IDENTITAS:
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Mata pelajaran : bahasa Indonesia, Matematika
Hari/tanggal : Selasa, 21 Juli 2026
Kelas : 4 A
Materi Pokok :
1. B.indonesia (memaknai teks narasi yang dibacakan dan menyampaikan kembali isinya dengan beberapa kalimat.)
2. Matematika (membaca dan menulis bilangan cacah sampai 10.000)
Alat Peraga
1. Bahasa Indonesia : Lkpd teks cerita
2. Matematika : Kartu Angka bilangan cacah
Metode Pembelajaran :
1. Bahasa Indonesia (PBL)
2. Matematika (Discovery Learning)
Ringkasan materi
Bahasa Indonesia
Teks narasi adalah cerita rekaan atau kisah nyata yang disusun secara berurutan. Untuk memahaminya, gunakan kegiatan menyimak (mendengarkan) dan membaca. Keterampilan ini membantu siswa Kelas 4 mengidentifikasi 3 unsur inti:
Tokoh: Pelaku atau orang yang ada di dalam cerita.
Peristiwa: Rangkaian kejadian atau alur yang dialami tokoh.
Pesan (Amanat): Pelajaran moral atau nasihat yang bisa dipetik pembaca.
- Saat Menyimak: Dengarkan dengan saksama dan bayangkan alur ceritanya di dalam pikiranmu.
- Saat Membaca: Catat nama tokoh, di mana kejadiannya, dan apa masalah yang terjadi.
Matematika
Bilangan cacah dapat dikatakan sebagai bilangan yang digunakan dalam berbagai operasi hitung, misalnya asosiatif, komputatif, dan lainnya.
Nah, bilangan sendiri adalah konsep dasar dalam matematika yang digunakan untuk mewakili jumlah atau kuantitas.
Bilangan diartikan juga sebagai konsep berupa angka yang digunakan dalam membantu kehidupan sehari-hari manusia.
Bilangan dapat digunakan untuk menghitung, mengukur, membandingkan, dan menggambarkan hubungan antara objek atau kuantitas.
Dalam matematika, bilangan memainkan peran penting dalam berbagai bidang, seperti aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis.
O iya, simbol atau lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut dengan lambang bilangan atau angka
Pengertian Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah bilangan yang digunakan dalam perhitungan.
Misalnya 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...
Nah, bilangan cacah merupakan bilangan bulat yang nilainya positif, sehingga bilangan negatif tidak termasuk sebagai bilangan cacah.
Pada bilangan cacah, terdapat himpunan bilangan bulat berupa angka positif dan juga himpunan bilangan asli bernilai positif ditambah 0.
Menurut Nurlev, jika suatu himpunan tidak mempunyai anggota sama sekali karena alasan tertentu, maka cacah anggota himpunan tersebut adalah nol.
Bilangan cacah ini akan selalu diawali dengan nol. Contoh bilangan cacah, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan seterusnya.
Umumnya bilangan cacah digunakan dalam berbagai operasi hitung.
Misalnya dalam penambahan, pengurangan, perkalian, sampai pembagian.
- Membaca: Dipisahkan oleh titik sebagai tanda ribuan. Contohnya: 3.254 dibaca "tiga ribu dua ratus lima puluh empat".
- Menulis: Menyesuaikan nama bilangan ke dalam susunan angka. Contohnya: "empat ribu delapan ratus delapan puluh empat" ditulis menjadi 4.884.
- 3 menempati ribuan, nilainya 3.000
- 5 menempati ratusan, nilainya 500
- 7 menempati puluhan, nilainya 70
- 8 menempati satuan, nilainya 8
(lebih besar dari)
- < (lebih kecil dari)
- = (sama dengan)
- Penjumlahan: Dilakukan dengan cara susun panjang (menguraikan nilai tempat) atau susun pendek (menyimpan angka jika jumlahnya lebih dari 10).
- Pengurangan: Menggunakan cara susun panjang atau susun pendek dengan teknik meminjam dari nilai tempat di sebelah kirinya jika angka yang dikurangi lebih kecil.
setelah kita menyaksikan penjelasan video diatas, mari kita kerjakan tugas berikut




