Rabu, 13 Mei 2026

Materi ajar rabu 13 mei 2026

| |


IDENTITAS:

Nama Guru                   : Ruwi Merliana, S.Pd

Mata pelajaran             :  IPAS, bahasa Indonesia 

Hari/tanggal                 : rabu 13 mei 2026

Kelas                            : 5 A 

Materi Pokok        

1. IPAS (topik C Permasalahan lingkungan mengancam kehidupan)

2. Bahasa Indonesia (kata hubung dalam kalimat)

Alat Peraga  

1.  IPAS ( Video Pembelajaran)

 2. Bahasa Indonesia (LKPD video pembelajaran) 

Metode Pembelajaran : 

1.  IPAS (PBL)

 2.  Bahasa Indonesia (PBL)

            

Assalamualaikum wr wb 

Good morning soleh solehah 5A. Bagaimana keadaannya hari ini, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah swt. Alhamdulillah kita telah bersiap untuk belajar kembali ya nak.. Yuk persiapkan diri kalian untuk menerima materi hari ini.  

  • MAteri Pelajaran : IPAS
  • Tujuan Pembelajaran : Memahami permasalahan lingkungan yang mengancam kehidupan
Materi Bab 8 IPAS Kelas 5 Kurikulum Merdeka Topik C membahas tentang permasalahan lingkungan di Bumi. Fokus utamanya adalah memahami berbagai jenis kerusakan lingkungan, penyebab utamanya, dampak yang ditimbulkan terhadap kehidupan, serta cara-cara pencegahan dan penanggulangannya dalam kehidupan sehari-hari. 
Berikut adalah rangkuman poin-poin penting yang mudah dipahami:
1. Masalah Lingkungan yang Mengancam Bumi
Bumi kita saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang disebabkan oleh alam maupun aktivitas manusia. Masalah utama tersebut meliputi: 
  • Pencemaran (Polusi): Masuknya zat berbahaya ke lingkungan. Terbagi menjadi tiga, yaitu:
    • Pencemaran udara: Akibat asap kendaraan dan pabrik.
    • Pencemaran air: Akibat pembuangan limbah pabrik dan sampah ke sungai atau laut.
    • Pencemaran tanah: Akibat penggunaan pupuk kimia berlebih dan sampah plastik yang sulit terurai.
  • Perubahan Iklim Global: Perubahan pola cuaca drastis akibat pemanasan global (global warming).
  • Kerusakan Hutan (Deforestasi): Berkurangnya luas hutan akibat penebangan liar dan kebakaran hutan.
  • Kepunahan Spesies: Banyak hewan dan tumbuhan yang terancam punah akibat hilangnya habitat dan perburuan liar. 
2. Penyebab Permasalahan Lingkungan
Sebagian besar permasalahan lingkungan terjadi akibat dua faktor utama, yaitu:
  • Faktor Alam: Bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, atau kebakaran hutan akibat kemarau panjang.
  • Faktor Manusia (Paling Dominan):
    • Membuang sampah sembarangan.
    • Penggunaan kendaraan bermotor berlebihan yang memicu emisi gas rumah kaca.
    • Alih fungsi hutan menjadi pemukiman atau perkebunan tanpa reboisasi.
    • Penggunaan bahan sekali pakai secara berlebihan.
3. Dampak Buruk bagi Kehidupan
Jika tidak segera diatasi, kerusakan lingkungan akan memberikan dampak langsung bagi makhluk hidup, seperti:
  • Menurunnya kualitas udara yang memicu penyakit pernapasan.
  • Krisis air bersih akibat pencemaran.
  • Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat rusaknya daerah resapan air.
  • Punahnya keanekaragaman hayati karena ekosistem yang rusak.
4. Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan
Siswa diajak untuk ikut serta merawat Bumi melalui langkah-langkah sederhana, yang dikenal dengan prinsip Mengurangi, Menggunakan Kembali, dan Mendaur Ulang (3R):
  • Reduce (Mengurangi): Membatasi penggunaan plastik sekali pakai (misalnya membawa tas belanja atau botol minum sendiri).
  • Reuse (Menggunakan Kembali): Memanfaatkan barang bekas menjadi fungsi baru (misalnya membuat pot dari botol bekas).
  • Recycle (Mendaur Ulang): Mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat (misalnya membuat kompos dari sisa makanan).
  • Aksi Lainnya: Melakukan reboisasi (penanaman pohon kembali), menghemat penggunaan energi (listrik dan air), serta membuang sampah pada tempatnya.
Video pembelajaran 


Video pembelajaran :MATERI PELAJARAN :  bahas Indonesia 

Tujuan Pembelajaran : Murid dapat memahami cara penggunaan kata hubung pada kalimat

Jenis-Jenis Kata Hubung Antarkalimat Beserta Contohnya

Pada materi Bahasa Indonesia kelas 5 SD, kita akan belajar tentang kata hubung atau konjungsi antarkalimat.

Kata hubung adalah kata untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.

Yap, kata hubung dipakai agar dua kata dalam kalimat atau dua kalimat bisa menjadi satu kesatuan utuh.

O iya, kata hubung sering disebut konjungsi. Ada banyak sekali kata hubung atau konjungsi dalam bahasa Indonesia.Namun, secara garis besar, kata hubung dibagi jadi kata hubung intrakalimat, antarkalimat, dan antarparagraf.


Pada materi Bahasa Indonesia kali ini, kita akan secara khusus belajar tentang kata hubung antarkalimat.


Pengertian Kata Hubung Antarkalimat

Kata hubung antarkalimat adalah kata yang berfungsi menghubungkan kalimat pertama dengan kalimat berikutnya.

Ini artinya, fungsi dari kata hubung antarkalimat adalah menjadikan dua kalimat menjadi satu kesatuan.

Umumnya, kata hubung ini dipakai untuk menyatakan arti yang berbeda atau jika kalimatnya terlalu panjang.

Letak kata hubung di awal kalimat atau setelah tanda baca, seperti titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).

Kata hubung antarkalimat ini selalu memulai sebuah kalimat baru yang diawali dengan huruf kapital, teman-teman.Selain ditulis di awal kalimat dengan huruf kapital, kata hubung juga disambung dengan tanda koma (,).


Jenis Kata Hubung Antarkalimat

Sebagai informasi, konjungsi antarkalimat terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsinya, lo.


Berdasarkan buku Bahasa Indonesia kelas 5 SD, berikut ini jenis konjungsi antarkalimat dan contohnya:


1. Kata Hubung Kelanjutan Peristiwa

Contoh kata hubung:

Setelah itu

Sesudah itu

Sebelum itu

Selanjutnya

Kemudian

Contoh kalimat:

- Ketua kelas melerai perselisihan yang terjadi saat istirahat. Setelah itu, ia mengajak semuanya untuk berunding.

- Kami membuat papan petunjuk tentang mencegah perundungan. Kemudian, kami menempelnya di papan pengumuman.

- Langkah pertama adalah menyiapkan bumbu. Selanjutnya, panaskan minyak dan masukkan nasi ke dalam penggorengan.2. Kata Hubung Sebab Akibat

Contoh kata hubung:

Dengan demikian

Oleh karena itu

Oleh sebab itu

Akibatnya

Contoh kalimat: Kita harus menaati peraturan. Dengan demikian, lingkungan sekolah menjadi lebih tertib dan aman.

- Mereka melanggar peraturan. Akibatnya, mereka mendapat hukuman

.Timnas Indonesia berhasil menang atas Thailand. Oleh karena itu, mereka berhak menyandang gelar juara.


3. Kata Hubung Pertentangan

Contoh kata hubung:

Namun

Meskipun begitu

Akan tetapi

Di sisi lain

Contoh kalimat:

Guru sudah sering menasihatinya. Namun, ia masih saja tidak berubah.

- Aku tidak sependapat dengan Kayla. Meskipun begitu, kami tetap berteman.

- Aku tidak bisa berangkat hari ini. Akan tetapi, aku tetap mengirim kado.

Video pembelajaran : 


Nah, itulah pengertian dan contoh kata hubung antarkalimat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, ya.

 Refleksi pada pembelajaran hari ini sudah berjalan dengan baik untuk materi kata hubung ananda masih proses penggunaan dalam kalimat

PENUTUP: demikian pembelajaran kita hari ini semoga bermanfaat wassalamu'alaikum wr wb 


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Materi ajar rabu 13 mei 2026

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©