Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt.
Materi daring kia hari ini adalah:
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
Tujuan Pembelejaran : Murid dapat menciptakan sebuah karya dari limbah kertas
Pemanfaatan limbah kertas untuk kelas 5A adalah seni daur ulang yang mengubah sampah kertas (koran, buku bekas, karton) menjadi karya seni fungsional bernilai ekonomis. Siswa dapat membuat kerajinan seperti tempat pensil, vas bunga, hiasan dinding, lampion, atau bubur kertas, sekaligus belajar merawat lingkungan.
Jenis Karya Seni Limbah Kertas untuk Kelas 5A
Bubur Kertas (Paper Mache): Kertas direndam, dihaluskan, dicampur lem, lalu dibentuk menjadi patung atau wadah.
Gulungan Kertas (Paper Quilling/Rolled Paper): Koran/majalah bekas digulung kecil, disusun, dan dilem membentuk tempat pensil atau vas.
Anyaman Kertas: Kertas koran dilipat memanjang dan dianyam menjadi keranjang kecil.
Kolase/Lukisan Kertas: Potongan kertas berwarna ditempel menjadi karya seni 2 dimensi.
Manfaat Mempelajari Seni Limbah Kertas
Lingkungan: Mengurangi sampah kertas dan mendukung konsep recycle.
Ekonomi: Meningkatkan kreativitas dan menghasilkan produk bernilai jual.
Keterampilan: Melatih motorik halus dan ketelitian siswa.
Cara Mendaur Ulang Kertas (Proses Sederhana)
Pengumpulan: Kumpulkan koran/kertas bekas, pisahkan dari plastik.
Pencacahan: Sobek atau hancurkan kertas, rendam dalam air.
Pembuatan Bubur: Blender atau tumbuk hingga menjadi bubur, tambahkan lem putih.
Pembentukan: Bentuk sesuai kreativitas, keringkan di bawah sinar matahari.
Proyek ini sangat baik untuk diterapkan dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) untuk mengajarkan cinta lingkungan sejak dini.
video pembelajaran :
Saksikan video berikut ini
Tugas
1. Buatkan rangkuman dari video di atas
2. Ciptakan sebuah maha karya dari limbah kertas seperti contoh yg disebut dalam video. Kamu boleh memilih karya sesuka mu dan ikuti tutorialnya pembuatan nya di YouTube.
3. Tugas maha karya nya dikumpulkan pada hari senin saat masuk sekolah.
4. Untuk hari ini silahkan tugas rangkuman difoto dan kirim ke grup. Jika tugas maha karya kalian sudah selesai bisa kalian foto juga.
Penutup
Demikianlah pembelajaran hari ini semoga bermanfaat
Siswa mampu membedakan jenis sampah, memahami dampak penumpukan sampah, dan menerapkan pemilahan sampah di rumah maupun sekolah untuk pelestarian lingkungan. [
Materi komposisi sampah kelas 5 SD mencakup pemahaman bahwa sampah terdiri dari bahan organik (~57-71% seperti sisa makanan/daun) yang mudah terurai dan anorganik (~17-18% seperti plastik/logam) yang sulit terurai. Pemilahan sampah sangat penting untuk memudahkan pengolahan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Komposisi dan Jenis Sampah:
Sampah Organik (Sampah Basah/Mudah Terurai):
Berasal dari makhluk hidup (sisa makanan, dedaunan, ranting, sayuran).
Dapat diolah menjadi kompos (pupuk organik) melalui proses dekomposisi.
Sampah Anorganik (Sampah Kering/Sulit Terurai):
Berasal dari bahan non-hayati (plastik, botol, kaca, kaleng, logam, kertas).
Dapat didaur ulang (recycle) atau digunakan kembali (reuse).
Sampah Residu:
Sampah yang sulit dipilah dan didaur ulang, biasanya berakhir di TPA (contoh: popok sekali pakai, tisu bekas).
Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun):
Sampah yang mengandung zat berbahaya (baterai, lampu neon, botol deterjen).
Pengelolaan Sampah (3R/5R):
Reduce (Mengurangi): Membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Reuse (Menggunakan Kembali): Menggunakan botol minum ulang, menggunakan sisi kertas yang masih kosong.
Recycle (Mendaur Ulang): Membuat kerajinan dari sampah plastik, mengolah sampah organik menjadi kompos.
MATERI PELAJARAN : bahas Indonesia
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami cara penggunaan kata hubung pada kalimat
Jenis-Jenis Kata Hubung Antarkalimat Beserta Contohnya
Kata hubung adalah kata untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.
Yap, kata hubung dipakai agar dua kata dalam kalimat atau dua kalimat bisa menjadi satu kesatuan utuh.
O iya, kata hubung sering disebut konjungsi. Ada banyak sekali kata hubung atau konjungsi dalam bahasa Indonesia.Namun, secara garis besar, kata hubung dibagi jadi kata hubung intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.
Pada materi Bahasa Indonesia kali ini, kita akan secara khusus belajar tentang kata hubung antarkalimat.
Pengertian Kata Hubung Antarkalimat
Kata hubung antarkalimat adalah kata yang berfungsi menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat berikutnya.
Ini artinya, fungsi dari kata hubung antarkalimat adalah menjadikan dua kalimat menjadi satu kesatuan.
Umumnya, kata hubung ini dipakai untuk menyatakan arti yang berbeda atau jika kalimatnya terlalu panjang.
Letak kata hubung di awal kalimat atau setelah tanda baca, seperti titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).
Kata hubung antarkalimat ini selalu memulai sebuah kalimat baru yang diawali dengan huruf kapital, teman-teman.Selain ditulis di awal kalimat dengan huruf kapital, kata hubung juga disambung dengan tanda koma (,).
Jenis Kata Hubung Antarkalimat
Sebagai informasi, konjungsi antarkalimat terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya, lo.
Berdasarkan buku Bahasa Indonesia kelas 5 SD, berikut ini jenis konjungsi antarkalimat dan contohnya:
1. Kata Hubung Kelanjutan Peristiwa
Contoh kata hubung:
Setelah itu
Sesudah itu
Sebelum itu
Selanjutnya
Kemudian
Contoh kalimat:
- Ketua kelas melerai perselisihan yang terjadi saat istirahat. Setelah itu, ia mengajak semuanya untuk berunding.
- Kami membuat papan petunjuk tentang mencegah perundungan. Kemudian, kami menempelnya di papan pengumuman.
- Langkah pertama adalah menyiapkan bumbu. Selanjutnya, panaskan minyak dan masukkan nasi ke dalam penggorengan.2. Kata Hubung Sebab Akibat
Contoh kata hubung:
Dengan demikian
Oleh karena itu
Oleh sebab itu
Akibatnya
Contoh kalimat: Kita harus menaati peraturan. Dengan demikian, lingkungan sekolah menjadi lebih tertib dan aman.
- Mereka melanggar peraturan. Akibatnya, mereka mendapat hukuman
.Timnas Indonesia berhasil menang atas Thailand. Oleh karena itu, mereka berhak menyandang gelar juara.
3. Kata Hubung Pertentangan
Contoh kata hubung:
Namun
Meskipun begitu
Akan tetapi
Di sisi lain
Contoh kalimat:
Guru sudah sering menasihatinya. Namun, ia masih saja tidak berubah.
- Aku tidak sependapat dengan Kayla. Meskipun begitu, kami tetap berteman.
- Aku tidak bisa berangkat hari ini. Akan tetapi, aku tetap mengirim kado.
Video pembelajaran :
Nah, itulah pengertian dan contoh kata hubung antarkalimat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, ya.
REFLEKSI :
PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassalamu'alaikum wr wb