RUANG BELAJAR KELAS 5 A
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
(PKN, IPAS & MTK)
IDENTITAS:
Hari/tanggal : Selasa, 10 Februari 2026
Kelas / Fase : 5 A /C
Mata pelajaran : PKN, IPAS & matematika
Alokasi waktu : 2×35 menit
pertemuan ke : 2
Model pembelajaran : PKN (ceramah & diskusi) ; IPAS ( Ceramah & diskusi) ;Matematika (PBL);
Media pembelajaran : PKN (mengenal karakteristik wilayah); IPAS (Video pembelajaran & LKPD); matematika (pengerjaan jenis-jenis sudut

Ringkasan Materi Pendidikan Pancasila Kelas 5 BAB 4 Aku dan Lingkungan Sekitar. Indonesia memiliki keberagaman karakteristik daerah yang sangat kaya, yang dipengaruhi oleh faktor geografis, budaya, sosial, dan ekonomi. Berikut adalah beberapa karakteristik utama daerah di Indonesia
1. Karakteristik Geografis
Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, dengan variasi bentang alam yang beragam:
- Dataran rendah: Seperti pantai utara Jawa, Sumatera bagian timur, dan Kalimantan, yang cocok untuk pertanian dan permukiman.
- Pegunungan dan dataran tinggi: Contohnya, Pegunungan Jayawijaya di Papua, Bukit Barisan di Sumatera, dan Pegunungan Meratus di Kalimantan, yang memiliki suhu lebih sejuk dan sering dijadikan kawasan perkebunan.
- Kepulauan dan pesisir: Seperti Nusa Tenggara, Maluku, dan Kepulauan Riau, yang banyak bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata.
2. Karakteristik Budaya
Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan budaya yang tercermin dalam bahasa, adat istiadat, seni, dan kuliner.
- Bahasa daerah: Terdapat lebih dari 700 bahasa daerah, seperti Jawa, Sunda, Batak, dan Bugis.
- Adat istiadat: Misalnya, Upacara Ngaben di Bali, Rambu Solo’ di Toraja, dan Sekaten di Yogyakarta.
- Seni dan budaya: Wayang di Jawa, Tari Saman di Aceh, dan Sasando dari Nusa Tenggara Timur.
- Makanan khas: Rendang dari Sumatera Barat, Pempek dari Palembang, dan Papeda dari Papua.
3. Karakteristik Sosial dan Ekonomi
Perbedaan kondisi sosial dan ekonomi juga membentuk karakteristik daerah di Indonesia.
- Daerah perkotaan: Seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, yang didominasi oleh sektor industri, jasa, dan perdagangan.
- Daerah pedesaan: Seperti banyak wilayah di Kalimantan dan Papua, yang masih bergantung pada pertanian, perkebunan, dan perikanan.
- Daerah industri: Contohnya, kawasan industri di Karawang, Bekasi, dan Batam, yang menjadi pusat manufaktur dan ekspor.
- Daerah wisata: Seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo, yang memiliki sektor ekonomi berbasis pariwisata.
4. Karakteristik Iklim
Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Namun, beberapa daerah memiliki perbedaan iklim yang lebih spesifik:
- Wilayah dengan curah hujan tinggi: Seperti Sumatera dan Kalimantan, yang memiliki hutan hujan tropis yang lebat.
- Wilayah dengan musim kemarau panjang: Seperti Nusa Tenggara dan sebagian Jawa Timur, yang cenderung kering dan kurang curah hujan.
Menyusun Rancangan Pertanyaan tentang Karakteristik Daerah Tempat Tinggal
Susunlah pertanyaan terkait karakteristik daerah tempat tinggal kalian dari berbagai aspek, seperti:
- Alamat Rumah – Bagaimana sistem penomoran rumah di daerah kalian?
- Kantor Pemerintahan – Di mana lokasi kantor pemerintahan kota/kabupaten kalian?
- Fasilitas Kesehatan – Apa saja fasilitas yang tersedia di rumah sakit umum daerah atau tempat pelayanan kesehatan terdekat?
- Tempat Wisata & Ruang Publik – Apa tempat wisata atau ruang publik yang paling ramai dikunjungi warga setempat?
Kalian dapat menyusun pertanyaan lain sesuai dengan keingintahuan masing-masing untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai daerah tempat tinggal kalian.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan golongan. Keberagaman ini menjadi peluang bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar dan disegani di dunia internasional. Namun, di sisi lain, keberagaman tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.
Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa serta hasil dari tekad kuat bangsa Indonesia dalam berjuang. Hal ini disebutkan dalam Alinea ke-3 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berbunyi:
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Artinya, kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Tuhan sekaligus hasil perjuangan masyarakat dalam melawan penjajahan. Oleh karena itu, rasa syukur atas berdirinya NKRI harus diwujudkan dengan belajar rajin dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita.
Video Pembelajaran
LATIHAN SOAL
pancasila/karakteristik-wilayah-kelas-v
Pendidikan PancasilaPada materi matematika Kurikulum Merdeka kelas 5 SD, kita akan belajar tentang macam-macam sudut.
Di kehidupan sehari-hari, kita mungki sering mengatakan "pojokan permukaan meja" atau "pojokan buku".
Nah, pojokan permukaan meja dan pojokan buku tersebut adalah contoh sudut yang ada di sekitar kita, teman-teman.
Di bab sebelumnya, kita telah belajar macam-macam bangun datar. Tiap bangun datar itu punya sudut, lo.
Misalnya, persegi punya empat buah sudut, jajar genjang punya empat sudut, dan segi lima punya lima sudut.
Kali ini, kita akan mengenal apa itu sudut beserta macam-macam sudut dalam matematika. Yuk, simak!
Mengenal Apa Itu Sudut
Dalam matematika, sudut adalah daerah yang dibentuk dua garis saling berpotongan, yang titik pangkalnya sama.
Sudut bisa diukur dalam satuan derajat antara 0-360. Sebab, satu putaranpenuh pada lingkaran adalah 360 derajat.

Coba deh, perhatikan gambar di atas. Pada gambar itu, yang dimaksud sudut adalah daerah yang berwarna oranye.
Sudut dibentuk dua garis yang berpotongan. Nah, dua garis yang dimaksud itu adalah garis BA dan garis BC.
Kemudian, dua garis itu mempunyai titik pangkal yang sama atau berimpit. Titik pangkal adalah titik asal/pusat.
Jika diperhatikan, titik pangkal garis BA dan garis BC adalah "B". Artinya, dua garis itu punya titik pangkal yang sama.
Macam-Macam Sudut dalam Matematika
Dalam matematika, ternyata ada lima macam sudut. Mulai dari sudut lancip, siku-siku, tumpul, lurus, dan refleks.
Berikut penjelasannya:
1. Sudut Lancip
Jenis sudut pertama dalam matematika adalah sudut lancip. Sesuai namanya, sudut ini memiliki bentuk yang runcing.
Besar sudut lancip di antara 0 derajat < x < 90 derajat atau lebih besar dari 0 derajat, tapi lebih kecil dari 90 derajat.
2. Sudut Siku-Siku
Sudut selanjutnya adalah siku-siku. Sudut ini disebut siku-siku karena bentuk sudutnya yang menyiku, teman-teman.
Besar sudut siku-siku adalah 90 derajat. Selain itu, sudut siku-siku ini juga bisa dilambangkan dengan L.
3. Sudut Tumpul
Kebalikan dari sudut lancip, sudut tumpul merupakan sudut yang besarnya antara 90 derajat sampai 180 derajat.
Dengan kata lain, besar sudut tumpul akan lebih besar dari 90 derajat, tetapi kurang dari 180 derajat, ya.
4. Sudut Lurus
Jenis sudut berikutnya adalah sudut lurus. Sesuai dengan namanya, bentuk sudut ini adalah seperti garis lurus.
Besar sudut lurus adalah 180 derajat. Ini artinya, ketika kita meihat ada garis lurus, maka sudutnya 180 derajat.
5. Sudut Refleks
Jenis-jenis sudut yang terakhir adalah sudut refleks. Apa teman-teman sudah pernah mendengar apa itu sudut refleks?
Sebagai informasi, sudut refleksi ini merupakan jenis sudut yang besarnya antara 180 derajat sampai 360 derajat.
Ini artinya, besar dari sudut refleks akan lebih besar dari 180 derajat, teapi masih kurang dari 360 derajat, ya.
Nah, itulah macam-macam sudut dalam matematika dan penjelasannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, ya!
VIdeo Pembelajaran MAtematika :
Tahap Pertumbuhan pada Manusia
Pada materi IPAS Kurikulum Merdeka kelas 5 SD, kita akan belajar tentang tahap pertumbuhan manusia.
Kita tidak selamanya menjadi anak-anak, bukan? Yap, kita pasti akan bertambah tinggi, berat, dan menjadi dewasa. Hihi.
Nah, ketika kita bertumbuh lebih tinggi atau lebih berat, tubuh kita tentu mengalami perubahan bentuk dan fisik.
Tentunya, pertumbuhan setiap orang ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari genetik hingga nutrisi tubuh.
Hal inilah yang menyebabkan adanya perbedaan tinggi badan, berat badan, dan cara berpikir pada setiap orang.
Meski begitu, ternyata, setiap manusia memiliki siklus pertumbuhan yang sama. Apa saja?
Tahap Pertumbuhan pada Manusia
1. Masa Embrio, Janin, dan Bayi
Setiap manusia memulai kehidupannya dari sebuah telur yang sangat kecil, lebih kecil daripada kepala peniti, lo
Kemudian, telur yang sangat kecil itu berangsur-angsur akan berkembang menjadi bayi yang ada di dalam rahim ibu.
Di dalam rahim ibu, janin memperoleh nutrisi melalui tali pusar dan juga mengalami perkembangan. Ia makin besar! Ketika sudah 38-40 pekan, maka janin itu akan lahir dalam bentuk bayi. Bayi yang baru lahir biasanya akan menangis.
Sebab, di dalam rahim, bayi merasa hangat dan gelap. Ketika sudah di luar rahim, bayi merasakan lingkungan baru. Tangisan bayi adalah alat pendeteksi bahwa mereka sudah mulai bernapas sendiri menggunakan paru-paru.
2. Masa Balita (0-5 Tahun)
Masa balita adalah awal pertumbuhan manusia setelah dilahirkan. Perkembangan fisik pada balita sangat pesat!
Di masa balita, terjadi perkembangan seperti mulai tengkurap, merangkak, berjalan, hingga kemudian berlari.
Perkembangan komunikasi juga bisa terjadi, seperti tertawa, berteriak, mengucap satu kata, hingga berbicara.
Di akhir masa balita, mereka sudah bisa memegang mainan, tepuk tangan, hingga belajar makan minum sendiri.
3. Masa Anak-anak (6-10 Tahun)
Pada masa anak-anak, yakni di usia sekitar 6-10 tahun, rasa ingin tahu yang kita miliki sangat besar, teman-teman.
Rasanya kita ingin mencoba atau mencari tahu hal-hal yang baru. Setiap hari, ada saja hal-hal yang ditanyakan.
Di masa anak-anak, tubuh kita pun menjadi besar. Kita lebih tinggi dan lebih berat. Begitu pula dengan otak kita.
Rasanya kita ingin mencoba atau mencari tahu hal-hal yang baru. Setiap hari, ada saja hal-hal yang ditanyakan.
Di masa anak-anak, tubuh kita pun menjadi besar. Kita lebih tinggi dan lebih berat. Begitu pula dengan otak kita Pada usia ini, anak-anak sudah mampu membedakan mana hal yang baik dan buruk serta benar dan salah.
4. Masa Remaja (10-17 Tahun)
Pada masa remaja ini, selain tubuh kita yang lebih tinggi, fisik kita pun mengalami beberapa perubahan, lo.
Perlu diketahui, perubahan fisik yang terjadi antara perempuan dan laki-laki di masa pubertas ini berbeda, ya.
5. Masa Dewasa (17-50 Tahun)
Pada masa dewasa, yakni di umur 17 sampai 50 tahun, biasanya cara berpikir manusia sudah semakin matang.
Orang yang sudah mencapai masa dewasa sudah bisa berpikir rasional dan bisa bertindak dengan bijak.
Biasanya, di masa ini, tubuh kita sudah tidak bertumbuh lagi secara signifikan seperti saat masa peralihan anak-anak.
6. Masa Manula (50 Tahun ke Atas)
Pada usia ini, yang disebut dengan masa manula, terjadi penurunan fungsi organ tubuh pada manusia, teman-teman
Misalnya, di masa manula ini kemampuan pendengaran berkurang, begitu juga dengan kemampuan penglihatan kita.
Tak hanya itu, gerakan pun menjadi lambat karena persendian kaku dan tulang sudah alami keropos (osteoporosis).
Pada masa manula, biasanya, tubuh seseorang terasa cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.
Wanita akan mengalami menopause yang ditandai dengan berhentinya haid karena tak lagi hasilkan ovum matang.
Video pembelajaran
Kesimpulan
Pada pembelajaran pkn ananda diharapkan daapt mengenal karakteristik wilayah Indonesia melalui lingkungan swkitarnya
Pada pembahasan matematika terkait sudut. Ananda dapat menyebutkan jenis-jenis sudut dengan tepat
Dan pada pembahasan IPAS terkait tahap pertumbuhan pada manusia murid dapat memahaminya pada dirinya sendiri
Penutup
Demikianlah beberapa pembelajaran yang dapat kita bahas hari ini.
Semoga dapat bermanfaat.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi




0 komentar:
Posting Komentar