RUANG BELAJAR KELAS 5 A
SD AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
(IPAS & Bahasa Indonesia)
IDENTITAS:
Hari/tanggal : Rabu, 14 Januari 2026
Kelas / Fase : 5 A /C
Mata pelajaran : IPAS & Bahasa Indonesia
Alokasi waktu : 2×35 menit
pertemuan ke : 2
Model pembelajaran : IPAS (PJBL) ; BAhasa Indonesia (PBL);
Media pembelajaran : IPAS (gambar pencernaan); Bahasa Indonesia (iklan & kode rahasia)
Peserta didik mampu membaca kata-kata dengan berbagai pola kombinasi huruf dengan fasih dan indah serta memahami informasi dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi dan eksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teks dan/atau audiovisual.
Bahasa Indonesia
klan sendiri merupakan suatu informasi yang ditujukan pada masyarakat mengenai barang atau jasa.
Biasanya iklan dibuat semenarik mungkin agar dapat mencuri perhatian pembaca dan calon konsumen.
Tujuan dari iklan adalah memperkenalkan suatu produk atau jasa agar konsumen terpengaruh untuk membeli.
Secara umum, iklan bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni iklan media cetak dan iklan media elektronik.
Sekarang ini, kita sering melihat iklan media elektronik. Misalnya di internet, televisi, hingga radio.
Sekalipun iklan yang umumnya di media elektronik berbeda, ada satu persamaan dalam bahasa iklannya, lo.
Ciri yang Dimiliki Bahasa Iklan
Setiap bahasa iklan ternyata memiliki ciri-ciri yang sama. Apakah ciri-ciri yang dimiliki oleh bahasa iklan?
Apakah teman-teman sudah mengetahui jawabannya? Berikut ini Bobo akan berikan alternatifnya. Simak, yuk!
1. Menggunakan Kalimat Persuasif
Kalimat persuasif adalah kalimat yang bertujuan meyakinkan dan membujuk pembaca, pendengar, atau penonton.
Yap, calon konsumen dibujuk agar melaksanakan atau menerima gagasan yang dibuat oleh pembuat iklan. Kalimat jenis ini biasa digunakan dalam teks iklan agar pembaca tertarik pada produk yang diiklankan.
Dalam kalimat persuasif, penulis seringkali menggunakan kata ajakan, seperti ayo, mari, yuk, dan lainnya.
2. Bahasa Singkat, Padat, Jelas
Iklan yang baik harus dapat menyajikan pesan yang singkat, berbobot, dan mengandung isi yang jelas.
Isi yang jelas ini bertujuan agar kalimatnya bisa diterima dengan baik oleh khalayak pembaca iklan.
Bahasa yang digunakan juga harus memikat dan memiliki daya sugesti, akan tetapi juga harus objektif.
Jangan lupa untuk menggunakan kata-kata berkonotasi positif agar lebih dipercaya oleh khalayak atau calon konsumen.
3. Menggunakan Slogan
Slogan adalah perkataan atau kalimat yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menyampaikan sesuatu.
Slogan biasanya terdiri dari empat sampai lima kata yang mudah diingat dan memiliki daya tarik.
Dalam teks iklan, contoh slogan yang bisa digunakan adalah terdiri dari kata dengan huruf vokal mirip.
Tujuannya agar pesan yang dimaksud bisa diterima oleh orang yang membaca, melihat, atau mendengar iklan.
4. Subjek Orang Pertama
Iklan yang baik biasanya menggunakan subjek orang pertama tunggal atau jamak, seperti 'aku', 'saya', dan 'kami'. ujuannya adalah supaya calon konsumen dapat merasakan kedekatan dengan produk atau jasa dalam iklan.
5. Kalimat Sesuai Sasaran
Iklan harus memperhatikan sasaran atau target yang akan dituju sehingga kalimatnya bisa disesuaikan.Misalnya iklan untuk anak-anak, maka iklan menggunakan kata yang mudah dan ramah untuk anak-anak.
Unsur Bahasa Penting dalam Iklan
Saat membuat iklan, bahasa menjadi unsur penting yang harus diperhatikan dan ditentukan dengan baik.
Sebab, bahasa dalam iklan bisa membuat orang yang melihatnya jadi tertarik pada produk atau jasa dalam iklan.
Pemilihan bahasa dan kata-kata dalam iklan juga akan memengaruhi informasi yang sampai ke calon konsumen.
Inilah yang membuat ada beberapa ciri bahasa yang digunakan pada iklan, terutama pada iklan elektronik.
Jika ciri bahasa iklan itu diterapkan dengan baik, maka tingkat ketertarikan orang pada iklan itu makin tinggi.
Semakin banyak orang yang melihat dan membaca iklan, maka semakin banyak pula calon konsumennya.
Nah, itulah penjelasan tentang ciri-ciri yang dimiliki oleh bahasa iklan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat, ya.
VIdeo Pembelajaran ;
LAtihan soal
IPAS
Sistem pencernaan adalah proses memecah susunan kimia di dalam makanan jadi susunan yang lebih kecil.
Seperti kita tahu, sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ yang saling berkaitan satu sama lain.
Organ pencernaan manusia meliputi rongga mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, usus halus, dan anus.
Selama makanan masuk ke tubuh kita, maka organ-organ pencernaan itu terus bekerja berulang-ulang.
Kerja sama yang dilakukan oleh berbagai macam organ pencernaan itulah yang disebut dengan sistem pencernaan.
Sistem pencernaan dibutuhkan untuk mengubah makanan yang kita konsumsi menjadi energi bagi tubuh.
Bagaimana Sistem Pencernaan Mengolah Makanan dan Minuman yang Kita Konsumsi?
Di halaman 140 ada pertanyaan: bagaimana sistem pencernaan mengolah makanan dan minuman yang kita konsumsi?
Apakah teman-teman sudah menemukan jawabannya? Berikut ini Bobo akan berikan alternatifnya. Simak, yuk!
Jawaban:
Sistem pencernaan manusia berlangsung sejak kita mengunyah makanan hingga buang air besar (BAB).
Seluruh proses ini melibatkan saluran dan berbagai organ pencernaan yang bekerja sama satu sama lain.
Kerja sistem pencernaan dalam mengolah makanan dan minuman yang kita konsumsi adalah sebagai berikut:
1. Pelumatan Makanan dalam Mulut
Tahukah teman-teman? Ternyata sistem pencernaan sudah dimulai sejak makan berada di rongga mulut.
Gigi akan memotong makanan menjadi bentuk yang lebih kecil lalu melumatkannya dengan bantuan lidah.
Di saat yang sama, terjadi proses pencernaan kimiawi yang dibantu oleh enzim amilase, ptialin, dan maltase.
Air liur yang mengandung enzim ptialin memecah zat tepung jadi glukosa agar fungsi lambung berjalan baik.
2. Lambung Menggiling Makanan
Pada proses ini, makan telah berbentuk lumat bergerak lewat kerongkongan dan masuk ke dalam lambung.
Lambung menggiling makanan dengan ototnya yang berlapis-lapis lalu mencampurnya dengan asam.
Selain itu, lambung juga mencampurnya dengan enzim-enzim pencernaan sebagai berikut ini:
- Asam klorida
- Pepsin
- Lipase
- Renin
Keempat enzim pencernaan itu memiliki fungsi masing-masing yang membentuk pencernaan kimiawi.
3. Usus Halus Menyerap Zat Gizi
Setelah proses pencernaan dalam lambung selesai, makanan jadi bubur halus dan bergerak menuju usus halus.
Mendeteksi adanya makanan dalam usus halus, kantong empedu berkontraksi mengeluarkan cairan empedu.
Cairan ini sebelumnya diproduksi oleh organ hati dengan fungsi untuk menguraikan lemak pada makanan.
Pada saat yang sama, pankreas juga melepaskan enzim amilase, lipase, tripsin, dan beberapa enzim lainnya.
Zat gizi yang telah berbentuk molekul kecil akan bergerak menuju pembuluh darah untuk diedarkan ke tubuh.
4. Penyerapan Air oleh Usus Besar
Ampas makanan tidak lagi menjalani pencernaan mekanik atau kimiawi karena usus halus sudah menyerap gizinya.
Proses selanjutnya, ampas makanan akan melewati proses penyesuaian kadar air oleh usus besar.
Usus besar menambah atau menyerap kandungan air untuk menghasilkan kepadatan feses yang sesuai.
5. Pengeluaran Feses dari Tubuh
Feses dari usus besar kemudian bergerak menuju rektum yang menampung feses untuk sementara waktu.
Ketika rektum sudah penuh, maka kita akan merasakan sensasi mulas yang menandakan saatnya buang air besar.
Feses akan keluar menuju ujung saluran pencernaan yang disebut anus. Proses ini adalah akhir dari sistem pencernaan.
Nah, itulah cara sistem pencernaan bekerja mengolah makanan dan minuman yang kita konsumsi. Semoga bermanfaat!
Kesimpulan





0 komentar:
Posting Komentar