IDENTITAS
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Hari / Tanggal : Jum'at 28 Agustus 2026
Fase / Kelas : B / 4
Mata Pelajaran : Kokurikuler Seni dan Budaya / Kearifan Lokal Lampung
Materi : Diskusi Makna Filosofi Motif Tapis Lampung dan Penyempurnaan Desain
Minggu Ke : 5
Pertemuan Ke : 3 dan 4
7. Apersepsi
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak-anak sholih dan sholihah? Semoga hari ini semuanya sehat, bahagia, dan semangat untuk berkarya.
Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengenal bahwa Tapis Lampung bukan hanya kain yang indah, tetapi memiliki berbagai motif yang mengandung makna dan nilai kehidupan masyarakat Lampung.
Allah SWT adalah Al-Khaliq, Zat Yang Maha Menciptakan. Allah menciptakan manusia, alam, tumbuhan, hewan, dan segala sesuatu dengan bentuk yang indah dan memiliki manfaat.
Allah juga Al-Malik, Yang Maha Memelihara. Kita sebagai manusia harus menjaga dan menghargai ciptaan Allah serta menjaga budaya yang diwariskan oleh masyarakat terdahulu.
Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Memberi Rezeki. Keterampilan membuat karya dapat menjadi salah satu bentuk usaha manusia untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Hari ini kita akan belajar bahwa sebuah motif tidak hanya dibuat supaya terlihat indah. Setiap motif dapat memiliki cerita dan filosofi.
Oleh karena itu, sebelum menyempurnakan desain, kita akan berdiskusi:
“Apa makna motif yang kita pilih dan bagaimana kita dapat menggambarkan makna tersebut melalui karya kita?”
8. Capaian Pembelajaran (CP)
Murid mampu mengenal, mengembangkan, dan menyempurnakan karya seni berbasis budaya lokal dengan memperhatikan bentuk, pola, makna, serta nilai yang terkandung dalam motif Tapis Lampung.
9. Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, murid diharapkan mampu:
Menjelaskan secara sederhana makna filosofi motif Tapis Lampung yang dipilih.
Menghubungkan makna motif dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan desain motif yang telah dibuat.
Berdiskusi dan menerima saran dari teman dalam menyempurnakan desain.
Memperbaiki bentuk, ukuran, pola, dan susunan motif berdasarkan hasil diskusi.
Membuat desain motif yang sederhana sehingga dapat ditiru dan dikerjakan secara mandiri pada kain strimin.
Meaningful: memahami bahwa motif yang dibuat memiliki cerita dan nilai kehidupan, bukan sekadar hiasan.
Mindful: bekerja dengan teliti, sabar, dan bertanggung jawab ketika memperbaiki desain.
Joyful: menikmati proses berdiskusi, menggambar, mencoba, dan menyempurnakan karya bersama teman.
10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Pertemuan Ke-3 – Mengenal Makna dan Berdiskusi
Murid:
Mengamati kembali beberapa contoh motif Tapis Lampung.
Mengidentifikasi motif yang telah dipilih pada pertemuan sebelumnya.
Mendengarkan penjelasan guru mengenai makna atau filosofi motif.
Berdiskusi dalam kelompok mengenai hubungan antara motif dengan kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan hasil diskusi kelompok.
Mengamati kembali desain masing-masing.
Menentukan bagian desain yang perlu diperbaiki.
Mendapatkan masukan dari guru dan teman.
Pertemuan Ke-4 – Menyempurnakan Desain
Murid:
Membuka kembali desain awal yang telah dibuat.
Memilih bagian motif yang akan dipertahankan.
Memperbaiki bentuk motif agar lebih sederhana dan mudah dibuat.
Mengatur pengulangan motif agar terlihat rapi.
Menyesuaikan ukuran motif dengan ukuran kain strimin.
Menambahkan pola pendukung sederhana.
Menyelesaikan desain akhir.
Mempresentasikan desain secara singkat.
Menjelaskan makna motif yang dipilih.
Menyimpan desain sebagai pola yang akan digunakan pada tahap pembuatan karya berikutnya.
11. Model / Metode
Model : Project Based Learning / Pembelajaran Berbasis Projek
Metode :
Pengamatan
Diskusi kelompok
Tanya jawab
Demonstrasi
Praktik menggambar
Peer review / saling memberikan masukan
Presentasi
Refleksi
12. PENJABARAN MATERI
PERTEMUAN KE-3
Diskusi Makna Filosofi Motif Tapis Lampung
A. Mengingat Kembali Motif Tapis
Guru menampilkan beberapa contoh motif Tapis Lampung.
Motif yang direkomendasikan untuk proyek kelas 4:
| Motif | Makna sederhana untuk siswa | Tingkat kemudahan |
|---|---|---|
Pucuk Rebung | Kekeluargaan, saling membantu, menjaga silaturahmi | ⭐ Sangat mudah |
Belah Ketupat | Kebersamaan dan berbagi | ⭐ Sangat mudah |
Bunga | Perbuatan dan pekerjaan yang baik, rapi, dan indah | ⭐ Sangat mudah |
Kapal | Perjalanan kehidupan manusia | ⭐⭐ Mudah |
Burung | Kebebasan memilih dengan tetap menjaga kesopanan | ⭐⭐ Mudah |
Pohon Hayat | Kehidupan dan kemampuan menempatkan diri dalam masyarakat | ⭐⭐⭐ Sedang |
Makna pucuk rebung sebagai simbol hubungan kekeluargaan dan saling menolong, belah ketupat sebagai kebersamaan, bunga sebagai kerapian/keindahan, pohon hayat sebagai bagian dari perjalanan hidup dan kehidupan bermasyarakat, serta burung sebagai simbol kebebasan dengan tetap menjaga perilaku sopan dijelaskan dalam beberapa sumber mengenai filosofi motif Tapis Lampung.
Untuk kelas 4 dan pembuatan mandiri, guru sebaiknya mengutamakan:
1. Motif Pucuk Rebung
Bentuk dasarnya dapat dibuat dari segitiga.
Contoh sederhana:
/\
/ \
/____\
/\
/ \
/____\
Makna: hubungan kekeluargaan dan saling membantu.
Contoh penerapan di sekolah:
Saya membantu teman ketika mengalami kesulitan.
Motif pucuk rebung memang merupakan salah satu motif yang banyak dijumpai pada Tapis dan memiliki beragam penafsiran filosofis. Untuk pembelajaran kelas 4, makna yang digunakan sebaiknya disederhanakan menjadi kekeluargaan, saling membantu, dan menjaga silaturahmi.
2. Motif Belah Ketupat
Bentuk dasarnya sangat mudah dibuat menggunakan pola geometris:
/\
/ \
\ /
\/
Dapat dibuat berulang:
/\ /\ /\ /\
/ \ / \ / \ / \
\ / \ / \ / \ /
\/ \/ \/ \/
Makna: kebersamaan dan berbagi kepada sesama.
Contoh perilaku:
Saya mau berbagi alat tulis dengan teman yang membutuhkan.
3. Motif Bunga Sederhana
Bunga dapat dibuat dengan bentuk geometris sederhana.
\ | /
-- (●) --
/ | \
Atau dibuat dengan 4–6 kelopak.
Makna: pekerjaan dan perbuatan dilakukan dengan baik, rapi, dan indah.
Contoh perilaku:
Saya mengerjakan tugas dengan rapi dan tidak terburu-buru.
4. Motif Kapal Sederhana
Untuk kelas 4, kapal tidak perlu dibuat rumit.
/\
/ \
/____\
||
____/ \____
/____________\
Motif kapal pada Tapis memiliki makna perjalanan kehidupan manusia. Sumber resmi Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menjelaskan motif kapal sebagai simbol perjalanan kehidupan manusia dari kelahiran, masa anak-anak, remaja, dewasa, perkawinan hingga kematian.
Untuk anak kelas 4 dapat disederhanakan menjadi:
Kapal = perjalanan kehidupan.
Guru dapat menghubungkannya dengan:
“Hari ini kita masih anak-anak. Kita terus belajar agar perjalanan hidup kita menjadi lebih baik.”
B. Kegiatan Diskusi Kelompok
Setiap kelompok memilih satu motif.
Pertanyaan Diskusi
1. Nama motif yang kami pilih:
....................................................
2. Bentuk motifnya seperti apa?
....................................................
3. Apa makna motif tersebut?
....................................................
4. Bagaimana makna tersebut dapat diterapkan di sekolah?
....................................................
5. Bagian desain kami yang sudah bagus:
....................................................
6. Bagian desain yang perlu diperbaiki:
....................................................
7. Apa saran teman untuk memperbaiki desain kami?
....................................................
C. Kegiatan “Galeri Motif”
Setiap kelompok meletakkan desainnya di meja.
Kelompok lain mengamati dan memberikan dua jenis komentar:
⭐ Yang sudah bagus
....................................................
💡 Yang dapat diperbaiki
....................................................
Guru mengingatkan:
“Memberikan masukan bukan berarti mengatakan karya teman jelek. Kita memberikan saran agar karya teman menjadi lebih baik.”
PERTEMUAN KE-4
Menyempurnakan Desain Motif
A. Langkah 1 – Memeriksa Desain
Murid melihat kembali desain awal.
Guru memberikan pertanyaan:
Apakah bentuk motif sudah jelas?
Apakah motif terlalu rumit?
Apakah ukuran motif sudah sesuai?
Apakah motif dapat dibuat menggunakan kain strimin?
Apakah pola dapat diulang?
Apakah jarak antar motif sudah cukup?
B. Langkah 2 – Menyederhanakan Motif
Prinsip utama untuk karya anak:
SEDERHANA – RAPI – BERULANG – MUDAH DITIRU
Contoh:
❌ Terlalu rumit:
Motif memiliki banyak garis kecil dan bentuk tidak beraturan.
✅ Lebih sesuai:
Motif menggunakan:
garis lurus
segitiga
belah ketupat
persegi
lingkaran sederhana
bentuk bunga sederhana
Hal ini sangat sesuai dengan teknik kerja pada kain strimin karena anak dapat mengikuti kotak-kotak kain sebagai panduan.
C. Langkah 3 – Membuat Pola Berulang
Contoh pola pucuk rebung:
/\ /\ /\ /\ /\
/ \ / \ / \ / \ / \
\ / \ / \ / \ / \ /
\/ \/ \/ \/ \/
Contoh pola belah ketupat:
◇ ◇ ◇ ◇ ◇ ◇
Contoh pola bunga:
✿ ✿ ✿ ✿ ✿
Anak boleh membuat variasi sendiri selama bentuk dasar dan makna motif tetap dipertahankan.
D. Langkah 4 – Menyesuaikan dengan Kain Strimin
Guru memberikan contoh ukuran sederhana.
Untuk pembatas buku:
┌──────────────────┐
│ /\ ◇ /\ ◇ │
│ / \/ \/ \ │
│ \ /\ /\ / │
│ \/ ◇ \/ │
└──────────────────┘
Untuk gantungan kunci:
┌──────────┐
│ /\ │
│ / \ │
│ /____\ │
│ \ / │
│ \/ │
└──────────┘
Motif dibuat besar dan sederhana, sehingga anak dapat menghitung kotak strimin dan mengikuti pola secara mandiri.
E. Langkah 5 – Penyempurnaan Desain
Murid menyempurnakan:
Bentuk utama motif.
Ukuran motif.
Jarak antar motif.
Pola pengulangan.
Motif pendukung.
Kerapian garis.
Kesesuaian dengan ukuran benda yang akan dibuat.
Kesederhanaan pola agar mudah disulam.
F. HASIL AKHIR YANG DIHARAPKAN
Pada akhir Pertemuan ke-4, setiap murid memiliki:
1 desain final motif Tapis Lampung
yang sudah memiliki:
Nama motif
Gambar motif
Makna/filosofi
Pola pengulangan
Ukuran
Rancangan warna
Siap dipindahkan ke kain strimin
G. Contoh Format Desain Final Siswa
NAMA : ............................................
KELAS : ............................................
MOTIF PILIHAN : ............................................
MAKNA MOTIF :
............................................................
CONTOH PERILAKU YANG AKAN SAYA LAKUKAN:
............................................................
GAMBAR DESAIN FINAL
┌──────────────────────────┐
│ │
│ POLA MOTIF │
│ │
│ ◇ /\ ◇ /\ │
│ /\ ◇ /\ ◇ │
│ │
│ ◇ /\ ◇ /\ │
│ │
└──────────────────────────┘
WARNA YANG DIGUNAKAN:
................................
................................
................................
ASESMEN FORMATIF
Pilihan Ganda
1. Sebelum menyempurnakan desain, sebaiknya kita ....
A. langsung menyulam
B. berdiskusi dan menerima masukan
C. membuang desain
D. menyalin karya teman
2. Motif pucuk rebung dapat dikaitkan dengan nilai ....
A. permusuhan
B. kekeluargaan
C. kesombongan
D. kemalasan
3. Motif belah ketupat dapat dikaitkan dengan nilai ....
A. kebersamaan
B. pertengkaran
C. persaingan
D. kemarahan
4. Agar mudah dibuat di kain strimin, desain sebaiknya ....
A. sangat rumit
B. memiliki banyak detail kecil
C. sederhana dan mengikuti pola kotak
D. tidak memiliki pola
5. Ketika teman memberikan saran terhadap desain kita, sikap yang tepat adalah ....
A. marah
B. menolak semua saran
C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran
D. meninggalkan kelompok
Isian
6. Motif yang berbentuk tunas bambu disebut motif ....
7. Desain yang dibuat berulang akan menghasilkan sebuah ....
8. Saat memperbaiki desain, kita harus bekerja dengan .... dan teliti.
Esai
9. Jelaskan mengapa kita perlu mengetahui makna sebuah motif sebelum membuat karya!
10. Sebutkan tiga hal yang harus diperhatikan ketika menyempurnakan desain agar mudah dibuat pada kain strimin!
KUNCI JAWABAN
Pilihan Ganda
B. berdiskusi dan menerima masukan
B. kekeluargaan
A. kebersamaan
C. sederhana dan mengikuti pola kotak
C. mendengarkan dan mempertimbangkan saran
Isian
Pucuk rebung
Pola
Sabar
Esai
9. Agar kita tidak hanya membuat motif sebagai hiasan, tetapi juga memahami cerita, nilai, dan filosofi yang terkandung di dalamnya sehingga karya memiliki makna.
10. Contohnya:
Bentuk motif sederhana.
Ukuran sesuai dengan kain strimin.
Pola mudah diikuti.
Jarak antar motif teratur.
Menggunakan garis dan bentuk geometris sederhana.
KESIMPULAN / REFLEKSI
Kesimpulan
Pada kegiatan minggu ke-5, murid belajar bahwa motif Tapis Lampung tidak hanya memiliki fungsi sebagai hiasan, tetapi juga dapat mengandung nilai dan filosofi.
Murid kemudian menggunakan hasil diskusi untuk menyempurnakan desain motif agar lebih sederhana, rapi, memiliki pola berulang, dan dapat dikerjakan secara mandiri menggunakan kain strimin.
Refleksi Murid
Murid menjawab:
1. Motif yang saya pilih adalah:
....................................................
2. Makna motif saya adalah:
....................................................
3. Hal yang saya perbaiki dari desain saya adalah:
....................................................
4. Saran teman yang saya gunakan adalah:
....................................................
5. Saya merasa ................. saat menyempurnakan desain.
Refleksi Guru
Kendala pembelajaran:
............................................................
Tindak lanjut:
............................................................
Jumlah siswa yang sudah mampu menjelaskan filosofi motif:
........ siswa
Jumlah siswa yang masih membutuhkan bimbingan:
........ siswa
Jumlah siswa yang telah menyelesaikan desain final:
........ siswa


0 komentar:
Posting Komentar