Materi Pokok : 1. IPAS (Wah, Ternyata daerahku luar biasa)
2. Bahasa Indonesia (Teks Eksposisi)
Alat Peraga : 1.IPAS ({roduk Unggulan)
3. bahasa indonesia (LKPD)
Metode Pembelajaran : 1. IPAS(PBL)
3. BAhasa Indonesia (PBL)
MATERI PELAJARAN : IPAS
tujuan pembelajaran : murid dapat mengetahui produk unggulan /ciri khas di daerah lingkungan sekitar.
Produk Unggulan Daerah
Saat kita berwisata ke kota lain, sering kali kita membeli oleh-oleh ketika hendak pulang.
Biasanya, oleh-oleh yang kita beli merupakan ciri khas daerah tersebut, baik itu berupa makanan ataupun barang.
Makanan atau barang yang dijadikan oleh-oleh merupakan contoh produksi unggulan daerah.
Setiap produk unggulan daerah memiliki kekhasan tersendiri. Hal ini yang kerap kali membuat kita selalu menghubungkan kota yang kita kunjungi dengan makanan atau barang yang menjadi ciri khasnya.
Di daerah asalnya produk tersebut sudah sangat terkenal, entah karena rasanya yang enak, barangnya yang unik dan sangat mencirikan kekhasan daerah, ataupun tempatnya yang sangat bagus.
Ciri Khas Daerah di Indonesia
Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing.
Mulai dari keunikan secara geografis, bahasa, kebiasaan, adat istiadat, sampai makanan, dan hasil budaya lainnya.
Banyak daerah yang kemudian berusaha mempromosikan daerahnya masing-masing dengan menonjolkan keunikan dan kekhasannya ini.
Berikut beberapa daerah dengan kekhasannya yang sudah dikenal secara nasional.
1. Aceh Nanggroe Darussalam : Tari Saman, Masjid Darussalam, mie Aceh.
2. Sumatera Utara : Danau Toba, kain ulos, bika ambon.
3. Sumatera Barat : Rendang, jam gadang, rumah gadang.
4. Riau : Candi Muara Takus, lempuk durian, keripik nanas.
30. Sulawesi Barat : Pulo Karampuang, es kelacin, kain tenun sekomandi.
31. Maluku : Banda Naira, kerajinan sisik ikan, roti kering kenari.
32. Maluku Utara : Taman Laut Tobotobo, bagea, batik Ternate.
33. Papua : Taman Nasional Lorenz, sarang semut, tas noken.
34. Papua Barat : Kepulauan Raja Ampat, kue lontar, mutiara.
Produk Indonesia yang Mendunia
Indonesia memiliki berbagai produk yang mendunia.
Berikut beberapa produk Indonesia yang mendunia.
1. Rendang
Ternyata, makanan khas Minangkabau ini tidak hanya terkenal di seluruh Indonesia, tetapi juga dikenal di banyak negara di dunia.
Rendang mulai dikenal melalui wisatawan mancanegara yang datang ke Minangkabau.
Melalui mereka, rendang mulai dikenal di luar negeri.
Bahkan, rendang pun akhirnya dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN.
2. Gamelan
Ternyata, sekumpulan alat musik tradisional ini sudah dikenal luas di seluruh dunia.
Banyak orang asing yang khusus datang untuk belajar memainkan gamelan.
Bahkan, gamelan juga banyak dipelajari di sekolah-sekolah dan universitas-universitas di luar negeri.
Alat musik ini juga menjadi mata kuliah yang diajarkan para mahasiswanya, seperti di University of Sydney-Australia.
Semoga materi di atas dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar.
VIDEO PEMBELAJARAN :
Materi PElajaran : Bahasa Indonesia
Tujuan Pembelajaran /: Murid dapat mengidentifiksai struktur teks eksposisi dan pengertiannya
kita akan belajar bersama tentang teks eksposisi.
Saat membaca buku pelajaran atau pada surat kabar, kita bisa menemukan banyak sekali jenis teks.
Salah satu jenis teks yang sering kita temukan di buku pelajaran dan surat kabar adalah teks eksposisi.
Dalam teks eksposisi, kita bisa menemukan banyak informasi yang jelas dan juga terstruktur, teman-teman.
Kali ini Bobo akan mengajakmu mengenal teks eksposisi, mulai pengertian hingga struktur. Simak, yuk!
Pengertian Teks Eksposisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, eksposisi memiliki arti uraian yang memiliki maksud serta tujuan.
Teks eksposisi adalah tulisan yang mengandung informasi dan pengetahuan yang dibuat singkat, padat, jelas.
Ia juga bisa diartikan sebagai jenis teks ilmiah/nonfiksi yang berguna untuk menguraikan pendapat seseorang.
Nantinya, teks berisi argumen yang sifatnya fakta dan logis serta memberikan penjelasan yang jelas.
Teks eksposisi bertujuan menjelaskan informasi tertentu untuk menambah ilmu dan pengetahuan pembaca.
Setelah membaca teks, diharapkan pembaca akan mendapat pengetahuan rinci tentang suatu hal/kejadian.
Dalam membuat teks eksposisi, biasanya ditujukan untuk membahas isu yang sedang hangat di masyarakat.
Teks eksposisi membuat pembaca memiliki sudut pandang yang lebih luas untuk menanggapi isu hangat.
Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri teks eksposisi yang membedakan dengan jenis teks lain, yakni:
1. Bersifat nonfiksi.
2. Berisi fakta dan informasi ilmu pengetahuan.
3. Ringkas dan jelas.
4. Bersifat mengajak atau persuasif.
5. Disusun secara sistematis dan logis.
6. Menggunakan gaya bahasa lugas dan baku.
7. Bersisi fakta dan gagasan (opini) penulis.
8. Diakhiri dengan penegasan.
Struktur Teks Eksposisi
Untuk menulis teks eksposisi, struktur perlu diperhatikan. Struktur pada teks eksposisi meliputi berikut ini:
1. Pembukaan
Pembukaan atau tesis menjadi bagian pertama atau bagian paling awal untuk mengawali menulis teks eksposisi.
Di bagian ini, tulisan berisi pengenalan isu atau masalah, gagasan utama, hingga pandangan umum penulis.
Bisa juga berupa pernyataan yang menggiring pembaca untuk memahami isu yang akan disampaikan.
Sebelum mulai menulis pembukaan, penulis harus menentukan tujuan dari teks eksposisi terlebih dahulu.
2. Isi
Setelah mengenalkan suatu masalah, maka teks eksposisi akan dilanjut dengan isi yang berisi argumen.
Argumentasi atau isi sendiri merupakan poin-poin serta hal-hal penting yang berada dalam teks eksposisi.
Rangkaian argumen ini bisa dipahami sebagai pendapat berupa informasi, fakta, hingga pernyataan ahli.
Isi bagian ini juga bisa berupa ide pikiran yang ingin diutarakan penulis kepada pembaca tentang suatu masalah.
3. Penegasan Ulang
Di bagian ini isinya adalah pengulangan beberapa pernyataan yang telah disampaikan di bagian sebelumnya.
Tujuannya adalah untuk meyakinkan para pembaca terkait kebenaran pada bagian pernyataan.
Penulisan penegasan ulang sebaiknya ditulis hal-hal penting saja, ringkas, serta kesimpulannya saja.
Nah, itulah pengertian, ciri-ciri, dan struktur dari teks eksposisi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, ya.
Video Pembelajaran :
REfleksi Alhamdulillah ananda sudah mampu mengerjakan latihan soal teks eksposisi dengan tepat dan juga mempresentasikan produk unggulan yang ada di daerah masing-masing.
Penutup : demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat
Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila (Demonstrasi)
2. IPAS(PBL)
3.Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari sabtu minggu ya nak.
MATERI PELAJARAN : PKN
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat mempraktikkan praktik berpancasila
Praktik berpancasila dengan tema "Andai Aku Menjadi" di kelas 5 PKn mengajak siswa berimajinasi menjadi pemimpin (Walikota/Bupati). Siswa menyusun program sederhana yang bergotong royong, adil, dan bermanfaat bagi lingkungan, mencerminkan Profil Pelajar Pancasila. Program harus sesuai nilai Pancasila, seperti perbaikan fasilitas publik atau kegiatan sosial.
Berikut adalah contoh praktik berpancasila "Andai Aku Menjadi" untuk Kelas 5:
Andai Aku Menjadi Kepala Desa: Saya akan mengadakan gotong royong membersihkan selokan setiap hari Minggu agar lingkungan bersih dan terhindar dari penyakit.
Andai Aku Menjadi Ketua RT: Saya akan memfasilitasi musyawarah untuk menentukan jadwal ronda malam (Sila ke-4).
Andai Aku Menjadi Pemimpin Daerah: Saya akan membuat program "Anak Pintar" yaitu taman bacaan gratis di setiap RW agar semua anak mendapat hak pendidikan yang sama (Sila ke-5).
Andai Aku Menjadi Walikota: Saya akan memperbaiki fasilitas umum (taman bermain) agar ramah anak dan menyediakan akses bagi penyandang disabilitas (Sila ke-2).
Tujuan Aktivitas:
Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun karakter gotong royong dan tanggung jawab.
Melatih kemampuan bernalar kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah lingkungan sekitar
TUGAS :
Setelah kalian menjadi seorang pemimpin daerah, sebutkan beberapa program kerja yang akan kalian laksanakan untuk warganya
MATERI PELAJARAN : IPAS
tujuan pembelajaran : murid dapat mengetahui produk unggulan /ciri khas di daerah lingkungan sekitar.
Produk Unggulan Daerah
Saat kita berwisata ke kota lain, sering kali kita membeli oleh-oleh ketika hendak pulang.
Biasanya, oleh-oleh yang kita beli merupakan ciri khas daerah tersebut, baik itu berupa makanan ataupun barang.
Makanan atau barang yang dijadikan oleh-oleh merupakan contoh produksi unggulan daerah.
Setiap produk unggulan daerah memiliki kekhasan tersendiri. Hal ini yang kerap kali membuat kita selalu menghubungkan kota yang kita kunjungi dengan makanan atau barang yang menjadi ciri khasnya.
Di daerah asalnya produk tersebut sudah sangat terkenal, entah karena rasanya yang enak, barangnya yang unik dan sangat mencirikan kekhasan daerah, ataupun tempatnya yang sangat bagus.
Ciri Khas Daerah di Indonesia
Setiap daerah memiliki keunikan dan ciri khas masing-masing.
Mulai dari keunikan secara geografis, bahasa, kebiasaan, adat istiadat, sampai makanan, dan hasil budaya lainnya.
Banyak daerah yang kemudian berusaha mempromosikan daerahnya masing-masing dengan menonjolkan keunikan dan kekhasannya ini.
Berikut beberapa daerah dengan kekhasannya yang sudah dikenal secara nasional.
1. Aceh Nanggroe Darussalam : Tari Saman, Masjid Darussalam, mie Aceh.
2. Sumatera Utara : Danau Toba, kain ulos, bika ambon.
3. Sumatera Barat : Rendang, jam gadang, rumah gadang.
4. Riau : Candi Muara Takus, lempuk durian, keripik nanas.
30. Sulawesi Barat : Pulo Karampuang, es kelacin, kain tenun sekomandi.
31. Maluku : Banda Naira, kerajinan sisik ikan, roti kering kenari.
32. Maluku Utara : Taman Laut Tobotobo, bagea, batik Ternate.
33. Papua : Taman Nasional Lorenz, sarang semut, tas noken.
34. Papua Barat : Kepulauan Raja Ampat, kue lontar, mutiara.
Produk Indonesia yang Mendunia
Indonesia memiliki berbagai produk yang mendunia.
Berikut beberapa produk Indonesia yang mendunia.
1. Rendang
Ternyata, makanan khas Minangkabau ini tidak hanya terkenal di seluruh Indonesia, tetapi juga dikenal di banyak negara di dunia.
Rendang mulai dikenal melalui wisatawan mancanegara yang datang ke Minangkabau.
Melalui mereka, rendang mulai dikenal di luar negeri.
Bahkan, rendang pun akhirnya dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN.
2. Gamelan
Ternyata, sekumpulan alat musik tradisional ini sudah dikenal luas di seluruh dunia.
Banyak orang asing yang khusus datang untuk belajar memainkan gamelan.
Bahkan, gamelan juga banyak dipelajari di sekolah-sekolah dan universitas-universitas di luar negeri.
Alat musik ini juga menjadi mata kuliah yang diajarkan para mahasiswanya, seperti di University of Sydney-Australia.
Semoga materi di atas dapat menjadi panduan siswa dalam proses belajar.
VIDEO PEMBELAJARAN :
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat menghitung data dengan cara piktogram
Dalam matematika kelas 5,
piktogram (atau diagram gambar) adalah cara menyajikan data menggunakan gambar atau simbol untuk mewakili jumlah tertentu. Ini membuat data yang banyak menjadi lebih sederhana dan menarik untuk dibaca.
Komponen Utama Piktogram
Simbol/Gambar: Mewakili objek yang didata (misalnya gambar buku untuk data perpustakaan).
Keterangan (Skala): Bagian paling penting yang menjelaskan berapa nilai satu gambar tersebut. Contoh:
gambar orang =
siswa.
Label: Kategori data (seperti nama hari atau jenis hobi).
Contoh Soal: Data Peminjam Buku
Misalkan kita memiliki data peminjam buku di perpustakaan sekolah selama 3 hari:
Senin: 20 siswa
Selasa: 15 siswa
Rabu: 10 siswa
Langkah 1: Tentukan Simbol dan Nilainya Kita gunakan gambar buku (
) sebagai simbol.
gambar buku penuh (
) =
siswa
gambar buku setengah (
) =
siswa
Langkah 2: Hitung Jumlah Gambar yang Diperlukan
Senin:
gambar penuh
Selasa:
gambar penuh +
gambar setengah
Rabu:
gambar penuh
Langkah 3: Gambar Piktogramnya
Hari
Jumlah Peminjam
Senin
Selasa
Rabu
Keterangan:
siswa,
siswa
Visualisasi Perbandingan Data
Grafik di bawah ini menunjukkan bagaimana data angka diubah menjadi jumlah simbol visual agar lebih mudah dibandingkan.
Cara Membaca Piktogram
Untuk membaca piktogram, kamu cukup mengalikan jumlah gambar yang ada dengan nilai keterangannya.
Jika ada
gambar sapi dan keterangan
gambar =
ekor, maka totalnya adalah
ekor sapi.
Apakah kamu ingin mencoba latihan soal piktogram atau butuh bantuan mengubah tabel data tertentu menjadi piktogram?
VIDEO PEMBELAJARAN :
Refleksi:
dari pembelajaran ipas tentang ciri khas daerahku, anak anak mengenal kekhasan dari masing-masing daerahnya melalui gambar yang ditampilkan. pada pelajaran PKN siswa dapat berfikir kritis tentang kmasa depan mereka ketika menjadi seorang pemimpin daerah. dan pada peajaran matematika, siswa diajak memecahkan masaalh tentang data dan melakukan penyajian datanya dalam bentuk piktogram
Penutup:
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat wassalamualaikum wr wb
Mata pelajaran : Pkn, Seni Rupa, B.Indonesia, Matematika
Hari/tanggal : Senin, 20 April 2026
Kelas : 5 A
Materi Pokok : 1.PKN (praktik gotong royong di lingkungan sekitar)
2. Bahasa Indonesia (imbuhan pe-an)
3. Seni Rupa (teknik membuat ragam hias)
4. Matematika (piktogram)
Alat Peraga : 1.PKN (games dan LKPD)
2. Bahasa indonesia (LKPD)
3. Seni Rupa ( video pembelajaran)
4. Matematika (video pembelajaran)
Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila ( PBL)
2. Bahasa Indonesia (PBL)
3. Seni Rupa (PBL)
4. Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari sabtu minggu ya nak.
MATERI PELAJARAN : PKN
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat mempraktikkan praktik gotong royong di kelas
Tahukah teman-teman apa saja contoh gotong royong yang terjadi di lingkungan masyarakat?
Gotong royong di lingkungan masyarakat adalah lazim terjadi di Indonesia.
Salah satu karateristik budaya Indonesia adalah budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.
Gotong royong adalah salah satu tindakan yang sesuai dengan nilai Pancasila, khususnya sila ketiga tentang "Persatuan Indonesia".
Pengertian gotong royong adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan memiliki sifat sukarela.
Supaya kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar, ringan, dan juga mudah.
Berikut ini contoh kegiatan gotong royong di lingkungan masyarakat.
15 Contoh Gotong Royong di Lingkungan Masyarakat
1. Kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.
2. Membantu membangun rumah warga yang terkena musibah.
3. Gotong royong dalam membangun fasilitas umum di lingkungan sekitar, seperti jalan atau jembatan.
4. Saling membantu warga masyarakat yang terkena musibah.
5. Gotong royong dalam membersihkan tempat yang terkena musibah, seperti banjir atau tanah longsor.
6. Membantu orang rumah untuk membersihkan rumah.
7. Ikut bergotong royong dalam mencari bantuan korban bencana alam.
8. Bergotong royong dalam menyiapkan kegiatan hari besar keagamaan.
9. Gotong royong dalam membersihkan sampah dengan memilah-milah sampah organik dan anorganik.
10. Gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan kelompok.
11. Gotong royong membantu warga yang mengadakan hajatan.
12. Mengadakan pentas seni masyarakat yang disiapkan dengan gotong royong.
13. Melakukan jaga malam secara bersamaan dan bergiliran untuk keamanan masyarakat.
14. Gotong royong untuk menyiapkan dapur umum pada waktu-waktu tertentu, misalnya bulan Ramadan.
15. Gotong royong membantu saat ada kecelakaan yang terjadi di dekat lingkungan masyarakat.
Jenis-Jenis Gotong Royong
1. Kerja bakti
Kerja bakti adalah salah satu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama di lingkungan masyarakat sekitar.
2. Tanggap bencana
Kegiatan tanggap bencana ini adalah sebuah proses respon dari masyarakat untuk bekerjasama saat musibah.
3. Musyawarah
Musyawarah juga termasuk jenis gotong royong yang merupakan salah satu cara untuk mencapai mufakat.
4. Panen raya
Ketika musim panen, biasanya masyarakat akan gotong royong untuk membantu proses panen. Nantinya pemilik lahan akan membagikan sebagian hasil panen kepada orang-orang yang membantu.
5. Belajar bersama
Belajar bersama juga salah satu jenis gotong royong, di mana dalam kegiatan ini para pelajar saling bahu membahu untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan bersama.
TUGAS :
Setelah kalian membaca blogger di atas, silahkan ananda melakukan games sesuai petunjuk daari miss ya,
VIDEO PEMBELAJARAN :
soal LKPD
MATERI PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami penggunaan kalimat dengan penggunaan imbuhan pe-an
Imbuhan pe-an adalah konfiks (awalan dan akhiran sekaligus) yang membentuk kata benda (nomina). Untuk kelas 5, maknanya fokus pada tempat (pemukiman), proses/hasil (pembuatan, pengiriman), dan kumpulan (pepohonan). Imbuhan ini bisa berubah menjadi pen-an, pem-an, peng-an, pengan, atau pan-.
Berikut penjabaran imbuhan pe-an materi Bahasa Indonesia kelas 5:
1. Makna Imbuhan Pe-an
Menyatakan Tempat/Lokasi: Menunjukkan tempat berkaitan dengan kata dasar.
Tugas : kerjakan soal yang ada pada lkpd berikut ini
1. Kata "pelukis" terbentuk dari kata dasar …
A. Lukis
B. Peluk
C. Lukisan
D. Melukis
2. Kata “pengantar” memiliki arti sebagai …
A. Benda untuk menulis
B. Orang yang menyampaikan atau mengantar
C. Hal yang dibaca
D. Alat untuk memasak
3. Manakah dari kata berikut ini yang merupakan kata berimbuhan pe- yang menunjukkan pekerjaan?
A. Pemusik
B. Perahu
C. Peti
D. Penjara
4. Kata yang bermakna alat dari imbuhan pe- adalah …
A. Pembaca
B. Pemotong
C. Pembicara
D. Penari
5. Kata “penjahit” berarti …
ADVERTISEMENT
A. Orang yang dijahit
B. Orang yang menjahit
C. Alat untuk menjahit
D. Hasil jahitan
Video Pembelajaran :
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
Tujuan Pembelejaran : Murid dapat mengenal berbagai jenis ragam hias dan pengertiannya
Pengertian Ragam Hias
Ragam hias atau yang sering disebut juga sebagai ornamen adalah pola atau gambar dekoratif yang diulang-ulang dan memiliki struktur tertentu dan kemudian diisi untuk menghiasi berbagai media seperti kain, guci, furniture, kulit, serta masih banyak lagi.
Meskipun ragam hias awalnya digunakan untuk menghias karya seni yang memiliki bidang permukaan kosong seperti kain, furnitur, atau guci, kini pola dekoratif, ragam hias telah berkembang menjadi gaya seni yang berdiri sendiri.
Motif-motif tersebut dapat ditemukan dalam karya seni dua dimensi seperti lukisan atau desain grafis, di mana pola dekoratif ini menjadi inti dari karya tersebut.
Salah satu contoh yang paling dikenal di Indonesia adalah motif batik yang memanfaatkan ragam hias dalam setiap desainnya.
Di Indonesia, penggunaan ragam hias telah ada sejak zaman prasejarah dan terus berkembang hingga saat ini.
Ragam hias tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh kekayaan alam Indonesia, baik itu flora, fauna, maupun lanskap yang ada di setiap daerah.
Jenis Motif Ragam Hias
Ada beberapa motif ragam hias, yakni sebagai berikut:
1. Floral
Motif flora atau vegetal adalah pola dekoratif yang menggambarkan elemen-elemen alami seperti dedaunan, rerumputan, dan bunga. Motif ini sangat populer dan mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Ragam hias floral sering dijumpai pada berbagai barang seni dan kerajinan, termasuk ukiran furniture, kain batik, sulaman, tenun, border, dan banyak lagi.
Keindahan motif ini mencerminkan kedekatan masyarakat Indonesia dengan alam dan tumbuhan serta menjadi bagian penting dari estetika dalam berbagai bentuk seni tradisional maupun modern.
2. Fauna
Motif fauna adalah pola hias yang terinspirasi dari bentuk-bentuk binatang, seperti cicak, ikan, ayam, harimau, hingga gajah.
Dalam seni tradisional Indonesia, motif fauna sering dipadukan dengan motif flora dan geometris. Motif ini banyak ditemukan pada batik, ukiran, anyaman, sulaman, dan kerajinan lainnya.
Setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan motif fauna yang mencerminkan ciri khas lokal, seperti burung cendrawasih dari Papua, komodo dari NTT, dan gajah sebagai simbol Lampung. Motif fauna dapat ditemukan di berbagai wilayah seperti Bali, Yogyakarta, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
3. Geometris
Motif geometris merupakan pola hias yang terbentuk dari elemen-elemen geometris, seperti garis, segitiga, lingkaran, dan bentuk sederhana lainnya. Motif ini banyak ditemukan di pulau Jawa dan Sumatra.
Dengan pengaturan pola yang teratur dan pengulangan yang dinamis, motif geometris menciptakan ragam hias yang estetis dan menarik.
4. Figuratif
Motif figuratif adalah pola hias yang menggambarkan bentuk atau sosok manusia dengan gaya tertentu yang bisa disederhanakan atau bahkan diubah menjadi lebih abstrak
Ragam hias ini sering kali hadir dalam bentuk representasi manusia yang tidak terlalu realistis, namun tetap menggambarkan karakteristik atau sifat tertentu.
Motif figuratif banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti kain batik, serta pada seni ukir kayu.Motif figuratif banyak ditemukan pada bahan tekstil seperti kain batik, serta pada seni ukir kayu.
Teknik Menggambar Ragam Hias
Adapun 3 teknik menggambar ragam hias sebagai berikut.
1. Teknik Stilasi
Teknik stilasi adalah metode dalam menggambar atau mendesain yang bertujuan untuk menyederhanakan atau mengubah bentuk objek asli menjadi lebih sederhana, namun tetap mempertahankan ciri khas atau esensi dari objek tersebut.
Contoh penerapan teknik stilasi dapat ditemukan pada ragam hias flora dan fauna, seperti dalam desain batik atau ukiran, di mana bunga atau hewan digambarkan dalam bentuk yang lebih sederhana, namun masih mudah dikenali.
2. Teknik Deformasi
Deformasi adalah teknik menggambar yang melibatkan perubahan bentuk objek secara signifikan, dengan mengubah proporsi atau struktur aslinya. Teknik ini sering kali digunakan untuk menghasilkan bentuk yang lebih ekspresif atau terkesan unik, yang mungkin tidak terlihat pada objek asli.
Contohnya, menggambar seekor binatang dengan bentuk tubuh yang lebih ramping untuk menciptakan efek visual tertentu.
3. Teknik Distorsi
Distorsi adalah teknik menggambar yang juga mengubah bentuk objek, namun dengan cara yang lebih ekstrim atau dramatis.
Berbeda dengan deformasi yang menghasilkan perubahan bentuk yang lebih sederhana, teknik distorsi justru melebih-lebihkan struktur dan perubahan bentuk objek.
Teknik distorsi banyak digunakan dalam seni lukis, ilustrasi, dan desain grafis untuk menambah kekuatan ekspresi dan menggambarkan imajinasi atau ide yang lebih kuat. Misalnya, dalam seni kontemporer, distorsi bisa digunakan untuk menggambarkan figur manusia dengan proporsi yang sangat berbeda dari kenyataan.
video pembelajaran :
MATERI PELAJARAN : MATEMATIKA
TUJUAN PEMBELAJARAN : Murid dapat memahami cara pengumpulan data dengan berbagai teknik
ateri Pengumpulan Data kelas 5 Data merupakan keterangan yang nyata dapat diakui kebenarannya. Data sendiri sebenarnya bukanlah hasil final. Data juga membutuhkan pengolahan. Sehingga nantinya menjadi informasi yang valid. Bagi pemangku kebijakan, data merupakan alat untuk menentukan langkah berikutnya. Contoh, seorang guru menggunakan data nilai, data kehadiran siswa, data sikap siswa untuk menentukan metode dan program pembelajaran. Begitu juga pemerintah yang membutuhkan data rakyatnya dalam menentukan kebijakan berikutnya. Pengumpulan data adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mendapatkan data-data yangdibutuhkan. Ada beberapa cara dalam proses pengumpulan data, seperti tes, pengamatan, angket, bertanya langsung, dan sebagainya.
Setelah melakukan pengumpulan data, peserta didik juga diharapkan memahami dan mengetahui data yang dikumpulkan. Seperti mengumpukan data ukuran sepatu siswa kelas 5. Setelah itu, siswa juga harus tahu, berapa saja ukuran sepatu siswa kelas 5. Gambar di atas adalah contoh hasil pengumpulan data berupa nilai Bahasa Daerah kelas 5 yang diambil di buku matematika kelas 5 revisi 2018 halaman 205. Dari data di atas dapat diketahui, jumlah siswa yang dapat 70, 75, 80, dan sebagainya. Tidak hanya itu, dari data tersebut juga diketahui, nilai tertinggi dan terendah. Materi Penyajian Data kelas 5 Menyajikan data merupakan proses selanjutnya setelah mengumpulkan data. Ada beberapa macam metode penyajian data. Berikut macam-macam penyajian data beserta contohnya:
1. Penyajian Data Dalam bentuk Daftar Dalam menyajikan data dalam bentuk daftar, langkah yang pertama dilakukan adalah mengurutkan data kemudian mengumpukan data sesuai dengan kelompoknya. Langkah selanutnya membentuk daftar sesuai dengan data yang dibutuhkan.
Contoh: Berikut data pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5: petani, pedagang, petani, guru, pedagang, petani, petani, polisi, pedagang, pedagang. Sajikanlah data tersebut dalam bentuk daftar! Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5 Petani = 4 orang Pedagang = 4 orang Guru = 1 orang Polisi = 1 orang Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
2. Penyajian Data Dalam bentuk Tabel Penyajian data dalam bentuk table merupakan kelanjutan data dalam bentuk daftar. Setelah data di daftar maka bisa diberi garis untuk menampilkan data dalam bentuk table. Untuk lebih mudahnya memahami bisa langung di simak contoh soal di bawah ini: Hasil ulangan Materi Penyajian Data Kelas V SDN nusantara 1 diperoleh nilai sebagai berikut: 95, 85, 65, 75, 75, 85, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 95, 70, 80, 75, 95, 75, 80, 75, 70, 75, 75, 90, 95, 80, 90, 65, 70, 75, 90, 85, 70, 85, 70. Buatlah tabel frekuensi data tersebut! Jawab
Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5
Petani = 4 orang
Pedagang = 4 orang
Guru = 1 orang
Polisi = 1 orang
Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih
mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
3. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Gambar (Piktogram)
Piktogrammerupakanpenyajiandatayang angkatertentudigantidengangambar.Untuk lebih
mudahnya bisa disimak contoh soal dan penyelesaiannya di bawah ini:
kesempatan untuk meminjam buku di perpustakaan. Berikut data peminjam buku di perpustakaan.
Hari Senin sebanyak 25 siswa.
Hari Selasa sebanyak 20 siswa.
Hari Rabu sebanyak 30 siswa.
Hari Kamis sebanyak 15 siswa.
Hari Jum’at sebanyak 10 siswa
Hari Sabtu sebanyak 45 siswa.
Ubahlah data tersebut dalam bentuk Diagram Gambar!
Daftar pekerjaan 10 orang tua siswa kelas 5
Petani = 4 orang
Pedagang = 4 orang
Guru = 1 orang
Polisi = 1 orang
Itulah contoh metode penyajian data dengan bentuk daftar. Dari daftar data tersebut, akan lebih
mudah dipahami dan dimengerti orang yang membaca data tersebut.
4. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Batang Diaram batang merupakan bentuk penyajian data yang paling sering dijumpai. Biasanya sekolah, perkantoran, dan beberapa instansi menggunakan diagram batang sebagai slaah satu bentuk penyajian data. Dalam menentukan diagram batang, yang harus dilakukan dalah mengelompokkan data atau mengurutkan, atau membuat data dalam bentuk daftar. Kemudian buatlah diagram sumbu X dan Y. Untuk X berisi data yang disajikan, sedangkan sumbu Y berisi banyak dari data yang disajikan. Contoh Soal dan penyelesaian: Siti mencatat profesi semua orang tua siswa kelas V SD Nusantara 01. Siti menanya satu per satu profesi orang tua siswa kelas V dan diperoleh data sebagai berikut: Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 8 orang, Petani sebanyak 12 orang, Wiraswasta sebanyak 2 orang, TNI sebanyak 5 orang, Guru sebanyak 3 orang. Ubahlah data tersebut dalam diagram batang!
5. Penyajian Data Dalam Bentuk Diagram Garis Pada dasarnya diagram garis tidak jauh beda dengan diagram batang. Karena sama sama menggunakan diagram cartesius atau diagram sumbu x dan y. Namun yang membedakan antara diagram garis dan batang adalah frekuensi datanya. Jika diagramm batang berupa batang, sedangkan diagram garus berupa titik titik setiap data yang kemudian ditarik menjadi sebuah garis. Untuk lebih mudahnya bisa langsung disimak contoh soal di bawah ini. Tinggi badan Meli juga dicatat secara berkala Pengukuran berat badan juga untuk memantau perkembangan anak. Meli memiliki catatan tinggi badannya selama 5 tahun, yaitu mulai umur 7 tahun hingga umur 11 tahun. Berdasarkan hasil catatan yang dilakukan secara berkala, diperileh:
VIDEO PEMBELAJARAN :
REFLEKSI : pada pembelajaran PKN dengan mempraktikkan contoh gotong royong dengan cara memngerjakan soal dengan team dapat diaksanakan dengan baik. pada pembelajaran SBDP dengan mengidentifikasi teknik -teknik ragam hias dengan baik. pada pelajaran bahasa indonesia murid dapat menggunakan imbuhan pe-an pada kalimat dengan tepaat. dan pelajaran matematika murid dapat menghitung data
PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassalamu'alaikum wr wb