IDENTITAS:
Nama Guru : Ruwi Merliana, S.Pd
Mata pelajaran : Pkn, Seni Rupa, B.Indonesia, Matematika
Hari/tanggal : Senin, 18 Mei 2026
Kelas : 5 A
Materi Pokok : 1.PKN (ringkasan bab 3&4).
2. Bahasa Indonesia (pantun )
3. Seni Rupa ( membuat proyek limbah kertas)
4. Matematika (mengurutkan dan membandingkan bilangan cacah sampai 1.000.000)
Alat Peraga :
1.PKN (LKPD)
2. Bahasa indonesia (LKPD)
3. Seni Rupa ( video pembelajaran)
4. Matematika (video pembelajaran)
Metode Pembelajaran :
1. Pendidikan Pancasila ( PBL)
2. Bahasa Indonesia (PBL)
3. Seni Rupa (PBL)
4. Matematika (PBL)
Assalamualaikum wr wb
Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. Alhamdulillah hari ini ananda sudah datang ke sekolah kembali seperti biasanya ya nak.
Silahkan simak pembelajaran hari ini dengan baik
MATERI PELAJARAN : PKN
Tujuan pembelajaran : Siswa dapat memahami soal yang diberikan .
1. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Bentuk Negara: Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik (NKRI).
- Makna Negara Kesatuan: Wilayah Indonesia adalah satu kesatuan utuh dari Sabang sampai Merauke, tidak terpecah-pecah.
- Cara Menjaga Keutuhan:
- Cinta tanah air dan bangsa.
- Membina persatuan dan kesatuan.
- Rela berkorban untuk kepentingan negara.
- Menghargai keanekaragaman suku dan budaya.
- Pengertian Organisasi: Sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
- Manfaat Berorganisasi: Melatih kerja sama, belajar menghargai pendapat, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan.
- Contoh Organisasi:
- Di Sekolah: Pramuka, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Koperasi Sekolah, dan regu piket.
- Di Lingkungan Masyarakat: Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Karang Taruna, dan Koperasi Unit Desa (KUD).
- Pengambilan Keputusan:
- Musyawarah: Pembahasan bersama untuk menyelesaikan masalah guna mencapai mufakat.
- Pemungutan Suara (Voting): Dilakukan jika musyawarah tidak mencapai mufakat, dengan cara menghitung suara terbanyak.
- Aklamasi: Pernyataan setuju secara lisan oleh seluruh anggota tanpa pemungutan suara.
- Bela Negara: Sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI.
- Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928): Tonggak sejarah yang menegaskan tekad seluruh pemuda Indonesia untuk bersatu menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan menjunjung bahasa persatuan.
- Perilaku Cinta Tanah Air: Menggunakan produk dalam negeri, melestarikan budaya lokal, dan rajin belajar.
- Semboyan Negara: Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
- Keberagaman Indonesia meliputi: Suku bangsa, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat, tarian tradisional, dan agama.
- Sikap Menghargai Keberagaman:
- Tidak membeda-bedakan teman.
- Mau mempelajari budaya daerah lain.
- Menghormati teman yang sedang beribadah.
- TUGAS :
- Soal Pilihan Ganda
- Sikap yang harus dikembangkan dalam menyikapi keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia adalah ....
a. Menghargai dan menghormati
b. Menganggap suku sendiri paling hebat
c. Memilih-milih teman berdasarkan daerah asal
d. Acuh tak acuh terhadap budaya lain - Rumah adat tradisional yang berasal dari provinsi Sumatera Barat adalah ....
a. Joglo
b. Gadang
c. Lamin
d. Tongkonan - Rasa cinta tanah air dengan mengagungkan bangsa sendiri, namun merendahkan bangsa lain disebut ....
a. Nasionalisme
b. Patriotisme
c. Chauvinisme
d. Etnosentrisme - Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti penting dalam menjaga persatuan. Semboyan ini menekankan bahwa meskipun kita berbeda-beda, kita tetap ....
a. Memiliki kebiasaan yang sama
b. Satu bangsa Indonesia
c. Berasal dari nenek moyang yang sama
d. Menggunakan satu bahasa daerah - Alat musik tradisional yang berasal dari daerah Papua adalah ....
a. Angklung
b. Sasando
c. Tifa
d. Gamelan
Soal Esai- Sebutkan 3 contoh sikap yang mencerminkan cinta tanah air di lingkungan sekolah!
Jawaban: - Apa nama lagu daerah yang berasal dari provinsi Jawa Barat?
Jawaban: - Mengapa kita tidak boleh membeda-bedakan teman yang berbeda suku dan agama?
Jawaban:
- Sikap yang harus dikembangkan dalam menyikapi keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia adalah ....
Materi pelajaran : bahasa Indonesia
Tujuan pembelajaran : murid dapat mengidentifikasi pengertian pantun dan jenisnya
Pantun sendiri merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terikat dengan aturan dan masih populer hingga saat ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pantun adalah bentuk puisi melayu yang tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak.
Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu patuntun yang bermakna penuntun, teman-teman. Awalnya, pantun adalah salah satu bentuk sastra lisan yang menjadi tradisi di kalangan masyarakat Melayu.
Namun, saat ini pantun sudah sering ditemukan dan digunakan dalam bentuk tertulis juga, teman-teman.
Ingin tahu lebih lengkap tentang pantun? Simak informasi berikut ini, yuk!
Ciri-Ciri Pantun
Pantun memiliki aturan terikat dalam penciptaannya. Sebuah pantun dapat dikenal dengan mengetahui ciri-ciri pantun. Ciri-ciri pantun, antara lain:
- Terdiri dari empat baris.
- Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
- Memiliki pola sajak a-b-a-b atau a-a-a-a.
- Baris pertama dan kedua berisi kalimat sampiran.
- Baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun.
Jenis Pantun dan Contohnya
Ada banyak jenis pantun, berdasarkan isinya pantun dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
1. Pantun Nasihat
Pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan moral dan juga pembelajaran atau didikan.
Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak pembaca atau pendengar untuk berbuat baik.
Ada anak bermain gitar
Gitar dipetik musik mengalun
Jika ingin menjadi pintar
Belajarlah dengan giat dan tekun
2. Pantun Teka-Teki
Pantun teka-teki adalah pantun yang berisi pertanyaan. Ciri khas pantun ini terdapat kalimat tanya pada akhir baris pantun.
Contoh pantun teka-teki, yakni:
Banyak benar anak gen halilintar
Pintar berdandan pandai bergaya
Jika kamu memang pintar
Hewan apa yang paling kaya?
3. Pantun Agama
Pantun agama bertujuan memberikan pesan moral dan didikan yang membahas hubungan manusia dengan pencipta-Nya.
Ketika ada jarum yang patah
Jangan gantikan dengan busa
Jika hati terasa lemah
Jangan lupakan yang Maha Kuasa
4. Pantun Jenaka
Pantun jenaka merupakan pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan dan sebagai media saling sindir dalam suasana akrab.
Anak kera mirip buaya
Mencari makan di kandang merpati
Dari jauh mirip Luna Maya
Sudah dekat ternyata Mpok Ati
5. Pantun Kiasan
Pantun jenis ini biasanya berisi kiasan jadi, artinya tidak langsung terlihat namun tersirat, teman-teman.
Marina berjalan dalam gelap
Dapatkan ular warna hitam
Berkenalan tanpa menatap
Bagai meraba dalam kelam
6. Pantun Peribahasa
Pantun peribahasa merupakan pantun yang didalamnya terdapat kalimat peribahasa yang umumnya memiliki susunan tetap.
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit kita dahulu
Bersenang-senang ke tepian
Nah, itulah penjelasan lengkap tentang pantun dan contohnya. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman, ya.
Latihan soal
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
Jalan-jalan ke pasar malam
Pulang-pulang membeli ketupat
Jika ingin menjadi orang paham
Belajar jangan pernah terlambat
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 1 dan 4
a. Jenaka
b. Nasihat
c. Teka-teki
d. Kiasan
- Bersajak a-b-a-b
- Satu bait terdiri dari 4 baris
- Bersajak a-a-a-a
- Baris 3 dan 4 adalah sampiran
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 4
d. 3 dan 4
a. Buah pisang buah tomat
Semua ada manfaatnya
Sejak kecil hidup hemat
Besar nanti kaya raya
Lebat daunnya tiada tara
Ayo kawan kita belajar
Agar hati gembira
Terbang tinggi mencari makan
Gigi kakek sudah ompong
Kalau makan susah dikunyah
Pulang ke rumah memasak ikan
Janganlah berlaku takabur
Agar hidup tenang dan aman
Naik delman keliling kota
Singgah sebentar membeli jamu
...?
...?
a. Bermain bola di lapangan
Badan sehat hati pun senang
b. Jika kamu rajin membaca
Banyak ilmu akan bertumpu
c. Adik menangis karena jatuh
Ibu datang mengobati luka
d. Mari kita tidur siang
Mimpi indah di malam hari
- Dalam sebuah bait pantun, baris ketiga dan keempat disebut sebagai bagian . . .
- Pantun yang isinya mengandung pertanyaan yang harus dijawab oleh pendengarnya disebut pantun . . .
- Pola sajak atau rima yang paling umum dan sering digunakan dalam sebuah pantun adalah . . .
- Biasanya, setiap baris pada pantun terdiri atas . . . sampai . . . suku kata.
MATA PELAJARAN : SENI RUPA
Tujuan Pembelejaran : Murid dapat menciptakan sebuah karya dari limbah kertas
- Bubur Kertas (Paper Mache): Kertas direndam, dihaluskan, dicampur lem, lalu dibentuk menjadi patung atau wadah.
- Gulungan Kertas (Paper Quilling/Rolled Paper): Koran/majalah bekas digulung kecil, disusun, dan dilem membentuk tempat pensil atau vas.
- Anyaman Kertas: Kertas koran dilipat memanjang dan dianyam menjadi keranjang kecil.
- Kolase/Lukisan Kertas: Potongan kertas berwarna ditempel menjadi karya seni 2 dimensi.
- Lingkungan: Mengurangi sampah kertas dan mendukung konsep recycle.
- Ekonomi: Meningkatkan kreativitas dan menghasilkan produk bernilai jual.
- Keterampilan: Melatih motorik halus dan ketelitian siswa.
- Pengumpulan: Kumpulkan koran/kertas bekas, pisahkan dari plastik.
- Pencacahan: Sobek atau hancurkan kertas, rendam dalam air.
- Pembuatan Bubur: Blender atau tumbuk hingga menjadi bubur, tambahkan lem putih.
- Pembentukan: Bentuk sesuai kreativitas, keringkan di bawah sinar matahari.
Saksikan video berikut ini
Tugas
- Hitung Jumlah Digit: Pastikan jumlah digit sama. Jika berbeda, angka dengan digit lebih banyak adalah yang terbesar.
- Bandingkan Nilai Tempat Terbesar: Lihat angka ratus ribuan (paling kiri).
- Bandingkan Digit Berikutnya: Jika angka ratus ribuan sama, bandingkan puluh ribuan, lalu ribuan, dan seterusnya.
- Bilangan: (350.200), (305.000), (350.002), (352.000)
- Analisis:
- Semua berawalan 3 (ratus ribuan).
- Bandingkan puluh ribuan: (305.000) (0), (350.200) (5), (350.002) (5), (352.000) (5).
- (305.000) adalah yang terkecil.
- Bandingkan (350.200), (350.002), (352.000) (nilai ribuan/ratusan): (350.002) < (350.200) < (352.000).
- Urutan: (305.000), (350.002), (350.200), (352.000).
- Tanda " (>) " (Lebih dari): Mulut buaya menghadap angka yang lebih besar. Contoh: (500.000 > 400.000).
- Tanda " (<) " (Kurang dari): Ujung runcing menghadap angka yang lebih kecil. Contoh: (120.000 < 120.001).
- Tanda " (=) " (Sama dengan): Digunakan jika angka persis sama. Contoh: (750.000 = 750.000)
A. Puluhan ribu
B. Ratusan ribu
C. Ribuan
D. Ratusan
A. 560.045
B. 506.045
C. 506.450
D. 560.400
A.
B.
C.
D.
A. 415.200, 415.020, 415.210
B. 321.050, 321.500, 321.005
C. 543.120, 543.210, 543.211
D. 789.123, 789.132, 789.321
A. 369.935
B. 369.835
C. 359.935
D. 359.835
A. 525.300
B. 525.200
C. 535.300
D. 535.200
A. 3.000
B. 3.500
C. 4.000
D. 4.500
A. 200
B. 20
C. 2.000
D. 2
A. Rp 200.000
B. Rp 225.000
C. Rp 250.000
D. Rp 275.000
A. 70.000
B. 80.000
C. 90.000
D. 100.000


0 komentar:
Posting Komentar