Rabu, 01 April 2026

Materi Ajar Rabu 01 April 2026

| |

     

 

IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             : IPAS dan B.Indonesia

Hari/tanggal                 : Rabu, 01 April 2026

Kelas                            : 5 A 

Materi Pokok              : 1. IPAS (Mengenal warisan budaya dan mengetahui sejarahnya)

                                       2. Bahasa Indonesia (Membandingkan ciri-ciri segi empat)

Alat Peraga                  : 1. Pendidikan Pancasila (lapbook)

                                        2. IPAS (video Pembelajaran) 

                                        3. MATEMATIKA (bentuk/gambar segi empat) 

Metode Pembelajaran : 1. Pendidikan Pancasila ( PBL)

                                        2. IPAS (PBL)
                                        3. Matematika (PBL)

Assalamualaikum wr wb 

Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. aqlhamdulillah kita telah bersiap untuk aktivitas kembali setelah libur Hari Raya Idul Fitri ya nak. 

  •  MATERI PELAJARAN : IPAS

    Indonesia merupakan negara maritim. Laut merupakan bagian yang menyatukan setiap pulau yang ada di Indonesia.

    Terlebih setelah manusia menemukan berbagai alat transportasi yang mempermudah aktivitas mereka untuk berpindah tempat.

    Jauh sebelum bangsa asing datang ke nusantara, masyarakat sudah terlebih dahulu mengarungi lautan untuk berdagang dan melakukan kerja sama antar kerajaan di nusantara.

    Mereka datang dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Bahkan, ada yang sampai menikah dan menetap.

    Hal yang sama terjadi saat bangsa asing mulai berdatangan ke Nusantara.

    Pedagang dari Tionghoa, Arab, India, Portugis, Inggris, dan Belanda juga melakukan interaksi dengan masyarakat Nusantara.

    Mereka banyak yang tinggal dan menetap lalu memperkenalkan budaya yang mereka bawa dari negara asal.

    Budaya-budaya tersebut lambat laun diterima oleh masyarakat setempat sehingga memengaruhi budaya lokal dan membentuk budaya yang merupakan percampuran dari keduanya.

    Proses percampuran dua budaya ini disebut sebagai akulturasi.

    Sejak awal peradabannya, manusia berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain untuk kemudian menetap di suatu tempat.

    Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia menciptakan berbagai kebiasaan dan alat yang dikenal sebagai hasil budaya.

    Keduanya, baik itu kebiasaan atau alat-alat yang diciptakan, diwariskan kepada keturunannya dengan tujuan agar keturunannya bisa menggunakan untuk memenuhi kebutuhan.

    Jenis Warisan Budaya

    Kita mengenal dua jenis hasil budaya, atau jika hasil budaya tersebut merupakan warisan dari leluhur disebut sebagai warisan budaya.

    Kedua jenis hasil budaya ini berupa hasil budaya benda dan hasil budaya tak benda.

    Hasil budaya benda adalah hasil budaya yang bisa diraba. Contohnya, alat produksi, alat musik, transportasi, bangunan, makanan, atau benda-benda seni.

    Adapun hasil budaya tak benda adalah hasil budaya yang tidak bisa diraba seperti kebiasaan, cara bercocok tanam, keahlian menciptakan benda, tarian, musik, dan adat istiadat.

    Banyak hasil budaya leluhur yang bisa bertahan sampai sekarang sehingga kita bisa menelusuri sejarah.

    Perbedaan letak geografis dan sejarah peradaban di suatu daerah membuat warisan budaya di satu tempat berbeda dengan warisan budaya di tempat lain.

    Budaya Indonesia dengan sejarah peradaban dan perkembangannya mengalami banyak pengaruh dari bangsa luar.

    Mulai dari masa masuknya para pedagang Tionghoa, India, dan Arab yang membawa pengaruh agama, seperti Hindu, Budha, dan Islam hingga sejarah kolonialisme yang bertahan lebih dari 300 tahun.

    Hal ini menimbulkan sebuah akulturasi budaya, yaitu percampuran dua budaya atau lebih yang membentuk hasil budaya baru tanpa menghilangkan ciri budaya yang membentuknya.

    Cara Menjaga Warisan Budaya

    Warisan budaya tentu akan rusak, bahkan hilang jika kita tidak menjaganya dengan baik. 

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga warisan budaya tersebut agar kelak masih bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

    Berikut beberapa cara menjaga warisan budaya.

    1. Pemugaran Borobudur

    Borobudur dibangun pada abad ke-8, yaitu pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kemudian candi ini ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada abad 19 dalam keadaan rusak parah.

    Beberapa kali, candi Borobudur berusaha dibersihkan, sebelum akhirnya dilakukan pemugaran pertama pada tahun 1907.

    Pemugaran berlangsung sampai sekarang untuk mengembalikan keutuhan dan kekuatan candi agar Candi Borobudur dapat kokoh berdiri sampai ratusan tahun ke depan. 

    Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia yang berasal dari Indonesia, bisa menembus benda-benda gelap.

    Ada pula benda yang sedikit ditembus cahaya atau buram.

    Pada benda ini, cahaya hanya bisa menembus sebagian. Oleh karena itu, kita hanya bisa melihat benda dengan samar.

    2. Belajar Pencak Silat

    Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional dari berbagai suku di Indonesia dan tersebar melalui kesenian Melayu Nusantara yang kepopulerannya kalah dari bela diri yang berasal dari negara lain, seperti karate, dan taekwondo.

    Untuk mengatasinya, dibuatlah upaya-upaya untuk memunculkan kembali pencak silat di masyarakat, seperti memasukkan pencak silat sebagai pelajaran di sekolah, mendirikan berbagai klub pencak silat, dan mengadakan lomba-lomba tingkat nasional maupun internasional.

    Bahkan, bela diri pencak silat muncul di beberapa film internasional sebagai upaya untuk memperkenalkannya kepada dunia.


    TUJUAN PEMBELAJARAN : Mengidentifikasi warisan budaya yang ada di daerahnya. 

    Video Pembelajaran :


     LKPD 

     

MATERI PELAJARAN     : BAHASA INDONESIA

 TUJUAN PEMBELAJARAN : Peserta didik dapat  mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dari masalah lingkungan yang disajikan dalam teks dan diagram. (membaca sekilas/skimming)

Pengertian Skimming

Menurut BBC, skimming adalah teknik yang dilakukan ketika kita membaca dengan cepat untuk mendapatkan ide umum dari suatu teks.

Skimming juga disebut sebagai teknik membaca sekilas.

Ketika melakukan skimming, tidak perlu membaca kata-kata dalam teks satu persatu. 

Lalu, kapan kira-kira teman-teman biasanya menggunakan teknik ini?

Misalnya, ketika membaca sebuah dongeng yang panjang dan kamu sudah penasaran apa yang akan diceritakan di dalamnya.

Dalam situasi ini, kamu akan membutuhkan skimming untuk menemukan informasi umum pada dongeng tersebut.

Langkah-Langkah Skimming

Untuk menemukan ide umum dalam suatu teks melalui skimming kamu dapat:

  1. Membaca judul, subjudul, dan beberapa paragraf awal.

Setelah mengerti apa yang akan dibahas, bacalah paragraf pertama dan terakhirnya saja.

  1. Membaca sekilas kalimat pembuka dan penutup paragraf-paragraf tersebut.

Pada bagian ini, kamu dapat mencari kata kunci atau kalimat utama dari setiap paragraf.

  1. Mencatat ide-ide umum yang ditemukan dalam teks.

Untuk memudahkan pemahaman dan pencatatan informasi umum dalam teks, kamu bisa menyusunnya menggunakan bullet points.

Meningkatkan Kemampuan Skimming 

Seperti pisau yang semakin tajam jika diasah, skimming juga perlu ditingkatkan kemampuannya. 

Pertama, teman-teman bisa rajin membaca berbagai jenis bacaan.

Misalnya, artikel, cerita pendek, dongeng, atau buku pelajaran. 

Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah pula kamu akan menemukan kalimat utama dan kata kunci.

Tips: Jika ada kata atau kalimat yang diulang-ulang, itu biasanya adalah kata atau kalimat kunci untuk teks tersebut.

Kedua, jika teman-teman terkendala fokus saat membaca, kamu dapat menggunakan jari atau pensil.

Tujuannya yaitu untuk membantu menunjuk baris atau kalimat yang sedang dibaca.

Ketiga, cobalah membaca dari judul, subjudul (jika ada), dan paragraf pertama untuk mengetahui garis besar tulisan.

Terakhir, teman-teman bisa membiasakan membaca dalam situasi tenang.

Kondisi sekitar yang tenang akan membantu meningkatkan fokus dalam membaca.

Jika sudah terbiasa, teman-teman pasti akan lebih cepat menemukan informasi atau ide umum yang tersembunyi di dalam teks.

Selamat, sekarang teman-teman sudah bisa membaca dan menemukan informasi umum dengan cepat!

  • VIdeo Pembelajaran




    LKPD :


 
  •  REFLEKSI:

 alhamdulillah dalam kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, pada pelajaran  IPAS ananda dapat menyebutkan warisan budaya indonesia, dan juga cara kita dalam menjaga warisan budaya tersebut. dan pada pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik sudah mampu membaca sebuah teka dengan metode skimming

Demikianlah  materi hari ini. semoga ananda semua mendapatkan ilmu yang bermanfaat

wassalamualaikum wr wb 

 

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi Ajar Rabu 01 April 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©