Senin, 24 Agustus 2026

Materi Ajar Senin 24 Agustus 2026

| | 0 komentar

 


1.       

IDENTITAS

Nama Guru : Ruwi Merliana,S.Pd
Hari / Tanggal : Senin, 24 Agustus 2026
Fase / Kelas : B / 4
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Materi : Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Pertemuan Ke : Ke- 1

7. Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semakin semangat untuk belajar serta beribadah kepada Allah SWT.

Anak-anak, hari ini kita akan memperingati dan mengenal lebih dekat sosok manusia yang sangat mulia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT adalah Al-Khaliq, Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dan seluruh alam semesta. Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh kehidupan kita. Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki kepada seluruh makhluk-Nya.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam dan sebagai teladan bagi umat manusia.

Pada kegiatan hari ini, kita tidak hanya mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga belajar meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, amanah, penyayang, sabar, santun, dan suka menolong.

Mari kita mengikuti kegiatan Maulid Nabi dengan hati yang tenang, penuh rasa syukur, dan gembira.


8. Capaian Pembelajaran (CP)

Murid mampu mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.


9. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, murid diharapkan mampu:

  • Menjelaskan secara sederhana makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
  • Menyebutkan beberapa peristiwa penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.
  • Menyebutkan sifat dan akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW.
  • Menjelaskan contoh perilaku jujur, amanah, sabar, penyayang, dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menunjukkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan berusaha meneladani akhlak beliau. (Meaningful)
  • Mengikuti kegiatan Maulid dengan tertib, khusyuk, dan penuh rasa syukur. (Mindful)
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan shalawat, kuis, permainan edukatif, dan kegiatan kelompok dengan gembira. (Joyful)

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  • Murid diajak mengawali kegiatan dengan salam, doa, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Guru mengajak murid berdiskusi tentang siapa Nabi Muhammad SAW dan mengapa umat Islam mencintai beliau.
  • Murid menyimak cerita singkat tentang kelahiran dan kehidupan Nabi Muhammad SAW.
  • Murid mengenal beberapa sifat terpuji Rasulullah SAW, seperti Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah.
  • Murid mengamati contoh perilaku sehari-hari yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok mengenai cara meneladani Rasulullah SAW di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Murid mengikuti kegiatan shalawat atau lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Murid mengikuti kuis atau permainan edukatif tentang Nabi Muhammad SAW.
  • Murid menyampaikan satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin mereka praktikkan setelah kegiatan.
  • Murid mengerjakan asesmen formatif.
  • Guru bersama murid membuat kesimpulan dan refleksi.

11. Model / Metode

Model : Pembelajaran Kontekstual dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman.

Metode :

  • Cerita / kisah
  • Tanya jawab
  • Diskusi kelompok
  • Demonstrasi
  • Shalawat bersama
  • Games / kuis edukatif
  • Penugasan
  • Refleksi

12. Penjabaran Materi

A. Video Pembelajaran

Murid menyaksikan video edukatif tentang:

“Kisah dan Keteladanan Nabi Muhammad SAW”

Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan pemantik:

  1. Siapakah Nabi Muhammad SAW?
  2. Mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW?
  3. Akhlak apa yang paling kalian sukai dari Rasulullah SAW?
  4. Bagaimana cara kita meneladani Rasulullah SAW di sekolah?

B. Materi: Mengenal Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang memiliki akhlak sangat mulia. Sebelum diangkat menjadi rasul, masyarakat Makkah telah mengenal beliau sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya, sehingga beliau mendapat gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW untuk mengajarkan manusia agar menyembah Allah SWT dan memiliki akhlak yang baik.


C. Mengapa Kita Memperingati Maulid Nabi?

Maulid Nabi merupakan momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW serta meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Memperingati Maulid Nabi bukan hanya dengan berkumpul dan bershalawat, tetapi yang paling penting adalah meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  • Berkata jujur kepada orang tua dan guru.
  • Tidak mengambil barang milik teman.
  • Menepati janji.
  • Menghormati orang tua dan guru.
  • Menyayangi teman.
  • Membantu orang yang membutuhkan.
  • Tidak mengejek atau menyakiti orang lain.
  • Bersabar ketika menghadapi kesulitan.
  • Mau meminta maaf dan memaafkan.

D. Sifat Wajib Rasulullah SAW

1. Shiddiq

Artinya jujur.

Rasulullah SAW selalu berkata benar dan tidak pernah berdusta.

Contoh:
Berani mengatakan yang sebenarnya meskipun melakukan kesalahan.

2. Amanah

Artinya dapat dipercaya.

Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepada beliau.

Contoh:
Menjaga barang titipan dan melaksanakan tugas dari guru dengan baik.

3. Tabligh

Artinya menyampaikan.

Rasulullah SAW menyampaikan wahyu dan ajaran Allah SWT kepada umatnya.

Contoh:
Menyampaikan informasi yang benar dan mengingatkan teman dalam kebaikan.

4. Fathanah

Artinya cerdas.

Rasulullah SAW memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

Contoh:
Rajin belajar, berpikir sebelum bertindak, dan menggunakan kecerdasan untuk melakukan kebaikan.


E. Kegiatan Bermakna: “Aku Ingin Meneladani Rasulullah”

Murid diminta memilih satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin mereka praktikkan.

Contoh:

“Saya ingin menjadi anak yang jujur seperti Rasulullah SAW.”

Kemudian murid menyebutkan satu tindakan yang akan dilakukan.

Contoh:

“Saya akan berkata jujur kepada orang tua dan guru meskipun saya melakukan kesalahan.”


F. Games / Kuis Maulid Nabi

Guru membacakan pertanyaan. Murid dapat menjawab secara individu atau berkelompok.

Pertanyaan

  1. Siapakah nabi terakhir yang diutus Allah SWT?
  2. Di kota manakah Nabi Muhammad SAW lahir?
  3. Apa arti Al-Amin?
  4. Apa arti sifat Shiddiq?
  5. Apa arti sifat Amanah?
  6. Apa arti sifat Tabligh?
  7. Apa arti sifat Fathanah?
  8. Sebutkan satu contoh sikap jujur!
  9. Mengapa kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW?
  10. Sebutkan satu akhlak Rasulullah SAW yang ingin kamu teladani!

G. Asesmen Formatif

Pilihan Ganda

1. Nabi terakhir yang diutus oleh Allah SWT adalah ....

A. Nabi Adam AS
B. Nabi Musa AS
C. Nabi Isa AS
D. Nabi Muhammad SAW

2. Nabi Muhammad SAW lahir di kota ....

A. Madinah
B. Makkah
C. Baghdad
D. Mesir

3. Al-Amin memiliki arti ....

A. Yang kuat
B. Yang cerdas
C. Yang dapat dipercaya
D. Yang pemberani

4. Shiddiq berarti ....

A. Jujur
B. Cerdas
C. Menyampaikan
D. Dapat dipercaya

5. Contoh meneladani sifat Amanah adalah ....

A. Berbohong kepada guru
B. Menjaga barang titipan teman
C. Mengejek teman
D. Menyembunyikan kesalahan

Isian

6. Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul ....

7. Sifat Rasulullah SAW yang berarti cerdas adalah ....

8. Membaca shalawat merupakan salah satu bentuk .... kita kepada Nabi Muhammad SAW.

Esai

9. Mengapa kita harus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW?

10. Tuliskan tiga contoh perilaku yang dapat kamu lakukan di sekolah sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW!


Kunci Jawaban dan Pembahasan

Pilihan Ganda

  1. D. Nabi Muhammad SAW
    Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir.

  2. B. Makkah
    Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah.

  3. C. Yang dapat dipercaya
    Al-Amin merupakan gelar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW karena beliau dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya.

  4. A. Jujur
    Shiddiq berarti berkata dan berbuat benar atau jujur.

  5. B. Menjaga barang titipan teman
    Menjaga kepercayaan merupakan contoh perilaku Amanah.

Isian

  1. Terakhir
  2. Fathanah
  3. Kecintaan / penghormatan

Esai

  1. Karena Nabi Muhammad SAW merupakan teladan terbaik bagi umat Islam. Dengan meneladani akhlak beliau, kita dapat menjadi anak yang jujur, amanah, penyayang, sabar, dan berakhlak mulia.

  2. Contoh: berkata jujur kepada guru, menghormati guru, membantu teman, menjaga amanah, tidak mengejek teman, dan bersikap sopan.


13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal dan mencintai Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang sangat mulia dan dapat menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Murid diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu menerapkan akhlak beliau melalui perilaku jujur, amanah, cerdas, santun, sabar, penyayang, dan suka menolong.

Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab pertanyaan:

  1. Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?
  2. Akhlak Rasulullah SAW apa yang paling ingin kamu teladani?
  3. Apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk meneladani Rasulullah SAW?
  4. Bagaimana perasaanmu mengikuti kegiatan Maulid Nabi hari ini?

Kendala

....................................................................................

Tindak Lanjut

Murid yang sudah memahami materi diberikan penguatan untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Murid yang masih membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan melalui cerita, contoh konkret, dan kegiatan sederhana yang berkaitan dengan perilaku terpuji Rasulullah SAW.

Capaian

Jumlah siswa yang memahami materi : ........ siswa
Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan : ........ siswa

Pesan Penutup:

“Mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya dengan mengingat kelahiran beliau, tetapi dengan berusaha mengikuti akhlak beliau dalam setiap kehidupan kita.”

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Read more...

Jumat, 21 Agustus 2026

Materi Ajar Jumat 21 Agustus 2026

| | 0 komentar

  


1.       Nama Guru                       : Ruwi Merliana, S.Pd

2.       Hari / Tanggal                   : Jum'at, 14 Agustus 2026

3.       Fase / Kelas                       : B / IV

4.       Mata Pelajaran                 : Kokurikuler

5.       Materi                             : Mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar (Minggu ke 4)

6.       Pertemuan Ke                   : 9 (2 JP)

7.       Apersepsi                           

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran.

Anak-anak, sebelum belajar mari kita bersyukur kepada Allah SWT. Allah adalah Al-Khaliq, yaitu Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia dengan berbagai kemampuan, termasuk kemampuan untuk berpikir, berkreasi, menggambar, dan menghasilkan karya yang indah.

Allah juga Al-Malik, yaitu Zat Yang Maha Memelihara dan mengatur seluruh ciptaan-Nya. Salah satu ciptaan Allah adalah alam dan budaya yang ada di sekitar kita. Indonesia memiliki banyak budaya yang indah, salah satunya adalah kain tapis dari Lampung.

Allah juga Ar-Razzaq, yaitu Zat Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya seni dapat menjadi salah satu bentuk kemampuan yang suatu saat dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat dan bernilai.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal berbagai bentuk dan unsur motif. Hari ini kita akan belajar membuat desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Coba perhatikan kain tapis atau gambar motif tapis yang ditunjukkan oleh guru.

 


Pertanyaan pemantik:

  1. Pernahkah kalian melihat kain tapis?

  2. Menurut kalian, apa yang membuat kain tapis terlihat indah?

  3. Bentuk apa saja yang dapat kita gunakan untuk membuat motif tapis?

  4. Bagaimana cara membuat motif tapis sederhana dengan menggunakan pensil dan kertas?

Mari kita belajar dengan tenang, teliti, kreatif, dan gembira.


8. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Murid mampu mengenali, mengamati, mengeksplorasi, dan menciptakan karya seni rupa sederhana dengan memanfaatkan unsur garis, bentuk, pola, dan warna serta menunjukkan apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah, khususnya motif tapis Lampung.


9. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Melalui pengamatan gambar, murid mampu mengenali karakteristik sederhana motif tapis Lampung dengan tepat.

  2. Melalui kegiatan tanya jawab dan pengamatan, murid mampu mengidentifikasi unsur garis, bentuk, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Melalui demonstrasi guru, murid mampu membuat rancangan motif tapis sederhana pada kertas gambar dengan menggunakan bentuk dan pola yang sesuai.

  4. Murid mampu mengembangkan kreativitas dengan membuat variasi motif tapis sederhana sesuai ide dan imajinasinya. (Meaningful)

  5. Melalui kegiatan menggambar secara perlahan dan teliti, murid mampu menunjukkan sikap fokus, sabar, dan menghargai proses dalam membuat karya. (Mindful)

  6. Melalui kegiatan menggambar dan menghias motif secara kreatif, murid mampu menunjukkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kegembiraan dalam berkarya. (Joyful)

  7. Murid mampu menghargai motif tapis sebagai salah satu warisan budaya daerah Lampung serta menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.


10. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

  1. Murid mengamati gambar atau contoh kain tapis Lampung yang ditampilkan oleh guru.

  2. Murid mengidentifikasi bentuk, garis, pola, dan pengulangan yang terdapat pada motif tapis.

  3. Guru menjelaskan secara sederhana tentang kain tapis sebagai salah satu karya budaya khas Lampung.

  4. Guru menunjukkan beberapa contoh motif sederhana yang dapat digunakan untuk membuat desain tapis, seperti:

    • garis lurus;

    • garis zig-zag;

    • segitiga;

    • belah ketupat;

    • lingkaran;

    • bentuk bunga;

    • bentuk daun;

    • bentuk geometris lainnya.

  5. Guru mendemonstrasikan cara membuat desain motif tapis pada kertas gambar, mulai dari membuat garis bantu, menentukan pola utama, melakukan pengulangan motif, hingga memberikan warna.

  6. Murid menentukan pola atau bentuk motif yang akan digunakan.

  7. Murid membuat sketsa sederhana motif tapis menggunakan pensil.

  8. Murid mengembangkan sketsa dengan membuat pola berulang sehingga menghasilkan desain yang menyerupai motif tapis.

  9. Murid memberikan warna atau hiasan sesuai kreativitas masing-masing.

  10. Murid menunjukkan hasil karyanya kepada teman dan guru.

  11. Murid melakukan apresiasi sederhana terhadap karya sendiri dan karya teman.

  12. Guru memberikan umpan balik, penguatan, dan apresiasi terhadap proses serta hasil karya murid.


11. MODEL / METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran:
Project Based Learning (PjBL) sederhana berbasis karya seni.

Metode Pembelajaran:

  • Tanya jawab

  • Observasi/pengamatan

  • Demonstrasi

  • Diskusi

  • Praktik langsung

  • Penugasan

  • Presentasi/apresiasi karya


12. PENJABARAN MATERI

A. Pengenalan Kain Tapis

Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung. Kain tapis memiliki motif yang indah dan dibuat dengan teknik menghias permukaan kain menggunakan pola dan hiasan tertentu.

Motif tapis dapat terinspirasi dari berbagai bentuk, seperti bentuk tumbuhan, manusia, hewan, geometris, serta bentuk-bentuk simbolis lainnya.

Dalam kegiatan kali ini, kita tidak membuat kain tapis secara langsung, tetapi mendesain motif tapis sederhana pada kertas gambar.


B. Unsur-Unsur Motif Tapis

Beberapa unsur yang dapat digunakan dalam membuat desain motif tapis antara lain:

1. Garis

Garis dapat berupa:

  • garis lurus;

  • garis lengkung;

  • garis zig-zag;

  • garis horizontal;

  • garis vertikal;

  • garis diagonal.

Garis digunakan untuk membentuk dan memperindah motif.

2. Bentuk

Bentuk sederhana yang dapat digunakan antara lain:

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • persegi;

  • belah ketupat;

  • bunga;

  • daun;

  • bentuk geometris lainnya.

3. Pola

Pola adalah susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur.

Contohnya:

◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Bentuk tersebut menunjukkan adanya pengulangan pola.

4. Pengulangan

Motif tapis akan terlihat menarik apabila bentuk tertentu diulang secara teratur.

Contoh:

Bunga – Daun – Bunga – Daun – Bunga – Daun


C. Langkah-Langkah Mendesain Motif Tapis Sederhana

Langkah 1 – Menyiapkan alat dan bahan

Alat dan bahan:

  • kertas gambar;

  • pensil;

  • penghapus;

  • penggaris;

  • pensil warna/crayon/spidol warna.

Langkah 2 – Membuat bidang gambar

Buat bidang atau batas gambar pada kertas menggunakan penggaris.

Langkah 3 – Membuat garis bantu

Buat beberapa garis horizontal atau vertikal sebagai panduan agar pola tersusun rapi.

Langkah 4 – Menentukan motif utama

Pilih motif sederhana yang akan digunakan, misalnya:

  • bunga;

  • daun;

  • belah ketupat;

  • segitiga;

  • lingkaran;

  • bentuk geometris.

Langkah 5 – Membuat pola berulang

Ulangi motif secara teratur.

Contoh:

◇ ○ ◇ ○ ◇ ○ ◇

atau

▲ ◆ ▲ ◆ ▲ ◆ ▲

Langkah 6 – Mengembangkan desain

Tambahkan garis atau bentuk kecil sebagai hiasan agar motif terlihat lebih menarik.

Langkah 7 – Memberikan warna

Warnai desain dengan rapi dan kreatif. Gunakan kombinasi warna yang harmonis.

Langkah 8 – Finishing

Periksa kembali karya:

  • Apakah garis sudah rapi?

  • Apakah motif sudah berulang?

  • Apakah warna sudah merata?

  • Apakah tidak banyak bagian yang keluar garis?


D. CONTOH AKTIVITAS PRAKTIK

Proyek: “Motif Tapis Kreasi Aku”

Murid membuat satu desain motif tapis sederhana pada kertas gambar.

Ketentuan:

  1. Menggunakan minimal 2 bentuk motif.

  2. Memiliki pola yang berulang.

  3. Menggunakan minimal 3 warna.

  4. Karya dibuat dengan rapi.

  5. Murid bebas mengembangkan motif sesuai kreativitasnya.

  6. Murid memberikan nama pada hasil karyanya.

Contoh nama karya:

  • Tapis Bunga Lampung

  • Tapis Geometris

  • Tapis Alam Lampung

  • Tapis Kreasi Nusantara


     


E. VIDEO PEMBELAJARAN

Guru dapat menampilkan video/gambar referensi tentang:

“Kain Tapis Lampung dan Cara Membuat Motif Tapis Sederhana”

Setelah menyaksikan video, guru memberikan pertanyaan:

  1. Apa nama kain tradisional yang kita pelajari?

  2. Dari daerah mana kain tersebut berasal?

  3. Apa yang membuat motif tapis terlihat menarik?

  4. Apa saja bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif?

  5. Mengapa pola dalam desain perlu dibuat berulang dan teratur?


F. ASESMEN FORMATIF

Pilihan Ganda

1. Kain tapis merupakan kain tradisional yang berasal dari ....

A. Jawa Barat
B. Lampung
C. Bali
D. Sumatera Barat

2. Salah satu unsur yang dapat digunakan untuk membuat motif adalah ....

A. garis
B. suara
C. aroma
D. rasa

3. Susunan motif yang dilakukan secara berulang disebut ....

A. pola
B. bayangan
C. tekstur
D. ukuran

4. Alat yang dapat digunakan untuk membuat garis lurus agar rapi adalah ....

A. penghapus
B. penggaris
C. kuas
D. gunting

5. Dalam membuat desain motif tapis, kita sebaiknya ....

A. membuat motif secara asal
B. tidak menggunakan pola
C. membuat motif dengan rapi dan kreatif
D. hanya menggunakan satu bentuk

Isian

6. Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas __________.

7. Bentuk motif yang dibuat secara berulang akan membentuk sebuah __________.

8. Sebelum memberikan warna, kita dapat membuat __________ terlebih dahulu menggunakan pensil.

Esai

9. Sebutkan tiga bentuk yang dapat digunakan untuk membuat motif tapis sederhana!

10. Mengapa kita harus menjaga dan menghargai kain tapis sebagai budaya daerah?


G. KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

1. B – Lampung
Kain tapis merupakan salah satu kain tradisional khas Lampung.

2. A – garis
Garis merupakan salah satu unsur penting dalam membuat sebuah motif.

3. A – pola
Pola merupakan susunan bentuk atau motif yang dibuat secara teratur dan dapat berulang.

4. B – penggaris
Penggaris membantu membuat garis lurus dengan lebih rapi.

5. C – membuat motif dengan rapi dan kreatif
Desain seni tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga ketelitian dan kerapian.

6. Lampung

7. pola

8. sketsa

9. Contoh jawaban: segitiga, lingkaran, belah ketupat, bunga, daun, atau bentuk geometris lainnya.

10. Karena kain tapis merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, sehingga perlu dihargai, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.


H. RUBRIK PENILAIAN KARYA

Aspek yang DinilaiSkor 1Skor 2Skor 3Skor 4

Kreativitas motif

Belum berkembang

Mulai berkembang

Baik

Sangat kreatif

Kesesuaian pola

Belum sesuai

Sebagian sesuai

Sesuai

Sangat teratur

Kerapian

Kurang rapi

Cukup rapi

Rapi

Sangat rapi

Pewarnaan

Belum selesai

Cukup

Baik

Sangat baik

Apresiasi budaya

Belum memahami

Mulai memahami

Memahami

Sangat menghargai


13. KESIMPULAN / REFLEKSI

A. Kesimpulan Materi

Hari ini kita telah mempelajari bahwa kain tapis merupakan salah satu warisan budaya khas Lampung yang memiliki motif indah dan beragam.

Dalam membuat desain motif tapis sederhana, kita dapat menggunakan unsur garis, bentuk, pola, pengulangan, dan warna.

Membuat motif tapis membutuhkan kreativitas, ketelitian, kesabaran, dan kerapian. Setiap murid juga dapat membuat variasi motif sesuai dengan ide dan imajinasinya.

Melalui kegiatan ini, kita belajar bukan hanya membuat karya seni, tetapi juga mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah.

B. Refleksi Pembelajaran

Guru mengajak murid menjawab:

  1. Apa yang kamu pelajari hari ini?

  2. Motif apa yang paling kamu sukai?

  3. Bagian mana yang paling mudah?

  4. Bagian mana yang paling sulit?

  5. Apakah kamu senang membuat desain motif tapis?

  6. Bagaimana cara kita ikut melestarikan budaya Lampung?

C. Kendala

Guru mencatat kendala yang ditemukan selama pembelajaran, misalnya:

  • beberapa murid masih kesulitan membuat pola berulang;

  • beberapa murid membutuhkan bantuan dalam menggunakan penggaris;

  • terdapat murid yang masih kurang percaya diri dalam menentukan motif;

  • sebagian murid membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pewarnaan.

D. Tindak Lanjut

Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan pengayaan berupa pengembangan motif tapis yang lebih kompleks.

Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan pendampingan untuk mengulang pembuatan pola sederhana dengan menggunakan bentuk dasar seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan belah ketupat.

E. Capaian Pembelajaran

Guru mencatat:

  • Jumlah siswa yang memahami materi: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang mampu menyelesaikan karya: ______ siswa

  • Jumlah siswa yang membutuhkan tindak lanjut: ______ siswa

Pesan penutup:

"Budaya adalah identitas kita. Dengan mengenal dan membuat karya dari motif tapis, kita ikut menjaga dan melestarikan budaya Lampung."

Alhamdulillah, pembelajaran hari ini selesai. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Read more...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi Ajar Senin 24 Agustus 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©