RUANG BELAJAR KELAS 5 A
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
(PKN, BAHASA INDONESIA,SBDp & MTK)
IDENTITAS:
Hari/tanggal : Bahasa Indonesia, 07 Januari 2026
Kelas / Fase : 5 A /C
Mata pelajaran : IPAS & Bahasa Indonesia
Alokasi waktu : 2×35 menit
pertemuan ke : 1
Model pembelajaran : IPAS (PJBL) ; BAhasa Indonesia (PBL);
Media pembelajaran : IPAS (PJBL); Bahasa Indonesia (Fakta dan opini)
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.
Bahasa Indonesia
Ketika sedang membaca buku atau majalah, kita akan menemukan berbagai jenis kalimat di dalamnya.
Jenis kalimat yang umum kita temukan di buku atau majalah adalah kalimat fakta dan kalimat opini, teman-teman.
Tidak hanya dalam bentuk tulisan, baik kalimat fakta atau opini juga sering digunakan di percakapan kita, lo.
Bahkan, kita juga sering kali diberi tugas oleh guru untuk membuat tulisan dengan kalimat fakta dan opini.
Nah, di materi Bahasa Indonesia kelas 5 SD, kita akan belajar untuk membedakan fakta dan opini. Simak, yuk!
Pengertian Fakta dan Opini
Fakta
Menurut KBBI, fakta adalah hal yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi.
Fakta juga merupakan hal yang bisa ditangkap indera manusia. Fakta bisa dibuktikan kebenarannya.
Segala hal yang berkaitan dengan fakta tidak bisa dibuat-buat atau diada-ada, seperti data dan peristiwa.
Nah, dalam menulis kalimat fakta, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya terkait 5W+1H.
Ia meliputi what (apa), who (siapa), where (di mana), why (mengapa), when (kapan), dan how (bagaimana).
Opini
Opini adalah suatu pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang atau sekelompok orang pada suatu hal.
Oleh karena itu, opini ini memiliki sifat subjektif karena dipengaruhi oleh penilaian orang atau individu itu.
Sama seperti kalimat fakta, kalimat opini ini bisa dinyatakan secara aktif dan pasif, lisan dan tulisan.
Jika dalam kalimat fakta bisa dibuktikan kebenarannya, maka kalimat opini belum tentu ada pembuktiannya.
Ciri-ciri Fakta dan Opini
Fakta
Ciri-ciri fakta, antara lain:
1. Bisa dibuktikan kebenarannya.
2. Mempunyai data yang akurat.
3. Informasi dikumpulkan dari narasumber terpercaya.
4. Bersifat objektif.
5. Menjawab rumus pertanyaan 5W+1H.
6. Menyatakan kejadian yang sedang, telah, dan pernah terjadi.
1. Bersifat subjektif.
2. Berisi pendapat pribadi tentang peristiwa yang terjadi.
3. Berasal dari pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok.
4. Informasi yang disampaikan belum tentu ada pembuktiannya.
5. Ditandai dengan penggunaan kata "bisa jadi", "sepertinya", "mungkin".
6. Diutarakan bergantung dengan kepentingan tertentu.
Contoh Kalimat Fakta dan Opini
Contoh 1
- Kucing mempunyai empat kaki --> fakta.
- Memelihara kucing itu menyenangkan --> opini. Tidak semua orang suka memelihara kucing.
Contoh 2
- Jarak dari rumahku ke sekolah adalah 5 kilomter --> fakta karena jarak ini bisa diukur.
- Jarak dari rumahku ke sekolah sangat jauh --> opini karena jarak 5 kilometer dapat dianggap jauh maupun dekat.
Contoh 3
- Selama BDR, pelajaran yang paling sulit diikuti adalah Matematika --> opini. Tidak semua orang menganggap Matematika itu sulit.
- Selama BDR, aku diajar materi Matematika oleh tetangaku yang kuliah di Fakultas MIPA --> fakta.
Nah, itulah perbedaan fakta dan opini beserta contohnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk teman-teman, ya!
VIdeo pembelajaranlatihan : Carilah beberapa kalimat fakta dan opini dari koran atau majalah yang kalian miliki.
IPAS
Materi IPAS Kelas 5 Bab 5 "Bagaimana Kita Hidup dan Bertumbuh" Topik A membahas tentang sistem pernapasan manusia.
1. Organ Pernapasan dan Fungsinya
Udara masuk melalui urutan saluran berikut:
Hidung: Pintu masuk utama udara; di dalamnya terdapat rambut dan lendir untuk menyaring debu serta mengatur suhu udara.
Faring & Laring: Saluran yang menghubungkan hidung/mulut menuju tenggorokan. Laring juga berfungsi sebagai kotak suara.
Trakea (Batang Tenggorokan): Saluran pipa yang membawa udara menuju paru-paru.
Bronkus: Percabangan trakea yang menuju paru-paru kanan dan kiri.
Bronkiolus: Percabangan lebih kecil dari bronkus di dalam paru-paru.
Alveolus: Ujung saluran pernapasan berupa gelembung kecil tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Paru-paru: Organ utama pernapasan yang menampung udara.
Diafragma: Otot di bawah paru-paru yang membantu menarik dan mengeluarkan udara.
2. Jenis Pernapasan
Pernapasan Dada: Melibatkan otot antartulang rusuk.
Pernapasan Perut: Melibatkan aktivitas otot diafragma.
3. Proses Bernapas
Inspirasi (Menghirup Napas): Udara masuk, otot diafragma berkontraksi (mendatar), rongga dada membesar, dan paru-paru mengembang.
Ekspirasi (Menghembuskan Napas): Udara keluar (kaya karbon dioksida), otot diafragma relaksasi (melengkung), rongga dada mengecil, dan paru-paru mengempis.
4. Gangguan Pernapasan
Beberapa penyakit yang sering dibahas meliputi flu, asma, bronkitis, hingga pneumonia yang dapat mengganggu aliran udara dalam tubuh.
agar kita dapat mengetahui cara kerja paru-paru kita untuk bernapas. hari ini aktivitas kita adalah membuat alat peraga untuk mengetahui cara kerja paru-paru
VIdeo Pembelajaran
- Botol plastik bekas bening (minimal 500 ml).
- 3 buah balon (2 balon kecil untuk paru-paru, 1 balon besar untuk diafragma).
- 2 buah sedotan plastik fleksibel (untuk trakea dan bronkus).
- Karet gelang atau selotip lebar.
- Gunting atau cutter.
- Tanah liat (plastisin) atau lem tembak untuk menutup celah udara.
- Langkah-Langkah Pembuatan
- Potong Botol: Potong bagian bawah botol plastik sekitar 1/3 atau 1/2 bagian menggunakan gunting.
- Siapkan Saluran Pernapasan:
- Potong salah satu sedotan menjadi dua bagian pendek (sekitar 3-5 cm) untuk bronkus.
- Gabungkan kedua potongan pendek tersebut ke ujung sedotan utama membentuk huruf "Y". Gunakan selotip untuk merekatkan sambungan agar kedap udara.
- Pasang Paru-Paru: Ikatkan satu balon kecil pada masing-masing ujung bawah sedotan "Y" menggunakan karet atau selotip.
- Rakit ke Botol:
- Lubangi tutup botol sebesar diameter sedotan.
- Masukkan rangkaian sedotan ke dalam botol, lalu masukkan ujung atas sedotan melalui lubang tutup botol hingga balon berada di dalam botol.
- Tutup celah di sekitar sedotan pada tutup botol dengan plastisin atau lem agar tidak ada udara keluar masuk selain melalui sedotan.
- Pasang Diafragma: Gunting bagian leher balon besar, lalu rentangkan bagian bawah balon tersebut untuk menutup bagian bawah botol yang terbuka. Ikat kuat dengan karet agar tidak lepas.
Cara Kerja Alat PeragaAlat ini memodelkan proses pernapasan manusia:- Inspirasi (Menghirup Napas): Tarik balon di bawah botol (diafragma) ke bawah. Hal ini menyebabkan tekanan udara di dalam botol menurun, sehingga udara masuk melalui sedotan dan membuat balon di dalam (paru-paru) mengembang.
- Ekspirasi (Mengembuskan Napas): Lepaskan atau dorong balon diafragma ke arah dalam botol. Tekanan di dalam botol meningkat, sehingga udara keluar dan balon paru-paru mengempis.
Bagian yang DiwakiliBagian Alat Organ Tubuh yang Diwakili Ujung sedotan atas Lubang hidung/mulut Batang sedotan Trakea (batang tenggorokan) Cabang sedotan "Y" Bronkus Balon kecil di dalam Paru-paru Botol plastik Rongga dada Balon bawah botol Diafragma
SElamat mencoba
Kesimpulan





0 komentar:
Posting Komentar