Materi Pokok : 1. IPAS (Kondisi Perekonomian di daerahku)
2. Bahasa Indonesia (imbuhan pe-an)
Alat Peraga : 1.PAS (gambar pelaku ekonomi)
3. bahasa indonesia (LKPD)
Metode Pembelajaran : 1. IPAS(PBL)
3. BAhasa Indonesia (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah memasuki hari Rabu..
MATERI PELAJARAN : IPAS
tujuan pembelajaran : murid dapat mengetahui aktivitas perekonomian di daerah lingkungan sekitar.
Pada Topik B ini akan belajar tentang bentuk aktivitas perekonomian, hingga untuk meningkatkan kondisi perekonomian daerahku.
Aktivitas Ekonomi
Aktivitas ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Aktivitas ekonomi di masyarakat sangat beragam, secara umum ada 8 jenis bidang usaha aktivitas ekonomi yang dilakukan manusia, yaitu :
1. Pertanian
Suatu jenis aktivitas usaha yang menekankan kepada pengolahan tanah dan bercocok tanam.
Jenis tanaman di bidang pertanian ini berupa tanaman pangan.
2. Peternakan
Jenis aktivitas usaha yang merawat dan mengembangbiakkan hewan-hewan tertentu.
Biasanya, hewan yang diternakkan merupakan hewan yang memiliki nilai ekonomis.
Dalam arti kelak hewan-hewan ini diperjualbelikan baik dalam bentuk hewannya, maupun bentuk daging yang bisa dikonsumsi manusia.
3. Perikanan
Semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai di pra-produksi, produksi, pengolahan sampai pemasaran.
4. Perkebunan
Segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai.
Kemudian, barang dan jasa hasil tanaman tersebut diolah dan dipasarkan dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan, serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.
5. Pertambangan
Suatu aktivitas ekonomi yang meliputi penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batu bara dengan cara menambang atau menggali permukaan tanah atau melakukan eksplorasi dasar laut.
6. Perdagangan
Suatu kegiatan ekonomi yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
7. Perindustrian
Suatu aktivitas ekonomi yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
8. Jasa/layanan
Sebuah aktivitas ekonomi yang melibatkan interaksi dengan konsumen namun tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas suatu barang.
Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Ekonomi
1. Kondisi geografis
Letak suatu daerah sangat memengaruhi bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat daerah tersebut.
Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga Indonesia termasuk negara maritim yang sekaligus termasuk negara agraris.
Karena itu, aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia pun beragam.
a. Pantai
Secara geografis, pantai berbatasan dengan laut, di mana laut terdapat berbagai sumber daya alam, baik sumber daya alam hayati maupun nonhayati.
Mayoritas masyarakatnya beraktivitas di laut sebagai nelayan yang kemudian menjual hasil tangkapannya.
Pantai juga merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan keindahan alamnya sehingga banyak wilayah pantai di Indonesia yang menjadi tempat wisata.
b. Dataran tinggi dan pegunungan
Lokasinya berada di wilayah perbukitan atau pegunungan.
Kondisi udara yang sejuk menyebabkan wilayah ini menjadi tempat yang cocok sebagai wilayah pertanian dan peternakan.
Pegunungan juga memiliki potensi alam yang menarik sehingga tidak jarang dijadikan lokasi wisata.
c. Dataran rendah
Wilayah dataran rendah biasanya berkembang menjadi sebuah perkotaan.
Hal ini disebabkan suhu udara di dataran rendah tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin sehingga banyak orang yang nyaman untuk tinggal di sana.
Selain itu, di dataran rendah, manusia juga lebih mudah membangun berbagai bangunan sebagai tempat tinggal atau pun sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan masyarakatnya.
Biasanya, perkantoran dan pusat-pusat pemerintahan menjadi tempat mayoritas penduduknya beraktivitas.
2. Sumber daya yang dimiliki
a. Sumber daya alam
Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam di berbagai wilayah Indonesia.
Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati.
Sumber daya alam ini menjadi faktor penyebab berbedanya kondisi ekonomi antar daerah.
b. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor tenaga kerja yang akan mengelola semua sumber daya alam yang tersedia.
Tenaga kerja yang kompeten dan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam daerah tentu saja akan sangat membantu meningkatkan kondisi perekonomian di daerah tersebut.
Faktor-faktor Pendukung Kondisi Perekonomian Suatu Daerah
1. Sarana dan prasarana
Untuk mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya alam di suatu tempat ke tempat lain, manusia memerlukan pendukung lain, seperti sarana jalan, bangunan pasar, alat transportasi untuk proses distribusi, alat-alat pekerjaan, seperti alat-alat pertanian, mesin produksi, dan lain sebagainya.
Sarana dan prasarana ini akan sangat memudahkan manusia untuk mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya alam yang mereka miliki.
2. Kemajuan teknologi
Berbagai bentuk aktivitas ekonomi masyarakat mengalami banyak kemajuan dilihat dari segi teknologinya.
Dahulu, padi hanya bisa dipanen 6 bulan sekali, sekarang sudah ada padi yang berumur 70 hari sudah siap panen.
Hal ini dapat membantu masyarakatnya untuk memiliki persediaan pangan yang lebih banyak, selain dapat didistribusikan juga ke wilayah lain yang memerlukan pasokan lebih.
Berbagai teknologi pengawetan makanan membuat distribusi makanan ke tempat yang jauh semakin aman tanpa takut makanan menjadi busuk.
Transportasi pun semakin canggih dan semakin cepat sehingga distribusi barang dari satu tempat ke tempat lain dapat lebih aman dan cepat.
Semoga materi ini dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATA PELAJARAN : BAhasa Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat menggunakan imbuhan pe-an pada kalimat
Menurut KBBI, imbuhan adalah bubuhan (awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk ciptakan kata baru.
Fungsi imbuhan pada kata dasar adalah untuk membuat kata kerja, kata sifat, dan juga kata kejadian.
Dalam sebuah kalimat, imbuhan berperan penting karena bisa mengubah jenis kata, bentuk, fungsi, dan makna.
Secara umum, imbuhan yang digunakan tergantung pada kepentingan penggunaannya di kalimat.
Penggunaan imbuhan bisa memberi kejelasan pada tiap kata, tergantung imbuhan yang diberikan.
Jika penggunaan imbuhan salah, maka artinya juga berbeda. Oleh karena itu, imbuhan perlu diperhatikan.
Nah, kali ini kita akan belajar tentang penggunaan imbuhan 'pe-an' di awal dan akhir kata dasar. Simak, yuk!
Makna Imbuhan Pe-an
Ada setidaknya tiga makna penggunaan imbuhan pe-an dalam kata dan kalimat sehari-hari, yakni:
1. Menyatakan Tempat
Makna ini terbentuk saat imbuhan pe-an dibubuhkan pada sejumlah kata kerja dan kata benda konkret.
Contoh:
- Pe- + rumah + -an = perumahan.
- Pe- + mandi + -an = pemandian.
- Pe- + gunung + -an = pegunungan.
- Pe- + lelang + -an = pelelangan.
- Pe- + desa + -an = pedesaan.
- Pe- + ternak + -an = peternakan.
2. Menyatakan Proses
Makna ini terbentuk saat imbuhan pe-an dibubuhkan pada sejumlah kata benda konkret dan kata kerja.
Contoh:
- Pe- + kelola + -an = pengelolaan.
- Pe- + panas + -an = pemanasan.
- Pe- + pasar + -an = pemasaran.
- Pe- + jual + -an = penjualan.
- Pe- + cari + -an = pencarian.
- Pe- + sumbat + -an = penyumbatan.
3. Menyatakan Kumpulan
Untuk membuat kalimat dengan makna menyatakan kumpulan, kita juga bisa menggunakan imbuhan pe-an.
Contoh:
- Pe- + pohon + -an = pepohonan.
- Pe- + toko + -an = pertokoan.
- Pe- + alat + -an = peralatan.
- Pe- + dapat + -an = pendapatan.
- Pe- + masuk + -an = pemasukan.
Nah, itulah penjelasan makna dari penggunaan imbuhan Pe-an dan contohnya. Semoga bisa bermanfaat, ya!
VIDEO PEMBELAJARAN :
Refleksi: Alhamdulillah dalam pembelajaran hari ini ananda dapat mengidentifikasi kegiatan ekonomi di lingkungan daerahnya dan pembelajaran bahasa Indonesia tentang penggunaan imbuhan pe an dalam kelimat
Penutup:
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat wassalamualaikum wr wb
Materi Pokok : 1. IPAS (Kondisi Perekonomian di daerahku)
2. Bahasa Indonesia (imbuhan pe-an)
Alat Peraga : 1.PAS (gambar pelaku ekonomi)
3. bahasa indonesia (LKPD)
Metode Pembelajaran : 1. IPAS(PBL)
3. BAhasa Indonesia (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good
morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita
semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah memasuki hari Rabu..
MATERI PELAJARAN : IPAS
tujuan pembelajaran : murid dapat mengetahui aktivitas perekonomian di daerah lingkungan sekitar.
Pada Topik B ini akan belajar tentang bentuk aktivitas perekonomian, hingga untuk meningkatkan kondisi perekonomian daerahku.
Aktivitas Ekonomi
Aktivitas ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Aktivitas
ekonomi di masyarakat sangat beragam, secara umum ada 8 jenis bidang
usaha aktivitas ekonomi yang dilakukan manusia, yaitu :
1. Pertanian
Suatu jenis aktivitas usaha yang menekankan kepada pengolahan tanah dan bercocok tanam.
Jenis tanaman di bidang pertanian ini berupa tanaman pangan.
2. Peternakan
Jenis aktivitas usaha yang merawat dan mengembangbiakkan hewan-hewan tertentu.
Biasanya, hewan yang diternakkan merupakan hewan yang memiliki nilai ekonomis.
Dalam arti kelak hewan-hewan ini diperjualbelikan baik dalam bentuk hewannya, maupun bentuk daging yang bisa dikonsumsi manusia.
3. Perikanan
Semua
kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber
daya ikan dan lingkungannya mulai di pra-produksi, produksi, pengolahan
sampai pemasaran.
4. Perkebunan
Segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai.
Kemudian,
barang dan jasa hasil tanaman tersebut diolah dan dipasarkan dengan
bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan, serta manajemen
untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan
masyarakat.
5. Pertambangan
Suatu aktivitas ekonomi yang
meliputi penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batu bara
dengan cara menambang atau menggali permukaan tanah atau melakukan
eksplorasi dasar laut.
6. Perdagangan
Suatu kegiatan ekonomi yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
7. Perindustrian
Suatu aktivitas ekonomi yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
8. Jasa/layanan
Sebuah aktivitas ekonomi yang melibatkan interaksi dengan konsumen namun tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas suatu barang.
Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Ekonomi
1. Kondisi geografis
Letak suatu daerah sangat memengaruhi bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat daerah tersebut.
Secara
geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga Indonesia
termasuk negara maritim yang sekaligus termasuk negara agraris.
Karena itu, aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia pun beragam.
a. Pantai
Secara
geografis, pantai berbatasan dengan laut, di mana laut terdapat
berbagai sumber daya alam, baik sumber daya alam hayati maupun
nonhayati.
Mayoritas masyarakatnya beraktivitas di laut sebagai nelayan yang kemudian menjual hasil tangkapannya.
Pantai
juga merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan keindahan
alamnya sehingga banyak wilayah pantai di Indonesia yang menjadi tempat
wisata.
b. Dataran tinggi dan pegunungan
Lokasinya berada di wilayah perbukitan atau pegunungan.
Kondisi udara yang sejuk menyebabkan wilayah ini menjadi tempat yang cocok sebagai wilayah pertanian dan peternakan.
Pegunungan juga memiliki potensi alam yang menarik sehingga tidak jarang dijadikan lokasi wisata.
c. Dataran rendah
Wilayah dataran rendah biasanya berkembang menjadi sebuah perkotaan.
Hal
ini disebabkan suhu udara di dataran rendah tidak terlalu panas, juga
tidak terlalu dingin sehingga banyak orang yang nyaman untuk tinggal di
sana.
Selain itu, di dataran rendah, manusia juga lebih mudah
membangun berbagai bangunan sebagai tempat tinggal atau pun sarana dan
prasarana yang mendukung kegiatan masyarakatnya.
Biasanya, perkantoran dan pusat-pusat pemerintahan menjadi tempat mayoritas penduduknya beraktivitas.
2. Sumber daya yang dimiliki
a. Sumber daya alam
Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam di berbagai wilayah Indonesia.
Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati.
Sumber daya alam ini menjadi faktor penyebab berbedanya kondisi ekonomi antar daerah.
b. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor tenaga kerja yang akan mengelola semua sumber daya alam yang tersedia.
Tenaga
kerja yang kompeten dan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
alam daerah tentu saja akan sangat membantu meningkatkan kondisi
perekonomian di daerah tersebut.
Faktor-faktor Pendukung Kondisi Perekonomian Suatu Daerah
1. Sarana dan prasarana
Untuk
mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya alam di suatu
tempat ke tempat lain, manusia memerlukan pendukung lain, seperti sarana
jalan, bangunan pasar, alat transportasi untuk proses distribusi,
alat-alat pekerjaan, seperti alat-alat pertanian, mesin produksi, dan
lain sebagainya.
Sarana dan prasarana ini akan sangat memudahkan
manusia untuk mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya
alam yang mereka miliki.
2. Kemajuan teknologi
Berbagai bentuk aktivitas ekonomi masyarakat mengalami banyak kemajuan dilihat dari segi teknologinya.
Dahulu, padi hanya bisa dipanen 6 bulan sekali, sekarang sudah ada padi yang berumur 70 hari sudah siap panen.
Hal
ini dapat membantu masyarakatnya untuk memiliki persediaan pangan yang
lebih banyak, selain dapat didistribusikan juga ke wilayah lain yang
memerlukan pasokan lebih.
Berbagai teknologi pengawetan makanan
membuat distribusi makanan ke tempat yang jauh semakin aman tanpa takut
makanan menjadi busuk.
Transportasi pun semakin canggih dan
semakin cepat sehingga distribusi barang dari satu tempat ke tempat lain
dapat lebih aman dan cepat.
Semoga materi ini dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATA PELAJARAN : BAhasa Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat menggunakan imbuhan pe-an pada kalimat
Menurut KBBI, imbuhan adalah bubuhan (awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk ciptakan kata baru.
Fungsi imbuhan pada kata dasar adalah untuk membuat kata kerja, kata sifat, dan juga kata kejadian.
Dalam sebuah kalimat, imbuhan berperan penting karena bisa mengubah jenis kata, bentuk, fungsi, dan makna.
Secara umum, imbuhan yang digunakan tergantung pada kepentingan penggunaannya di kalimat.
Penggunaan imbuhan bisa memberi kejelasan pada tiap kata, tergantung imbuhan yang diberikan.
Jika penggunaan imbuhan salah, maka artinya juga berbeda. Oleh karena itu, imbuhan perlu diperhatikan.
Nah, kali ini kita akan belajar tentang penggunaan imbuhan 'pe-an' di awal dan akhir kata dasar. Simak, yuk!
Makna Imbuhan Pe-an
Ada setidaknya tiga makna penggunaan imbuhan pe-an dalam kata dan kalimat sehari-hari, yakni:
1. Menyatakan Tempat
Makna ini terbentuk saat imbuhan pe-an dibubuhkan pada sejumlah kata kerja dan kata benda konkret.
Contoh:
- Pe- + rumah + -an = perumahan.
- Pe- + mandi + -an = pemandian.
- Pe- + gunung + -an = pegunungan.
- Pe- + lelang + -an = pelelangan.
- Pe- + desa + -an = pedesaan.
- Pe- + ternak + -an = peternakan.
2. Menyatakan Proses
Makna ini terbentuk saat imbuhan pe-an dibubuhkan pada sejumlah kata benda konkret dan kata kerja.
Contoh:
- Pe- + kelola + -an = pengelolaan.
- Pe- + panas + -an = pemanasan.
- Pe- + pasar + -an = pemasaran.
- Pe- + jual + -an = penjualan.
- Pe- + cari + -an = pencarian.
- Pe- + sumbat + -an = penyumbatan.
3. Menyatakan Kumpulan
Untuk membuat kalimat dengan makna menyatakan kumpulan, kita juga bisa menggunakan imbuhan pe-an.
Contoh:
- Pe- + pohon + -an = pepohonan.
- Pe- + toko + -an = pertokoan.
- Pe- + alat + -an = peralatan.
- Pe- + dapat + -an = pendapatan.
- Pe- + masuk + -an = pemasukan.
Nah, itulah penjelasan makna dari penggunaan imbuhan Pe-an dan contohnya. Semoga bisa bermanfaat, ya!
VIDEO PEMBELAJARAN :
Refleksi: Alhamdulillah dalam pembelajaran hari ini ananda dapat mengidentifikasi kegiatan ekonomi di lingkungan daerahnya dan pembelajaran bahasa Indonesia tentang penggunaan imbuhan pe an dalam kelimat
Penutup:
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat wassalamualaikum wr wb
Materi Pokok : 1.PKN (praktik permainan tradisional )
2. IPAS (Kondisi Perekonomian di daerahku)
3. Matematika (piktogram)
Alat Peraga : 1.PKN (alat peraga permainan tradisional)
2. IPAS (gambar pelaku ekonomi)
3. Matematika (video pembelajaran)
Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila (Demonstrasi)
2. IPAS(PBL)
3.Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good
morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita
semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah
bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari sabtu minggu ya
nak.
MATERI PELAJARAN : PKN
Permainan Olahraga Tradisional Asli Indonesia
Olahraga
tradisional adalah permainan rakyat yang memiliki unsur olah fisik.
Sebelum era digital, kebanyakan anak Indonesia bermain di luar ruangan
untuk melakukan permainan tradisional ini.
Berikut beberapa contoh olahraga tradisional tersebut.
1. Gobak sodor
Gobak
sodor adalah salah satu permainan jadul yang kini menjadi warisan
budaya tak benda Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk arena permainan ini
persegi panjang dengan perbandingan panjang 16 meter dan lebar 8 meter,
yang kemudian dibagi menjadi beberapa kotak berbentuk bujur sangkar.
Cara
bermainnya, membuat dua kelompok dengan jumlah anggota 4-6 orang.
Selanjutnya, masing-masing kelompok bergantian berdiri di atas garis,
berjaga agar supaya anggota kelompok lawan tidak bisa masuk ke dalam
arena permainan. Jika saat berusaha melewati garis kelompok lawan
tersentuh kelompok yang berjaga maka kelompok lawan kalah.
2. Engklek
Engklek
juga termasuk permainan olahraga tradisional karena mengharuskan
pemainnya melompat atau dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak
lainnya. Biasanya, kotak digambar menggunakan kapur, arang, atau kayu
jika di atas tanah. Permainan ini biasanya dimainkan oleh 2 orang atau
lebih dengan cara bergantian. Tidak dapat dipastikan apakah engklek
merupakan permainan ini asli Indonesia atau bukan. Menurut beberapa
pendapat, olahraga tradisional ini sudah dimainkan anak-anak sejak zaman
Romawi Kuno. Dalam bahasa Inggris, engklek dikenal dengan sebutan
scotch hop.
3. Egrang
Egrang atau juga disebut dengan
egrang sejatinya adalah alat olahraga tradisional yang berupa dua bilah
bambu panjang dengan tatakan untuk berdiri di atasnya. Selanjutnya,
jenis olahraga tradisional ini dimainkan dengan menaiki kedua bilah
bambu tersebut kemudian berjalan. Permainan ini memerlukan keterampilan
mumpuni dalam menjaga keseimbangan tubuh.
4. Bentengan
Benteng
atau bentengan adalah salah satu dari olahraga tradisional Indonesia
yang dilakukan secara berkelompok. Permainan ini membutuhkan
ketangkasan, kecepatan berlari, dan strategi yang andal. Cara
bermainnya, setiap pemain harus berlari menuju benteng lawan untuk
menyerang, tapi juga harus sambil menjaga benteng sendiri dan menangkap
lawan yang hendak menyerang benteng kita.
5. Lompat tali
Satu
dari macam-macam olahraga tradisional yang cukup sering ditemui hingga
kini adalah lompat tali. Lompat tali memerlukan 3 pemain atau lebih
dalam permainannya. Itu karena dibutuhkan 2 orang untuk memegang tali,
sedangkan 1 orang atau lebih yang melompati tali tersebut. Jika saat
melompat pemain terkena atau menyentuh tali maka pemain tersebut
dianggap kalah dan harus menggantikan pemain yang memegang tali
sebelumnya.
6. Petak umpet
Petak umpet dilakukan lebih
dari dua orang. Caranya, satu orang yang menjadi pencari temannya yang
bersembunyi atau ngumpet, sedangkan teman main yang lain bersembunyi di
suatu tempat. Permainan ini melibatkan aktivitas fisik karena si kecil
harus bergerak bersembunyi atau mencari.
7. Bola bekel
Ada
beberapa benda yang perlu disiapkan untuk memainkan permainan bola
bekel. Pertama, bola bekel yang bentuknya bola kecil, lalu ada 6 biji
yang disebut bekel. Permainan ini ada beberapa tahap, mulai dari
mengambil satu biji bekel sampai enam bekel. Jika ada yang berhasil
memenangkan semua langkah terlebih dahulu maka jadi pemenang. Permainan
ini membutuhkan ketangkasan dan strategi.
8. Gundu atau kelereng
Untuk
memainkan permainan ini cukup mudah. Pertama-tama pemain perlu membuat
lingkaran yang cukup untuk menaruh masing-masing kelereng pemain.
Selanjutnya, para pemain melemparkan kelereng ke arah lingkaran
tersebut. Ini untuk menentukan urutan pemain.
Kemudian, seluruh
pemain memasukkan masing-masing kelerengnya ke dalam lingkaran tersebut.
Pemain sesuai urutannya menyentil kelereng yang dimilikinya ke arah
lingkaran tadi dengan tujuan mengenai kelereng lawan dan membawanya
keluar dari lingkaran tersebut. Jika ada beberapa gundu yang kena gundu
kita, maka gundu lawan tersebut akan menjadi milik kita.
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mengenal dan memahami permainan tradisional dan cara bermainnya
TUGAS :
Setelah kalian memahami video dan cara bermainnya. mari kita praktikkan salah satu dari permainan tradisional nya ya.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATERI PELAJARAN : IPAS
tujuan pembelajaran : murid dapat mengetahui aktivitas perekonomian di daerah lingkungan sekitar.
Pada Topik B ini akan belajar tentang bentuk aktivitas perekonomian, hingga untuk meningkatkan kondisi perekonomian daerahku.
Aktivitas Ekonomi
Aktivitas ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Aktivitas ekonomi di masyarakat sangat beragam, secara umum ada 8 jenis bidang usaha aktivitas ekonomi yang dilakukan manusia, yaitu :
1. Pertanian
Suatu jenis aktivitas usaha yang menekankan kepada pengolahan tanah dan bercocok tanam.
Jenis tanaman di bidang pertanian ini berupa tanaman pangan.
2. Peternakan
Jenis aktivitas usaha yang merawat dan mengembangbiakkan hewan-hewan tertentu.
Biasanya, hewan yang diternakkan merupakan hewan yang memiliki nilai ekonomis.
Dalam arti kelak hewan-hewan ini diperjualbelikan baik dalam bentuk hewannya, maupun bentuk daging yang bisa dikonsumsi manusia.
3. Perikanan
Semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai di pra-produksi, produksi, pengolahan sampai pemasaran.
4. Perkebunan
Segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai.
Kemudian, barang dan jasa hasil tanaman tersebut diolah dan dipasarkan dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan, serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.
5. Pertambangan
Suatu aktivitas ekonomi yang meliputi penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batu bara dengan cara menambang atau menggali permukaan tanah atau melakukan eksplorasi dasar laut.
6. Perdagangan
Suatu kegiatan ekonomi yang menghubungkan produsen dengan konsumen.
7. Perindustrian
Suatu aktivitas ekonomi yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
8. Jasa/layanan
Sebuah aktivitas ekonomi yang melibatkan interaksi dengan konsumen namun tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas suatu barang.
Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Ekonomi
1. Kondisi geografis
Letak suatu daerah sangat memengaruhi bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat daerah tersebut.
Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga Indonesia termasuk negara maritim yang sekaligus termasuk negara agraris.
Karena itu, aktivitas ekonomi di berbagai daerah di Indonesia pun beragam.
a. Pantai
Secara geografis, pantai berbatasan dengan laut, di mana laut terdapat berbagai sumber daya alam, baik sumber daya alam hayati maupun nonhayati.
Mayoritas masyarakatnya beraktivitas di laut sebagai nelayan yang kemudian menjual hasil tangkapannya.
Pantai juga merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan keindahan alamnya sehingga banyak wilayah pantai di Indonesia yang menjadi tempat wisata.
b. Dataran tinggi dan pegunungan
Lokasinya berada di wilayah perbukitan atau pegunungan.
Kondisi udara yang sejuk menyebabkan wilayah ini menjadi tempat yang cocok sebagai wilayah pertanian dan peternakan.
Pegunungan juga memiliki potensi alam yang menarik sehingga tidak jarang dijadikan lokasi wisata.
c. Dataran rendah
Wilayah dataran rendah biasanya berkembang menjadi sebuah perkotaan.
Hal ini disebabkan suhu udara di dataran rendah tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin sehingga banyak orang yang nyaman untuk tinggal di sana.
Selain itu, di dataran rendah, manusia juga lebih mudah membangun berbagai bangunan sebagai tempat tinggal atau pun sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan masyarakatnya.
Biasanya, perkantoran dan pusat-pusat pemerintahan menjadi tempat mayoritas penduduknya beraktivitas.
2. Sumber daya yang dimiliki
a. Sumber daya alam
Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam di berbagai wilayah Indonesia.
Ada dua jenis sumber daya alam, yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam nonhayati.
Sumber daya alam ini menjadi faktor penyebab berbedanya kondisi ekonomi antar daerah.
b. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor tenaga kerja yang akan mengelola semua sumber daya alam yang tersedia.
Tenaga kerja yang kompeten dan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam daerah tentu saja akan sangat membantu meningkatkan kondisi perekonomian di daerah tersebut.
Faktor-faktor Pendukung Kondisi Perekonomian Suatu Daerah
1. Sarana dan prasarana
Untuk mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya alam di suatu tempat ke tempat lain, manusia memerlukan pendukung lain, seperti sarana jalan, bangunan pasar, alat transportasi untuk proses distribusi, alat-alat pekerjaan, seperti alat-alat pertanian, mesin produksi, dan lain sebagainya.
Sarana dan prasarana ini akan sangat memudahkan manusia untuk mengolah, memproduksi, dan mendistribusikan sumber daya alam yang mereka miliki.
2. Kemajuan teknologi
Berbagai bentuk aktivitas ekonomi masyarakat mengalami banyak kemajuan dilihat dari segi teknologinya.
Dahulu, padi hanya bisa dipanen 6 bulan sekali, sekarang sudah ada padi yang berumur 70 hari sudah siap panen.
Hal ini dapat membantu masyarakatnya untuk memiliki persediaan pangan yang lebih banyak, selain dapat didistribusikan juga ke wilayah lain yang memerlukan pasokan lebih.
Berbagai teknologi pengawetan makanan membuat distribusi makanan ke tempat yang jauh semakin aman tanpa takut makanan menjadi busuk.
Transportasi pun semakin canggih dan semakin cepat sehingga distribusi barang dari satu tempat ke tempat lain dapat lebih aman dan cepat.
Semoga materi ini dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat menghitung data dengan cara piktogram
Dalam matematika kelas 5,
piktogram (atau diagram gambar) adalah cara menyajikan data menggunakan gambar atau simbol untuk mewakili jumlah tertentu. Ini membuat data yang banyak menjadi lebih sederhana dan menarik untuk dibaca.
Komponen Utama Piktogram
Simbol/Gambar: Mewakili objek yang didata (misalnya gambar buku untuk data perpustakaan).
Keterangan (Skala): Bagian paling penting yang menjelaskan berapa nilai satu gambar tersebut. Contoh:
gambar orang =
siswa.
Label: Kategori data (seperti nama hari atau jenis hobi).
Contoh Soal: Data Peminjam Buku
Misalkan kita memiliki data peminjam buku di perpustakaan sekolah selama 3 hari:
Senin: 20 siswa
Selasa: 15 siswa
Rabu: 10 siswa
Langkah 1: Tentukan Simbol dan Nilainya Kita gunakan gambar buku (
) sebagai simbol.
gambar buku penuh (
) =
siswa
gambar buku setengah (
) =
siswa
Langkah 2: Hitung Jumlah Gambar yang Diperlukan
Senin:
gambar penuh
Selasa:
gambar penuh +
gambar setengah
Rabu:
gambar penuh
Langkah 3: Gambar Piktogramnya
Hari
Jumlah Peminjam
Senin
Selasa
Rabu
Keterangan:
siswa,
siswa
Visualisasi Perbandingan Data
Grafik di bawah ini menunjukkan bagaimana data angka diubah menjadi jumlah simbol visual agar lebih mudah dibandingkan.
Cara Membaca Piktogram
Untuk membaca piktogram, kamu cukup mengalikan jumlah gambar yang ada dengan nilai keterangannya.
Jika ada
gambar sapi dan keterangan
gambar =
ekor, maka totalnya adalah
ekor sapi.
Apakah kamu ingin mencoba latihan soal piktogram atau butuh bantuan mengubah tabel data tertentu menjadi piktogram?
VIDEO PEMBELAJARAN :
Refleksi:
Penutup:
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat wassalamualaikum wr wb
Mata pelajaran : Pkn, Seni Rupa, B.Indonesia, Matematika
Hari/tanggal : Senin, 06 April 2026
Kelas : 5 A
Materi Pokok : 1.PKN (permainan tradisional )
2. Bahasa Indonesia (kalimat majemuk bertingkat)
3. Seni Rupa (ragam hias)
4. Matematika (pengolahan data)
Alat Peraga : 1.PKN (video pembelajaran)
2. Bahasa indonesia (gambar sebab akibat)
3. Seni Rupa ( video pembelajaran)
4. Matematika (video pembelajaran)
Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila ( PBL)
2. Bahasa Indonesia (PBL)
3. Seni Rupa (PBL)
4. Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good
morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita
semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah
bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari sabtu minggu ya
nak.
MATERI PELAJARAN : PKN
Permainan Olahraga Tradisional Asli Indonesia
Olahraga
tradisional adalah permainan rakyat yang memiliki unsur olah fisik.
Sebelum era digital, kebanyakan anak Indonesia bermain di luar ruangan
untuk melakukan permainan tradisional ini.
Berikut beberapa contoh olahraga tradisional tersebut.
1. Gobak sodor
Gobak
sodor adalah salah satu permainan jadul yang kini menjadi warisan
budaya tak benda Daerah Istimewa Yogyakarta. Bentuk arena permainan ini
persegi panjang dengan perbandingan panjang 16 meter dan lebar 8 meter,
yang kemudian dibagi menjadi beberapa kotak berbentuk bujur sangkar.
Cara
bermainnya, membuat dua kelompok dengan jumlah anggota 4-6 orang.
Selanjutnya, masing-masing kelompok bergantian berdiri di atas garis,
berjaga agar supaya anggota kelompok lawan tidak bisa masuk ke dalam
arena permainan. Jika saat berusaha melewati garis kelompok lawan
tersentuh kelompok yang berjaga maka kelompok lawan kalah.
2. Engklek
Engklek
juga termasuk permainan olahraga tradisional karena mengharuskan
pemainnya melompat atau dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak
lainnya. Biasanya, kotak digambar menggunakan kapur, arang, atau kayu
jika di atas tanah. Permainan ini biasanya dimainkan oleh 2 orang atau
lebih dengan cara bergantian. Tidak dapat dipastikan apakah engklek
merupakan permainan ini asli Indonesia atau bukan. Menurut beberapa
pendapat, olahraga tradisional ini sudah dimainkan anak-anak sejak zaman
Romawi Kuno. Dalam bahasa Inggris, engklek dikenal dengan sebutan
scotch hop.
3. Egrang
Egrang atau juga disebut dengan
egrang sejatinya adalah alat olahraga tradisional yang berupa dua bilah
bambu panjang dengan tatakan untuk berdiri di atasnya. Selanjutnya,
jenis olahraga tradisional ini dimainkan dengan menaiki kedua bilah
bambu tersebut kemudian berjalan. Permainan ini memerlukan keterampilan
mumpuni dalam menjaga keseimbangan tubuh.
4. Bentengan
Benteng
atau bentengan adalah salah satu dari olahraga tradisional Indonesia
yang dilakukan secara berkelompok. Permainan ini membutuhkan
ketangkasan, kecepatan berlari, dan strategi yang andal. Cara
bermainnya, setiap pemain harus berlari menuju benteng lawan untuk
menyerang, tapi juga harus sambil menjaga benteng sendiri dan menangkap
lawan yang hendak menyerang benteng kita.
5. Lompat tali
Satu
dari macam-macam olahraga tradisional yang cukup sering ditemui hingga
kini adalah lompat tali. Lompat tali memerlukan 3 pemain atau lebih
dalam permainannya. Itu karena dibutuhkan 2 orang untuk memegang tali,
sedangkan 1 orang atau lebih yang melompati tali tersebut. Jika saat
melompat pemain terkena atau menyentuh tali maka pemain tersebut
dianggap kalah dan harus menggantikan pemain yang memegang tali
sebelumnya.
6. Petak umpet
Petak umpet dilakukan lebih
dari dua orang. Caranya, satu orang yang menjadi pencari temannya yang
bersembunyi atau ngumpet, sedangkan teman main yang lain bersembunyi di
suatu tempat. Permainan ini melibatkan aktivitas fisik karena si kecil
harus bergerak bersembunyi atau mencari.
7. Bola bekel
Ada
beberapa benda yang perlu disiapkan untuk memainkan permainan bola
bekel. Pertama, bola bekel yang bentuknya bola kecil, lalu ada 6 biji
yang disebut bekel. Permainan ini ada beberapa tahap, mulai dari
mengambil satu biji bekel sampai enam bekel. Jika ada yang berhasil
memenangkan semua langkah terlebih dahulu maka jadi pemenang. Permainan
ini membutuhkan ketangkasan dan strategi.
8. Gundu atau kelereng
Untuk
memainkan permainan ini cukup mudah. Pertama-tama pemain perlu membuat
lingkaran yang cukup untuk menaruh masing-masing kelereng pemain.
Selanjutnya, para pemain melemparkan kelereng ke arah lingkaran
tersebut. Ini untuk menentukan urutan pemain.
Kemudian, seluruh
pemain memasukkan masing-masing kelerengnya ke dalam lingkaran tersebut.
Pemain sesuai urutannya menyentil kelereng yang dimilikinya ke arah
lingkaran tadi dengan tujuan mengenai kelereng lawan dan membawanya
keluar dari lingkaran tersebut. Jika ada beberapa gundu yang kena gundu
kita, maka gundu lawan tersebut akan menjadi milik kita.
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mengenal dan memahami permainan tradisional dan cara bermainnya
TUGAS :
Setelah kalian membaca beberapa permainan tradisional diatas Buatkan tabel seperti contoh dihalaman 147 pada buku cetak.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATERI PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami penggunaan kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab akibat
Pengertian Kalimat Majemuk
Dalam menyusun sebuah paragraf,
kamu bisa mengkombinasikan dua atau lebih kalimat tunggal menjadi satu.
Nah, kombinasi kalimat tunggal itu lah yang disebut sebagai kalimat
majemuk.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat majemuk adalah struktur yang terdiri dari beberapa anak kalimat (klausa) bebas.
Beberapa klausa itu akan dihubungkan dengan kata hubung (konjungsi) dengan intonasi akhir tertentu.
Yap, penggunaan konjungsi atau kata hubung menjadi ciri khas dari kalimat majemuk ini, teman-teman.
Secara umum, kalimat majemuk dibedakan menjadi tiga jenis. Salah satunya adalah majemuk bertingkat.
Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat disebut juga dengan kalimat majemuk kompleks atau kalimat majemuk subordinatif.
Jenis kalimat ini memiliki lebih dari satu klausa, serta hubungan antar klausanya tidak sederajat.
Klausa pada kalimat majemuk terbagi menjadi dua, yakni klausa sebagai induk kalimat dan anak kalimat.
Untuk makin mengenal kalimat majemuk bertingkat, ciri-ciri kalimat majemuk bertingkat, antara lain:
1. Memiliki pola tidak sederajat.
2. Salah satu klausa bergantung pada klausa lain.
3. Kata hubungnya, meliputi:
Meskipun
Walaupun
Supaya
Agar
Karena
Sebab
Sehingga
Maka
Ketika
Apabila
Secara umum, terdapat beberapa jenis kalimat majemuk bertingkat yang dibedakan berdasarkan tujuan.
Ada kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan hubungan syarat, tujuan, alat, perbandingan, dan sebab akibat.
Contoh Kalimat Majemuk Sebab-Akibat
Kali ini, kita akan secara khusus belajar tentang kalimat majemuk bertingkat yang menyatakan sebab akibat.
Hubungan sebab akibat berarti menyatakan alasan peristiwa bisa terjadi dan hasil dari peristiwa itu.
Berikut ini ada beberapa contoh kalimat majemuk yang menunjukkan hubungan sebab akibat. Simak, yuk!
Melansir dari berbagai sumber, kalimat
majemuk adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua klausa utama atau
lebih, dan masing-masing dapat berdiri sebagai kalimat yang lepas.
1. Rumah ini berdebu karena tidak pernah dibersihkan.
Induk kalimat: rumah ini berdebu (akibat)
Anak kalimat: karena tidak pernah dibersihkan (sebab)
2. Taman bunga itu sangat indah, sehingga banyak pengunjung.
Induk kalimat: taman bunga itu sangat indah (sebab)
Anak kalimat: sehingga banyak pengunjung (akibat)
3. Melki terlambat pergi ke bandara karena bangun kesiangan.
Induk kalimat: Melki terlambat pergi ke bandara (akibat) Anak kalimat: karena bangun kesiangan (sebab)
4. Rumah makan itu ramai pengunjung sebab rasanya enak.
Induk kalimat: rumah makan itu ramai pengunjung (akibat) Anak kalimat: sebab rasanya enak (sebab)
5. Karena cuaca begitu ekstrem, saluran listrik dipadamkan.
Induk kalimat: karena cuaca begitu ekstrem (sebab) Anak kalimat: saluran listrik dipadamkan (akibat)
6. Banyak polisi yang menjaga jalan, maka lalu lintas lancar.
Induk kalimat: banyak polisi yang menjaga jalan (sebab) Anak kalimat: maka lalu lintas lancar (akibat)
7. Dimas jadi juara kelas karena ia rajin belajar.
Induk kalimat: Dimas jadi juara kelas (akibat) Anak kalimat: karena ia rajin belajar (sebab)
Nah, itulah contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab-akibat. Semoga bisa bermanfaat, ya.
Tugas : buatlah diagaram seperti vcontoh pada buku kalian di halaman 156 dan 157 dari gambar yang miss berikan ya nak.
Video Pembelajaran :
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
Tujuan Pembelejaran : Murid dapat mengenal berbagai jenis ragam hias dan pengertiannya
Ada banyak ragam hias yang bisa teman-teman temukan dengan mudah di berbagai benda atau karya seni.
Melalui materi kesenian kali ini, kita akan belajar tentang serba-serbi ragam hias dari pengertian hingga beberapa jenisnya.
Ragam hias memang bisa kita temukan di berbagai tempat, tapi di Indonesia, teman-teman akan menemukan berbagai ragam hias yang lebih unik.
Bahkan ragam hias di setiap wilayah di Indonesia bisa berbeda-beda hingga jadi ciri khas tiap daerah tersebut.
Sehingga berbagai ragam hias yang ada dini tidak akan lepas dari sejarah, budaya, hingga kepercayaan yang ada di setiap daerah asalnya.
Lebih jelasnya, mari simak pengertian dari ragam hias dan berbagai jenisnya. Pengertian Ragam Hias
Ragam hias disebut juga dengan istilah ornamen yang ternyata berasal dari bahasa Yunani, yaitu ornane atau ornamen yang berarti menghias.
Sehingga secara umum, ragam hias merupakan karya seni rupa yang bertujuan memperindah suatu benda.
Teknik memperindah ini pun dilakukan dengan cara menyisipkan gambar hiasan.
Cara memberikan hiasan ini bisa dibuat dengan pola sangat beragam dengan terinspirasi dari bentuk flora, fauna, figuratif, dan geometrik.
Berbagai pola tersebut merupakan karya atau gambar yang bisa diaplikasikan pada karya seni dua dimensi dan tiga dimensi.
Sehingga karya seni ini bisa mengalami perubahan dalam bentuk penambahan, pengurangan, atau perubahan bentuk hingga ukuran.
Nah, ragam hias ini pun juga sangat beragam jenisnya. Berikut akan dijelasan beberapa jenis ragam hias yang bisa teman-teman pelajari. Jenis-Jenis Ragam Hias 1. Ragam Hias Figuratif
Ragam hias figuratif merupakan bentuk ragam hias yang menggunakan obyek manusia yang digambar dengan penggayaan bentuk yang beragam.
Karena itu, ragam hias figuratif juga dikenal sebagai ragam hias figur manusia.
Pada proses pembuatannya, manusia akan dipandang sebagai objek yang punya beberapa unsur.
Sehingga unsur tersebut bisa dibuat dengan menggunakan salah satu unsur yang ditemukan.
Jadi, saat membuat ragam hias ini, seniman bisa meniru tubuh manusia, dari kepala hingga kaki dengan gaya tertentu walau tidak mirip sepenuhnya. 2. Ragam Hias Geometris
Ragam hias geometris ini merupakan hiasan yang mengacu pada bentuk ilmu ukur sebagai kerangka pola ulang atau rincian bentuk.
Sehingga ragam hias ini dikembangkan dari bentuk geometris yang kemudian dibentuk sesuai selera dan imajinasi pembuatnya. Ragam hias ini berawal dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang, sehingga dimulai dari bentuk yang sederhana hingga menjadi rumit.
Jenis ini termasuk ragam hias yang sudah tua yang sudah dibuat oleh para leluhur kita terdahulu, loh..
3. Ragam Hias Flora
Ragam hias flora adalah hiasan berbentuk flora atau tumbuhan yang dibuat dengan beragam cara.
Ragam hias ini bisa dibuat secara natural atau stilisasi yang sesuai dengan konsep yang diinginkan seniman.
Biasanya, ragam hias ini akan dibentuk mirip seperti aslinya namun ada juga yang memadukannya dengan imajinasi sang seniman.
Contoh yang paling mudah ditemukan dari ragam hias ini adalah pada batik atau ukiran rumah tradisional yang juga jadi ciri khas dari asal karya seni tersebut.
4. Ragam Hias Fauna
Terakhir adalah ragam hias fauna yang menggunakan bentuk hewan baik hasil gubahan atau stilisasi.
Umumnya, para seniman memang jarang menggunakan bentuk binatang secara natural untuk jadikannya hiasan.
Walau tidak terlihat secara natural atau asli, ragam hias ini tetap bisa kita kenali sebagai objek yang mirip hewan tertentu.
Nah, itu beberapa penjelasan tentang ragam hias dari pengertian hingga jenis-jenis yang sering digunakan.
video pembelajaran :
MATERI PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat memahami cara pengumpulan data dengan berbagai teknik
ateri Pengumpulan Data kelas 5 Data merupakan keterangan yang nyata dapat diakui kebenarannya. Data sendiri sebenarnya bukanlah hasil final. Data juga membutuhkan pengolahan. Sehingga nantinya menjadi informasi yang valid. Bagi pemangku kebijakan, data merupakan alat untuk menentukan langkah berikutnya. Contoh, seorang guru menggunakan data nilai, data kehadiran siswa, data sikap siswa untuk menentukan metode dan program pembelajaran. Begitu juga pemerintah yang membutuhkan data rakyatnya dalam menentukan kebijakan berikutnya. Pengumpulan data adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yangdibutuhkan. Ada beberapa cara dalam proses pengumpulan data, seperti tes, pengamatan, angket, bertanya langsung, dan sebagainya.
Setelah melakukan pengumpulan data, peserta didik juga diharapkan memahami dan mengetahui data yang dikumpulkan. Seperti mengumpukan data ukuran sepatu siswa kelas 5. Setelah itu, siswa juga harus tahu, berapa saja ukuran sepatu siswa kelas 5. Gambar di atas adalah contoh hasil pengumpulan data berupa nilai Bahasa Daerah kelas 5 yang diambil di buku matematika kelas 5 revisi 2018 halaman 205. Dari data di atas dapat diketahui, jumlah siswa yang dapat 70, 75, 80, dan sebagainya. Tidak hanya itu, dari data tersebut juga diketahui, nilai tertinggi dan terendah. Materi Penyajian Data kelas 5 Menyajikan data merupakan proses selanjutnya setelah mengumpulkan data. Ada beberapa macam metode penyajian data. Berikut macam-macam penyajian data beserta contohnya:
1. Penyajian Data Dalam bentuk Daftar Dalam menyajikan data dalam bentuk daftar, langkah yang pertama dilakukan adalah mengurutkan data kemudian mengumpukan data sesuai dengan kelompoknya. Langkah selanutnya membentuk daftar sesuai dengan data yang dibutuhkan.
Contoh: Berikut data pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5: petani, pedagang, petani, guru, pedagang, petani, petani, polisi, pedagang, pedagang. Sajikanlah data tersebut dalam bentuk daftar! Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5 Petani = 4 orang Pedagang = 4 orang Guru = 1 orang Polisi = 1 orang Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
2. Penyajian Data Dalam bentuk Tabel Penyajian data dalam bentuk table merupakan kelanjutan data dalam bentuk daftar. Setelah data di daftar maka bisa diberi garis untuk menampilkan data dalam bentuk table. Untuk lebih mudahnya memahami bisa langung di simak contoh soal di bawah ini: Hasil ulangan Materi Penyajian Data Kelas V SDN nusantara 1 diperoleh nilai sebagai berikut: 95, 85, 65, 75, 75, 85, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 80, 75, 70, 75, 75, 90, 95, 80, 90, 65, 70, 75, 90, 85, 70, 85, 70. Buatlah tabel frekuensi data tersebut! Jawab
Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5
Petani = 4 orang
Pedagang = 4 orang
Guru = 1 orang
Polisi = 1 orang
Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih
mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
3. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Gambar (Piktogram)
Piktogrammerupakan penyajiandatayang angkatertentudiganti dengangambar.Untuk lebih
mudahnya bisa disimak contoh soal dan penyelesaiannya di bawah ini:
kesempatan untuk meminjam buku di perpustakaan. Berikut data peminjam buku di perpustakaan.
Hari Senin sebanyak 25 siswa.
Hari Selasa sebanyak 20 siswa.
Hari Rabu sebanyak 30 siswa.
Hari Kamis sebanyak 15 siswa.
Hari Jum’at sebanyak 10 siswa
Hari Sabtu sebanyak 45 siswa.
Ubahlah data tersebut dalam bentuk Diagram Gambar!
Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5
Petani = 4 orang
Pedagang = 4 orang
Guru = 1 orang
Polisi = 1 orang
Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih
mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
4. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Batang Diaram batang merupakan bentuk penyajian data yang paling sering dijumpai. Biasanya sekolah, perkantoran, dan beberapa instansi menggunakan diagram batang sebagai slaah satu bentuk penyajian data. Dalam menentukan diagram batang, yang harus dilakukan dalah mengelompokkan data atau mengurutkan, atau membuat data dalam bentuk daftar. Kemudian buatlah diagram sumbu X dan Y. Untuk X berisi data yang disajikan, sedangkan sumbu Y berisi banyak dari data yang disajikan. Contoh Soal dan penyelesaian: Siti mencatat profesi semua orang tua siswa kelas V SD Nusantara 01. Siti menanya satu per satu profesi orang tua siswa kelas V dan diperoleh data sebagai berikut: Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 8 orang, Petani sebanyak 12 orang, Wiraswasta sebanyak 2 orang, TNI sebanyak 5 orang, Guru sebanyak 3 orang. Ubahlah data tersebut dalam diagram batang!
5. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Garis Pada dasarnya diagram garis tidak jauh beda dengan diagram batang. Karena sama sama menggunakan diagram cartesius atau diagram sumbu x dan y. Namun yang membedakan antara diagram garis dan batang adalah frekuensi datanya. Jika diagramm batang berupa batang, sedangkan diagram garus berupa titik titik setiap data yang kemudian ditarik menjadi sebuah garis. Untuk lebih mudahnya bisa langsung disimak contoh soal di bawah ini. Tinggi badan Meli juga dicatat secara berkala Pengukuran berat badan juga untuk memantau perkembangan anak. Meli memiliki catatan tinggi badannya selama 5 tahun, yaitu mulai umur 7 tahun hingga umur 11 tahun. Berdasarkan hasil catatan yang dilakukan secara berkala, diperileh:
VIDEO PEMBELAJARAN :
REFLEKSI : pada pembelajaran PKN dengan menggunakan beberapa video tentang permainan tradisional siswa dapat mengenal dan memahami cara bermain dari permainan tradisional tersebut
PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassaslamualiakum wr wb