Rabu, 06 Mei 2026

Materi ajar rabu 06 mei 2026

| |


IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             :  IPAS, bahasa Indonesia 

Hari/tanggal                 : Rabu, 06 mei 2026

Kelas                             : 5 A 

Materi Pokok        

1. IPAS (Topik B oh lingkungan ku rusak)

 2. Bahasa Indonesia ()

Alat Peraga                  : 

1.IPAS (komposisi sampah )

 2. bahasa indonesia (LKPD)

                                       

Metode Pembelajaran : 1. IPAS(PBL)

    2. BAhasa Indonesia (PBL)
           

  • MAteri Pelajaran : IPAS

Tujuan Pembelajaran:

Siswa mampu membedakan jenis sampah, memahami dampak penumpukan sampah, dan menerapkan pemilahan sampah di rumah maupun sekolah untuk pelestarian lingkungan. [
Materi komposisi sampah kelas 5 SD mencakup pemahaman bahwa sampah terdiri dari bahan organik (~57-71% seperti sisa makanan/daun) yang mudah terurai dan anorganik (~17-18% seperti plastik/logam) yang sulit terurai. Pemilahan sampah sangat penting untuk memudahkan pengolahan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). 
Komposisi dan Jenis Sampah:
  1. Sampah Organik (Sampah Basah/Mudah Terurai):
    • Berasal dari makhluk hidup (sisa makanan, dedaunan, ranting, sayuran).
    • Dapat diolah menjadi kompos (pupuk organik) melalui proses dekomposisi.
  2. Sampah Anorganik (Sampah Kering/Sulit Terurai):
    • Berasal dari bahan non-hayati (plastik, botol, kaca, kaleng, logam, kertas).
    • Dapat didaur ulang (recycle) atau digunakan kembali (reuse).
  3. Sampah Residu:
    • Sampah yang sulit dipilah dan didaur ulang, biasanya berakhir di TPA (contoh: popok sekali pakai, tisu bekas).
  4. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun):
    • Sampah yang mengandung zat berbahaya (baterai, lampu neon, botol deterjen). 
Pengelolaan Sampah (3R/5R):
  • Reduce (Mengurangi): Membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  • Reuse (Menggunakan Kembali): Menggunakan botol minum ulang, menggunakan sisi kertas yang masih kosong.
  • Recycle (Mendaur Ulang): Membuat kerajinan dari sampah plastik, mengolah sampah organik menjadi kompos. 

MATERI PELAJARAN :  bahas Indonesia 
Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami cara penggunaan kata hubung pada kalimat

Jenis-Jenis Kata Hubung Antarkalimat Beserta Contohnya

Pada materi Bahasa Indonesia kelas 5 SD, kita akan belajar tentang kata hubung atau konjungsi antarkalimat.

Kata hubung adalah kata untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.

Yap, kata hubung dipakai agar dua kata dalam kalimat atau dua kalimat bisa menjadi satu kesatuan utuh.

O iya, kata hubung sering disebut konjungsi. Ada banyak sekali kata hubung atau konjungsi dalam bahasa Indonesia.Namun, secara garis besar, kata hubung dibagi jadi kata hubung intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.


Pada materi Bahasa Indonesia kali ini, kita akan secara khusus belajar tentang kata hubung antarkalimat.


Pengertian Kata Hubung Antarkalimat

Kata hubung antarkalimat adalah kata yang berfungsi menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat berikutnya.

Ini artinya, fungsi dari kata hubung antarkalimat adalah menjadikan dua kalimat menjadi satu kesatuan.

Umumnya, kata hubung ini dipakai untuk menyatakan arti yang berbeda atau jika kalimatnya terlalu panjang.

Letak kata hubung di awal kalimat atau setelah tanda baca, seperti titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).

Kata hubung antarkalimat ini selalu memulai sebuah kalimat baru yang diawali dengan huruf kapital, teman-teman.Selain ditulis di awal kalimat dengan huruf kapital, kata hubung juga disambung dengan tanda koma (,).


Jenis Kata Hubung Antarkalimat

Sebagai informasi, konjungsi antarkalimat terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya, lo.


Berdasarkan buku Bahasa Indonesia kelas 5 SD, berikut ini jenis konjungsi antarkalimat dan contohnya:


1. Kata Hubung Kelanjutan Peristiwa

Contoh kata hubung:

Setelah itu

Sesudah itu

Sebelum itu

Selanjutnya

Kemudian

Contoh kalimat:

- Ketua kelas melerai perselisihan yang terjadi saat istirahat. Setelah itu, ia mengajak semuanya untuk berunding.

- Kami membuat papan petunjuk tentang mencegah perundungan. Kemudian, kami menempelnya di papan pengumuman.

- Langkah pertama adalah menyiapkan bumbu. Selanjutnya, panaskan minyak dan masukkan nasi ke dalam penggorengan.2. Kata Hubung Sebab Akibat

Contoh kata hubung:

Dengan demikian

Oleh karena itu

Oleh sebab itu

Akibatnya

Contoh kalimat: Kita harus menaati peraturan. Dengan demikian, lingkungan sekolah menjadi lebih tertib dan aman.

- Mereka melanggar peraturan. Akibatnya, mereka mendapat hukuman

.Timnas Indonesia berhasil menang atas Thailand. Oleh karena itu, mereka berhak menyandang gelar juara.


3. Kata Hubung Pertentangan

Contoh kata hubung:

Namun

Meskipun begitu

Akan tetapi

Di sisi lain

Contoh kalimat:

Guru sudah sering menasihatinya. Namun, ia masih saja tidak berubah.

- Aku tidak sependapat dengan Kayla. Meskipun begitu, kami tetap berteman.

- Aku tidak bisa berangkat hari ini. Akan tetapi, aku tetap mengirim kado.

Video pembelajaran : 


Nah, itulah pengertian dan contoh kata hubung antarkalimat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, ya.

 REFLEKSI :   

 

PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassalamu'alaikum wr wb 


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi ajar rabu 06 mei 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©