Selasa, 31 Maret 2026

MATERI AJAR SELASA 31 MARET 2026

| |

    

 

IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             : B.Indonesia

Hari/tanggal                 : Selasa, 31 maret 2026

Kelas                            : 5 A 

Materi Pokok              : 1. Pendidikan Pancasila (Gotong Royong di Lingkungan sekitar)

                                       2. IPAS (Mengenal warisan budaya dan mengetahui sejarahnya)

                                       3. Matematika (Membandingkan ciri-ciri segi empat)

Alat Peraga                  : 1. Pendidikan Pancasila (lapbook)

                                        2. IPAS (video Pembelajaran) 

                                        3. MATEMATIKA (bentuk/gambar segi empat) 

Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila ( PBL)

                                        2. IPAS (PBL)
                                        3. Matematika (PBL)

Assalamualaikum wr wb 

Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari Raya Idul Fitri ya nak.

MATA PELAJARAN     : PENDIDIKAN PANCASILA

Gotong Royong di lingkungan sekitar 

Istilah gotong royong tentu sudah tidak asing bagi teman-teman.
Namun tahukah kalau gotong royong merupakan kegiatan yang memberikan banyak manfaat?
Pada materi PPKn kali ini, teman-teman akan dikenalkan dengan gotong royong sebagai kegiatan yang penuh manfaat.

Sebelumnya, kita pahami dulu pengertian dari kegiatan gotong royong, yuk!
Pengertian Gotong Royong
Gotong royong adalah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan sifat sukarela.
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gotong royong merupakan kerja sama atau tolong menolong dan saling membantu di antara anggota atau suatu komunitas.
Beberapa ahli juga memiliki pendapat tentang gotong royong, seperti Koentjaraningrat hingga Mubyarto.
Koentjaraningrat menyebut gotong royong sebagai sebuah kerja sama ketika seseorang dikatakan beriman jika ia telah mencintai saudaranya sama seperti ia mencintai dirinya sendiri.
Ada juga pendapat dari Sakjoyo dan Pudjiwati Sakjoyo yang menyebut gotong royong sebagai adat istiadat tolong menolong dalam kegiatan sosial.
Sedangkan Mubyarto mengartikan gotong royong sebagai aktivitas bersama guna mencapai tujuan bersama.
Jadi, gotong royong bisa disimpulkan sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan suka rela untuk mencapai tujuan yang sama.

Manfaat Gotong Royong

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari melakukan gotong royong.
1. Menciptakan Lingkungan yang Harmonis
Gotong royong yang teman-teman sering lakukan bisa menciptakan lingkungan yang nyaman dan harmonis.
Kegiatan saling membantu itu akan membangun hubungan antarmasyarakat menjadi lebih memahami.
2. Pekerjaan Cepat Selesai
Gotong royong sama halnya dengan kerja sama yang bisa membuat pekerjaan lebih cepat selesai.
Dengan gotong royong, teman-teman bisa membagi tugas agar bisa cepat diselesaikan bersama.
3. Menjaga Persatuan
Gotong royong yang dilakukan akan berdampak pada sebuah negara, yaitu dengan menjaga persatuan.
Saat melakukan gotong royong, kita akan membantu satu sama lain dan meningkatkan rasa kebersamaan.
Rasa kebersamaan dan mau saling menolong akan menjadi persatuan yang kuat sebagai dari masyarakat untuk sebuah negara.
4. Menumbuhkan Kebiasaan Tolong Menolong
Gotong royong juga bisa berdampak baik sebagai media belajar terbiasa saling menolong.
Karena itu, gotong royong bisa dimulai dari kegiatan di rumah yang dilakukan bersama keluarga.
Atau teman-teman juga bisa menerapkan gotong royong di sekolah sehingga bisa memiliki sikap tolong menolong. 

TUJUAN PEMBELAJARAN     :  Pendidikan Pancasila

  • Menunjukkan perilaku, gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekitar

    LKPD : 


     video Pembelajaran :

     

     MATERI PELAJARAN : IPAS

     

    Indonesia merupakan negara maritim. Laut merupakan bagian yang menyatukan setiap pulau yang ada di Indonesia.

    Terlebih setelah manusia menemukan berbagai alat transportasi yang mempermudah aktivitas mereka untuk berpindah tempat.

    Jauh sebelum bangsa asing datang ke nusantara, masyarakat sudah terlebih dahulu mengarungi lautan untuk berdagang dan melakukan kerja sama antar kerajaan di nusantara.

    Mereka datang dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Bahkan, ada yang sampai menikah dan menetap.

    Hal yang sama terjadi saat bangsa asing mulai berdatangan ke Nusantara.

    Pedagang dari Tionghoa, Arab, India, Portugis, Inggris, dan Belanda juga melakukan interaksi dengan masyarakat Nusantara.

    Mereka banyak yang tinggal dan menetap lalu memperkenalkan budaya yang mereka bawa dari negara asal.

    Budaya-budaya tersebut lambat laun diterima oleh masyarakat setempat sehingga memengaruhi budaya lokal dan membentuk budaya yang merupakan percampuran dari keduanya.

    Proses percampuran dua budaya ini disebut sebagai akulturasi.

    Sejak awal peradabannya, manusia berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain untuk kemudian menetap di suatu tempat.

    Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia menciptakan berbagai kebiasaan dan alat yang dikenal sebagai hasil budaya.

    Keduanya, baik itu kebiasaan atau alat-alat yang diciptakan, diwariskan kepada keturunannya dengan tujuan agar keturunannya bisa menggunakan untuk memenuhi kebutuhan.

    Jenis Warisan Budaya

    Kita mengenal dua jenis hasil budaya, atau jika hasil budaya tersebut merupakan warisan dari leluhur disebut sebagai warisan budaya.

    Kedua jenis hasil budaya ini berupa hasil budaya benda dan hasil budaya tak benda.

    Hasil budaya benda adalah hasil budaya yang bisa diraba. Contohnya, alat produksi, alat musik, transportasi, bangunan, makanan, atau benda-benda seni.

    Adapun hasil budaya tak benda adalah hasil budaya yang tidak bisa diraba seperti kebiasaan, cara bercocok tanam, keahlian menciptakan benda, tarian, musik, dan adat istiadat.

    Banyak hasil budaya leluhur yang bisa bertahan sampai sekarang sehingga kita bisa menelusuri sejarah.

    Perbedaan letak geografis dan sejarah peradaban di suatu daerah membuat warisan budaya di satu tempat berbeda dengan warisan budaya di tempat lain.

    Budaya Indonesia dengan sejarah peradaban dan perkembangannya mengalami banyak pengaruh dari bangsa luar.

    Mulai dari masa masuknya para pedagang Tionghoa, India, dan Arab yang membawa pengaruh agama, seperti Hindu, Budha, dan Islam hingga sejarah kolonialisme yang bertahan lebih dari 300 tahun.

    Hal ini menimbulkan sebuah akulturasi budaya, yaitu percampuran dua budaya atau lebih yang membentuk hasil budaya baru tanpa menghilangkan ciri budaya yang membentuknya.

    Cara Menjaga Warisan Budaya

    Warisan budaya tentu akan rusak, bahkan hilang jika kita tidak menjaganya dengan baik. 

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga warisan budaya tersebut agar kelak masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

    Berikut beberapa cara menjaga warisan budaya.

    1. Pemugaran Borobudur

    Borobudur dibangun pada abad ke-8, yaitu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kemudian candi ini ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada abad 19 dalam keadaan rusak parah.

    Beberapa kali, candi Borobudur berusaha dibersihkan, sebelum akhirnya dilakukan pemugaran pertama pada tahun 1907.

    Pemugaran berlangsung sampai sekarang untuk mengembalikan keutuhan dan kekuatan candi agar Candi Borobudur dapat kokoh berdiri sampai ratusan tahun ke depan. 

    Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia yang berasal dari Indonesia, bisa menembus benda-benda gelap.

    Ada pula benda yang sedikit ditembus cahaya atau buram.

    Pada benda ini, cahaya hanya bisa menembus sebagian. Oleh karena itu, kita hanya bisa melihat benda dengan samar.

    2. Belajar Pencak Silat

    Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional dari berbagai suku di Indonesia dan tersebar melalui kesenian Melayu Nusantara yang kepopulerannya kalah dari bela diri yang berasal dari negara lain, seperti karate, dan taekwondo.

    Untuk mengatasinya, dibuatlah upaya-upaya untuk memunculkan kembali pencak silat di masyarakat, seperti memasukkan pencak silat sebagai pelajaran di sekolah, mendirikan berbagai klub pencak silat, dan mengadakan lomba-lomba tingkat nasional maupun internasional.

    Bahkan, bela diri pencak silat muncul di beberapa film internasional sebagai upaya untuk memperkenalkannya kepada dunia.


    TUJUAN PEMBELAJARAN : Mengidentifikasi warisan budaya yang ada di daerahnya. 

    Video Pembelajaran :


     LKPD 

     

MATERI PELAJARAN     : MATEMATIKA

 TUJUAN PEMBELAJARAN : Peserta didik dapat mengidentifikasi perbedaan ciri-ciri segitiga dan segiempat

A. Membandingkan Ciri-Ciri Segitiga

  • Syarat Terbentuknya Segitiga
    • Jumlah panjang dua sisi segitiga harus lebih besar dari panjang sisi ketiga.
    • Dengan kata lain, tidak semua kombinasi tiga ruas garis bisa membentuk segitiga.
    • Contoh:
      • Ruas garis dengan panjang 3 cm, 4 cm, dan 5 cm dapat membentuk segitiga karena: 3 + 4 > 5, 3 + 5 > 4, dan 4 + 5 > 3
      • Ruas garis dengan panjang 2 cm, 3 cm, dan 6 cm tidak dapat membentuk segitiga karena: 2 + 3 < 6
  • Jenis-jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya
    • Segitiga lancip: Segitiga yang semua sudutnya lancip (kurang dari 90 derajat).
    • Segitiga siku-siku: Segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku (90 derajat).
    • Segitiga tumpul: Segitiga yang salah satu sudutnya tumpul (lebih dari 90 derajat).
    • Catatan: Dalam satu segitiga hanya boleh ada satu sudut siku-siku atau satu sudut tumpul.
  • Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga
    • Jumlah besar ketiga sudut dalam segitiga selalu 180 derajat.
  • Jenis-jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisinya
    • Segitiga sama kaki: Segitiga yang memiliki dua sisi sama panjang (disebut kaki) dan dua sudut sama besar (sudut alas).
    • Segitiga sama sisi: Segitiga yang memiliki ketiga sisi sama panjang dan ketiga sudut sama besar (60 derajat). Segitiga sama sisi juga termasuk segitiga sama kaki.
    • Segitiga sembarang: Segitiga yang ketiga sisinya tidak sama panjang.
  • Simetri pada Segitiga
    • Simetri lipat: Suatu bangun datar dikatakan memiliki simetri lipat jika dapat dilipat sehingga kedua bagiannya tepat berhimpit.
    • Simetri putar: Suatu bangun datar dikatakan memiliki simetri putar jika dapat diputar kurang dari 360 derajat sehingga tepat menempati bingkainya kembali.
    • Simetri pada jenis-jenis segitiga:
      • Segitiga sama kaki memiliki 1 simetri lipat dan 1 simetri putar
      • Segitiga sama sisi memiliki 3 simetri lipat dan 3 simetri putar
      • Segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat atau simetri putar

B. Membandingkan Ciri-Ciri Segi Empat

  • Trapesium
    • Segi empat yang memiliki setidaknya sepasang sisi sejajar.
    • Jenis-jenis trapesium:
      • Trapesium siku-siku: Memiliki satu sudut siku-siku.
      • Trapesium sama kaki: Memiliki satu simetri lipat dan sepasang sudut alas yang sama besar.
  • Jajargenjang
    • Segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan sama panjang
    • Sudut-sudut yang berhadapan sama besar
    • Diagonal-diagonalnya membagi dua sama panjang
    • Dapat dipandang sebagai trapesium yang kaki-kakinya sejajar
  • Persegi Panjang
    • Jajargenjang yang semua sudutnya siku-siku
    • Diagonal-diagonalnya sama panjang dan saling membagi dua sama panjang
    • Memiliki dua sumbu simetri
  • Belah Ketupat
    • Jajargenjang yang semua sisinya sama panjang
    • Diagonal-diagonalnya saling tegak lurus dan membagi dua sama panjang
    • Kedua diagonalnya merupakan sumbu simetri
    • Dapat dipandang sebagai layang-layang yang diagonal-diagonalnya merupakan sumbu simetri
  • Persegi
    • Persegi panjang yang semua sisinya sama panjang
    • Belah ketupat yang semua sudutnya siku-siku
    • Memiliki empat sumbu simetri
  • Layang-layang
    • Segi empat yang memiliki dua pasang sisi yang berdekatan sama panjang
    • Sepasang sudut yang berhadapan sama besar
    • Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri
    • Diagonal-diagonalnya berpotongan tegak lurus

    VIdeo Pembelajaran


    LKPD :

 
  •  REFLEKSI:

 alhamdulillah dalam kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, pada pelajaran pendidikan pancasila ananda sudah dapat memahami pengertian gotong royong, manfaat nya serta memberikan contoh dalam kegiatan sehari-hari. Kemudian pada pelajaran IPAS ananda dapat menyebutkan warisan budaya indonesia, dan juga cara kita dalam menjaga warisan budaya tersebut. dan pada pelajaran matematika ananda perlu memperhatikan kembali dalam membandingkan ciri-ciri segi empat.

Demikianlah  materi hari ini. semoga ananda semua mendapatkan ilmu yang bermanfaat

wassalamualaikum wr wb 

 

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

MATERI AJAR SELASA 31 MARET 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©