Menjelaskan cara menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

  • Menunjukkan sikap gotong royong, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

4. TP MATA PELAJARAN

Peserta didik mampu mengenali karakteristik lingkungan tempat tinggal, mengidentifikasi fungsi berbagai fasilitas umum, serta menunjukkan perilaku bertanggung jawab dan gotong royong dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, tertib, dan nyaman.

5. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Pertemuan 1: Mengenal Lingkungan Tempat Tinggalku

  • Peserta didik mengidentifikasi komponen lingkungan alam dan buatan.

  • Peserta didik menyebutkan berbagai fasilitas umum di lingkungan tempat tinggal.

  • Peserta didik menjelaskan fungsi fasilitas umum bagi masyarakat.

Pertemuan 2: Menjaga Lingkungan Tempat Tinggalku

  • Peserta didik mengidentifikasi permasalahan lingkungan.

  • Peserta didik menjelaskan akibat jika lingkungan tidak dijaga.

  • Peserta didik menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

  • Peserta didik membuat poster ajakan menjaga lingkungan melalui kerja sama dan gotong royong.


PEMBAHASAN MATERI

1. Apersepsi Singkat (Awal Pembelajaran)

Salam dan doa pembuka.

Guru mengajak peserta didik bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas lingkungan tempat tinggal yang menjadi tempat manusia hidup, belajar, bermain, dan berinteraksi dengan masyarakat.

Guru mengajak peserta didik mengamati lingkungan sekitar melalui gambar atau pengalaman sehari-hari.

Pertanyaan pemantik:

  • Apa saja yang kalian temukan di lingkungan tempat tinggal?

  • Apakah di sekitar rumah kalian terdapat sekolah, pasar, taman, atau tempat ibadah?

  • Siapa yang bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan?

  • Apa yang terjadi jika masyarakat tidak peduli terhadap lingkungannya?

2. Pengajaran Materi

A. Apa Itu Lingkungan Tempat Tinggalku?

Lingkungan tempat tinggal adalah wilayah di sekitar tempat kita tinggal dan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.

Di lingkungan tempat tinggal, kita dapat menemukan rumah, jalan, sekolah, tempat ibadah, pasar, taman, sungai, pepohonan, dan berbagai fasilitas lainnya.

Lingkungan yang baik dapat membuat masyarakat merasa aman, nyaman, dan sehat.

B. Jenis-Jenis Lingkungan

1. Lingkungan Alam

Lingkungan alam adalah bagian lingkungan yang terbentuk secara alami.

Contohnya:

  • Sungai

  • Gunung

  • Bukit

  • Hutan

  • Danau

  • Pepohonan alami

Lingkungan alam bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. Lingkungan Buatan

Lingkungan buatan adalah lingkungan atau bangunan yang dibuat maupun diubah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Contohnya:

  • Rumah

  • Sekolah

  • Jalan raya

  • Jembatan

  • Pasar

  • Taman kota

  • Puskesmas

  • Tempat ibadah

Lingkungan buatan membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari.

C. Fasilitas Umum di Lingkungan Tempat Tinggal

Fasilitas umum merupakan sarana yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

FasilitasFungsi
SekolahTempat belajar dan memperoleh pendidikan
PuskesmasMemberikan pelayanan kesehatan
PasarTempat kegiatan jual beli
Tempat ibadahTempat menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing
Jalan rayaMendukung perjalanan dan transportasi
Taman umumTempat rekreasi dan kegiatan masyarakat
JembatanMembantu orang atau kendaraan melintasi rintangan, seperti sungai

Masyarakat perlu menggunakan fasilitas umum dengan tertib dan menjaganya agar tetap bersih serta dapat dimanfaatkan bersama.

D. Permasalahan di Lingkungan Tempat Tinggal

Beberapa permasalahan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat antara lain:

  • Sampah yang dibuang sembarangan.

  • Selokan yang tersumbat.

  • Sungai yang tercemar.

  • Jalan yang rusak.

  • Kurangnya tanaman dan ruang hijau.

  • Kerusakan fasilitas umum.

  • Kurangnya kepedulian terhadap kebersihan bersama.

Permasalahan tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

E. Cara Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal

Kita dapat menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti:

  • Membuang sampah pada tempatnya.

  • Melaksanakan kerja bakti bersama warga.

  • Menanam dan merawat tumbuhan.

  • Menjaga kebersihan selokan.

  • Tidak mencoret-coret fasilitas umum.

  • Menggunakan fasilitas umum dengan tertib.

  • Menghormati tetangga dan menjaga ketenangan.

  • Melaporkan kerusakan atau kondisi berbahaya kepada orang dewasa atau pihak yang berwenang.

F. Gotong Royong dan Tanggung Jawab

Gotong royong adalah kegiatan bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.

Contohnya:

  • Membersihkan halaman bersama.

  • Mengikuti kerja bakti di lingkungan tempat tinggal.

  • Menanam pohon bersama warga.

  • Membantu menjaga kebersihan taman.

  • Mengingatkan teman agar tidak membuang sampah sembarangan dengan cara yang sopan.

Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama sesuai kemampuan masing-masing.

G. Ayo Mengenal Lingkungan Tempat Tinggalku!

Peserta didik diminta mengamati lingkungan sekitar rumah atau sekolah.

Tuliskan hasil pengamatan berikut:

  • Nama lingkungan tempat tinggalku: ........................................

  • Fasilitas umum yang terdapat di sekitarku: ........................................

  • Lingkungan alam yang aku temukan: ........................................

  • Masalah lingkungan yang pernah aku lihat: ........................................

  • Cara yang dapat aku lakukan untuk membantu: ........................................

Media atau alat peraga yang digunakan:

  • Gambar lingkungan tempat tinggal.

  • Kartu gambar lingkungan alam dan buatan.

  • Foto fasilitas umum.

  • Peta sederhana lingkungan.

  • LKPD dan kertas untuk membuat poster.

Aktivitas peserta didik:

Peserta didik mengamati gambar, mengidentifikasi fasilitas umum, mengelompokkan lingkungan alam dan buatan, berdiskusi mengenai permasalahan lingkungan, lalu membuat poster ajakan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.


KESIMPULAN MATERI

Lingkungan tempat tinggal merupakan tempat manusia melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Lingkungan terdiri atas unsur alam dan lingkungan buatan yang memiliki fungsi berbeda.

Fasilitas umum membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga harus digunakan dengan tertib dan dijaga bersama. Permasalahan lingkungan dapat diatasi melalui kepedulian, tanggung jawab, disiplin, dan gotong royong.

Setiap peserta didik dapat berperan menjaga lingkungan mulai dari tindakan sederhana di rumah, sekolah, dan masyarakat.


REFLEKSI PEMBELAJARAN HARI INI

Sebaguan besar siswa sudah mengenak bentang alam disekitar rumah atau timpat tinggalnya, hanya diperlukan pengertian atau indentifikasi dari beebrapa bentang alam daratan

Read more...

Cari Blog Ini

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©